Kuantum senjata nuklir di Era damai

Oleh: Ricky Suwarno

3 Mei 2019

Pada awal abad ke-18 manusia memasuki Era revolusi industri 1.0. Dengan mesin uap yang dimodifikasi oleh James Watt. Menjadikan Inggris sebagai kerajaan “the empire on which the sun never sets”

Pada awal abad ke-20 disertai revolusi industri 2.0. Ditandai penemuan lampu listrik oleh Thomas Alva Edison. Membuat Amerika Serikat melampaui Inggris. Dan menjadi negara nomor satu di dunia.

Pada tahun 1970an, berdasarkan teknologi informasi, AS meluncurkan revolusi industri 3.0. Sebagian besar perusahaan teknologi tinggi saat ini seperti IBM, Microsoft, Apple dimulai pada tahap itu. Dan AS terus mempertahankan posisi terdepannya selama hampir 40 tahun kemudian.

Revolusi ilmiah akan menghasilkan revolusi industri. Revolusi ilmiah pertama dalam sejarah manusia dimulai dengan mekanika Newton. Yang menghasilkan revolusi industri yang diwakili dengan mesin uap. Kemudian, perkembangan tenaga listrik, membawa transformasi industri kedua. Diwakili oleh teknologi listrik. Teori relativitas dan mekanika kuantum kemudian melahirkan revolusi industri ketiga. Yang diwakili oleh teknologi informasi.

Pengembangan teknologi informasi modern didasarkan pada teknologi kuantum. Dalam proses pengembangan nuklir, akhirnya melahirkan komputer. Dan penelitian kuantum dalam fisika energi tinggi menelurkan apa yang kita kenal sebagai Internet saat ini.

Setelah pengembangan bertahun-tahun, pengembangan teknologi informasi telah menghadapi beberapa tantangan serius. Yang pertama adalah hambatan keamanan informasi. Seperti yang dihadapi Facebook saat ini. Yang membawanya ke pengadilan beberapa kali oleh karenanya.

Dengan perkembangan daya komputasi, masalah keamanan menjadi semakin menantang. Dan semua algoritma enkripsi klasik yang mengandalkan kompleksitas komputasi pada prinsipnya akan dipecahkan.

Dengan kecerdasan manusia, tidak ada cara untuk membangun kata sandi yang memang belum dapat dipecahkan oleh manusia. Sehingga, menjadikan daya komputasi yang lebih kuat sebagai hambatan kedua.

Saat ini bila Daya komputasi dunia digabungkan, masih tidak ada cara untuk menyelesaikan pencarian data misalnya, terhadap 2 pangkat 80 dalam satu tahun (artinya, walaupun data dicari satu per satu). Karena model pengembangan daya komputasi tradisional masih sangat terbatas.

Tetapi, Komputasi kuantum telah siap untuk menyelesaikan dua masalah diatas. Kuantum memiliki fitur yang sangat spesial. Yaitu, kuantum tidak dapat disalin secara akurat. Mengukur kuantum membawa efek padanya. Sehingga tidak dapat disalin melalui pengukuran. Ini adalah prasyarat untuk keamanan kriptografi kuantum.

Dalam hal daya komputasi, daya komputasi kuantum memiliki keunggulan sangat besar. Misalnya, saat ini komputer biasa membutuhkan waktu 100 tahun untuk mendapatkan suatu hasil perhitungan, tetapi komputasi kuantum cuma memerlukan 0,01 detik untuk mendapatkan hasil yang sama.

Just like grandma says, komputasi kuantum dapat disebut sebagai senjata nuklir di Era damai. Tidak ada negara manapun yang bisa menanggung kegagalan dan ketinggalan dalam teknologi komputasi kuantum.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, komputasi kuantumTags: , , , ,

1 thought on “Kuantum senjata nuklir di Era damai

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: