Kepemimpinan tertinggi industri teknologi Google

Kepemimpinan tertinggi industri teknologi Google Map selama pandemi Virus Corona telah memainkan peranan yang sangat penting. Tahun 2020 adalah peringatan 15 tahun peluncuran resmi Google Map. Selama masa epidemi Covid-19, aplikasi Google Map telah menunjukkan peran besar teknologi.

Umpamanya, tampilan waktu nyata jumlah kasus berbagai wilayah di dunia. Atau, peta tren kasus infeksi tajuk baru berbagai daerah maupun negara. Dalam waktu singkat, kita dapat melihat jelas jumlah kasus meningkat atau menurun. Google telah menjadi salah satu pemain penting dalam pencegahan dan pengendalian epidemi.

Bagaimana Google meraih kepemimpinan tertinggi industri teknologi

Pada tanggal 2 Desember yang lalu, perusahaan Teknologi Raksasa asal Silicon Valley ini berhasil menambahkan fitur sosial baru ke aplikasi Google Map. Kita bisa melihat tombol “Jelajahi” di titik yang ditandai. Seperti restoran, pusat perbelanjaan Mall, dan museum di peta. Ketika Anda mengklik, Anda dapat melihat intro detail tentang tempat tersebut.

Seperti kata komentar dan foto yang diunggah oleh beberapa selebriti internet ataupun pengguna senior. Google Map akan memberitahu dimana museum dengan pameran topik yang mungkin menarik minat kita. Atau restoran mana yang menambahkan hidangan menu baru. Google Map telah mencapai tingkat pembaruan yang sangat detail, kaya dengan informasi, dan real-time.

Capella Yee, manajer produk Google Maps pada saat memperkenalkan fitur pembaruan mengatakan, pengguna Google Map telah menyumbangkan lebih dari 20 juta informasi setiap hari. Komentar yang ditinggalkan pengguna di peta setelah mengunjungi, bermain, mengambil foto, memperbarui Alamat dan sebagainya. 

Google memutuskan untuk membuka informasi yang berguna ini kepada publik. Sehingga Netizens dapat dengan mudah menemukan kebutuhan mereka. Seperti toko sepatu mana yang paling hemat biaya, apa yang harus dipesan di restoran Muslim, dan karya apa yang paling berharga di galeri seni dekat stasiun kereta cepat.

Namun, bukan semua pengguna dapat meninggalkan pesan dan ditampilkan dalam lingkungan virtual ini. Banyak tampilan dalam Google Map di tulis oleh para selebriti internet atau pakar sosial setempat. Google menyebut mereka “Pakar lokal terpercaya”. 

Para pakar ini akan meninggalkan pesan dan perasaan mereka yang sebenarnya, setelah mengunjungi tempat tertentu. Serta merekomendasi hal yang berkaitan, sehingga menghilangkan asimetri informasi. Memberikan kemudahan bagi penduduk yang tinggal dan bekerja di daerah setempat atau wisatawan yang datang untuk bermain.

Fitur baru ini tidak begitu mengesankan bagi Ricky. Karena Komentar publik pengguna serupa di aplikasi Takeaway Meituan Tiongkok telah sangat matang. Aplikasi Meituan juga banyak merekomendasi museum, bioskop, restoran ataupun daerah wisata baru yang menarik dan menyenangkan. Beserta komentar dan rekomendasi yang ditinggalkan oleh wisatawan lain. 

Fitur baru Google Map ini sangat mirip dengan aplikasi QR Code kesehatan Amap miliknya Alibaba yang lebih dulu diluncurkan awal tahun ini. Tujuannya membantu pemerintah Tiongkok dalam pengendalian virus Corona. Google Map juga menggunakan data peta sebagai operator. Pada operator ini, semua orang dapat berpartisipasi dalam penyempurnaan aplikasi. Ini merupakan langkah penting Google dalam Era integrasi virtual dan nyata berikutnya.

Google memiliki dana modal ventura, Gradient Ventures. Yang berspesialisasi dalam proyek teknologi mutakhir. Ubiquity6, komunitas pembangun komunitas AR, adalah salah satunya. Perusahaan ini menerima investasi sebesar $36 juta suntikan dana dari Google. Mereka sangat mirip dengan fitur baru yang diluncurkan oleh Google Map.

Namun, Satu-satunya perbedaan adalah Google Map menyajikan informasi konten dari setiap lokasi. Sedangkan Ubiquity6 hanya berbentuk informasi digital 3D. Pengguna menggunakan aplikasi untuk memindai, lalu mengunggah model yang dibangun ke platform. Algoritme cerdas Artificial Intelligence (AI) juga dapat mengidentifikasi lokasi pemandangan terkenal mana yang Anda pindai, dengan meninggalkan koordinat geografisnya. 

“Ubiquity” memiliki makna, “di mana-mana”. Nama ini menyiratkan gagasan inti perusahaan ini. Artinya, Teknologi AR akan berada di mana-mana di masa depan. Melalui ponsel, setiap orang dapat menggunakan teknologi pemindaian AR dan 3D untuk berkreasi dan menikmati bersama Dunia AR.

Meskipun Google Map telah diluncurkan 15 tahun, namun Aplikasi ini masih belum membawa profit. Menurut Ricky, potensi masa depan Google Map sangatlah besar.

Dengan teknologi AR, Apple iphone12 telah mulai menerapkan lidar. Produsen ponsel lainnya juga mulai mengikuti. Di masa mendatang, teknologi AR dan pemindaian 3D akan menjadi semakin matang dan dapat diandalkan. Penggunaan teknologi ini lebih lanjut telah meletakkan fondasi.

Setiap lokasi fisik di peta akan memiliki informasi digital pada saat yang sama. Data lingkungan 3D akan digabungkan dengan Teknologi penggerak tak berawak yang saling melengkapi. Berhubung nantinya data lingkungan seluruh kota dibagikan oleh mobil Otonom secara real time, maka tidak akan ada titik buta untuk kendaraan lain. Tidak peduli betapapun rumitnya kondisi jalan raya.

Dengan dukungan teknologi canggih ini, nilai Google Map akan semakin menjadi sorotan di masa mendatang.

Sementara di belahan Lautan Pasifik lainnya, Tiongkok, setelah perang Takeaway antar perusahaan Teknologi Raksasa, perang ride-hailing online, perang berbagi sepeda dalam beberapa tahun terakhir, sekarang muncul “perang penjualan makanan” di paruh kedua tahun 2020.

Pertarungan semakin seru. Satu sen untuk sekantong garam. Ada bermacam-macam kegiatan promosi seperti membeli buah dan lain sebagainya. Bahkan sampai pasar Saham A Shanghai, Ada stock bagian jualan sayur.

Banyak komentar netizens di Internet yang mengkritik langkah raksasa Internet ini. Karena perang jualan sayuran merebut pasar dari vendor kecil dan lemah. Ini adalah perilaku membakar uang yang tidak akan berlangsung lama.

Sebagian besar raksasa internet Tiongkok sering kali menjadi enggan untuk membuat terobosan setelah meraih kepemimpinan tertinggi industri teknologi Google sebagai contohnya. Mereka terus menggunakan keunggulan yang ada untuk mendapatkan keuntungan. Bukannya meningkatkan daya saing vertikal sebagai pagar pelindung.

Sebenarnya,  Apa yang harus kita pelajari adalah perusahaan teknologi seperti Google. Mereka selalu tidak puas setelah meraih posisi kepemimpinan tertinggi. Mereka secara aktif berusaha mencari Blue Ocean yang baru dan merebut ketinggian komando berikutnya.

Sejarah pertumbuhan Google adalah proses yang terus-menerus meraih posisi tertinggi. Google memulai bisnis pencarian pada tahun 1998. Google meluncurkan Google Map pada 2005.

Kemudian mengakuisisi YouTube untuk video daring pada 2006. Meluncurkan sistem operasi seluler Android pada 2007. Pada tahun 2015, Google Mengakuisisi AlphaGo yang dikembangkan oleh DeepMind, yang akhirnya membuka Era kecerdasan buatan. 

Disusuli Pada tahun 2016, Waymo, perusahaan mengemudi otonom dipisahkan dan menjadi independen dari Google sampai memulai tata letak komersial mobil tak berawak.

Pada tahun 2015, Google mendirikan perusahaan Alphabet. Google bermaksud menggunakan 26 huruf Inggris sebagai wakil lambang setiap perusahaannya. Google, yang dimulai dengan huruf G, menjadi anak perusahaan terbesar Alphabet. 

Selain itu, ada perusahaan Bio-teknologi Calico, perusahaan kecerdasan buatan Deepmind, perusahaan tanpa pengemudi Waymo, perusahaan ilmu hayati Verily dan sebagainya. Visi dan Misi Google adalah mengisi semua 26 huruf Inggris ini sebagai kepemimpinan tertinggi industri teknologi Google dengan anak-anak perusahaan inovasinya di masa depan.

Google adalah model yang harus dipelajari oleh setiap perusahaan Teknologi di dunia.  Setelah merebut posisi tertinggi, banyak perusahaan lainnya sibuk menggunakan berbagai metode untuk merealisasikan keuntungan mereka dan menikmati hasil hari ini tanpa mempertimbangkan masa depan.

Kepemimpinan tertinggi industri teknologi Google
Kepemimpinan tertinggi industri teknologi Google (Image: Mint)

Just like grandma says, kebanyakan perusahaan tidak memiliki visi ke depan. Kurang peduli dengan tata letak teknologi mutakhir.  Tidak ada penanaman teknologi canggih. 

Dengan demikian, keunggulan yang ada saat ini dapat dengan mudah menjadi hambatan untuk kemajuan di masa depan. Ini adalah pertanyaan yang harus direnungkan oleh setiap perusahaan pada saat mempertimbangkan arah Globalisasi.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.