Advertisements

Gambaran Kota Masa Depan Indonesia dan Dunia

Oleh: Ricky Suwarno

16 Mei 2019

Damo Academy dari Alibaba, salah satu e-commerce raksasa yang ditunjuk oleh pemerintah China untuk menciptakan kota Masa Depan atau City Brain. Untuk pengembangan City Brain ini, Jack Ma berharap, Pertama, Damo harus hidup lebih panjang dari Alibaba. Damo harus melayani setidaknya 2 miliar orang di dunia. Dan memecahkan masalah masa depan dengan teknologi terkini.

Baik Tiongkok maupun Indonesia, kota masa depan harus mencakup teknologi sebagai berikut.

Tren 1, Kota menjadi semakin pintar, Simulasi kota secara real-time menjadi memungkinkan.

“simulasi kota” adalah menerapkan teknologi “virtual reality” dalam perencanaan kota, desain arsitektur, dan bidang lainnya. Sehingga kota ini memiliki karakteristik simulasi seperti interaksi manusia-komputer dan ruang arsitektur nyata.

Pada tahun 2019, semakin banyak kota di Cina akan memiliki “otak”. Dengan kata lain, ada lebih banyak investasi dalam pengembangan teknologi kota pintar.

Tren 2: Aplikasi suara AI

Seiring Dengan standardisasi dan pengurangan biaya teknologi di bidang interaksi suara, akan semakin banyak “fasilitas umum yang bisa berbicara” di masa depan. Dari sudut pandang teknis, setidaknya setiap tempat bisa melakukan interaksi suara.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi suara cerdas, suara real-time dan suara langsung yang dihasilkan pada perangkat seluler mungkin sulit dibedakan lagi. Artinya, ketika orang dan mesin berbicara, kita tidak tahu apakah kita berhadapan dengan manusia atau mesin. Jika dalam dialog kita tidak dapat membedakannya, itu berarti suara cerdas telah mencapai tingkat kemanusiaan.

Aturan dan hukum di bidang ini akan ditetapkan secara bertahap. Dan mengarahkan standardisasi untuk industri suara cerdas atau speech AI.

Tren 3: Chip khusus untuk AI

Saat ini, dalam skenario pelatihan AI pusat data, GPU menempati posisi dominan untuk prosessor grafik. Pemrosesan data dan informasi gambar tergantung padanya. Meski begitu, pergerakan data antara komputasi dan penyimpanan menemui hambatan. Dan menjadi semakin sulit.

Oleh karena itu, generasi baru arsitektur chip AI telah menjadi tren. Chip ini didasarkan pada teknologi penyimpanan bertumpuk 3D atau 3D stacked memory teknologi. Yang dapat meningkatkan kepadatan penyimpanan dan kecepatan penanganan data.

Secara khusus, permintaan bandwidth data dari chip AI akan mendorong generasi baru chip khusus AI untuk penggunaan lebih universal . Bahkan chip komputasi seperti otak yang paling canggih, yang mensimulasikan otak manusia untuk memproses informasi, akan menemukan aplikasi yang lebih cocok disini.

Tren 4: memberikan akal sehat pada mesin.

Saat ini, teknologi pembelajaran dalam telah matang. Jaringan saraf grafik dikombinasikan dengan pembelajaran dalam dapat menggabungkan pembelajaran ujung ke ujung, dengan penalaran induktif. Jaringan ini bisa memecahkan serangkaian masalah yang tidak dapat ditangani oleh pembelajaran dalam.

Tren 5: Arsitektur komputasi akan di refactoring.

Karena komputasi, penyimpanan, dan jaringan tidak hanya memenuhi permintaan kecerdasan buatan untuk daya komputasi throughput yang tinggi. Tetapi juga memenuhi permintaan konsumsi daya rendah di Internet of Things.

Munculnya jenis memori baru, memungkinkan pembaruan arsitektur komputasi tradisional untuk beralih. Dengan kata lain, di masa lalu, komputasi CPU cendrung bergerak menuju arsitektur baru yang didominasi oleh driver aplikasi dan teknologi. Ini akan menjadi perubahan subversif yang menjadikan Era keemasan kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.

Tren 6: Jaringan 5G akan menelurkan skenario aplikasi baru.

Teknologi komunikasi seluler generasi kelima akan meningkatkan bandwidth seluler dan menyediakan seratus kali tingkat puncak 4G.

Tren 7: Identitas digital akan menjadi kartu ID kedua.

Teknologi Biometrik semakin matang dan memasuki fase aplikasi skala besar. Dengan penyebaran cepat teknologi sensor 3D, dan konvergensi beberapa biometrik, setiap perangkat dapat “melihat” dan “mendengarkan” lebih cerdas di masa depan.

Dari membuka kunci ponsel, kontrol akses komunitas hingga makan di restoran, kasir supermarket, hingga stasiun kereta cepat, keamanan bandara dan kunjungan rumah sakit, identitas digital akan membantu Anda memverifikasi ID Anda. Aliasnya, era “melintasi dunia” hanya dengan mengandalkan wajah akan berkembang cepat.

Tren 8: Autopilot atau mobil otonom akan memasuki periode pengembangan yang semakin matang

Dalam dua-tiga tahun ke depan, mobil otonom akan memasuki aplikasi komersial yang lebih matang terutama di bidang logistik dan transportasi. Skenario komersial seperti jalan tetap bus, distribusi tak berawak cenderung berkembang cepat.

Tren 9: Teknologi Blockchain dan aplikasi komersial akan dipercepat.

Teknologi Blockchain akan meningkatkan kredibilitas. Dan kegunaan data transaksi dalam proses digitalisasi di berbagai industri. Misalnya, pengiriman uang lintas batas, finansial rantai pasokan, tagihan elektronik akan terintegrasi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tren 10: Berbagai teknologi keamanan data akan bermunculan.

Pemerintah dapat menetapkan kebijakan dan peraturan keamanan data yang lebih ketat. Perusahaan swasta akan berinvestasi lebih banyak dalam perlindungan privasi data pribadi.

Just like grandma says, Dalam beberapa tahun ke depan, serangan dari peretas akan tetap ada. Sebaliknya, teknologi perlindungan keamanan data juga akan terus meningkat. Teknologi pelacakan dan penelusuran data seperti lintas-sistem, teknologi watermarking, teknologi perlindungan aset data, dan teknologi caggih anti-crawlers dan sebagainya akan lebih banyak diterapkan di kota Masa Depan.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Kota masa depan Indonesia, Kota masa depan, Damo AcademyTags: , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: