Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower

Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower, apa yang akan terjadi?

Hal pertama bila Paman Sam kehilangan status negara adidaya, Amerika Serikat masih akan tetap menjadi kekuatan regional di Benua Amerika. Amerika Serikat menjadi negara adikuasa hampir seratus tahun. Yaitu setelah Perang Dunia II.

Sejak saat itu, AS resmi menjadi negara adikuasa. Uni Soviet sebagai negara adikuasa lainnya, runtuh pada awal 1990an. Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengumpulkan kekuatan di Benua Amerika, dan mengambil kesempatan untuk bergerak melalui Perang Dunia I dan Perang Dunia II.           

Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower

Sebelum Amerika Serikat mendominasi dunia, seluruh Benua Amerika adalah ruang lingkup pengaruh dan kuasanya. Sampai Pada awal 1823, Presiden AS ke lima James Monroe memperkenalkan doktrin Monroe. Doktrin ini memperingatkan negara-negara Eropa bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir penjajahan atau raja boneka.

Disekeliling negara Amerika Serikat atau negara tetangganya tidak ada kekuatan besar.  Bahkan, semua negara tetangga jauh dibawahnya. Hanya Amerika Serikat yang mempunyai kekuatan menggertak mereka.

Letak Geografis Amerika Serikat sangat strategis. AS sangat beruntung, dilindungi dan dipisahkan oleh dua lautan besar. Jadi, Kemungkinan sangat kecil bagi AS untuk kehilangan status negara Adidaya akibat perang. Karena, bagaimanapun juga AS memiliki banyak tongkat besar, yaitu senjata nuklirnya. 

Jadi, Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower nya, mungkin karena pengunduran dirinya sendiri.

Kedua, Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower, Amerika Serikat tidak akan lagi “menarik bagi talenta Dunia,” dan akan jatuh menjadi negara biasa. AS adalah negara imigran. Selain pembangunan nasional yang sangat kompetitif, para imigran telah memberikan banyak kontribusi untuk pembangunan negaranya. 

Pada saat yang sama, Amerika Serikat juga berbagi manfaat dan kepentingan dengan para talenta ini. Makanya, jika Paman Sam kehilangan hegemoninya, pada umumnya AS tidak ada bedanya dengan negara lain. Karena, pada dasarnya orang-orang hanya tertarik pada Negara berkekuatan tinggi, seperti halnya air mengalir ke arah rendah.      

Ketiga, Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower, konflik internal dalam Amerika Serikat akan meningkat. Risiko perpecahan tidak dapat dihindari. Orang-orang di dunia atau aliansinya tidak akan lagi memberikan transfusi manfaat, atau bahkan berpaling menjauhi Amerika Serikat.

Akibatnya, banyak keuntungan yang terbangun dari sistem Hegemoninya akan runtuh.

Masyarakatnya yang terbiasa hidup mewah, harus belajar hidup mandiri ketika jatuh miskin. Banyak orang AS tidak mempunyai tabungan di bank. Mereka selalu mengkonsumsikan pendapatan di masa depan. Banyak keluarga bahkan tidak memiliki uang tunai USD500.

Meningkatnya tingkat perhutangan mereka, menyebabkan konflik sosial yang tidak dapat dihindarkan.

Bila konflik meluas, negara tersebut akan menghadapi risiko perpecahan. Khususnya di Negara bagian yang lebih kaya secara ekonomi. Sebagai contoh, California dan Texas sering terdengar ingin memisahkan diri dari AS. Karena Gedung Putih akan memompa darah ke Negara bagian yang lebih miskin.

Sekali lagi, setelah Amerika Serikat kehilangan status Superpower, selama negara tersebut tidak berantakan, tetap akan menjadi kekuatan regional. Tidak seperti Uni Soviet. Untungnya, Uni Soviet masih mempunyai pewaris yang hebat, Rusia.  

Setelah kehilangan Adidayanya, Amerika Serikat tidak dapat dibandingkan dengan China lagi.

Karena Benua Amerika sejak jaman dahulu kala, bukanlah Pusat dunia. Seperti yang kita ketahui, Amerika Serikat meningkatkan status internasionalnya melalui intervensi di Eurasia.

Sebaliknya, China telah menjadi negara adidaya Eurasia selama lebih dari 3000 tahun yang lalu.

Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower
Jika Amerika Serikat kehilangan status Superpower (Image: Listverse)

Selama perkembangan negara Tiongkok stabil, Tiongkok akan selalu menjadi kekuatan dunia. Dominasi atas Benua Euroasia selalu menjadi perebutan Hegemoni dunia dari dulu sampai sekarang. Contoh yang sangat jelas, kita dapat Melihat segala tindakan AS di Afghanistan, Syria, Irak dan Timur Tengah, atau tata letak di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Eropa.

Just like grandma says, jika Amerika Serikat hanya mendominasi di Benua Amerika, Dia selamanya akan terperangkap dalam lingkaran kecil itu. Jika, tidak bisa keluar dari lingkaran kecil, maka tidak ada negara yang bersedia bermain dengannya, apalagi mengikutinya.