Ketika Anda berusia 100 tahun

Ketika Anda berusia 100 tahun, apa yang masih Anda miliki? Dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 1 Oktober adalah hari “International Day for the Older Persons,” hari libur yang ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di tahun 1990. Tahun ini merupakan peringatan ke – 30.

Bila kita mengucapkan selamat “Hari Orang Tua” kepada seseorang, orang tersebut mungkin tidak akan gembira setelah mendengarnya. Karena ” orang tua ” adalah label dengan banyak konotasi negatif. Yang akan segera memicu banyak asosiasi yang tidak menyenangkan. Seperti pemikiran yang lambat, tidak nyaman dan kesepian. 

Hari ini Ricky akan berbagi tentang sebuah artikel dari The New Yorker berjudul “This Old Man”. Penulisnya bernama, Roger Angell yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke – 100 pada tanggal 19 September yang lalu.

Ketika Anda berusia 100 tahun 

Roger Angell telah menulis untuk “The New Yorker” selama 76 tahun. Selama 45 tahun, Beliau selalu menulis laporan olahraga. Sehingga, pada akhirnya Beliau mendapatkan Penghargaan Seumur Hidup dalam “Sastra dan Olahraga penciptaan”.

Artikel mengenai “This Old Man” ditulis oleh Roger Angell pada usia 93. Tujuh tahun yang lalu. Dari sudut pandangnya sendiri, Beliau memberi tahu kita seperti apa situasi kehidupan nyata seorang Senior Amerika sesudah Usia 90 tahun. Yang paling berkesan tentang artikel ini adalah meskipun tubuh para lansia mengalami penuaan, tetapi dunia batin mereka telah menumbuhkan semacam vitalitas yang sangat kuat.

“Lihat, lihatlah, lihat Aku, orang tua ini.”

Dua sendi atas tangan kiri saya terlihat seperti telah disiksa oleh Badan Intelijen Rusia. Jika saya membandingkan tangan saya dengan pistol, dan menembak di hidung Anda, kemungkinan besar peluru tersebut akan menembus lutut kiri Anda. Roger Angell ingin memberitahu kita tentang keluhan Artritisnya.

“Oke, Ternyata Anda masih berada di samping Saya.” Jika Saya menutupi mata kiri Saya yang baik dengan tangan, maka gambar yang terlihat di mata adalah bahwa Saya dikelilingi oleh langit-langit, dinding dan jendela. Semuanya tampak kabur. Dan Saya tidak bisa melihatmu. Tidak ada apapun.”

“Tapi jangan putus asa!” Jika saya berpindah tangan dan menutupi mata kanan, Anda akan muncul lagi! Jika Saya melihat Anda dengan dua mata bersama, Anda akan kembali dalam bentuk 3D dan Anda tampak hebat. Pengalaman ini melukiskan “Degenerasi Makula nya.”

“Saya berusia 93 tahun dan merasa hebat.” Tentu saja, premisnya adalah Saya tidak lupa meminum Tylenol. Jika tidak, saya akan merasakan sedikit sakit. Sakit yang membentang dari lengan kiri ke ibu jari seperti kilat ” tweeting “. Pengalaman ini menggambarkan Neuralgia nya, gejala sisa herpes zoster yang terjadi pada tahun 1996 .

“Seperti kebanyakan orang tua lainnya, Saya telah menderita beberapa pukulan di tubuh saya. Tetapi yang paling mematikan telah terlewati.” Saya merasa sangat beruntung.”

“Percakapan saya mungkin penuh dengan celah dan jeda, tetapi satu hal yang saya pelajari adalah bahwa sebelum mengucapkan kalimat berikutnya, saya akan mengirim seorang tentara untuk memeriksa apakah ada nama atau kata kerja kosong dalam kalimat tersebut. Jika tentara saya memberikan isyarat, saya akan memasukkan jeda yang berarti ketika berbicara, ah…. sampai saya dapat memikirkan kalimat lain.”

Saya sekarang memasuki dekade ke – 10 dalam sejarah perjalanan hidup saya. Saya dapat memberitahu Anda berdasarkan pengalaman, sisi negatif dari usia tua adalah bahwa hal itu menciptakan ruang untuk banyak berita buruk.

Ketika anjing pemburu saya, Harry meninggal karena sambaran petir hujan, Saya dan istri saya, Caroline tidak bisa menahan tangis ini. Kami menempatkan Harry yang kami bawa kembali dari luar, ke atas keset toilet. Bintik coklat muda di punggungnya dan telinga yang hampir hitam menjadi warna yang sangat gelap setelah dibasahi oleh hujan. Caroline dan saya bergiliran memberikan sekotak tisu satu sama lain. Sebenarnya, bukan semua air mata menetes untuk Harry.

Sekitar 2 bulan yang lalu, putri kami yang cantik, Callie, anak tertua kami telah meninggal. Saat itu, dampak besar dan kebingungan dari kejadian ini tidak memberi kami terlalu banyak waktu untuk meneteskan air mata. Sekarang kami bisa menangis tanpa keraguan. Menangis untuk Harry, dan putri kami Callie. Harry telah membebaskan kami.

“Orang tua seperti saya biasanya memiliki daftar yang sangat tebal tentang orang-orang yang telah meninggalkan kami. Misalnya, suami, istri, anak-anak, orang tua, kekasih, saudara laki-laki dan perempuan, dokter gigi, teman kantor, teman sekelas, bos dan semua orang bagian dari kehidupan kami.”

“Jadi jika kami menjadi bungkuk dengan berbagai beban hidup, ini tidak mengherankan.” Tetapi yang mengejutkan adalah beban berat yang hilang tidak menguburkan saya. Bahkan rasa kehilangan yang tak tertahankan akan segera tergantikan oleh sesuatu yang jauh dan bersinar.

Meskipun orang-orang yang telah pergi sudah tidak ada lagi. Namun, gerak tubuh, mata, suara, dan bahkan pakaian mereka seperti syal sutra kuning muda, sering muncul secara tidak sengaja. Kemudian disertai dengan perasaan yang terdengar manis atau sebaliknya, sangat mengganggu.

Bayangkan, … “Mengapa orang-orang yang telah pergi ini justru menyehatkan saya, menghibur saya, dan mengingatkan saya akan keindahan hidup? Saya sendiri tidak mengerti. Mengapa saya tidak jatuh dalam kesedihan tanpa akhir?”

Ketika Anda berusia 100 tahun, Orang-orang seusia saya tampaknya dapat melihat kembali fragmen masa kecil sendiri dan fragmen masa kecil anak-anak kita. Misalnya, apa yang didiskusikan dalam percakapan, apa yang dimakan waktu makan malam, pesta ulang tahun, situasi waktu sakit, piknik, Liburan ini dan liburan itu, membawa cucu pergi menonton balet, dll.

Kebanyakan waktu, Saya tidak bisa melakukannya sendiri, yang membuat saya sedikit kecewa. Tetapi terkadang tanpa ada tanda apapun, saya tiba-tiba teringat beberapa fragmen diatas.

Umpamanya, pada suatu pagi di musim panas. Saya dan dua putri saya sedang berjalan di Ludlow Trail didaerah Snedens Landing di New York. Saya berumur 30-an, salah satu anak saya 9 tahun dan yang satunya 6 tahun. Saya selalu mengeluh bahwa jalan menuju pintu kami menaiki gunung yang agak curam. 

Saya berkata, “mungkin saya sudah tua.” Lalu berkata lagi, suatu hari nanti saya akan benar-benar menjadi tua. Ketika saya mulai berjalan, anak perempuan saya harus membantu saya. Kemudian saya mulai meniru seperti orang tua, berbicara omong kosong yang tidak saya mengerti. Berdiri dengan kedua kaki saya yang mulai bergoyangan. Bergoyang ke depan dan kebelakang. 

Callie dan Alice tertawa keras. Mereka berdua memegang salah satu lenganku. Ketika saya berhenti, mereka berdua berkata, “lakukan lagi dan lakukan lagi.” Jadi kami mulai mengulanginya lagi dan lagi.

Anak-anak saya semua sudah dewasa. Mereka menjalani kehidupan mereka yang penuh kebahagiaan. Kami semua telah melewati usia ambisi. Jika pasangan masih ada, kami sering merasakan kepuasan panjang dari kehidupan sehari-hari yang stabil. Merasakan Kehangatan satu sama lain.

Pada usia ini, kita semua telah mempelajari sesuatu,” menjadi tak terlihat”.

Suatu kali, saya mengobrol dengan beberapa teman lama. Mereka masih tidak terlalu tua. Mereka berusia 60 – an. Kami minum anggur merah bersama. Mendiskusikan topik serius. Seperti perubahan iklim, atau tokoh utama dalam novel Virginia Wolf. Saat ini, muncul jeda dalam percakapan. Makanya saya turun tangan dan memecahkan kesunyian dengan satu atau dua kalimat pendapat.

Semuanya menatapku dengan penuh sopan. Kemudian mereka melanjutkan pembicaraan dimana mereka baru saja berhenti (seolah-olah Saya tidak pernah berbicara).

Saya berkata, “ada apa?” “Sobat?” 

Bukankah saya baru saja bicara? Apakah saya tidak lagi di ruangan ini? Apakah saya baru saja mengalami stroke kecil? Tentu saja saya tidak bermaksud merebut dan memimpin percakapan ini. Tetapi saya juga menunggu orang lain menanggapi saya. Tapi malam itu, tidak ada yang menanggapi pertanyaan saya.

Teman-teman wanita di sekitar saya memberi tahu bahwa ini sering terjadi sejak mereka berusia 50 tahun. Ketika saya menceritakan fenomena ini kepada teman-teman, mereka mengangguk dan tersenyum setuju. “Ya, kita menjadi tak terlihat.” Kita dihormati. Kita dicintai oleh orang lain. Tetapi kata-kata kita tidak lagi didengarkan. Ini seperti mengatakan, “Pak tua, kamu telah mengeluarkan kartu, sekarang giliran kami.”

Proses menjadi tua bukanlah hal yang paling tidak terduga dalam hidup saya. Satu hal yang paling mengejutkan dan lebih tidak terduga daripada menjadi tua, adalah bahwa kita terus menginginkan keintiman dan keakraban yang dalam.

Kita yang sudah tua sangat ingin berbicara dengan orang lain setiap saat. Setiap jam dan setiap hari. Mengharapkan kehidupan keluarga kita terlahir kembali. Ingin ditemani saat menonton film atau mengunjungi museum. Ingin ditemani seseorang di dalam mobil ketika kita pulang pada malam hari. Inilah sebabnya mengapa ketika Anda berusia 100 tahun berbondong-bondong ke situs kencan seperti Tinder. Match.com dan OKCupid.

Mencari kesenangan di Taman Eden pada waktu malam tidak hanya untuk anak muda. Mereka bukanlah hak paten dari pasangan muda. Bukan hak paten pengantin baru, atau pasangan paruh baya.

Kami menginginkan Lebih banyak permintaan. Lebih banyak cinta, lebih intim, lebih romantis dan lebih banyak lagi. Kami ingin menemukan kembali perasaan tersebut. Tidak peduli berapa usia Anda! Seperti yang dikatakan aktor Oscar Baron Olivier, “Dalam hati kita semua baru berusia 17 tahun. Semuanya beroles lipstik dengan bibir merah.”

Saya tidak ingin mengungkapkan rahasia saya sendiri di sini, tetapi yang ingin saya katakan adalah bahwa hasrat orang tua sering dianggap sebagai rahasia yang tidak senonoh. ” Hey, Pak Tua, kamu sudah mengeluarkan kartu ” Suara seperti itu muncul kembali.

Tetapi saya percaya bahwa siapa pun di dunia ini berharap untuk tidur dengan pasangan di malam hari. Berharap merasakan kehangatan manis yang terpancar dari tubuh orang lain di samping yang senantiasa dapat dijangkau. Tidak peduli berapa usia kita. Bahkan jika kita telah kehilangan pasangan, kita tidak akan pernah kehilangan Hasrat ini.

Lihat saja wajah kita! Ketika gairah itu muncul kembali, kita akan menggenggamnya dengan penuh semangat, dan wajah kita akan berubah karenanya.

Di usia kita ini, tidak ada yang mudah. Pertama kali bertemu kekasih lansia mungkin merupakan petualangan berisiko tinggi. Keheningan dan rasa malu akan menyelinap ke dalam ruangan, tetapi kebahagiaan akan mengikuti dibelakangnya.

Saya punya teman duda yang sangat tua dan kaya. Dia menikah dengan seorang perawat yang saya temui di rumah sakit. Tetapi dia tidak dapat mengingat nama perawat itu, jadi dia terus memanggilnya ” Hai, Anakku “.

Teman saya yang lain, seorang wanita berusia 80 – an. Dua suaminya telah meninggal. Dia kemudian menemukan seorang profesor yang sangat energik berusia Hampir 90 tahun. Mereka melewati dua atau tiga tahun pernikahan yang bahagia. Sebelum akhirnya, suaminya meninggal. 

Wanita itu memanggil anak profesor untuk mengambil barang-barang peninggalannya. Ketika dia sampai di sana, dia menemukan bahwa semua barang miliknya telah dilemparkan keluar pintu.

Kepada orang-orang tersebut yang ingin saya katakan, “Kurang Ajar!” Dan untuk hal semacam ini, saya ingin mengatakan, “biarkan saja!”

Ketika Anda berusia 100 tahun
Ketika Anda berusia 100 tahun (Image: Library of america)

Orang-orang tua yang terkasih, inilah Hal yang ingin saya katakan ketika Anda berusia 100 tahun, ”Anda telah melakukan hal yang benar, sepenuhnya dan 100% benar.”

Just like grandma says, Penulis novel John Updike memiliki pepatah, “Saya ingin memberikannya kepada diri kita sendiri, dan juga kepada anak muda yang merasa malu ketika melihat orang tua berpelukan: No Sex or Death.” Petiklah saran ini dariku, karena kita semua pernah merasakan kehampaan akibat kehilangan. Tetapi kita harus bersyukur untuk terus menjalani hidup ini.”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.