Kisah perlawanan Covid-19 Negeri Paman Sam

Kisah perlawanan Covid-19 Negeri Paman Sam semakin menarik perhatian dunia, bagaimana negara adidaya ini kelabakan mengatasi virus tak di undang. Jumlah diagnosis yang dilaporkan di Amerika Serikat saat ini adalah 245.000 kasus, tiga kali lipat dibanding total kasus di China, menempati urutan pertama terbanyak Dunia. Jumlah ini akan semakin meningkat, dan kita harus siap-siap menghadapi dua minggu mendatang yang paling menyakitkan, kata presiden Donald Trump dalam acara pers tanggal 1 april yang lalu.

Saat ini, setiap harinya lebih dari 20.000 orang Amerika terinfeksi virus Corona. Suatu angka yang sangat menyedihkan. Seluruh Orang Amerika mulai mati rasa. Seolah-olah masyarakat ini tidak bisa diselamatkan lagi.

Kisah perlawanan Covid-19 Negeri Paman Sam

Memasuki pertengahan musim semi sekarang ini, Masih belum ada tanda-tanda cuaca berubah hangat di kota New York. Seluruh kota terasa dingin, sepi dan suram. seperti kota hantu di film Hollywood.

Dibalik kesenyapan jalan-jalan di Times Square, terlihat banyak warga dan para medis yang berusaha melawan nasib. Empire State Building, landmark kota New York mulai menyalakan lampu darurat untuk memberi penghormatan kepada staf medis New York. Mulai Jumat lalu, setiap jam 7 malam, jalan-jalan di New York disapu tepuk tangan memberi semangat. Dari Manhattan Upper East Side ke Lower Downtown sampai kemudian ke area Brooklyn.

“Warga New York berjalan keluar rumah, berdiri di tangga depan pintu, atau menjulurkan kepala ke luar jendela Mengangkat kedua tangan dan bertepuk tangan dengan keras.”

Di depan rumah para medis dan dokter, para tetangga menuliskan kata-kata “terima kasih” kepada mereka.  

Setiap hari di kota New York, para medis, perawat atau dokter berjatuhan dan meninggal akibat kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) atau dukungan yang memadai. Kota New York seolah-olah berupa Negara Dunia ketiga yang serba terbelakang.

Banyak medis dan perawat bahkan menggunakan kantong plastik sebagai pakaian pelindung. Setiap kali saya melihat foto mereka, saya merasa sedih. Mengapa negara Adidaya yang dulunya sangat dikagumi dunia menjadi begini. Dimana karismatiknya yang diagung-agungkan dunia.

Namun yang lebih menyedihkan adalah apa yang terjadi pada mereka di bawah ini.

Menurut laporan yang diterbitkan pada tanggal 31 oleh Capitol Hill di Amerika Serikat, “di dalam epidemi yang sudah sangat parah, banyak rumah sakit di Amerika Serikat masih terus mengeluarkan “kata-kata yang mengancam” kepada staf medisnya untuk tidak membahas dan mengekspos keadaan Rumah sakit mereka yang serba kekurangan APD.

“Rumah sakit akan memecat setiap karyawan yang berbicara di depan Media tentang kurangnya sumber daya perlindungan medis selama wabah.”

“Ming Lin, seorang dokter ruang gawat darurat (ICU) yang telah bekerja di rumah sakit di Negara Bagian Washington selama 17 tahun, dipecat pekan lalu karena harus terbuka menyatakan betapa bahayanya dan ketidakpuasannya terhadap cara kerja dirumah sakitnya.”

Seorang Perawat lain bernama Lauri Mazurkiewicz, yang bekerja di Rumah Sakit Northwestern Memorial Hospital Chicago dipecat karena dalam emailnya dia mengingatkan rekan-rekan perawat yang lain “bahwa Masker pelindung yang mereka kenakan tidak seefektif Masker “N-95”, sehingga tidak bisa melindungi mereka dari infeksi virus Corona.”

“Banyak rumah sakit memberitahu para staf medis mereka, bahwa masker sederhana sudah lebih dari cukup untuk melindungi mereka, tetapi kenyataannya, banyak perawat sakit tertular dan dalam keadaan sekarat,” kata Bloomberg sesudah mengutip persetujuan dari Lauri Mazurkiewics.

Kisah perlawanan Covid-19 Negeri Paman Sam
Kisah perlawanan Covid-19 Negeri Paman Sam Mengapa begitu susah? (Image:Raw Story)

“Lauri Mazurkiewicz tidak bersedia melihat karena kurangnya APD menyebabkan dirinya terinfeksi, dan kemudian menularkan kepada pasien atau anggota keluarganya.”

MazurKiewicz sekarang menggugat mantan majikannya karena “pemecatan yang semena-mena terhadap dirinya dan perawat kerja lainnya.

Capitol Hill juga menyatakan, “Amerika Serikat mungkin akan menghadapi jumlah pasien meningkat drastis dalam dua minggu mendatang.” Dalam latarbelakang ini, para rumah sakit melarang semua karyawan untuk membicarakan secara terbuka tentang peralatan pelindung, ranjang pasien atau ventilator yang serba tidak memadai.”

Menurut Bloomberg baru-baru ini, Pusat Kesehatan Langone NYU memberi peringatan kepada para staf lembaga mereka untuk tidak berhubungan dengan para media sebelum mendapat persetujuan dari lembaga kesehatan Langone. “Apabila ada yang berani melanggar, akan mendapatkan peringatan tindakan discipliner atau bahkan langsung dipecat.”

“Untuk menjaga citra rumah sakit, para perawat dan petugas kesehatan termasuk dokter lainnya ‘dilarang’ untuk mengungkapkan apa yang terjadi dalam Rumah Sakit mereka, “kata Ruth Schubert, juru bicara di Washington State Nurse Association kepada media.  

Para Staf Medis telah mengadakan perlawanan atas ketidakpuasan mereka. Namun, sayangnya Semua permintaan bantuan tidak direspon. Semua protes tidak diindahkan.

“Jangan membully orang jujur,” protes para medis.

Berita yang sangat menyentuh saya adalah, beberapa hari yang lalu ada 69 siswa dari NYU School of Medicine mengajukan wisuda dini. “Mereka semua berharap dapat berkontribusi dan bergabung di garis terdepan, untuk menyelamatkan dan menyembuhkan pasien yang berjatuhan setiap hari.”

“Selain itu, bahkan ada banyak staf medis yang telah pensiun menikmati masa tuanya harus kembali ke rumah sakit mengenakan mantel putih dan mengambil pisau bedah.”

“Tapi, saya tidak berani memberi tahu mereka apa yang akan mereka hadapi …” seandainya mereka tahu betapa banyak korban perawat Wuhan yang berjatuhan ketika bergabung di garis depan dalam perang tanpa asap ini.

Air mataku mulai berjatuhan ketika membayangkan mereka yang telah bekerja keras seumur hidup dan baru mulai menikmati masa tuanya, harus berhadapan dengan Dewa Kematian……

“Virus tidak mengenal batas, Demikian pula cinta dan kasih sayang manusia juga tidak mengenal batas….”

Mereka hanyalah orang biasa. Mereka sebenarnya bisa menolak untuk menerima tugas-tugas yang berisiko paling tinggi ini. “tahukah mereka bila Lebih dari 5.000 petugas kepolisian di New York telah meminta cuti atau mengundurkan diri dalam wabah epidemi ini?” Para polisi New York justru, berlari dan menghindar lebih dulu ketika negara mereka membutuhkannya. “Dimana semangat kepahlawannya?”

Kisah perlawanan Covid-19 Negeri Paman Sam
98 orang meninggal dalam 7 jam di Rumah Sakit New York (Image: Daily Mail)

“Amerika mungkin memiliki staf medis paling hebat di dunia, dan orang-orang awam yang tahu terima kasih di dunia ini. Namun, sayangnya mereka memiliki pemerintah federal yang paling buruk di dunia,” protes seorang perawat.

“Di satu sisi, melepaskan tanggungjawab dan menyalahkan orang atau negara lain, tetapi tidak memberikan APD yang memadai”

“Di satu sisi, menutup mulut semua pekerja medis untuk berbagi keadaaan dan keperluan yang mereka butuhkan kepada publik.”

Di kejauhan di luar jendela, lampu darurat Empire State Building masih terus berkedip, membunyikan alarm setiap malam untuk negara yang dulunya paling hebat ini.

Namun sayangnya, bunyi alarm ini tidak begitu dipedulikan lagi……

Rumah sakit Amerika mengancam pekerja medis akan dipecat bila mengungkapkan kekurangan APD dalam Rumah Sakit mereka:

https://thehill.com/regulation/court-battles/490361-hospitals-threatening-to-fire-workers-for-speaking-out-about

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.