Kecerdasan buatan China vs Amerika

Kecerdasan buatan China vs Amerika selalu menarik perhatian kalangan dunia. Di satu sisi, ini adalah pertama kalinya China memainkan peran penting dalam revolusi teknologi secara global. Di sisi lain, banyak negara selalu mengaitkannya dengan perbandingan kekuatan China dan Amerika Serikat. Namun, bagaimana perbedaan Kecerdasan buatan China vs Amerika ?

Kecerdasan buatan China vs Amerika

Harus diakui saat ini, AS masih menjadi Mesin Pendorong teknologi Kecerdasan Buatan nomor satu di dunia. Namun di beberapa sektor, AS sebenarnya sangat cemburu atas keberhasilan China. Dimana mereka masih sangat sulit menerima kenyataan ini. Namun akhirnya, apakah AS bersedia atau tidak AS nantinya harus terbiasa dengan berbagai pencapaian teknologi China. Karena hal ini akan menjadi hal yang sangat normal bagi AS maupun Dunia.

Dalam hal total volume, jumlah makalah yang diterbitkan di bidang kecerdasan buatan di China telah berkembang pesat sejak 2006. Sampai saat ini, jumlah makalah sudah mendekati Amerika Serikat. Namun, dalam hal tingkat referensi makalah atau kutipan, kesenjangan antara kedua negara masih sangat jelas.

Jika sebuah makalah dikutip lebih dari 1.000 kali, maka makalah ini tergolong makalah level seribu. Menurut makalah tingkat seribu, Sarjana China telah menerbitkan banyak makalah tingkat seribu pada tahun 2004, 2005, dan 2007. Pada periode yang sama, Sarjana Amerika hanya menerbitkan 12 makalah.

Jika sebuah makalah tidak pernah dikutip sejak publikasi, maka makalah ini tergolong makalah level nol. Jumlah makalah tingkat nol oleh para Sarjana Cina telah jauh melebihi yang ada di Amerika Serikat sejak 2007.

Mungkin banyak yang mengira makalah level nol pasti berkualitas buruk. Sebenarnya, semua makalah dalam statistik laporan, diterbitkan dalam jurnal profesional yang ditinjau sejawat. Yang ada standar akademik sebagai jaminannya.

Suatu makalah digolongkan sebagai makalah level Nol, dikarenakan isu-isu yang dibahas dalam makalah tersebut berada dalam tingkat penerapan. Atau aplikasi. Topik tesis itu sendiri sempit cakupannya. Dan karenanya tidak dikutip.

Namun, makalah yang telah banyak dikutip, sering kali merupakan terobosan pada tingkat metodologi umum. Dari fenomena ini, Amerika Serikat masih memimpin Cina dalam hal metodologi dasar.

Alasan lain adalah aspek insentif. Sistem penelitian ilmiah Cina, cendrung mendukung seberapa banyaknya artikel yang telah diterbitkan peneliti di jurnal internasional. Mungkin sekedar memperoleh gelar profesional. Sampai akhirnya, para sarjana kurang memperhatikan pengaruh dan nilai kontribusi dari artikel tersebut.

Dalam tingkat startup kecerdasan buatan, Cina telah mengalami proses perkembangan tercepat. Dan kemudian menurun. Sedangkan Amerika Serikat justru sebaliknya.

Sebelum tahun 2012, para startup di sektor kecerdasan buatan Cina jauh lebih aktif dari Amerika Serikat. Namun setelah 2012, Amerika Serikat menyusul Cina. Selain itu, ketika startup kecerdasan buatan AS sedang bertumbuh, jumlah startup kecerdasan buatan Cina lagi menurun.

Terutama setelah 2016, jumlah startup kecerdasan buatan di Amerika Serikat telah berkembang pesat. Mencapai lebih dari 600 startups di tahun 2018. Jumlah perusahaan AI startups di Cina mencapai puncaknya pada tahun 2016. Lebih dari 400 startups. Tetapi pada tahun 2018, telah menurun. Kurang dari 200 startups.

Industri AI membutuhkan investasi R&D jangka panjang. Dan sulit memperoleh pendapatan dalam jangka pendek. Perbandingan jumlah perusahaan startup aktif di Cina dan Amerika Serikat menunjukkan, investasi China di bidang kecerdasan buatan kurang begitu cukup.

Dimensi pengukuran dan perbandingan yang lain, adalah paket AI sumber terbuka dan talenta dalam AI.

Sebagian besar paket perangkat lunak yang digunakan oleh praktisi China dikembangkan oleh lembaga AS. Secara umum, jumlah paket perangkat lunak AI open source yang dikembangkan oleh institusi AS, 20 kali lipat lebih banyak dari institusi Cina.

Penerapan AI

Para peneliti China tampaknya, sangat mengandalkan paket perangkat lunak sumber terbuka AS. Untuk penelitian algoritma dasar. Dalam hal algoritma dasar, chip dan sensor kecerdasan buatan, China tidak hanya berada di belakang Amerika Serikat. Tetapi juga di belakang Inggris, Jerman, Jepang dan Israel.

Dalam penerapan teknologi AI, China telah memimpin secara global mulai tahun 2018. Mencapai total 32%, yang jauh lebih tinggi dari AS dan UE. Dengan kata lain, telah banyak perusahaan China menggunakan AI untuk mengotomatisasi tugas sehari-hari. Sebagai contoh, teknologi AI untuk menangani proses penggantian biaya atau reimbursement. Para Karyawan hanya perlu memberi tahu program AI beberapa informasi dasar. Program AI secara otomatis akan membantu mengisi formulir, dan memulai proses penggantian yang menghemat waktu.

Inti dari teknologi AI adalah pembelajaran mendalam atau sering di kenal sebagai “Deep Learning.” Yang tidak dapat dipisahkan dari “pemberian” data besar. Untuk melatih Artificial Intelligence memprediksi penyakit tertentu dibutuhkan kumpulan data pasien yang cukup besar. Dan kumpulan data pasien di China jauh lebih besar daripada negara manapun didunia.  

Data di China tidak hanya banyak, namun juga sangat beraneka ragam. Ini adalah faktor yang pendukung yang sangat menonjol. Sehingga, China lebih mudah mencapai “lintas batas” antara data. Ini karena berkat kontribusi super Aplikasi dari Tencent namanya Wechat. Kita dapat melakukan dan menyelesaikan hampir semua hal melalui WeChat. Seperti berbelanja, pembayaran kartu kredit, membayar air dan listrik, memanggil taksi, memesan makanan, mengisi daya ponsel dan sebagainya.

Just like grandma says, Dalam hal talenta dari database LinkedIn, Jumlah total talenta AI di Cina cuma sekitar 50.000 orang. Sedangkan, di Amerika Serikat telah mencapai 830.000 orang.

Kecerdasan buatan China vs Amerika
Kecerdasan buatan China vs Amerika terbagi atas teknologi inti AI dan teknologi penerapan AI

Pada saat yang sama, talenta AI dari Amerika juga lebih unggul dalam hal pengalaman. Kurang dari 39% talenta AI dari China, berpengalaman di bidang AI lebih dari 10 tahun. Dibandingkan, dengan 71% dari AS.

Dari perbandingan diatas, dapat dilihat bahwa China memiliki investasi dan kekuatan yang lebih jauh di bidang kecerdasan buatan. Namun, dalam hal makalah metodologis dasar, stamina investasi industri, algoritma dasar dan talenta lainnya, kesenjangan yang cukup besar antara China-AS. Tetapi dalam waktu satu dekade mendatang, kesenjangan ini akan teratasi dan bahkan dilampaui (kutipan dari CEO Alphabet, Eric Schmidht)

Advertisements
Categories: Kecerdasan buatan China vs Amerika

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: