Advertisements

Ketidakpastian di Era Informasi

Oleh: Ricky Suwarno

29 Mei 2019

Fitur terbesar di Era informasi adalah “ketidakpastian”.

Dalam setengah abad ini, Teori informasi adalah metodologi paling penting. Dan efektif bagi umat manusia untuk menghadapi ketidakpastian. Saat ini, Orang-orang tidak boleh hanya mengandalkan beberapa praktek kebiasaan yang tetap untuk bisa sukses dalam karir.

Era mengandalkan suatu praktek umum untuk menyelesaikan semua masalah, Atau pegangan standar kemudian menjadi pemenang seumur hidup telah lewat. Sehingga, teori informasi yang digunakan untuk menghadapi perubahan-perubahan ini, adalah program wajib bagi kita semua di Era Informasi.

Sekitar 6000-8000 tahun yang lalu, dimulailah peradaban manusia di bumi ini. Tetapi untuk waktu yang lama manusia masih berada dalam Era ketidaktahuan. Dengan sedikit pengetahuan. Kemudian, Dalam periode singkat 300 tahun di zaman modern, manusia baru memasuki revolusi kognitif terbesar. Era mekanis kognisi rasional.

Newton dan ilmuwan sezamannya, mulai membangun pola pikir mekanis. Ini adalah lompatan cara berpikir dalam sejarah manusia. Ilmuwan Newton mengatakan kepada dunia bahwa alam semesta terus berevolusi. Dan hukum dari berbagai perubahan ini bisa dipastikan. Bisa dijelaskan dalam formula atau bahasa sederhana. Bahkan untuk orang awam yang telah menguasai peraturan ini, bisa menerapkannya ke berbagai bidang yang tidak diketahui. Dan memperoleh kesuksesan.

Sejak saat itu, orang-orang mulai tertarik untuk memperdalam hukum dan praktek semacam itu. Mulai melakukan penelitian ilmiah. Dan pada saat yang sama melakukan penemuan dan kreasi dunia nyata. Generasi penemu seperti James Watt menggunakan cara berpikir baru ini untuk membuka pintu bagi revolusi industri. Hasilnya, sejarah manusia mulai berubah total.

Sejak itu, dunia menjadi semakin pasti. Orang-orang mulai menemukan penjelasan yang masuk akal untuk semua fenomena. Bagi orang awam, terutama mereka yang berada di kelas menengah dan bawah, jika ingin mencapai kesuksesan, mereka dapat mengikuti aturan ini. Yakni, menerima pendidikan di universitas dan menjadi seorang profesional.

Dalam kehidupan selanjutnya, mereka berpeluang menjadi golongan elite di masyarakat, Bilamana mereka dapat menerapkannya secara fleksibel. Kemudian, universitas yang mengajarkan keterampilan profesional ini mulai populer di seluruh dunia.

Namun, banyak mahasiswa saat ini tidak tahu apa yang harus mereka lakukan setelah wisuda. Seolah-olah pengalaman yang diajarkan di kampus berangsur-angsur hilang. Ini dikarenakan dunia saat ini dipenuhi dengan ketidakpastian.

Sejak abad ke-20, ketika hukum kepastian hampir dikuasai oleh setiap orang, ketidakpastian yang melekat pada dunia itu sendiri menjadi semakin menonjol. Yakni Krisis yang dibawa mekanika kuantum ke dunia fisika.

Misalnya soal manajemen keuangan, banyak orang berpikir dengan menyimpan uang ke bank untuk memperoleh pendapatan bunga. Penghasilannya sangat pasti. Tetapi saat ini, cara tersebut jelas bukan praktik yang terbaik. Dan sekarang, investasi di mana pun terasa penuh dengan ketidakpastian.

Tentu saja, dimasa lalu juga ada perubahan. Tetapi perubahan yang terus-menerus di jaman Newton. Sedangkan, perubahan di zaman now sering kali tidak berkelanjutan. Bahkan dengan cara melompat. Ketidakpastian dan lompatan perubahanlah yang membuat orang zaman now merasa cemas.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana menghadapi ketidakpastian di Era informasi?

Seiring Kematangan teori probabilitas dan statistik pada awal abad ke-20, memungkinkan orang-orang memahami peristiwa keacakan. Atas dasar ini di tahun 1948, Dr. Shannon menemukan hubungan antara ketidakpastian dan informasi. Sejak itulah muncul metodologi menghadapi ketidakpastian dunia. Yaitu menggunakan informasi untuk menghilangkan ketidakpastian.

Just like grandma says, Cara berpikir seseorang, dan cara melakukan sesuatu menentukan seberapa jauh seseorang dapat mencapai kesuksesan. Untungnya, dalam sejarah manapun, selalu ada metodologi yang cocok untuk zaman tersebut. Dalam menghadapi ketidakpastian dan perubahan yang tidak berkelanjutan, metode yang disediakan oleh teori informasi dapat menjadi alat untuk memecahkan berbagai teka-teki saat ini.

Setiap penjelajah di dunia ini perlu memahami tiga hal. Posisi saat ini, tujuan atau goal, dan jalan menuju tujuan. Filsafat adalah seni kehidupan. Membantu kita mengenali diri sendiri. Dan menjawab posisi kita saat ini.

Mengenai tujuan hidup seseorang, setiap orang mempunyai tujuan tersendiri. Alat metodologis yang rasional adalah jalan menuju tujuan. Dengan teori informasi dapat membantu pencapaian tujuan dalam menghadapi dunia yang tidak pasti saat ini.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Era Informasi, ketidakpastianTags: , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: