Keterampilan untuk bekerja dalam AI

Keterampilan untuk bekerja dalam AI Indonesia seperti Matematika, Sains dan Ilmu Komputer merupakan salah satu persyaratan Utama. Kecerdasan buatan atau AI sangatlah ilmiah. Karena, AI meniru otak manusia menggunakan mesin adalah masalah yang sangat sulit untuk dipecahkan. Keterampilan yang diperlukan untuk mengejar AI sebagai karier sangatlah bervariasi, tetapi dibalik semuanya membutuhkan banyak pendidikan, pelatihan, dan fokus.

Sebenarnya, Ada berbagai jenis karir yang tersedia di dalam industri AI maupun pembelajaran mesin (Machine Learning). Mereka berkisar dari penelitian tingkat tinggi hingga pemrograman dan implementasi tingkat rendah.

Keterampilan untuk bekerja dalam AI

Sebagai contohnya, para peneliti menggunakan pengetahuan mereka yang luas dalam teori dan studi untuk mengungkap jenis sistem dan kemampuan baru ini. Para peneliti berhipotesis cara baru ataupun yang berbeda bagi mesin untuk berpikir dan menguji penelitian mereka untuk implementasi di dunia nyata.  

Di samping itu, para Pengembang algoritma mengambil penelitian AI dan mentransformasikan penelitian itu menjadi proses berulang melalui rumus matematika yang dapat diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak. 

Sedangkan, Pengembang perangkat lunak dan ilmuwan komputer menggunakan algoritma untuk menulis perangkat lunak canggih yang dapat menganalisis, menafsirkan, dan membuat keputusan.   

Teknisi perangkat keras atau Hardwares membangun peralatan seperti robot untuk berinteraksi dengan dunia nyata. Robot menggunakan perangkat lunak internal untuk bergerak dan beroperasi. 

Sebagian besar karir dalam kecerdasan buatan atau AI ini membutuhkan kursus dan pengalaman dalam berbagai topik matematika dan sains, misalnya Ilmu Matematika yang mencakup Statistik, probabilitas, prediksi, kalkulus, Aljabar, Algoritma Bayesian dan Logika.

Kedua, Ilmu Sains seperti Fisika, Mekanika, Teori belajar Kognitif dan pemrosesan bahasa. Ketiga, Ilmu Komputer misalnya struktur data, pemrograman, Logika dan Efisiensi.

Secara singkat kita bisa menyimpulkan bagi yang Ingin berkarier di industri AI, tidak peduli apa pun posisi jabatan yang Anda harapkan, Suatu hal yang sudah pasti, Anda harus banyak “membaca.”

Seperti banyak membaca makalah dan studi kasus. Eksperimen dengan teknologi seperti Map-Reduce, PHP, MySQL, Postgres, dan Big Data. Terutama jika Anda menargetkan karir yang berhubungan dengan ilmu komputer AI. Sehingga, Anda dianjurkan untuk berusaha sebisa mungkin mengEkspos diri Anda pada sebanyak mungkin jenis teknologi.

Ricky bisa menyarankan bagi para pemuda atau Startups Indonesia yang ingin menangkap peluang emas ini, dapat menjelajahi peluang kerja (Job Description) AI dari para perusahaan besar seperti Google, Facebook, Microsoft ataupun Alibaba dan sebagainya. Anda dapat membaca dengan teliti mengenai deskripsi pekerjaan dan terutama persyaratan Keterampilan untuk bekerja dalam AI.

Sebagai contoh, beberapa perusahaan Raksasa internet mungkin memerlukan pengalaman dalam bahasa pemrograman tingkat rendah seperti Python atau MatLab. Perusahaan Lainnya terutama di industri kesehatan, mereka lebih menekankan keahlian dalam layanan data seperti Spark dan Blockchain.

Terlepas dari jenis pekerjaan yang Anda kejar dalam kecerdasan buatan, tidak ada cara yang lebih baik untuk mengetahui keterampilan spesifik yang harus Anda miliki, selain membaca daftar permintaan pekerjaan Google atau Facebook, dan terus mengikuti perkembangan terbaru AI industri sebanyak mungkin.

“Ada banyak teman yang bertanya kepada saya, bagaimana bila mereka sama sekali Nol pengalaman di bidang Teknologi atau Digital, tetapi mereka sangat tertarik untuk bisa terlibat dalam Peluang yang sulit ditemukan dalam seumur hidup ini?”

Saya yakin, Meskipun jenis karir dalam industri AI sangatlah beraneka ragam, Namun sebagian besar profesional di bidang AI pada dasarnya memiliki lima jenis keterampilan dan kemampuan utama, terlepas dari peran mereka masing-masing.

Sebagian besar profesional AI, mereka kebanyakan Adalah seorang pemikir yang sangat kritis. Mereka pada awalnya tidak mengharapkan nilai nominal apa pun, tetapi secara alami serba ingin tahu. Mereka memiliki kepercayaan yang sangat kuat untuk selalu mencoba, menguji dan bereksperimen sebelum membuat keputusan konkret.

Disamping itu pula, para Profesional AI suka menguji dan mencoba ide-ide baru walaupun seringkali bersifat radikal. AI adalah tentang mendorong dan memecahkan keterbatasan. Mereka selalu mematok kemampuan perangkat keras dan lunak semaksimal mungkin, Artinya mereka selalu mencari lebih banyak solusi maupun cara untuk meningkatkan sistem yang telah ada. Pokoknya, mereka akan selalu berusaha menemukan Lebih banyak  cara baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Para Profesional AI Selalu ingin tahu lebih banyak mengenai cara kerja suatu hal. Mereka tidak hanya melihat. Mereka mengamati. Mereka tidak hanya mendengar. Mereka sangat memperhatikan.

Para Professional AI tidak mudah menyerah atau kewalahan. Mereka mengetahui bahwa kecerdasan buatan adalah suatu hal yang sangat teknis. Mereka juga menyadari bahwa untuk menjelajah ke perairan yang belum dipetakan sebelumnya sangatlah sulit dan misterius. Mereka justru lebih menikmati proses daripada frustrasi.

Para profesional AI juga sangat suka ilmu matematika dan sains. AI sangatlah teknis dan sangat cocok bagi mereka yang mempunyai bakat dan tertarik pada sains dan matematika.

Just like grandma says, Kecerdasan buatan bukan hanya tentang mengganti komponen manusia dari industri. Melainkan, juga tentang membuatnya lebih mudah membuat keputusan berdasarkan pola yang dapat diamati, menggunakan logika dan alasan untuk membentuk kesimpulan dan membangun jalur untuk meningkatkan efisiensi dan produksi.

Keterampilan untuk bekerja dalam AI
Keterampilan untuk bekerja dalam AI (Image: Quora)

Semua faktor pendukung Keterampilan untuk bekerja dalam AI bukanlah kedisiplinan yang mudah. Itulah sebabnya, mengapa gaji di industri AI jauh lebih tinggi daripada industri lainnya. Industri AI membutuhkan tipe orang yang tepat dengan keterampilan yang tepat untuk menang.

Berikut adalah Top 10 Kota dengan penerapan Teknologi AI paling baik dari China: Beijing, Hangzhou, Shengzhen, Shanghai, Guangzhou, Hefei, Suzhou, Chongqing, Nanjing dan Xi An.

Sedangkan, Top 10 Kota terbaik AI dari Amerika Serikat adalah: New York, San Fransisco, Washington, San Jose, Seattle, Boston, LA, Chicago, Dallas dan Atlanta.

 Sumber: The Ladder