Kekuatan Soft power

Kekuatan soft power adalah kekuatan menarik orang lain dengan kecerdasan emosional seperti pengaruh budaya misalnya. Budaya sendiri adalah akar dari suatu bangsa. Tak peduli seberapa kaya. Bangsa yang kehilangan budaya dan kepercayaan diri, sulit menjadi bangsa yang kuat. Apalagi mau jadi pemimpin dunia.

Amerika Serikat menjadi hegemoni dunia, dimulai dari kepercayaan diri budayanya.

Kekuatan amerika di bagi atas empat bagian. Hegemoni ekonomi. Hegemoni politik. Hegemoni militer. Dan hegemoni budaya. Hegemoni budaya mereka terletak pada tangan kelas aristocrat.

Kekuatan Soft power

Sebelum mencapai hegemoni budaya ini, Amerika Serikat merasa sangat inferior. Dan merasa kecil dihadapan Inggris. Walupun Setelah kemerdekaan, budayanya sendiri tidak merdeka. Sering memuja budaya Inggris.

Pada awalnya, Inggris selalu memandang rendah Amerika. Dan percaya bahwa Amerika bahkan tidak memiliki literature sendiri. Ini adalah pengaruh hegemoni budaya Inggris terhadap Amerika. Namun, setelah Perang Dunia kedua, Inggris dikalahkan. Amerika mengambil kesempatan merebut posisi hegemoni. Dan berdirilah kepercayaan budaya Amerika. Sejak saat itu.

Hegemoni budaya, adalah sesuatu yang diterima secara sukarela. Tidak bisa dipaksakan. Oleh semua manusia di dunia. Seperti halnya, film-film Hollywood. Avengers. Spiderman. Karena, Hegemoni budaya tidak sama dengan hegemoni politik. Atau militer.

Setelah mendapatkan kepercayaan diri tentang budayanya, Amerika mulai mengadopsi cara halus. Mempromosikan hegemoni budaya. Perang Dunia kedua, menjadikan Amerika sebagai daerah yang aman. Jauh dari jangkauan musuhnya. Dengan pulau yang terisolasi. Sehingga banyak orang di dunia memilih berimigrasi ke sana. Mencari keamanan. Yang akhirnya, menjadikan Amerika sebagai Negara adidaya sekarang. Yang secara bertahap menemukan kepercayaan diri. Dan membangun hegemoni budayanya.

Hegemoni budaya Amerika dan eropa lainnya saling melengkapi. Di masa kejayaannya yang lalu, hegemoni Amerika disertai dengan kepercayaan diri budaya yang sangat kuat. Namun, dengan menurunnya kekuatan dan pengaruh Amerika sekarang, mulai kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mulai menyerang budaya lain. Menghancurkan sampai keakarnya.

Menurut laporan Rand, kegagalan Amerika di Afganistan, dan Irak karena selalu menggantungkan pada kekuatan militer konvensional. Memaksakan kehendak Amerika di terima secara langsung. Tetapi, lawan Amerika berusaha mendapatkan pengaruh dan legitimasi di kalangan rakyat. Amerika harus mempengaruhi secara budaya untuk memperoleh kemenangan akhir. Rand think tank percaya hegemoni budaya Amerikalah yang menghancurkan Uni Soviet. Dan cara ini harus diteruskan. Untuk memenangkan perannya di dunia lain.

Rand think tank percaya perang di masa depan adalah perang spectrum. Baik dalam konteks fisik maupun spiritual. Dan budaya memainkan peranan penting. Amerika harus mempergunakan berbagai organisasi non pemerintah. Sebagai alasan untuk mempromosikan nilai demokrasi barat. Yang selalu dijual untuk meruntuhkan suatu bangsa yang tidak disukai. Dengan menumbuhkan kekuatan pro barat, dan melayani kebutuhan strategis Amerika sendiri.

Departemen intelijen Amerika bertanggung jawab mengumpulkan informasi. Dan menyebarluaskan berbagai berita palsu yang tidak menguntungkan musuhnya. Berkolusi dengan lawan dari pemerintahan musuhnya. Membuat kekacauan ekonomi. Mendistorsi proses politik. Atau manipulasi informasi. Yang akhirnya meruntuhkan musuh Amerika. Inilah efek paling khasiat dari budaya Amerika.

Amerika membentuk puluhan ribu organisasi politik dunia. Seperti nasional demokrasi Foundation. Yang diselubungi organisasi non pemerintah. Yang setiap saat bisa mengontrol dinamika politik dunia.

Dengan langkah ini, amerika telah mencapai tujuan penyerangan. Dan penghancuran budaya lain. Supaya penduduk setempat selalu memuja budaya Barat.

Kekuatan Soft Power
Kekuatan Soft power (Sumber: china film insider)

Arnold Tang, salah satu sejarawan terhebat di abad 20. Tidak menyetujui cara Amerika. Menurutnya, budaya Barat tidak dapat memimpin peradaban manusia di masa depan. Arnold Tang, malah sangat menganjurkan peradaban Tiongkok.

Arnold menunjukkan demokrasi gaya Barat tidak bisa beradaptasi dengan perubahan abad 21. Yang dulunya merupakan symbol peradaban manusia. Tetapi sekarang telah menjadi kuno. Dan tidak diterima oleh banyak peradaban lain. Karena tidak ada Negara atau bangsa di dunia yang bersedia menjadi budak Negara lain. Terutama dengan jalan paksa. Militer. Dimana sekarang, hegemoni budaya Amerika telah menjadi penghambat kemajuan Barat.

Jalan keluar bagi umat manusia adalah peradaban Tiongkok. Di mata Tang, peradaban dan budaya Tiongkok akan memimpin dunia. Di abad 21.

Just like grandma says, seperti juga pandangan Tang, Semangat Tiongkok dan budaya Cina akan menggantikan Kekuatan Soft Power budaya Barat. Peradaban Tiongkok yang toleran. Yang tidak diskriminan Barat. Yang sebaliknya, pandai belajar dari Barat. Menyerap semua peradaban maju. Berusaha menghilangkan malpraktek. Mengoreksi factor-faktor yang tidak sesuai dengan modernisasi.

Memang benar, Peradaban yang didasarkan pada perampasan brutal dari Barat tidak bisa diterima. Dan diteruskan. Dunia perlu lebih banyak toleransi. Atas banyaknya perbedaan di muka bumi ini. Karena perbedaan itu indah. Dan bakalan mewarnai hidup kita sebagai global village.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.