Kisah Pahlawan penakluk WannaCry

Kisah Pahlawan penakluk WannaCry Marcus Hutchins yang menyelamatkan internet dari serangan cyber terparah dalam sejarah manusia di tahun 2017. Virus WannaCry menyerang 250.000 komputer di lebih dari 150 negara di dunia. Para korban diperas, jika mereka tidak membayar sejumlah Bitcoin, data di komputer mereka akan dikunci.               

Pada saat semua orang sakit kepala mengatasi virus ini, seorang anak laki-laki asal Inggris berumur 22 tahun Marcus Hutchins menemukan titik lemah WannaCry. Marcus berhasil menghentikan daya menyebarnya virus. Sehingga, para media menyebutnya “pahlawan Internet”.                

Beberapa hari yang lalu, majalah teknologi Amerika “Wired” menerbitkan artikel ” Confessions of Marcus Hutchins “. Penulis artikel, Andy Greenburg , adalah seorang jurnalis yang berspesialisasi dalam cybersecurity, dan sangat berpengaruh di media teknologi AS.           

Dia mewawancarai Marcus Hutchins lebih dari 12 jam. Dalam wawancara, Marcus Hutchins mengungkapkan pengalaman hidupnya untuk pertama kalinya. 

Kisah Pahlawan penakluk WannaCry

Setiap pahlawan memiliki momen cahaya tinggi tertentu, momen puncak Hutchins terjadi pada tanggal 12 Mei 2017, yaitu terjadinya serangan virus WannaCry. WannaCry di sebut sebagai “serangan terburuk dalam sejarah Internet manusia”, bukan hanya karena virus WannaCry menyebar luas. 

Alasan lain adalah virus menargetkan sebagian besar lembaga besar yang menyediakan layanan publik. Virus ini pertama kali menyerang rumah sakit Sistem Layanan Medis Nasional Inggris. 

Dalam beberapa jam, WannaCry menginvasi lebih dari 600 rumah sakit dan klinik Inggris, mengakibatkan pembatalan sementara lebih dari 20.000 konsultasi. Beberapa operasi bahkan harus ditangguhkan di tengah jalan karena peralatan bedah juga diserang oleh virus.                   

Selanjutnya, virus WannaCry cepat menyebar ke negara-negara di luar Inggris. Sistem yang diserang termasuk perusahaan kereta api Jerman, universitas di Cina, departemen kepolisian di India, operator telekomunikasi di Spanyol, dan perusahaan besar seperti Boeing, TSMC, dan FedEx. Lebih dari 10.000 perangkat komputer TSMC terkena virus WannaCry.      

Virus ini sangat ganas karena menggunakan program bernama “EternalBlue” khusus meretas ke dalam sistem Windows yang rentan. “Eternal Blue” adalah Alat Mata-Mata yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), yang kemudian dicuri oleh peretas dan bocor ke Internet. WannaCry menggunakan alat yang ampuh ini untuk meretas ke lembaga layanan Publik di dunia.               

Pada saat itu, Marcus Hutchins, protagonis dari Kisah Pahlawan penakluk WannaCry kita ini, adalah seorang karyawan perusahaan keamanan siber di Los Angeles. Perusahaan ini tidak besar, hanya sebuah startup. Ketika virus WannaCry mulai melampiaskan malapetaka, teman hacker Hutchins mengirimnya kode program WannaCry.              

Tujuannya, untuk mempelajari bentuk pola virus. Hutchins merilis WannaCry pada mesin virtual. Suatu proses menganalisis prinsip operasi virus di laboratorium dan mempelajari metode penyebarannya.     

Hasilnya, Marcus Hutchins berhasil menangkap hal-hal aneh tentang virus tersebut. Ketika WannaCry meluncurkan serangan, ia selalu melakukan tindakan tertentu terlebih dahulu, yaitu mengirim permintaan ke nama domain tertentu. Berdasarkan pengalamannya, situasi ini berarti program virus berkomunikasi dengan pusat komando dan pengontrolan.     

Tetapi yang aneh adalah nama domain tersebut belum terdaftar. Jadi Hutchins menggunakan 10 Dolar untuk membeli nama domain situs web yang dikirim WannaCry. 

Awalnya, dia bermaksud menggunakan metode ini untuk bergabung ke dalam jaringan virus dan melacak komputer mana yang direkrut. Tetapi secara kebetulan, ada aturan dalam desain program virus ini: begitu nama domain situs web yang kita sebutkan sebelumnya terdaftarkan, virus akan berhenti menyerang.          

Dengan kata lain, situs web ini setara dengan sakelar ransomware. Dan Hutchins secara tidak sengaja mematikan sakelar ini. Sejak itu, walaupun virus terus menyebar, tetapi komputer tidak akan terganggu. Artinya, ” komputer yang terinfeksi tanpa gejala ” .        

Anda mungkin berpikir bahwa orang ini sukses menjadi pahlawan di dunia internet, hanya karena kebetulan! 

Tentu saja tidak sesederhana itu.  Meskipun Hutchins baru berusia 22 tahun, dia sudah menjadi pakar dalam penelitian botnet di seluruh dunia.     

“Apa itu botnet?” 

Secara Sederhananya, jaringan komputer yang terserang virus. Peretas dapat memanipulasi jaringan ini meluncurkan serangan untuk mencapai berbagai tujuan. Dari mengirim email spam hingga mencuri kata sandi rekening bank dan bahkan, memanipulasi pemilihan politik.  

Seperti dalam film “Game of Thrones”: ada penjahat besar bernama “Night King”, yang dapat memanipulasi orang mati dan mengubahnya menjadi Pasukan ” Alien Legion ” miliknya sendiri, yang bisa dikomando sesuka hatinya.

Semakin besar jumlah Alien Legion, semakin besar kekuatannya. Botnet setara dengan tentara alien, perbedaannya anggota tentara alien adalah seperangkat komputer yang terinfeksi virus. Perangkat yang dikendalikan oleh botnet tidak terbatas pada komputer, tetapi juga perangkat Internet of Things – seperti peralatan rumah pintar, kamera pengintai, dll.         

Namun, botnet ini bukan saingannya Marcus Hutchins. Dia dengan mudah menyelinap ke botnet dan melacak rute serangan mereka, sehingga para korban bisa diberitahu terlebih dahulu. Pada titik ini, Hutchins telah menyumbangkan jasa besar.         

Artikel di majalah Wired mengatakan ada botnet yang khusus menyerang sistem Internet of Things, namanya “Mirai”. Pada Januari 2017, seorang Hacker menggunakan Mirai untuk menyerang sistem perbankan terbesar di Inggris.        

Hutchins menelusuri, melacak dan kemudian berhasil menemukan hacker. Hacker tersebut bukan penyebab serangan itu, tetapi dia setara dengan pemimpin tentara bayaran. Dia menyewakan botnetnya kepada orang lain.       

Hutchins mengirim pesan kepada pemimpin tentara bayaran ini. Dia membujuknya untuk menghentikan penyewaan botnetnya. Akibat tindakannya ini, telah membawa dampak buruk bagi orang banyak.

Misalnya, banyak orang terjebak di luar negeri, dan mereka tidak bisa pulang karena tidak bisa menarik uang di ATM atau kartu kredit. Apalagi, badan intelijen Inggris juga sedang menyelidiki masalah ini. Jika mereka menelusuri lebih dalam, pemilik botnet pasti akan terungkap. Alhasilnya, hacker ini benar-benar mendengarkan sarannya dan menghentikan serangan.   

Menurut Wired, melalui karya Hutchins, perusahaan keamanan jaringannya telah berhasil mengimplementasikan pemantauan real-time dari beberapa botnet paling penting di dunia.    

Sebelumnya, Hutchins menemukan bahwa botnet Mirai yang telah mereka lacak sedang meluncurkan serangan ganas di situs web. Dengan segala traffic berbahaya membanjiri dan menyerang situs web. Sehingga, pada 12 Mei 2017, Hutchins dan koleganya bekerja 24 jam berusaha mengalihkan sejumlah banjir traffic ke bagian lain dari server.               

Untungnya, beberapa hari kemudian, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris melibatkan diri dan berhasil mendapatkan jumlah server yang tidak terbatas dari Amazon Cloud. Seminggu kemudian, sebuah perusahaan yang berspesialisasi menangani serangan Siber di jaringan masuk dan mengambil alih semua lalu lintas berbahaya. Pertempuran melawan virus baru mencapai kesuksesan.  

Pada saat itu, Marcus Hutchins tidak tidur selama seminggu lebih. Sampai Bosnya mengancam jika Dia tidak tidur, Dia tidak akan diberikan Bonus akhir tahun. Sebaliknya, Bossnya menjanjikan untuk memberikan dia bonus $1.000 per jam, tergantung berapa jam dia bisa tidur.

Setelah Bangun dari tidurnya, dunia Hutchins telah berubah. Majalah “WIRED” mengungkapkan,”dalam semalam, Akun Twitter Hutchins bertambah lebih dari 100 Ribu fans follower. Ketika dia pergi ke bar, orang Asing akan mentraktirnya minum. Ketika Dia pergi ke restoran, Restoran tersebut menjanjikan Dia pizza gratis selama satu tahun dan lain sebagainya.              

Kisah Pahlawan penakluk WannaCry
Kisah Pahlawan penakluk WannaCry Marcus Hutchins yang menyelamatkan internet dari serangan cyber terparah dalam sejarah manusia di tahun 2017 (Image:FT)

Superhero, kisah pahlawan penakluk WannaCry yang menyelamatkan Internet telah lahir. 3 bulan kemudian, Dalam konferensi peretas sebanyak 30.000 orang di Las Vegas , Marcus Hutchins menjadi seorang superstar. Semua “penggemar” bergegas untuk mengambil foto selfie bersamanya.           

Tetapi tidak ada yang menyangka pada akhir konferensi ini, ketika Hutchins akan terbang kembali ke Inggris, ia ditangkap oleh FBI di bandara.  

Just like grandma says, Marcus Hutchins bisa menjadi pahlawan adalah bahwa ia terlibat dalam jejaring sosial yang lebih besar. Hanya di jaringan ini nilainya baru dapat benar-benar dirilis.