Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri

Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri nya sangat berbeda dengan kekuatan Eropa sebelumnya. Seperti Inggris, Prancis, Spanyol dan Portugal. Pada dasarnya AS tidak menjajah banyak koloni. Tetapi pengaruhnya menyusup ke seluruh dunia. Membentuk tipe baru kekaisaran Amerika tanpa batas yang jelas.  

AS Krisis paruh baya? Negara yang baru berdiri lebih dari 200 tahun?

Pada tahun 1890, Biro Sensus AS mengumumkan perbatasan yang terus dijajah Amerika Serikat dari timur ke barat selama satu abad telah tidak ada lagi. Revolusi Gerakan ke Barat telah  berakhir. Revolusi gerakan ke barat AS memiliki arti signifikansi material dan spiritual bagi kebangkitan Amerika sebagai kekuatan besar. Kemajuan lebih dari 100 tahun ke arah barat telah membiasakan cara berpikir orang Amerika.

Seiring jumlah penduduk bertambah dan pekerjaan yang tidak mencukupi, mereka harus ekspansi ke barat. Lagi pula, masih banyak tanah yang belum digarap di Barat. Sampai akhirnya, ekspansi ke barat juga telah berakhir. Apa langkah selanjutnya?

Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri

Setelah Perang Sipil Amerika, baik sektor industri maupun pertanian mengalami ekspansi yang sangat cepat. Tetapi memasuki tahun 1890, Amerika tiba-tiba menemukan ekspansi yang kelewatan. Kapasitas industri dan produksi pertanian yang berlebihan.

Contohnya, Amerika Serikat telah membangun lima kereta api lintas benua. Dulunya merupakan konsumsi baja utama domestik. Baja kereta api menyumbang lebih dari setengah dari konsumsi baja nasional selama masa puncaknya. Tetapi kemudian pembangunan kereta api secara besar-besaran hampir berakhir pada saat itu.

Sehingga, pada tahun 1893 Amerika Serikat memasuki krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak pekerja menganggur. Petani bangkrut. Pemogokan besar-besaran. Menyebabkan pemerintah harus mengerahkan tentara untuk menekannya. AS tiba-tiba mulai khawatir dengan gerakan revolusi. Sesuatu yang belum pernah terjadi sejak berdirinya negara. Masa muda Amerika Serikat telah usai. Usia paruh baya dengan beban berat, kesulitan dan kecemasan datang menyongsong. Perasaan ini mengakar sangat dalam di hati orang AS. Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri mulai bermunculan.

Di bawah tabrakan dan diskusi berulang antara kalangan intelektual, bisnis, politik, dan militer termasuk berbagai pendapat perlahan-lahan menunjuk ke satu arah. Yakni terus melakukan ekspansi. Perkembangan ke arah daratan telah usai. Selanjutnya, harus ekspansi ke lautan.

Alfred Thayer Mahan, kolonel Angkatan Laut AS saat itu. Mungkin Mahan bukan termasuk kategori prajurit profesional yang baik. Kapal perang di bawah komandonya mengalami beberapa kali insiden tabrakan. Tetapi berulang kali diabaikan. Akan tetapi, visi dan pemikiran strategis orang ini jauh melampaui orang biasa.  

Pada tahun 1890 Mahan menerbitkan karyanya yang terkenal “The influence of Sea Power History 1660-1783 atau Pengaruh Kekuatan Laut terhadap Sejarah 1660-1783”.

Titik logis awalnya adalah surplus besar produksi Amerika harus berekspansi ke arah laut dan ke luar negeri. Amerika Serikat adalah negara benua. Negara-negara benua selalu memandang lautan sebagai penghalang yang melindungi tanah mereka. Atau perluas kekuasaan tanah ke arah laut.  

Menurut Mahan, Lautan harus dianggap sebagai saluran yang membentang ke segala arah. Lautan mempunyai arti arah ke seluruh dunia. Perubahan ini sangat mendasar. Sudut pandang akan mengubah cara berpikir kita. Dari berdiri di daratan melihat lautan. Sekarang berdiri di atas lautan melihat daratan. Inilah artinya pemikiran lautan.

Sehingga mendorong AS melakukan dua hal. Membangun angkatan laut yang kuat dan, ekspansi luar negeri AS. Terbentuklah Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri nya. Ekspansi luar negerinya seharusnya tidak menjajah banyak koloni seperti Eropa. Perluasan seperti itu akan memakan banyak biaya. Dimana akhirnya AS harus berinvestasi tinggi dalam sumber daya manusia dan keuangan untuk mengelolanya.  

Pendekatan yang tepat adalah melakukan beberapa ekspansi titik sebagai pendukung atau “batu loncatan”. Sehingga produk, modal dan pengaruh Amerika dapat dengan bebas atau istilahnya “Free Access” keluar masuk ke berbagai negara. Free Access ini mempunyai arti, AS tidak menjajah kamu. Tetapi AS bisa keluar masuk semaunya dia tanpa harus ada ijin dari negara tersebut. Konsep ini masih tetap dipraktikkan AS sampai saat ini.

“Free Access ini mempunyai makna,  AS tidak meminta segalanya, tetapi meminta hak penggunaan atas segalanya,” kata Alfred Thayer Mahan. Inilah Cara pemikiran laut yang khas.

Ekspansi cara ini memberikan arah yang jelas untuk orang Amerika yang dalam kecemasan krisis paruh baya saat itu. Amerika harus melakukan cara ini jika ingin memperluas pengaruh ke luar negeri. Bukannya hanya menduduki sepotong daratan. Melainkan seluruh lautan.  Jadi para golongan elit Amerika dengan cepat menerima gagasan Mahan.

Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri
Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri (image: national interest)

Tentu saja, pemikiran ekspansi ini tidak terlepas dari dukungan Theodore Roosevelt, yang kemudian menjadi presiden AS, dan Senator Rocky yang telah bertugas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat selama lebih dari dua dekade.  

Poin yang paling penting adalah bahwa sejak awal, diskusi besar ini bukan diskusi terisolasi oleh beberapa sarjana saja. Tetapi juga melibatkan akademisi, bisnis, militer, dan politik. Terutama golongan elit politik dari awal. Jadi begitu konsensus tercapai, tindakan  untuk memobilisasi sangat cepat.

Misalnya, Hubungan China-AS saat ini. Sebenarnya, AS telah melakukan beberapa diskusi besar tentang kebijakan terhadap China sejak 2015. Perang Dagang untuk menghentikan pengaruh dan perkembangan pesat China adalah hasil diskusi saat itu.

Apa tindakah AS setelah tercapainya konsensus di tahun 2015?

Pertama adalah tarif.

Setelah Perang Saudara, pasar domestik AS telah dilindungi dengan tarif tinggi. Namun, sekarang pemerintah AS mengusulkan untuk mengurangi tarif.

“Mengapa?”  

Kebutuhan mendesak untuk ekspansi ke luar negeri. Menurunkan tarif pada harga bahan baku impor, ditambah dengan kapasitas industri AS nomor satu dunia. Sehingga, pada saat itu ada pepatah dari Amerika: “Mari kita membiarkan produk-produk Amerika yang murah menguasai seluruh dunia.”

Kedua, adalah Angkatan Laut. Pada paruh kedua abad ke-19, Angkatan Laut AS pada saat itu sangat lemah. Bahkan terlemah di belakang negara-negara kecil seperti Chili dan Denmark. Memang sulit dibayangkan. Tetapi setelah 1890, Amerika Serikat mulai mementingkan pengembangan Angkatan Laut. Dengan kemampuan industrinya, Angkatan Laut Amerika Serikat telah naik ke tempat ketiga di dunia setelah lebih dari satu dekade.

Ketiga, adalah diplomasi.  

Dengan berbagai cara, Amerika Serikat berhasil menduduki Kepulauan Hawaii dan Filipina. Sebagai dua papan loncatan di daerah Pasifik.  

Just like grandma says, dalam dekade terakhir abad ke-19 di bawah tekanan “Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri”, Amerika Serikat telah memulai jalur ekspansi yang tidak berfokus pada penjajahan wilayah. Tetapi lebih berfokus pada titik-titik utama kepemilikan. Demi perluasan perdagangan dan pengaruh modal mereka.  

Sepanjang jalan ini, kekaisaran yang didirikan Amerika Serikat sangat berbeda dari kekaisaran lain dalam sejarah dunia. Amerika Serikat, sebagai suatu negara memiliki perbatasan. Tetapi jika kita melihat daerah kekuasaannya yang sebenarnya, AS tidak memiliki perbatasan dan ada di mana-mana. Ini adalah jenis baru kerajaan seluler, dengan platform global. Singkatnya, asal usul kerajaan jenis baru ini dalam sejarah adalah ” Krisis paruh baya Amerika dan ekspansi luar negeri”.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: