Kita semua dombanya Facebook

Kita semua dombanya Facebook. Facebook, media sosial yang selalu menjadi perhatian. Dan perdebatan. Terutama saat Trump terpilih sebagai presiden. Ada sumber yang mengekspos, tim kampanye Trump memperoleh 60 juta data pengguna dari Facebook. Yang memanipulasi dan memenangkan pilpres.

Perusahaan apakah Facebook itu?

Mungkin kita harus mulai dari tombol dengan logonya, facebook “F”. Yang kelihatannya hanya sebagai tombol biasa. Tombol untuk berbagi atau “sharing”. Tetapi tidak peduli apakah Anda menekan tombol ini atau tidak. Facebook bisa tahu apakah Anda menjelajahi halaman tersebut. Tombol ini adalah alat Facebook mengumpulkan data pengguna. Facebook akan melacak penjelahan anda. Walaupun anda mensetting tombol melarang pelacakan. Ya, facebook adalah perusahaan data.

Kita semua dombanya Facebook

Facebook mengumpulkan 98 data setiap pengguna. Mulai dari suku ras, pendapatan tahunan, nilai properti, pekerjaan, wanita atau pria. Apakah sudah menikah. Berapa kredit scoring dll.

Facebook juga membeli data langsung dari 5000 perusahaan penjual data. Bahkan mendapatkan data publik dari pemerintah setempat. Seperti pendaftaran mobil anda. Pernyataan kebangkrutan. Ataupun informasi pendaftaran pendirian perusahaan anda.

Mungkin anda bertanya, dengan data begitu lengkap, seharusnya sangat memahami anda. Dan menaruh iklan yang akurat untuk anda? Tentu jawabannya, NO. Karena facebook tidak peduli algoritma perhitungannya tepat atau tidak. Yang dia peduli, adalah keterkaitan. Misalnya, melalui lingkaran kehidupan orang-orang disekitarmu. Mereka mengetahui alamatmu. Dan bisa memastikan apakah anda orang kaya atau miskin.

Jika pertemanan anda berasal dari lingkaran keuangan. Atau grup industri kelas atas. Facebook akan memberikan anda peringkat kredit tinggi. Atau sebaliknya, facebook akan memberi anda peringkat rendah. Dan mungkin anda akan bilang, facebook lagi diskriminasi? Tetapi anda jangan lupa. Kita hanya pengguna. Kita bukan pelanggan. Facebook secara gratis memberikan layanan kepada kita. Kita semua dombanya Facebook.

Facebook adalah perusahaan yang sangat menguntungkan. Atau istilahnya, sangat cuan duit. Pada kuartal ketiga 2016 saja, keuntungannya mencapai usd2.3milyar. Yang tidak ada satu senpun dibayar oleh anda. Melainkan, oleh agen periklanan.

Jika facebook adalah perusahaan peternakan, anda bukan pelanggan yang berbelanja wol dan daging domba. Anda, saya, kita semua yang ketagihan tiap hari membagi foto, artikel atau like Kita semua dombanya Facebook. Barang ternakan facebook.

Tombol kedua, “like”. fungsi yang paling hebat. Facebook merekrut para branding merek untuk membuka halaman membayar. Dengan mengklik “like” perusahaan merek branding ini bisa mengidentifikasi pengguna yang setia. Yang kemudian dengan senang hati mengiklankan kepada pengguna ini. Dengan tombol “like” facebook melacak dan mencatat setiap keberadaan anda.

Pengguna facebook baik disadari atau tidak, tampaknya tidak keberatan dengan pengintipan privasi ini. Bahkan senantiasa memperbarui status. Ibarat kita menyewa rumah, dan bahkan menghias dan dekorasi rumah sewaan tersebut. Koran bisa memberikan anda berita. Google bisa memberikan anda informasi. Tetapi apa yang diberikan facebook?

Jawabannya, facebook memberitahu anda tentang status teman-teman anda. Keadaan sebenarnya dari teman anda. Tetapi apa yang anda lihat mungkin adalah fakta yang menyesatkan. Kenyataan yang mungkin sengaja diperlihatkan untuk anda. Karena, status di facebook adalah tentang hal yang membahagiakan. Keberhasilan, kelulusan, pernikahan yang romantis, atau keluarga yang bahagia. Dan sebagainya.

Keluarga yang bahagia di dalam facebook adalah serupa. Sedangkan, keluarga yang malang dengan nasib yang buruk cuma akan terlihat di offline.

Tetapi, inilah kita, orang yang suka melihat status teman. Atau, bahkan orang yang suka berbagi status. Zuckerberg sangat jelas dengan situasi ini. Dan cuan banyak duit. Dia tidak perlu menggunakan cara apapun untuk memenangkan hati pengguna. Yang benar-benar dia peduli adalah pengguna yang narsisme.

Di situs jejaring sosial, janganlah terlalu percaya dengan apa yang anda lihat. Karena, pada dasarnya, orang-orang sengaja mengekspresikan keunggulan moral. Ketika facebook memperkenalkan fitur baru, news feed, yang bisa menyatukan status semua orang. Dan telah menjadi aliran informasi teman di facebook.

Ketika news feed baru diluncurkan, mendapat protes hebat dari pengguna. Para pengguna menganggap fungsi tersebut terlalu low. Dan berpikir kita bukan orang yang suka nge gossip. Yang setiap hari kerjanya melihat status teman anda. Tetapi zuckerberg mengabaikan protes pengguna. Karena data di platform menunjukkan fitur feedback news feed sangat disukai. Walaupun di protes. Apakah anda begitu suka gosip? Ya, favorit anda, saya, dan semua adalah gossip.

Ketiga, membuat pengguna kecanduan adalah tujuan paling utama.

Kita semua dombanya Facebook
Kita semua dombanya Facebook (image: the verge)

Sharing berita atau foto sambil bisa memberikan nge-like, sedih, gembira, atau segala macam emoji. Apakah bertanda lebih manusiawi? Saya rasa bukan. Ini hanya untuk menstandarkan emosi pengguna. Supaya facebook bisa menganalisasi data berita lebih baik, hanya dengan menstandarkan emosi pengguna.

Setiap kita berbagi status atau berita, kita mengharapkan banyak teman yang bisa nge-like. Secara psikologis ini namanya, principle of variable rewards. Itulah sebabnya, mengapa kita rata-rata harus melihat ponsel 150 kali setiap hari.

Tujuan yang dikejar facebook adalah memaksimalkan waktu yang anda habiskan dalam facebook.

Serendipity. Penemuan secara kebetulan. Anjuran dari professor Harvard. Supaya facebook menambahkan fungsi ini dalam aplikasinya. Apa arti serendipity? Misalnya, suatu saat anda sedang shopping, dan secara tidak sengaja menemukan buku edisi terbatas. Yang tidak lagi dijual dipasaran. Anda merasa sangat beruntung dan gembira. Inilah serendipity.

Secara singkat, tujuan facebook adalah membuat anda kecanduan. Ketagihan seperti obat atau narkoba. Anda ingin melihat apa, dan facebook akan memberikannya kepada anda. Itulah sebabnya, mengapa professor harvard menganjurkan facebook untuk menambahkan tombol fungsi ini. Begitu pengguna mengklik tombol ini, facebook akan mendorong info yang berlawanan untuk pengguna.

Just like grandma says, zuckerberg adalah seorang usahawan. Dan facebook adalah perusahaan dengan tujuan membuat profit. Dengan membuat semua penggunanya kecanduan.

Sekarang, mark zuckerberg sering memberikan ceramah di mana-mana. Menyebarkan pikiran dan konsepnya. Mungkin dia mempunyai ambisi politik. Yang suatu saat akan kampanye pilpres. Kalau demikian, apakah dia akan mempromosikan pertukaran persahabatan antara dua pendukung partai di facebook? Saya rasa belum tentu. Tetapi ada kemungkinan dia lebih cendrung menggunakan facebook untuk membimbing pemilih mendukung partai demokrat.

1 thought on “Kita semua dombanya Facebook

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.