Inovasi dan Kekayaan intelektual

Inovasi dan Kekayaan intelektual seperti Hak Paten, Hak Cipta, Hak Merek dan lain sebagainya dalam kehidupan kita sehari-hari. Inovasi atau penemuan membuat hidup manusia lebih efektif. Menurut pengetahuan nenek moyang kita, ada tiga macam makhluk di dunia ini. Yang terbang di langit. Yang berjalan di darat. Dan yang berenang di air. Tetapi mereka tidak tahu kalau kelelawar dan dolphin, ataupun hewan yang berjalan di darat merupakan jenis yang serupa.

Hewan-hewan di darat memiliki interaksi paling banyak dengan nenek moyang kita. Mereka berhasil dijinakkan dan diajarin berburu. Tetapi yang terbang di langit atau berenang dalam air, kebanyakan cuma saling berlalu saja. Sehingga, terbang dan menyelam selalu menjadi impian manusia.

Impian manusia untuk bisa terbang di coba secara parallel. Salah satunya adalah meluncur ke langit. Dan cara lainnya, terbang seperti burung.

Inovasi dan Kekayaan intelektual

Dalam sejarah Barat maupun Timur, selalu ada catatan tentang impian manusia untuk terbang. Dan yang benar-benar ada bukti penemuan adalah Da-vinci. Dengan penemuannya “burung mesin.” Yang menurut kita orang jaman now, ide meniru terbang burung ini tidak bisa diandalkan.

Ketika manusia mulai mengenali hal-hal baru, Manusia selalu memulai dengan mengamati hal-hal di lingkungan sekitarnya. Dan kemudian menirunya. Kadang peniruan ini bisa mengarah ke penemuan besar. Seperti radar, pakaian renang Michael Phelps kulit hiu.

Tetapi kebanyakan peniruan berakhir dengan sia-sia tanpa arti. Seperti terbang khususnya. Ada sekelompok ilmuwan yang berpendapat, kalau mau terbang, belajarlah cara terbang burung. Tetapi peniruan ini adalah jalan salah yang telah menyesatkan manusia ribuan tahun.

Tetapi mempelajari prinsip penerbangan burung memang sangatlah membantu untuk penemuan pesawat di kemudian hari. Sampai di masa renaissance, orang mulai mempelajari terbang secara rasional. Seperti yang tertulis dalam bukunya “哒 Vinci “On the flight of birds”, karya perintis ilmu penerbangan.

Pada abad ke 17, ilmuwan Italia, Giovanni Alfonso Borelli mempelajari hubungan antara otot-otot hewan, tulang dan terbang dari perspektif biomekanik. Dia menunjukkan manusia tidak memiliki kerangka burung yang ringan. Otot dada yang kuat. Dan bentuk tubuh yang halus.

Sehingga kekuatan otot manusia tidak cukup untuk terbang seperti sayap burung. Menurut perhitungannya, seseorang dengan berat tubuh 60kg harus memiliki setidaknya dada selebar 1.8m untuk mendukung otot yang diperlukan supaya bisa mengepakkan sayap.

Kesimpulan Borelli menyatakan upaya penerbangan manusia meniru burung tidak mungkin berhasil.

Dalam proses pemahaman manusia, sering terjadi satu fenomena. Walaupun secara teori, suatu hal terbukti tidak memungkinkan, tetapi masih ada orang yang berusaha mengubah dan menyangkal batas teori tersebut.

Sebagai contoh, hukum konservasi dan hukum kedua termodinamika yang telah diusulkan setengah abad yang lalu. Masih ada orang yang percaya air bisa berubah menjadi minyak. Atau energy gerak yang terus menerus.

Atau dari segi matematika yang telah membuktikan bahwa dalam 20 tahun tidak bakalan muncul teknologi super cerdas. Tetapi pasti akan ada orang yang akan membuktikannya juga. Mengapa?

Karena orang-orang lebih percaya dengan insting mereka. Atau mereka lebih percaya keampuhan mereka walaupun akal sehat dan pengetahuan mereka sangatlah terbatas. Tetapi yang menarik, ada seorang awam, Sir George Cayley berhasil menciptakan ilmu terbang aerodinamika. Sangat lucu, ya?

Dan yang lebih menariknya lagi, ketika dia melihat kesalahan, dan dia tidak menjaga muka sendiri terus bersikeras atas kesalahannya. Dan inilah yang membuat Sir Kelly menjadi pelopor penerbangan.

Pada tahun 1849, Sir Kelly membangun sebuah glider tiga sayap yang memungkinkan anak berusia 10 tahun untuk duduk dan terbang dari puncak gunung. Didukung dengan ikatan tali manusia. Berhasil Merealisasikan penerbangan berawak pertama dalam sejarah manusia.

Pada tahun 1971, pilot inggris Kolonel Spurau berhasil membuktikan bahwa cara terbang Sir Kelly adalah benar. Yang sudah terbukti 118 tahun yang lalu. Sir Kelly menjelaskan bahwa mekanisme Angkat dan mekanisme dorong harus dipisahkan.

Pesawat terbang manusia seharusnya tidak hanya meniru aksi terbang burung. Tetapi harus menggunakan perangkat yang berbeda. Untuk mencapai daya angkat masing-masing. Ini membantu membuka jalan penemuan pesawat terbang di kemudian hari. Oleh The Wright Brothers. Dan Wright Brothers juga menegaskan tanpa teori Kelly, mereka tidak akan sukses.

Just like my grandma says, pertama, orang selalu percaya bahwa semakin banyak hal yang tidak bisa mereka peroleh, justru akan merasa semakin berharga. Oleh karena itu, penemuan yang signifikan dan sensasional, justru membawa manusia ke impian jangka panjang. Seperti terbang. Mendarat di bulan. Kapal selam, ataupun obat kanker dan hidup abadi.

Kedua, banyak orang Barat mempertanyakan jalur imitasi China tentang penjiplakan kekayaan intelektual yang menjadi pembahasan beberapa tahun yang lalu. Menurut saya, meniru adalah langkah pertama dalam pembelajaran manusia. Dan ini tidak ada yang memalukan. Yang benar-benar memalukan adalah bahwa seseorang terus meniru tanpa bisa berinovasi, tetapi meniru selamanya.

Misalnya, suatu hal yang tidak memalukan kalau meniru contoh dari guru di sekolah. Tetapi yang memalukan adalah menyalin PR teman sekelas. Dari peniruan sampai lompatan penemuan, titik balik kunci adalah memahami prinsip di balik fenomena suatu teknologi. Manusia sejak lahir juga dimulai dengan belajar merangkak, meniru orangtuanya berbicara. Berdiri. Makan dan sebagainya.

Demikian halnya, pada saat kebangkitan AS ratusan tahun yang lalu, dan sejarah mereka juga menunjukkan bahwa AS telah banyak meniru ataupun mencuri kekayaan intelektual dari kerajaan Inggris.

Sebaliknya, dalam beberapa tahun ini AS sering menuduh China maupun negara lainnya mencuri kekayaan intelektual mereka. Seperti yang kita lihat, AS memang sangat menonjol dalam teknologi baru. Tetapi mereka lebih memfokus untuk kepentingan hegemoni nya. Membuat senjata modern untuk menjadi polisi dunia. Dan menghancurkan Negara timur tengah yang tidak penurut.

Mungkin kita juga bertanya, AS sebagai pembuat aturan perdagangan dunia WTO. Sebagai pembayaran internasional dunia diharuskan memakai USD yang tinggal di cetak AS. Pertanyaannya, “Mungkinkah AS sebagai pembuat aturan akan membuat aturan yang merugikan atau membahayakan diri sendiri?”

“Atau apakah seseorang akan melakukan bisnis yang terus merugikan kalau tidak menguntungkan dirinya sendiri?”

Ini mungkin suatu pertanyaan yang sangat menarik. Atau sudah saatnya, orang Barat melihat kenyataan dan mengubah mentalnya dalam perubahan dunia.

Bahkan pendiri Microsoft orang terkaya di dunia, Bill Gates juga tidak segan mengakui bahwa awal pendirian Microsoft juga meniru IBM. Tetapi setelah meniru, apakah Anda bisa berinovasi?

Itulah mengapa teknologi sangatlah penting. Karena tanpa teknologi, manusia tak mungkin memahami prinsip dasar. Dan tak mungkin melompat keluar dari lingkaran tikus, melainkan hanya meniru.

Setelah pembelajaran dari Barat, China telah berusaha inovasi yang dikenal dengan penemuan modern dan kontribusi China untuk jaman now: kereta cepat bullet train 400km/jam, e-commerce dunia, Alat pembayaran Elektronik lewat seluler, dan Bisnis Ekonomi Sharing.

Inovasi dan Kekayaan intelektual
Inovasi dan Kekayaan intelektual (Image: MDDI)

Faktor Ketiga, sebenarya banyak perilaku yang melanggar teori berasal dari pikiran dan praktek emosional kita. Dimana Kadang membawa kita untuk terus maju dan berhasil. Ataupun gagal dari generasi ke generasi. Misalnya ada orang yang berpikiran untuk menghasilkan uang dengan logika berjudi dalam pasar saham.

Yang telah terbukti dalam teori dan praktek tidak memungkinkan. Tetapi masih diteruskan generasi ke generasi. Alasan mendasar ini karena pemahaman intuitif kita yang dibatasi oleh lingkaran kecil kehidupan kita.

Faktor Keempat, berani mengakui kesalahan, sehingga kita tidak tergelincir terlalu jauh di jalan yang salah.

Menurut World Intelectual Property Organisation (WIPO), China telah menduduki peringkat teratas untuk setiap pengajuan aplikasi kekayaan intelektual. Mencapai 1.3 juta pendaftaran pada 2016, berkontribusi sebesar 42.6% dari total aplikasi paten yang diajukan.

Urutan kedua, Amerika Serikat sebanyak 606.571 Aplikasi Paten. Dan diikuti Jepang di belakangnya. China semakin berkontribusi dan memimpin dalam Inovasi dan kekayaan intelektual maupun pemasaran global dewasa ini. Seperti yang diketahui, bisnis model terbaik adalah 70% existing model + 30% inovasi baru.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.