Jiwa AI

Oleh: Ricky Suwarno

29 April 2019

Feifei Li adalah professor di Departemen Ilmu Komputer di Stanford. Dan juga Direktur Stanford Artificial Intelligence Lab. Pada tahun 2017, beliau pernah menjabat Kepala ilmuwan AI dan pembelajaran Mesin, deep learning, visi computer, ilmu saraf kognitif dan komputasi di Google Cloud. Seorang pakar kecerdasan buatan yang sangat terkenal.

ImageNet, yang dirintisnya telah menjadi basis data pengenalan gambar terbesar di dunia.

Feifei mengatakan kecerdasan buatan adalah tata letak strategis dari cloud. Dan merupakan jenis perhitungan baru. Dalam 20 tahun terakhir, kemajuan kecerdasan buatan seperti penelitian ilmiah, berasal dari pengembangan yang berhasil dalam pembelajaran mesin, visi komputer dan pemrosesan bahasa alami. Yang terutama didorong oleh data Internet.

Data membawa ide algoritma. Dan algoritma sendiri mempromosikan informasi dan pengetahuan data.

Cloud adalah platform komputasi terbesar. Dan juga fitur terbesar dari cloud. Pada awalnya, cloud hanya berperan sebagai fasilitas penyimpanan. Kemudian data diubah menjadi informasi. Dan kemudian terbentuklah keputusan bisnis. Yang merupakan sumber daya strategis bagi perusahaan.

Kecerdasan buatan berfungsi membuat hidup manusia lebih baik. Cloud adalah salah satu platform penerapan terbaik. Hampir semua tugas yang membutuhkan perhitungan, selalu tak terlepas dari kecerdasan buatan.

Komputasi sendiri adalah proses dimana data dihasilkan. Keputusan disempurnakan dari pengetahuan. Semua perhitungan saat ini, diselesaikan oleh AI. Tentu saja, cloud juga mencakup perangkat keras, platform, infrastruktur, dan ruang penyimpanan. Tetapi jiwa dari cloud adalah AI. Kecerdasan buatan.

Bagi para peneliti, perlu mengetahui warisan di masa lalu, supaya mampu melihat cakrawala baru di masa depan.

Dua hal penting yang harus diperhatikan untuk mempelajari visi komputer. Yakni mengetahui masa lalu, dan melihat masa depan. Cara Mengetahui masa lalu, bisa membaca literatur. Saat ini, minat dan perhatian banyak siswa terhadap pembelajaran mendalam sangatlah tinggi. Mereka hanya perlu membaca karya-karya pembelajaran mendalam.

Pada dasarnya, visi komputer atau pemrosesan bahasa alami, pembelajaran mesin, telah melewati beberapa dekade. Misalnya, pekerjaan tentang hal identifikasi, yang telah diselesaikan di dunia akademik, tetapi masih banyak siswa yang tidak tahu. Bahwa penelitian tentang recognition telah dimulai di abad 20 sekitar tahun 1950-an. Dan telah diwariskan sampai sekarang. Seseorang tidak dapat menciptakan hal-hal baru tanpa mengetahui proses pewarisan ini.

Untuk Melihat masa depan, para peneliti perlu visi yang jauh. Jika bagian depan mata penuh keramaian, maka ini bukan arah penelitian terbaik. Namun sebaliknya, bila tempat didepan masih kosong, dan umumnya bukan hot spot, mungkin para peneliti bisa lebih memfokus kearah tersebut.

Seorang ilmuwan tidak boleh mengikuti tren, atau mengejar fashion. Melainkan, harus mengejar prinsip dan orisinalitas. Jadi kesimpulannya, carilah pasar Anda sendiri. Pahami masalah yang perlu Anda selesaikan, dan kebutuhan yang bisa Anda penuhi.

Startup membutuhkan rasa misi untuk menyelesaikan masalah. Apakah itu masalah bagi perusahaan, individu ataupun konsumen. Singkatnya, menyelesaikan masalah adalah misi utama dari suatu startup.

Just like grandma says, setiap industri memiliki skenario aplikasi tersendiri. Makanya, Diperlukan orang yang memahami adegan ini. Dan mengerti pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan untuk menemukan solusi. Oleh karena itu, cara terbaik, menemukan permintaan dan permasalahan. Tetapi, bukannya membawa palu mencari paku dimana-mana.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Jiwa AITags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: