Klasifikasi Sampah Baidu AI

Klasifikasi Sampah Baidu AI sebagai kegiatan amal dapat menerapkan tingkat akurasi 100% adalah suatu hal yang sangat tidak mudah. Semakin banyak Raksasa internet AI China maupun AS mulai terlibat dalam kesejahteraan publik. 

Saat ini, Semua kota tingkat pertama atau First Tier City di China seperti Shanghai, Beijing, Guangzhou, Shenzhen mengharuskan klasifikasi pembuangan sampah setiap harinya.

Klasifikasi sampah atau Garbage Classification, umumnya mengacu pada serangkaian kegiatan membedakan, menyimpan, mengklasifikasikan dan mengangkut sampah ke sumber daya publik sesuai dengan peraturan atau standar tertentu.

Jenis sampah dapat dibagi atas: Recyclables atau dapat di daur ulang, Sampah tidak dapat di daur ulang (disingkat Sampah lainnya), dan terakhir, Sampah Dapur.

Sampah yang Recyclables misalnya kertas limbah, kaca, logam, plastik, kain dan sebagainya. Sampah yang tidak dapat di daur ulang atau Sampah lainnya (disebut sampah kering di Shanghai) misalnya batu bata, keramik, kotoran, kertas limbah toilet, handuk kertas, dan sampah (kotak) yang sulit untuk didaur ulang.

Sedangkan, Sampah Dapur (disebut limbah basah di Shanghai) seperti sisa makanan, tulang, sayuran akar, kulit dan sebagainya. Melalui pengomposan teknologi bio, sampah Per Ton ini dapat menghasilkan 0,6-0,7 ton pupuk organik.

Klasifikasi Sampah Baidu AI

Menurut Laporan Paper Clip mengenai “Kemana Sampah yang Anda buang” mengatakan, “sampah akan diklasifikasikan setelah dibawa pergi oleh truk sampah.” Proses klasifikasi dilakukan oleh mesin + manual. 

Dengan bantuan gravitasi, angin, dan magnetisme, sampah dapat diklasifikasikan secara kasar. Misalnya logam didaur ulang. Bahan yang mudah terbakar akan dibakar. Bahan organik dikirim ke kompos, dan sampah lainnya dikirim ke tempat pembuangan Akhir (TPA).

Tetapi pada kenyataannya, klasifikasi sampah dengan cara ini agak kasar. Penyiaan Potongan besar bahan organik biasanya langsung dikirim ke tempat pembakaran. Kadang, potongan kecil logam karena kurangnya teknologi sehingga, tidak dapat dimanfaatkan untuk daur ulang. Sayang Sekali.

Untuk mengatasi masalah ini, pekerja manusia seringkali terpaksa harus bekerja dalam ruangan dengan bau makanan busuk, barang-barang yang telah berjamur maupun buangan yang memancarkan bau yang kuat. 

Terkadang mereka harus menahan napas di dekat tempat sampah.  Pengumpul sampah harus bekerja di lingkungan seperti itu setiap hari. Lingkungan seperti ini, tentu saja ada banyak bakteri, virus, bahan kimia beracun dan berbahaya yang mengancam kesehatan para pekerja. 

Pekerja kasar di China biasa hanya mendapatkan gaji 4.000-5.000 Yuan perbulan atau sekitar IDR 8-10juta. Pemerintah China berusaha menggantikan pekerja sampah ini dengan tenaga kerja AI secepatnya. Oleh karena itu, jika AI yang mengklasifikasi sampah, hasilnya pasti sangat berbeda. 

Pertama, AI menggunakan model deteksi target untuk menentukan jenis sampah. Kemudian, dengan bantuan model segmentasi gambar, secara akurat menemukan tepi botol, dan kemudian menentukan posisi titik tengah botol. Hasil penilaian kemudian dikirim ke lengan robot, dan lengan robot dapat melakukan tindakan klasifikasi. 

Logikanya mirip dengan manusia yang bekerja dengan mata, otak, dan lengan. Cukup efisien. Mengambil botol plastik sebagai contohnya, tingkat akurasi klasifikasi limbah AI mencapai 99%. Waktu pengenalan satu gambar kurang dari setengah detik. 

Setelah menerapkan sistem ini, Perusahaan Sumberdaya Terbarukan Jingmen Jincheng Tiongkok dapat mengurangi 4~6 pekerja tidak lagi harus dikerumuni oleh Bau sampah. Efisiensi pemisahan sampah telah meningkat dari 93% menjadi lebih dari 97%.

Perusahaan tersebut Bahkan lebih menghemat uang, dan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Sistem ini dapat membantu pabrik menghemat 300.000-500.000 yuan per tahun. Serta Meningkatkan laba penjualan sekitar 10% . 

Selain klasifikasi sampah Baidu AI, Baidu AI hamba baru manusia ini, juga memiliki banyak kelebihan peduli masyarakat manusia dalam segala hal. Seperti melindungi hewan liar. 

Baidu telah bekerja sama dengan Yayasan Internasional Perlindungan Hewan  menggunakan teknologi visi komputer untuk menyelidiki dan mendeteksi gambar-gambar hewan liar yang mungkin diperdagangkan secara ilegal di Internet. Mereka melacak dan menemukan petunjuk perdagangan ilegal hewan liar online. 

Saat ini, Baidu AI telah mampu mengenali gambar kategori hewan liar seperti gajah, harimau dan trenggiling. 

Di samping itu, Baidu AI juga memperluas kegiatan amalnya dalam membantu menemukan orang tua atau anak yang hilang. Pada saat Penampilan luar orang yang telah hilang selama bertahun-tahun berubah secara dramatis, Baidu AI menggunakan teknologi pengenalan wajah atau Facial Recognition untuk membandingkan foto-foto secara efisien. 

Asalkan anggota keluarga dapat mengunggah foto orang sebelum hilang di applet penelusuran Baidu, Baidu AI dapat bekerja dalam waktu nyata membandingkan foto puluhan ribu orang yang hilang di stasiun penyelamatan seluruh Tiongkok. 

Sampai saat ini, Baidu telah berhasil membandingkan lebih dari 400.000 kali dan mempersatukan kembali 10.430 keluarga.

Selain itu, Baidu AI juga dapat membantu pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19 seperti saat ini. Tim AIoT Minyak dan Gas Perusahaan Minyak Nasional China (CNPC) juga telah menerapkan deteksi AI masker wajah dengan bantuan platform baling-baling. Baidu AI  telah diterapkan dalam industri minyak dan gas sejak timbulnya virus Corona awal tahun ini.

Sebenarnya, Ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk menjadikan Dunia sebagai tempat yang lebih nyaman untuk tinggal. Tetapi sayangnya, jarang ada yang bersedia melakukannya. Jika hal-hal tersebut dapat diserahkan kepada AI, secara alami banyak masalah besar akan teratasi. Di belakang semua perbuatan amal ini, tentu saja harus mengandalkan Teknologi yang hebat dan modern.

Dalam praktik kegiatan Amal AI di atas, Baidu terutama mengandalkan kemampuan visi komputer. Termasuk sistem Ekologi yang lebih sempurna. AI baru dapat membantu manusia memainkan peran nyata dalam banyak kegiatan Amal.

AI, Hamba baru manusia ini memiliki mata yang cerah, telinga yang tajam, dan otak yang cerdas. Mereka dapat mempelajari berbagai keterampilan dengan cepat, sehingga tahu bagaimana melayani masyarakat manusia. 

Belum lama ini, Wakil Presiden Grup Baidu Yuan Foyu memperkenalkan “Proyek Bintang” dalam Konferensi Ekologi Seluler Baidu.

Ini adalah suatu platform Amal. Baidu akan menyediakan dana, dukungan teknologi AI, mengoordinasikan para developer, perusahaan, maupun organisasi LSM. Baidu menggunakan kemajuan teknologinya untuk memberdayakan AI lebih banyak kemampuan dan kesempatan kerja, Sehingga AI dapat melakukan jauh lebih baik daripada manusia.

Setiap tahunnya, Baidu akan menyediakan 10 Miliar sumber daya lalu lintas atau traffic internet mempromosikan kegiatan amal ini. Platform Baidu telah menciptakan 560 juta eksposur dan mempromosikan lebih dari 200 proyek Amal.

Dalam Ekologi 2 juta Developers dan 3 juta pembuat konten, termasuk perusahaan mitra lainnya di bawah sistem Ekologi Baidu, mereka akan mengatur kegiatan pertukaran mendorong mitra ekologis untuk menggunakan teknologi inovatif dalam proyek-proyek Amalnya.

Selain perbuatan Amal 10 Milliar sumber traffic internet di atas, Baidu juga menyediakan 10 juta dana inkubasi dan 10 juta dukungan daya komputasi.

Kita dapat melihat bahwa hampir semua perusahaan, modal, dan tenaga teknis di Dunia berusaha membuat AI menghasilkan nilai komersial. Ada yang berharap AI dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. 

Klasifikasi Sampah Baidu AI
Klasifikasi Sampah Baidu AI (Image: SCMP)

Sementara Beberapa diantaranya berharap merekomendasikan lebih banyak produk yang dibutuhkan pengguna. Ataupun, memberikan interaksi yang lebih nyaman dalam suara dan visi dalam memfasilitasi kehidupan masyarakat. 

Just like grandma says, jika manusia benar-benar dapat mengandalkan AI untuk menyelesaikan masalah klasifikasi sampah, kehilangan anak-anak atau orang tua, maupun perlindungan satwa liar, sehingga sumber daya dapat diperbarui, lingkungan hidup manusia bisa berkelanjutan, ataupun menciptakan masyarakat yang lebih adil.

Maka kontribusi kegiatan Amal Ini akan jauh lebih besar dibanding proyek komersial yang hanya mengurangi biaya ataupun meningkatkan efisiensi. 

AI untuk kegiatan Amal, adalah “New Seksi”.