Konsensus Pakar AS tentang Covid-19

Konsensus Pakar AS tentang Covid-19 akan menginfeksi 20%-60% populasi AS dalam 18 bulan. Dari prediksi mereka hampir boleh dipastikan virus Corona atau Covid-19 berada di luar kendali manusia. Poin mengerikan dari virus corona adalah penularan antara sesama manusia, penularan yang kuat, dan bukan musiman.

Pada tahun 2002 tahun terjadinya SARS, dan MERS di tahun 2012 berhasil dikendalikan walaupun tingkat penularan antara hewan dan manusia sangat kuat, namun penyebaran antara manusia lebih lemah. Asalkan kita dapat membatasi manusia dan hewan yang terinfeksi, virus Bisa efektif dikontrol.         

Konsensus Pakar AS tentang Covid-19

Pada tahun 2009, virus influenza H1N1 menginfeksi 1 miliar orang di dunia hanya dalam waktu 6 bulan. Virus Corona atau COVID-19 juga merupakan virus influenza yang serupa, tetapi tingkat penyebarannya bahkan lebih kuat daripada H1N1. Jadi yang kita lihat saat ini hanyalah tahap awal infeksi virus.

Virus corona baru COVID-19 telah datang ke dunia ini, virus ini tidak akan hilang paling tidak untuk waktu yang sangat panjang. Mereka bahkan akan menjadi bagian dari kehidupan kita. Pasien Covid-19 tanpa gejala akan hidup berdampingan dengan kita.                       

Secara umum, virus Covid-19 seperti virus flu tidak suka lingkungan yang panas dan lembab. Sebaliknya, mereka justru lebih cocok untuk berkembang biak secara besar-besaran pada lingkungan dengan iklim kering bersuhu rendah. Sehingga, sebagian besar flu sering terjadi di musim semi. Ketika memasuki musim panas wabah epidemi akan menurun.

Namun, pada pergantian musim gugur dan musim dingin Epidemi Covid-19 akan  muncul kembali. Menurut bukti yang diperoleh sejauh ini, virus COVID-19 dapat menyebar ke semua wilayah (termasuk wilayah panas dan lembab).         

Dengan demikian, hal ini akan membawa dua dampak. Pertama, Semua orang sangat berkemungkinan terinfeksi. Setelah mereka pulih sendiri, golongan ini akan  menjadi kebal terhadap virus. Bagi mereka, Virus Covid-19 akan menjadi bagian dari virus flu musiman biasa. Kekebalan alami yang diperkenalkan di Inggris beberapa saat yang lalu adalah proses ini. 

Kedua, Menurut prediksi Vaksin virus Corona akan tersedia di pasar paling cepat 18 bulan kemudian, tetapi belum tentu lulus uji klinis.     

Sebenarnya, ada banyak jenis virus corona. Covid-19 Golongan A, B, C, D, dan E. Kita semua masing-masing mungkin pernah terinfeksi oleh virus corona tertentu. 15%-25% penyebab virus flu biasa berasal dari jenis virus yang sama, tetapi bukan Virus Corona baru. 

Tetapi wabah COVID-19 ini jauh lebih serius daripada virus corona biasa. Tingkat kasus kematian adalah 0,5%-2%, bila dibandingkan dengan influenza musiman 0,1%.

Meskipun saat ini, kita melihat penurunan kasus baru di Tiongkok dan beberapa negara lainnya, ini mungkin hanya gejala sementara. Ada kemungkinan akan muncul kembali di masa depan. Konsensus Pakar AS tentang Covid-19 dalam 18 bulan, ada kemungkinan 20%-60% populasi AS akan terinfeksi virus ini. 

Menurut perkiraan para pakar penyakit menular AS, jika 20% dari 340 juta populasi AS terinfeksi Covid-19, dengan angka kematian adalah 0,5%, maka 340.000 orang akan mati. Sebaliknya, Dalam situasi yang tidak diinginkan, Bila 60% populasi AS terinfeksi dan angka kematian Sekitar 1%, maka jumlah kematian akan mencapai 2.040.000 orang.                          

Berdasarkan data dan fakta seajuh ini, kemungkinan terinfeksi virus ini bagi setiap orang adalah hal yang tidak dapat dihindari. Hanya masalah waktu saja. Tentu saja, seiring perjalanan waktu kemungkinan vaksin dan pengobatan yang lebih baik muncul di masa depan, semakin besar peluang kita dapat menghindari infeksi virus ini.

Namun sayangnya sejauh ini, masih belum ada obat khusus untuk pencegahan dan pengobatan virus corona baru.  

Mereka yang terinfeksi virus harus menerima pengobatan untuk remisi dan pengobatan simtomatik. Sementara pasien dengan penyakit parah harus menerima pengobatan suportif terbaik khusus semua gejala. Metode pengobatan spesifik sedang dipelajari dan akan diuji melalui Uji klinis secepatnya. Karena itu, kita harus selalu siaga untuk menganalisis risiko kita sendiri.  

Setiap orang memiliki persepsi risiko yang berbeda.Tetapi tingkat kematian  0,5% sudah dianggap sangat berbahaya. Penelitian Pakar menunjukkan bahwa risiko dibawah usia 40 adalah 0,2%. Risiko dari usia 40-50 tahun hampir 1%. Sedangkan, Risiko berusia 60-70 tahun langsung naik menjadi 3,6%-8%.  Yang paling parah adalah risiko di atas 80 tahun, sekitar 14,8%. 

Kesimpulannya, Usia adalah satu aspek dengan resiko terinfeksi lebih tinggi. Namun, kondisi fisik juga akan meningkatkan risiko.                            

Tingkat kematian tertinggi dari infeksi COVID-19 adalah 10,5% untuk pasien dengan penyakit kardiovaskular. Kedua, 7,3% kematian untuk pasien diabetes. Diikuti 6,3% untuk pasien dengan penyakit pernapasan kronis, dan mortalitas untuk pasien hipertensi sebesar 6%. Sedangkan, tingkat kematian pasien kanker sebesar 5,6%.

Persentase orang sehat tanpa penyakit adalah 0,9%. Disamping itu, Tingkat kematian pria paruh baya yang merokok adalah 8%-10%. Sedangkan, bagi wanita usia yang sama dan tidak merokok mempunyai risiko kurang dari 2% . 

Jika Anda  berusia 50-60 tahun dan masih merokok, maka Anda harus mulai mengkhawatirkan risiko Anda. Demikian pula, Jika Anda memiliki gula darah tinggi atau tekanan darah tinggi juga, dapat dikatakan bahwa Anda adalah potensi pasien dengan risiko paling tinggi.

Namun, solusi selalu lebih banyak daripada masalah, Setidaknya kita bisa mencegah dengan cara seperti senantiasa mencuci tangan selama lebih dari 20 detik, menghindari keramaian orang, dan memakai masker.

Penelitian menemukan bahwa rajin mencuci tangan dapat secara efektif mencegah virus. Karena efek gesekan ketika mencuci tangan adalah kuncinya, sehingga lamanya waktu mencuci sangatlah penting. Seringlah mencuci tangan dengan pembersih tangan sekali pakai yang mengandung alkohol atau dengan sabun dan air. 

Virus Covid-19 adalah sejenis penyakit menular lewat pernapasan. Mereka  menempel pada tetesan air dalam pernapasan, batuk, dan bersin. Begitu tetesan air menguap, virus tidak bisa lagi menyebar. Jadi, sangat dianjurkan untuk menjaga Jarak atau social distancing antar manusia sekitar 2 meter.      

Sampai saat ini, mungkin kita masih ada waktu lebih dari satu tahun untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh kita, sebelum vaksin virus berhasil ditemukan. Disamping itu, setelah satu tahun kemudian kemungkinan 50% populasi Dunia akan terinfeksi.

Pada saat itu, tidak ada satu negara manapun yang aman. Karena, Larangan perjalanan jangka panjang adalah hal yang tidak memungkinkan.    

Namun, kita bisa mencegah dan Memperkuat basis kekebalan tubuh sendiri dengan meningkatkan Kualitas tidur, makanan berprotein tinggi, banyak berolahraga, mandi air dingin atau sauna, dan banyak berlatih olahraga pernapasan.

Karena, metode pernapasan dapat membantu kita menghilangkan stres setiap saat (stres kronis dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh).

konsensus pakar AS tentang Covid-19
Konsensus Pakar AS tentang Covid-19 (Image: Msn)

Di sisi lain, dari segi makanan kita mungkin perlu banyak mengadopsi suplemen seperti Ionic zinc [Jika digunakan dengan benar, ada potensi yang sangat besar untuk sembuh dari virus Covid-19], Chloroquine [satu-satunya obat anti virus Corona yang saat ini disetujui oleh FDA ], Selenium (bawang putih, brokoli, daging sapi, telur, adalah nutrisi paling efektif untuk mengurangi toksisitas dalam tubuh), Probiotik  [memodulasi sistem kekebalan], Suplemen jamur [memodulasi sistem kekebalan], maupun Vitamin A dan D.

Just like grandma says, seperti Konsensus Pakar AS tentang Covid-19, kita semua dianjurkan untuk melakukan persiapan, karena hujan badai akan datang, dan jangan sampai kita tidak memiliki payung di saat itu.

1 thought on “Konsensus Pakar AS tentang Covid-19

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: