Kehidupan Era Mobil Otonom

Kehidupan Era Mobil Otonom menurut Prediksi Intel dan USD7 Triliun pasar global di tahun 2050. Tentu saja, pasar senilai $ 7 triliun ini selain pasar energi sendiri, juga mencakup pasar perjalanan online, pasar logistik, pasar real estat komersial, pasar periklanan, dan manfaat sosial yang dibawakan oleh Mobil Otonom. Seperti peningkatan produktivitas. 

Belum lama ini, Rapat pemegang saham tahun 2020 Tesla, yang sekaligus juga Hari perayaan Perencanaan Energi baterai, Elon Musk mengumumkan rencana yang sangat ambisius. Mereka berencana mengembangkan baterai baru mobil listrik. Baterai ini diharapkan dapat menurunkan harga mobil listrik Tesla saat ini yang sekitar 50.000 dolar AS dikurangi menjadi 25.000 dolar AS.

Baterai yang sedang dikembangkan Tesla dinamakan baterai “4680 non-elektroda ” . Baterai ini akan menghilangkan struktur kunci ” elektroda ” di baterai tradisional. Digantikan desain baru untuk mencapai fungsi konduksi dan penyimpanan energi. Sehingga, Dapat menyimpan lebih banyak energi. Tetapi biaya lebih rendah. 

Kehidupan Era Mobil Otonom

Di saat yang sama, Tesla juga berencana melakukan inovasi dalam bahan baterai, proses produksi dll. Menurut perkiraan Elon Musk, inovasi tersebut akan mengurangi biaya baterai hingga 56% dan meningkatkan jangkauan kendaraan listrik hingga 54%. Inovasi Ini akan menghilangkan hambatan utama untuk mempopulerkan kendaraan listrik di masa depan.

Namun, setelah berita tersebut diumumkan, saham Tesla langsung drop 10%. Karena menurut perkiraan Musk, dibutuhkan waktu minimal 3 tahun agar tujuan tersebut bisa terwujud sepenuhnya.

Artinya Tesla akan menghadapi banyak cost input dalam jangka pendek. Meski begitu, kabar ini tetap membuat banyak orang menantikannya. Karena jika inovasi baterai bisa terwujud, dampaknya tidak hanya pada industri baterai sendiri. 

Berita diatas menandakan Kehidupan Era Mobil otonom benar-benar akan tiba. Berarti, pasar komersial yang sangat besar senilai $ 7 triliun telah mulai dimanfaatkan.

Angka USD 7 Triliun sebenarnya berasal dari prediksi pasar yang dibuat oleh Intel tentang pasar Mobil Otonom tiga tahun lalu. Saat itu, Intel memprediksi nilai pasar yang diciptakan oleh teknologi Mobil Otonom akan mencapai 800 miliar dolar AS di tahun 2035. Namun dalam 15 tahun ke depan, tepatnya di tahun 2050 skala pasar ini akan mencapai USD 7 triliun secara global.

Selain industri otomotif sendiri, pasar Triliunan Dolar pertama yang dapat dimanfaatkan oleh teknologi mobil otonom adalah “pasar energi.”

Saat ini, permintaan energi baru Dunia semakin meningkat. Namun pembangkit listrik dari “energi terbarukan” akan menemui masalah, yaitu dari mana listrik dibangkitkan? 

Dalam Pasar energi tradisional, pembangkit listrik itu terpusatkan, demikian juga penyimpanan dan transmisi energinya. Tetapi pasar energi baru sangatlah berbeda. Masyarakat memiliki harapan atas pasar energi baru, yaitu mengubahnya menjadi bentuk pembangkit listrik yang didistribusikan seperti internet.

Di masa depan, khususnya kendaraan listrik tak berawak akan berfungsi sebagai perangkat penyimpan energi utama. Umpamanya, Tiongkok yang memiliki 2,5 juta kendaraan. Jika 10% kendaraan dialihkan menjadi mobil listrik, energi listrik terbarukan China sehari dapat tersimpankan.

Wu Gansha, mantan kepala teknisi dan dekan di Intel China Research Institute mengatakan, “kita dapat membayangkan sebuah skenario dimana listrik yang tersimpan dalam mobil listrik dapat dijual kembali ke jaringan Listrik Negara pada jam 8 malam waktu puncak. Dengan cara ini, mobil akan benar-benar berpartisipasi dalam transaksi pasar energi.

Oleh karena itu, peluang pasar kendaraan otonom tidak hanya terbatas pada transportasi, tetapi juga akan meluas ke bidang energi yang merupakan pasar Triliunan Dolar pertama.

Pasar triliunan Dolar kedua adalah pasar perjalanan. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar online car-hailing telah menciptakan keajaiban. Misalnya saja, Didi atau Ubernya Tiongkok telah mencapai lebih dari 20 juta pesanan harian dalam waktu 4-5 tahun. Namun, jika tidak ada inovasi baru teknologi, momentum kenaikan pasar ini pasti akan mandek.

Mengapa?

Alasan pertama, biaya pengemudi manusia yang mahal. Kedua, pada saat yang sama, juga kekurangan sumber daya manusia. Setelah Didi menempatkan puluhan juta pengemudi dalam platformnya, tidak ada lagi pengemudi baru yang bisa bergabung didalamnya.

Bagaimana mengatasi masalah ini?

Dalam dua tahun terakhir, ada ide populer mengatasi masalah ini melalui penyewaan car sharing berdasarkan waktu. Pengguna sendiri adalah tenaga kerja juga. Tetapi skema ini memiliki banyak masalah juga. Salah satunya adalah tidak dapat secara fundamental menyelesaikan masalah yang membuat orang melakukan kesalahan. Manusia memiliki emosi. Atau, mudah menjadi lelah. 

Kedua, mobil yang disewakan ini bukan mobil cerdas. Saat pengguna membutuhkannya, mereka mungkin tidak berada di dekat Anda. Namun, ketika Anda berada di beberapa kilometer jauh darinya, Anda mungkin tidak bersedia menggunakan sumber daya tersebut lagi. Semua ini adalah masalah.

Itulah sebabnya, Wu Gansha menyarankan cara terbaik adalah menyingkirkan masalah “Manusia”. Hanya dengan memecahkan masalah seperti itu kita baru dapat menembus kemacetan dan mencapai skala ratusan juta pesanan sehari. Jadi di masa depan, ketika kehidupan Era Mobil Otonom dimasukkan ke dalam pasar perjalanan, itu akan menciptakan lebih banyak peluang untuk pasar ini.

Pasar Triliunan Dolar ketiga adalah pasar logistik. Biaya logistik di negara-negara maju seperti AS dan China cukup tinggi. Ada data menunjukkan biaya logistik Tiongkok  menyumbang 15% dari PDB, menempati peringkat pertama di dunia. Hal ini dikarenakan logistik mobil menyumbang lebih dari 80% secara total. 

Wu Gansha percaya, jika mengemudi otonom dapat diterapkan pada bidang logistik lewat AI, ini pasti mengurangi biaya personel. Bahkan dapat memangkas biaya hingga lebih dari setengahnya. Beliau juga mengemukakan hal yang menarik, misalnya dengan adanya transportasi tak berawak, beberapa model bisnis baru yang menarik akan terlahir. 

Bayangkan saja suatu skenario seperti ini. Suatu hari, Anda lelah bermain di taman. Duduk di bangku di bawah pohon Osmanthus. Sambil menikmati udara segar dan harum. Yang paling Anda inginkan saat ini adalah minuman dingin. Sayangnya, kantin terdekat ada beberapa kilometer dari Anda. Jika ada vending machine, bisa bergerak dengan sendirinya, dan bisa di order lewat ponsel. Kemudian datang dan membawakan minuman dingin. 

Pemandangan ini adalah cara lain untuk memindahkan objek dengan teknologi Mobil Otonom.

Dan gerakan objek ini hanyalah langkah kecil. Langkah selanjutnya dapat berkembang menjadi “ruang seluler” atau ruang yang bergerak, yang bakal memicu pasar Triliunan Dolar lainnya. Atau, disebut pasar real estat komersial seluler. 

Mobil telah berubah dari alat transportasi sederhana menjadi pusat kegiatan komersial. Imajinasi yang ditimbulkan oleh hal ini sangatlah besar. 

Misalnya, bioskop seluler – atau bioskop yang bergerak. Kita dapat menonton separuh film dalam perjalanan ke kantor, dan terus menonton separuh lainnya dalam perjalanan pulang ke rumah. Demikian pula, mobil tanpa pengemudi juga bisa menjadi kantor keliling dan kafe keliling.

Dua tahun terakhir, ada sebuah perusahaan startup Tiongkok pernah membuat  “supermarket seluler” atau supermarket bergerak yang buka 24 jam sehari.

Supermarket ini bisa bergerak sendiri sesuai kebutuhan masyarakat. Pada tahun lalu, supermarket tak berawak menjadi konsep yang populer di Tiongkok. Tetapi di masa depan, supermarket seluler tak berawak mungkin akan menjadi konsep yang lebih panas. Ini adalah pasar Triliunan Dolar keempat yang ditelusuri dengan Mobil otonom.

Pasar Triliunan Dolar berikutnya, adalah manfaat sosial yang dihasilkan oleh Mobil Otonom. Seperti perbaikan lingkungan yang dibawa oleh penghematan bahan bakar. Peningkatan efisiensi akibat pengurangan kemacetan lalu lintas. Dan peningkatan produktivitas lebih lanjut.

Pertanyaannya, dari mana datangnya peningkatan produktivitas?

Tentu saja berasal dari kita semua yang dapat memanfaatkan penggunaan “jalan”. Saat ini, orang China menghabiskan ratusan juta jam di jalanan. Sehingga, menyebabkan banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan secara efisien saat di jalanan. Sekitar 6000 tahun yang lalu, orang Mesir kuno menghabiskan waktu 1 miliar jam membangun piramida, setara beberapa hari ketika orang Tiongkok terjebak di jalanan.

Manusia telah menyia-nyiakan begitu banyak produktivitas di jalanan. Jika hal-hal ini menjadi produktivitas, pasti akan menjadi peningkatan besar dalam produktivitas kita sehari-hari.

USD7 Triliun pasar global mobil otonom

Seiring datangnya teknologi mengemudi otonom, bentuk mobil di masa depan akan berubah. Dari kendaraan sederhana menjadi ruang bergerak. Misalnya, setiap hari ini saya harus berangkat kerja ke kantor di jam 7AM, dan tiba jam 0830AM untuk memulai kerja.

Akan tetapi di masa depan saya bisa berangkat jam 0830AM, karena jalanan adalah kantor seluler yang bergerak. Saya juga dapat meminta pelanggan untuk bertemu dan menyelesaikan masalah di jalanan. Bahkan, kontrak kerjasama mungkin dapat diselesaikan saat saya turun dari bus otonom.

Ini adalah kemungkinan manfaat sosial.

Karena meluasnya penerapan mengemudi otonom, biaya perjalanan orang akan turun secara signifikan. Ini juga merupakan manfaat sosial. Menurut data dari perusahaan analisis pasar bernama ReThinkX, mengemudi otonom atau kehidupan Era Mobil Otonom akan menghemat biaya perjalanan setiap keluarga di Amerika Serikat sebesar $ 5.600. 

Jadi untuk apa uang atau biaya yang terhematkan ini? 

Tentu saja bisa kita konsumsikan di jalanan. Makanya, terlahirlah apa yang disebut manfaat “Ekonomi penumpang” yang cukup besar.

Akibatnya, Industri jasa ritel dan industri periklanan pasti akan terpengaruh. Sehingga, Ruangan di dalam mobil bisa dijadikan sebagai tempat untuk iklan dan berbagai macam hiburan. 

Kehidupan Era Mobil Otonom
Kehidupan Era Mobil Otonom (Image: Techspot)

Prediksi-prediksi Intel mengenai kehidupan Era Mobil Otonom dan skala pasar global mungkin agak radikal dan idealis. Jika diteliti, pasti ada banyak detail yang patut dicermati. Misalnya di antara USD 7 triliun itu, berapa kenaikan yang dihasilkan oleh Mobil Otonom sendiri.

Namun, just like grandma says, prediksi-prediksi tersebut sangat mencerahkan. Teknologi mengemudi otonom seperti titik tumpu, melalui teknologi tersebut dapat membantu kita meningkatkan lebih banyak manfaat daripada yang kita bayangkan.