Kehidupan di Era 5G

Kehidupan di Era 5G membuat VR dan AR menjadi kenyataan. Seperti apakah kehidupan di Era 5G, ada banyak imajinasi dikalangan media. Tetapi kebanyakan mereka hanya berputar di sekitar “kecepatan” jaringan yang lebih cepat.

3GPP, Organisasi pembuat Standar 5G Dunia menggunakan Virtual Reality (VR)  untuk menjelaskan apa yang dapat kita lakukan setelah komunikasi seluler semakin cepat. VR mungkin tidak asing lagi bagi kita semua. Karena VR telah populer beberapa tahun yang lalu. Tetapi VR dengan cepat menjadi Topik yang dingin, karena pengalaman pengguna yang kurang nyaman. Sehingga, kebanyakan orang mulai berpikir apakah VR adalah suatu kebutuhan yang tidak riil.

Sebenarnya, VR mulai muncul di laboratorium sekitar tahun 1990an. Apalagi, Beberapa tahun yang lalu ketika Facebook mengakuisisi Oculus, sebuah perusahaan Headset VR yang kemudian menjadi salah satu topik terhangat di dunia selama beberapa tahun. Tetapi karena berbagai teknologi yang diperlukan belum mencapai standar, User experience membuat kepala pusing mengakibatkan minat terhadap VR semakin menurun.

Kehidupan di Era 5G

Hal ini dikarenakan, pertama, “kecepatan pengiriman informasi” tidak menyeimbangi. Meskipun tingkat transmisi jaringan 4G secara teoritis cukup tinggi, namun karena kecepatan yang tidak stabil, jadi ketika Anda menoleh kepala, kecepatan transmisi gambar tidak dapat mengikuti, akhirnya Pengguna merasa pusing.

Pada saat kita menonton TV dengan definisi tinggi, sebenarnya Frame utama disaat awal adalah gambar lengkap yang tidak banyak kompresi selama transmisi. Kemudian, setiap gambar frame berikutnya yang ditransmisikan, hanyalah frame utama yang dikirimkan. Sehingga, laju transmisi tidak perlu terlalu tinggi.

Namun, gambar yang kita lihat dari kacamata VR sangatlah berbeda. Ketika kita memutar kepala, kita melihat adegan yang sama sekali berbeda juga. Headset VR perlu mengirimkan Frame Utama baru, yang membutuhkan tingkat transmisi lebih tinggi. Setidaknya 10-20 kali video berdefinisi tinggi, 1080Pixel. Sehingga, gambar yang terlihat dapat konsisten. Kecepatan transmisi Jaringan 5G Pas dapat memenuhi permintaan ini.

Walaupun, GPU (Unit Pemroses Grafis) kecepatan tertinggi saat ini dapat memenuhi persyaratan ini, namun mereka mengkonsumsi daya terlalu tinggi dan terlalu mahal (ribuan dolar). Itulah sebabnya peralatan Nirkabel VR sulit ditingkatkan karena baterainya tidak memadai. 

Selanjutnya, jaringan 5G juga mempercepat realisasi Augmented Reality (AR). AR berfungsi  memindahkan adegan virtual baik benda, gambar atau suara ke dalam lingkungan nyata. Sehingga, AR memperkaya adegan dunia riil.

Namun sayangnya, Sebagian besar teknologi AR yang kita lihat saat ini adalah tipuan belaka. Adegan yang mereka rekam dalam video promosi tidak pernah terwujud di dunia nyata. Sehingga hanya dapat dianggap sebagai “kreasi artistik.” 

Sebaliknya, jika teknologi pencitraan holografik 3D dapat dikembangkan lebih lanjut, pemandangan nyata di kejauhan dapat dipindahkan ke depan kita. Ibarat adegan di Film Star Wars, di mana sekali kita menekan jari langsung meluncurkan pemandangan seperti aslinya.

Jaringan 5G memungkinkan perwujudan pencitraan holografik 3D . Tentu saja, biaya produksinya juga sangat tinggi. Karena alasan inilah gambar holografik yang kita lihat di beberapa pameran saat ini relatif kecil.

“Jadi apa gunanya holografi 3D ?” 

Holografi 3D membawa banyak imajinasi kepada kita. Misalnya, kita dapat segera membawa ibu kita di kampung langsung muncul dihadapan kita. Ibarat seperti fiksi ilmiah. Seperti halnya 100 tahun yang lalu, ketika Penemu Telepon Alexander Graham Bell memperkenalkan teknologi telpon kepada Angel Investor, Mark Twain. Mark Twain tidak percaya bagaimana Manusia bisa mendengar suara orang berbicara dengan jarak ratusan meter sampai puluhan kilometer.

Hari ini pencitraan holografik 3D telah diterapkan di beberapa bidang Aplikasi. Misalnya, desainer pakaian. Di masa lalu, gambar pakaian atau video 360 derajat, efek yang terlihat masih kurang riil. Namun, Pencitraan holografik 3D hampir sepenuhnya mereproduksi setiap detail hal yang nyata. 

Selain itu, industri desain arsitektur, dekorasi rumah, dan desain rumah yang perlu mereproduksi adegan nyata di kejauhan, pencitraan holografik 3D  memiliki Peluang yang sangat besar.

Saya percaya dengan kemajuan generasi informasi dan teknologi transmisi, cakrawala mata manusia akan terbuka lebih luas. Teman-teman kita di kampung atau luar negeri yang tinggal ribuan km jauhnya dapat segera muncul di depan kita, berbicara dan tatap muka langsung. Jika kita mengenakan “sarung tangan khusus,” kita bahkan dapat menyentuhnya.

Yang terakhir, adalah produk prototipe buatan MIT 20 tahun yang lalu. Setelah kemajuan teknologi AR, kita mungkin dapat menyentuh berbagai hal di dunia yang tidak nyata, seperti Dinosaurus. Di masa depan, pada saat kita melambaikan tangan, dunia virtual nyata akan muncul di depan kita. Orang-orang, benda-benda di sekeliling, gunung dan laut, atau berbagai cerita Virtual, membuat mata kita sulit untuk membedakannya dari dunia nyata.

Jika kita menempatkan moralitas ke dunia nyata dalam kehidupan masa depan, kita akan menghadapi pertanyaan mendasar tentang asal-usul manusia. Siapa kita, dan ke mana kita akan pergi. Di zaman modern saat ini, di satu sisi, kita semua secara bertahap menjadi mandiri dalam pemikiran. Tetapi di sisi lain, kita juga sangat bergantung pada masyarakat.

Ibaratnya, setiap orang sebagai “sekrup” di dalam Robot besar “masyarakat.” Sebagai contoh, seorang profesor universitas di zaman modern yang memiliki tingkat penelitian ilmiah yang tinggi. Tetapi mereka harus bergantung pada universitas, atau para dokter harus bergantung pada rumah sakit, maupun para jurnalis yang harus bergantung pada suatu platform media. Karena Tanpa organisasi-organisasi ini, peran mereka samasekali tidak dapat tercerminkan.

Contoh lain yang paling nyata adalah, orang-orang media terkenal dari ANTV atau SCTV menjadi tidak begitu sukses ketika mereka keluar dan membuat media mereka sendiri. Ataupun, para Manager investment Banking Goldman Sachs yang telah keluar juga jarang mereproduksi mitos di pasar keuangan Wall Street. Hal Ini menunjukkan Betapa pentingnya platform bagi mereka di masa lalu. 

Ini bukan berarti reputasi platform diperlukan, melainkan “peran platform sebagai media.” 

Seperti halnya, Tidak mungkin bagi seorang profesor universitas Harvard untuk merekrut siswa Terbaik tanpa platform Harvard. Sehingga, bahkan jika Universitas lain memberinya kondisi penelitian dan gaji yang lebih tinggi, ia bahkan mungkin tidak akan menerimanya. Demikian pula halnya dengan dokter atau Jurnalis.

Namun, ketika masyarakat kita secara bertahap menjadi jaringan di mana “Individu” menjadi “simpul,” sebagian profesional mungkin akan menjadi hub koneksi antara orang-orang di dalam masyarakat.

Tentu saja, ada pra syarat bahwa komunikasi mereka dengan dunia harus sangat lancar.  Pada saat yang sama, melalui komunikasi yang lancar, mereka dapat mengumpulkan banyak orang untuk bekerja bersama. 

Kehidupan di Era 5G
Kehidupan di Era 5G (Image: wsj)

Kelancaran ini tidak hanya cepat, tetapi juga dapat membangun komunikasi antara orang-orang. Dengan kata lain, berdasarkan teknologi komunikasi seluler, harus ada alat yang sesuai yang memungkinkan orang terhubung secara cepat.

Just like grandma says, Kehidupan di Era 5G Ketika komunikasi fisik (internet seluler) dan komunikasi virtual (jejaring sosial) cukup Maju, baru memungkinkan para profesional menjadi “penghubung” dalam masyarakat. Pada saat itu, platform hanyalah “media persatuan” mereka, bukan lagi “Tuan rumah” mereka.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.