Lapisan bisnis aplikasi 5G

Lapisan bisnis aplikasi 5G seperti iot, AR, VR, kecerdasan lingkungan maupun internet industri akan berhasil menerobos jarak fisik. Artinya, jika Anda adalah orang pertama yang menemukan terobosan jarak fisik, Anda dapat menciptakan aplikasi baru yang membawa nilai baru juga. Dengan demikian, Anda memiliki peluang besar dalam bisnis di masa depan.

Integrasi dunia maya dan dunia nyata sebelumnya, yang virtual berbentuk virtual, dan yang nyata berbentuk nyata. Sekarang jika Anda dapat menemukan skenario yang dapat menggabungkan Adegan virtual dan nyata, dengan nilai baru yang sangat tinggi pula berarti Anda telah menemukan peluang berwirausaha dalam Era Baru 5G.

Sebagai contoh di dunia maya, ketika kita bermain game dan bersaing dengan pemain lainnya, kita akan melihat serangkaian angka atau huruf di atas kepala lawan yang menunjukkan  berapa nilai kemampuannya, nilai kekuatan fisiknya, berapa banyak darah yang tersisa, atau Persenjataan apa yang dia miliki dan sebagainya.

Jika Saya melihat nilai kemampuannya jauh berada di bawah saya, saya  akan PK dengannya. Sebaliknya, Jika nilai kemampuan lawan ini jauh berada di atas saya, saya lebih baik bersembunyi. Kalau tidak, saya akan mudah dibantainya.

Lapisan bisnis aplikasi 5G

Tetapi di dunia nyata, saya juga berharap orang di depan mata juga memiliki penandaan seperti di dalam game. Selama ratusan juta tahun evolusi manusia, otak kita dapat menyimpan informasi jutaan wajah manusia. Artinya, dari sekian jutaan wajah orang, saya mungkin masih dapat dengan jelas mengidentifikasi status orang tanpa keliru. 

Tetapi masalahnya Era teks baru muncul jauh hari kemudian, dengan sejarah kurang dari sepuluh ribu tahun. Ini berarti manusia belum membangun struktur koneksi yang dapat mencocokkan teks dengan wajah. 

Misalnya, Saya sering melihat seseorang yang wajahnya sangat saya kenal, tetapi saya tidak bisa mengingat dan menyebut namanya. Atau, saya tidak bisa mengingat di mana saya pernah melihatnya. Ini adalah masalah yang disebabkan dari evolusi manusia. Bagaimana cara mengatasi masalah ini? 

Sebenarnya, Ini sangatlah sederhana di dunia virtual. Ketika kita melihat seorang teman di depan kita, kita dapat langsung menandai namanya di bagian atas kepalanya. Jika dunia nyata dan dunia virtual dapat digabungkan menjadi satu, berarti kita telah memecahkan masalah ruang. 

Misalnya, jika saya mengenakan kacamata Augmented Reality, wajah teman dapat dikenali sekejap dalam kacamata tersebut. Dengan Teknologi pengenalan wajah, namanya akan diproyeksikan di atas wajah teman yang berada di depan mata saya. Meski di dunia nyata Tidak ada label padanya, tetapi di kacamata saya, label itu akan muncul di sana, dan saya bisa dengan penuh keyakinan mendatanginya dan menyapa “Halo, Pak Budi “. 

Hal-hal seperti ini memang tidak dapat dicapai sebelumnya. Tetapi Lapisan bisnis aplikasi 5G ini telah dapat diwujudkan sekarang. Kita perlu berpikir di sepanjang garis ini, di mana kemampuan yang dapat dicapai dan digunakan supaya membawa manfaat terbesar, karena ini berarti peluang bisnis yang besar pula.

Internet of Things (Iot)

Dalam makna sebelumnya, hanya ada beberapa koneksi sederhana. Namun, sekarang semakin banyak obyek yang dapat dikoneksikan bersama dan bahkan dapat berinteraksi secara cerdas sehingga membentuk suatu Ekologi Digitalisasi. Prinsip desain ini mungkin dapat menguji apakah arah desain kita benar, tetapi tidak dapat membantu kita untuk menjadi kreatif.

Kreativitas adalah kemampuan unik yang khusus dimiliki manusia. Karena Semua hewan akan kehilangan kreativitasnya ketika mereka mencapai usia dewasa. Kreativitas hewan muda maupun hewan kecil hanya terbatas untuk mempelajari keterampilan bertahan hidup yang mereka perlu kuasai setelah dewasa.

Semua hewan tidak memiliki kreativitas yang luas seperti manusia. Hanya kreativitas manusia yang dapat dipertahankan sejak usia dini sampai Tua. Di sisi lain, kecerdasan buatan atau AI semakin berkembang. Sejauh ini, kecerdasan buatan tidak memiliki kreativitas. Kreativitas adalah kekayaan nyata manusia. Karena itu, tidak peduli prinsip apa yang kita miliki, kita tetap harus mencari kreativitas Ke ruang aplikasi berikutnya.

Setelah munculnya ponsel layar sentuh, telah memungkinkan kita dapat melakukan banyak hal. Tetapi tidak berarti dengan analisis yang akurat dari fungsi ponsel layar sentuh, kita pasti dapat merancang Game ponsel layar sentuh seperti “Fruit Ninja atau Angry Birds”. Orang-orang yang membuat game semacam itu adalah orang yang sangat kreatif. Mereka adalah pemenang terbesar. 

Saya yakin Era 5G juga akan melahirkan perusahaan Raksasa seperti Google, Amazon, Facebook, Alibaba atau Tencent. Mereka akan merangkul peluang nyata. Jadi hal yang paling menarik tentang 5G di masa depan adalah Aplikasi, dan inti dari aplikasi adalah imajinasi. 

Peluang Lapisan bisnis aplikasi 5G pertama yang mungkin segera datang adalah kebutuhan bandwidth yang relatif rendah. Karena pemetaan BTS 5G perlu sementara waktu. Tidak mungkin semua tempat dipasang oleh 5G dalam semalam. Karena itu, Lapisan Bisnis Aplikasi 5G dengan persyaratan teknis lebih rendah akan muncul lebih dulu dalam waktu dekat.

Aplikasi AR To B

Saya yakin Aplikasi yang akan muncul duluan adalah Aplikasi AR. Apllikasi Augmented Reality (AR) to B. Tepatnya, Aplikasi layanan pelanggan perusahaan, bukannya  ke pengguna akhir atau C. Karena bisnis to C membutuhkan kinerja, dukungan bandwidth dan kecepatan respons yang lebih baik.

Walaupun penerapan AR To B dengan jaringan 5G belum tersedia saat ini, tetapi perusahaan Amerika Serikat dan Tiongkok sudah melakukan R&D berkaitan seperti pemeliharaan sistem jarak jauh. Salah satu skenario paling umum adalah pemeliharaan peralatan rumah tangga jarak jauh. 

Saat ini, Banyak kota dan daerah pedesaan di Tiongkok menjadi lebih makmur seiring kenaikan standar hidup mereka. Mereka telah membeli banyak peralatan rumah tangga. Tetapi pemeliharaan peralatan rumah tangga ini menjadi sangat sulit karena jarak pedesaan dan perkotaan. Jika peralatan yang mahal ini rusak atau perlu pemeliharaan akan memakan biaya yang tidak rendah.

Itulah sebabnya, Di masa depan akan ada suatu pekerjaan baru yang disebut “universal Reparasi.” 

Artinya, ketika pengguna memakai kacamata AR untuk mengirim semua adegan yang mereka lihat ke markas produk yang terletak dikejauhan. Beberapa pekerja “Universal Reparasi”  yang sangat profesional akan mengajari kita cara memperbaikinya.

Tentu saja, pengetahuan ini akan semakin terakumulasi setelah sekian banyak perbaikan dikemudian hari. Lain kali bila pengguna menghadapi masalah yang sama, panduan jarak jauh mungkin tidak diperlukan lagi. Pengguna dapat menghubungi instruksi perbaikan terakhir langsung dari Cloud database untuk melakukan perbaikan selanjutnya. 

Saat ini telah ada Perusahaan yang mengembangkan aplikasi ini. Beberapa diantara mereka sudah menggunakan sistem pemeliharaan jarak jauh khusus untuk sistem mereka sendiri.

Sebelum Munculnya pekerja pemeliharaan jarak jauh, banyak perusahaan harus menghabiskan banyak waktu dan energi melatih personel ini untuk menguasai keterampilan pemeliharaan. Tetapi sekarang tidak diperlukan lagi. Selama orang ini dapat langsung menjangkau pengguna. 

Siapakah personel yang bisa senantiasa dihubungi di mana saja dan kapan saja?

Mereka adalah pekerja “takeaway Meituan di Tiongkok atau Gojek di Indonesia” yang sering kita lihat jalan maupun gang kecil hari ini. Di masa depan, mereka kemungkinan besar akan berubah dan naik status. Dari sekedar mengantar makanan, menjadi tukang reparasi universal untuk memperbaiki segala macam masalah konsumen. Dari ponsel hingga peralatan rumah tangga sampai ke komputer. Bukan karena mereka serba bisa, tetapi karena sistem pendukung di belakangnya yang serba hebat.

Tentu saja, ini akan menyebabkan perubahan dalam lanskap industri. Jika JD.ID atau Gojek hanya mengurus pengiriman, dan pabrikan perlu mengelola perbaikan (maintenance), Maka pabrikan akan memiliki Dominasi yang lebih besar. Tetapi sebaliknya, jika kewajiban memperbaiki peralatan beralih ke tangan JD.ID atau Gojek, maka Dominasi pabrikan akan semakin berkurang. 

Oleh karena itu, dalam persaingan antara JD.ID atau Tokopedia Raksasa E-commerce dengan berbagai perusahaan peralatan rumah tangga akan menjadi tren masa depan. Kebanyakan perusahaan peralatan rumah tangga akan semakin kehilangan kemampuan dan Bargain Powernya. Tren perbandingan ini sekarang semakin terlihat Jelas di Tiongkok. 

Mengapa ? 

Karena JD.com Tiongkok telah dapat menggunakan augmented reality (AR) dan perawatan jarak jauh untuk memberikan pengguna dengan kemampuan layanan yang lebih kuat. Selain perawatan jarak jauh, ada satu lagi skenario yang sangat penting yaitu kolaborasi jarak jauh. Artinya, satu langkah lebih keren dari pemeliharaan jarak jauh. Pemeliharaan jarak jauh hanya berupa transfer data satu arah, sedangkan kolaborasi jarak jauh adalah transfer data dua arah.

Ada banyak skenario untuk kolaborasi jarak jauh semacam ini, salah satunya adalah desain jarak jauh. Kita semua tahu bahwa ada banyak perancang hebat di seluruh dunia. Tetapi di sisi lain, perancang dan produsen mungkin tidak berada di satu tempat pada saat dibutuhkan. Misalnya pabrik mobil ada di China, dan perancang terbaik Dunia Mungkin berada di Italia.

Kolaborasi jarak jauh sebelumnya sangat merepotkan, karena masing-masing pihak jika tidak berada di tempat yang sama ketika menghadapi peralatan yang sangat rumit, kolaborasi jarak jauh seperti ini pada dasarnya tidak mungkin dilaksanakan.

Tetapi sekarang dengan optimalisasi AI termasuk sistem augmented reality, banyak produk yang kompleks akan didigitalkan dan menjadi tiga dimensi di masa depan. Sehingga,  kolaborasi jarak jauh dapat dengan mudah dilakukan. Seiring perjalanan waktu, kita akan melihat semakin banyak kolaborasi dalam produksi, pengembangan, dan desain jarak jauh yang muncul di sekitar kita dalam beberapa tahun mendatang.

Tentu saja, ada adegan sederhana yang telah dinikmati kita semua terutama dalam wabah pandemi Covid-19, yaitu konferensi jarak jauh.  Video WeChat, DingTalk atau Zoom telah banyak digunakan untuk berkomunikasi selama wabah virus Corona. Namun, kadang masih ada beberapa masalah tidak stabil, atau gambar yang kurang jelas. 

Jika resolusi video yang ditransmisikan oleh ponsel kita cukup tinggi di masa depan, itu berarti panggilan telpon di masa depan bukan lagi panggilan ponsel ke ponsel, melainkan panggilan antara dua layar besar, meskipun masih melalui ponsel.

Kita dapat membayangkan, dengan melalui panggilan layar besar, maka rasa riil kita akan jauh lebih baik. Kita akan merasa bahwa jarak fisik antara saya dan Anda serasa berada di depan mata. Bahkan sepertinya tidak ada Layar besar ini. 

Dulunya, banyak orang tua yang merasa kesepian, Sekarang, selama TV di rumah orang tua dan TV di ruang tamu anak-anaknya selalu dalam koneksi waktu-nyata, Orang tua dapat senantiasa melihat anak-anak mereka, termasuk cucu-cucunya yang bermain di ruang tamu secara real time tidak peduli apakah mereka di Jakarta atau Shanghai.

Mereka dapat saling menyapa secara real time. Berinteraksi secara real time. Sehingga, rasa kesepian ini akan menghilang. Jadi setelah datangnya jaringan 5G, tampilan video jarak jauh akan berbeda sama sekali dengan sekarang.

Selanjutnya, telemedicine yang sebelumnya karena masalah teknis tidak dapat direalisasikan, Sekarang sepertinya tidak jauh lagi dari realisasi. Setidaknya tidak ada kendala teknis saat ini. Meskipun Tentu saja, masih banyak pengembangan profesional yang harus diperdalam. Misalnya, cara mengirim gambar diagnostik jarak jauh dan efisien.

Anotasi dinamis AR

Di Masa depan, integrasi antara virtual dan nyata akan datang segera. Bisa dibayangkan Ketika dunia tempat kita hidup digabungkan dengan Dunia virtual, itu bakalan seru.

Jika kita dapat melihat semua jenis anotasi di wajah teman atau orang lain di dunia nyata, pasti akan membawa banyak kenyamanan bagi kita. Perlu diketahui, Ini bukanlah suatu fantasi, karena sudah ada banyak aplikasi untuk memindai bangunan di sekitar melalui aplikasi Pad dan AR, dimana kita dapat langsung mendapatkan informasi mengenai gedung yang dipindai.

Termasuk informasi promosi untuk restoran dari gedung, juga akan ditampilkan di sana. Saya rasa cara format Pad atau komputer tablet kurang nyaman di pakai dimasa depan, karena kita masih perlu memegangnya. Jadi saya rasa Cara Yang terbaik adalah dengan mengenakan kacamata. Kacamata AR ini, akan disesuaikan dengan bagian mata manusia yang dibuat semakin kecil. Misalnya, Proyektor kecil.

Artinya, di masa depan setiap orang akan memakai kacamata AR di jalan, bukan karena mata rabun, tetapi karena kacamata AR dapat memproyeksikan berbagai macam data untuk referensi tentang hal-hal disekeliling kita. Kacamata tersebut akan mirip dengan Sunglasses keren saat ini. Bukannya, seperti kacamata VR Oculus yang besar, kelihatan canggung dan membuat rambut berantakan.

Pada saat itu, kita justru akan mulai tidak terbiasa lagi melihat dunia nyata tanpa data digital di depan mata. Apa yang kita lihat adalah dunia yang ditandai dengan berbagai label seperti yang kita lihat dalam Film IronMan. Saya percaya hari itu pasti akan datang. 

Tentu saja, pelabelan data ini memungkinkan setiap orang untuk berkontribusi bersama. Sebagai contoh, Bu Wati mempunyai satu restoran di jalan Selalu Berhasil. Bu Wati dapat memasukkan data restorannya ke peta Digital, sehingga memudahkan konsumen untuk menemukan restoran Bu Wati. 

Bu Wati juga dapat menambahkan rencana marketingnya, sehingga ketika seseorang memakai kacamata Augmented Reality, mereka akan melihat informasi diskon di restoran Bu Wati ketika mereka melewati restorannya. Termasuk menu hidangan terpopuler, sehingga dia dapat memutuskan apakah akan masuk dan makan di restoran Bu Wati.

Perilaku ini tidak dilakukan oleh perusahaan pihak ketiga, tetapi dengan cara “crowdsourcing.”

Artinya, proses memperoleh layanan maupun konten tertentu dengan cara meminta bantuan dari setiap orang secara massal dan secara khusus melalui komunitas online. Setiap orang mengkontribusikan sesuatu sehingga, seluruh dunia virtual akan diperkayai.

Di masa depan, Anotasi Dinamis AR akan menjadi suatu hal yang normal. Maksudnya, dulunya Bu Wati perlu selalu mengiklankan restorannya, namun nantinya Bu Wati cuma perlu memastikan Anotasi Dinamis restorannya muncul di peta virtual dan terus menerus mempromosikan di peta virtual. Promosi ini akan menarik banyak traffic untuk datang mencoba dan menikmati masakan Bu Wati.

Sebenarnya, telah banyak Peramal film Fiksi Ilmiah yang menunjukkan arah masa depan. Jika Anda masih mengingat Film yang dimainkan oleh Arnold Schwarzenegger Dalam blockbuster “True Lies”. Prototipe kacamata AR dalam film tersebut telah muncul hari ini didepan kita.

Game AR

Tentu saja, selain Lapisan bisnis aplikasi 5G penandaan lokasi dan penyediaan informasi, pasar yang paling penting untuk AR adalah sektor Gaming. Karena Gaming adalah tema abadi perkembangan sejarah manusia. Seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan, banyak pekerjaan yang berulang-ulang dan membosankan dalam hidup kita akan Digantikan oleh mesin atau Robot AI, sehingga kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk kreativitas dan bermain game. 

Kreativitas juga akan membuat game jauh lebih menarik. Game akan menjadi tema utama masa depan. Game AR juga akan menjadi Tema Utama dalam pengembangan jaringan 5G. Game AR sudah muncul, seperti Pokeman Go yang sangat terkenal di tahun 2016. Game AR akan terus berulang, dan beberapa karakteristiknya akan berlanjut hingga ke 5G. 

Umpamanya, Game ringan. Karena Game Ringan lebih mudah diintegrasikan ke dalam lingkungan nyata. Jika Game AR yang terlalu berat, akan membutuhkan kalkulasi yang terlalu rumit. Game Ringan tidak perlu membangun lingkungan virtual, cukup memasukkan beberapa hal virtual di lingkungan nyata.

Game Pokeman Go adalah contoh demonstrasi yang sangat bagus, dan akan ada semakin banyak game serupa muncul di masa depan.

Game VR

Arah lain dari game ini adalah Game berat, yaitu game VR. Di dalam Game VR, Game ringan bukanlah pilihan terbaik. Karena ringan berarti distorsi. Berat adalah arah yang sebenarnya. Inti dari game VR adalah untuk menembus batas dunia fisik, memberikan kita suatu pikiran yang persis sama dengan dunia yang sangat realistis, tetapi sebenarnya itu adalah dunia virtual. Sehingga, banyak hal yang tidak kita sukai di dunia nyata tidak akan muncul di dunia virtual.

Kita mungkin sering berpikir bahwa dunia nyata tidak ada buruknya, itu karena kita belum benar-benar merasakan seberapa nyamannya dunia virtual. Jika kita membandingkan dunia virtual dengan dunia nyata, segala sesuatu yang tidak ada di dunia virtual, atau apa yang ada di dunia nyata adalah Hal yang kurang cukup menarik di dunia nyata.

Saya percaya semakin banyak orang akan bersedia untuk hidup di dunia maya di masa depan. Seperti kutipan kata si IronMan, Elon Musk, “Manusia di masa depan akan menghabiskan 90% waktu di dunia Maya.”

Tentu saja, ini juga akan menyebabkan kekhawatiran. Akankah dunia virtual membuat kita lebih kecanduan ?

Saya dapat meyakinkan Anda bahwa dunia virtual pasti akan menjadi lebih adiktif di banding Dunia Nyata. 

Pertanyaannya adalah apa yang salah dengan Adiktif di dunia Maya?  

Mengapa dunia nyata kita tidak belajar dari dunia virtual, sehingga dapat membuat dunia nyata kita lebih menarik ? Bukankah Manusia menjadi kecanduan terhadap sesuatu karena kita lebih menyukainya?

Saya pikir dunia virtual di masa depan berkemungkinan menjadi model dan patokan untuk dunia nyata. Kita akan menemui berbagai dunia virtual, yang membuat manusia tahu dunia nyata seperti apa yang lebih baik, sehingga paling tidak, kita dapat bekerja keras membuat Dunia nyata seindah dunia maya.

Saya masih ingat perkataan seorang pakar Fisika Tiongkok yang sangat mengesankan, “Dalam Dunia Nyata kita tidak dapat memilih penampilan kita sendiri, bukankah ini suatu kesalahan ?” 

Tapi dalam dunia virtual, kita dapat memilih Avatar kita yang hanya ditunjukkan kepada orang lain. 

Jadi, gambar atau Avatar kita di dunia virtual nantinya akan benar-benar mewakili identitas kita. Penampilan kita yang sebenarnya tidak lagi menunjukkan arti apapun. Itu hanya produk warisan. Sepertinya tidak ada hubungannya dengan kita. 

Bayangkan, ketika kita dapat memilih Avatar sendiri di dunia maya, betapa luasnya  Ruang alam semesta ini dapat dikembangkan. Sebenarnya, Yang membuat saya lebih terpesona adalah bahwa di dunia maya, perspektif kita tentang dunia akan berbeda. Paling tidak Saya pernah mempelajari sedikit tentang dunia virtual, terutama dampak apa yang akan terjadi pada kita ketika VR datang. 

Salah satu hal yang membuat orang merasa kurang nyaman dalam Dunia Nyata adalah perspektif kita di dunia nyata sangatlah monoton dan membosankan. Di dunia nyata, kita hanya memiliki dua perspektif, satu perspektif berdiri dan yang lainnya, perspektif duduk. Pada saat kita berbaring, meskipun kita dapat membuka mata, tetapi sebagian besar waktu kita tidak dipakai untuk melihat dunia dari sudut itu.

Jadi coba pikirkan, jika kita memasuki dunia realitas virtual, dapatkah kita beralih ke penglihatan dari seekor semut? Misalnya, Anda adalah seekor semut. Dan Anda melihat bangunan kayak meja dan kursi yang semuanya tampak seperti raksasa di sekelilingmu. 

Atau misalnya lagi, ketika Anda sedang duduk dan memainkan sebuah drone, terbang dan mengelilingi disekitar Anda. Dari sisi drone ini adalah perspektif orang pertama, yang memiliki kamera. Kamera ini akan merekam dan mentransmisikan data ke Anda yang sedang duduk. Dari video yang ditransmisikan, mudah menimbulkan indera tiga dimensi yang sangat kuat. Anda dapat merasakan bahwa orang tersebut adalah objek yang Anda amati. Dia bukan Anda, tetapi Anda bisa merasakan semua perasaan dari tubuh orang ini.

Dalam Sekejap, Anda akan merasakan Dunia ini sangatlah luas dan besar. Dari perspektif semut, membuat kita merasa sangat kecil, tetapi sebaliknya drone tadi justru akan memberikan kita Perspektif Tuhan Maha Besar.

Drone, sebagai First Person View atau FPV akan membawakan kita banyak pengalaman menarik. Misalnya, Anda menerbangkan drone secara perlahan-lahan ke dinding luar sebuah gedung tinggi. Anda dapat membayangkan ketika drone terbang melintasi lantai demi lantai dan terbang semakin tinggi. Ibarat kita naik lift yang semakin tinggi, akan terasa sangat keren, kan?

Tetapi hal yang paling menarik adalah setelah kita mencapai puncak gedung, drone tiba-tiba terbang cepat kebawah. Anda bisa membayangkan itu setara dengan melompat dari gedung pencakar langit, jatuh langsung ke tanah. Tentu saja Kita tahu bahwa pelompat tidak bisa membagikan pengalamannya nanti karena dia pasti sudah mati.

Tetapi Anda sebagai pemain drone tidak hanya merasa seru, tetapi juga dapat berbagi pengalaman ini, karena perasaan melompat dari gedung terlalu seru. 

Jadi di masa depan, FPV akan menelurkan banyak olahraga kompetitif dan ekstrim. Hal yang paling seru adalah ia akan memberikan rangsangan yang cukup besar, tetapi pada saat yang sama juga harus bisa menjamin keamanan Anda. Tuntutan keamanan masyarakat masa depan akan semakin ketat, karena manusia adalah kekayaan terbesar di dunia. 

Oleh karena itu, apa pun yang dapat membawa kita ke lebih banyak stimulus akan harus dapat memastikan keamanan pengguna juga. Itulah sebabnya para pakar sering menekankan, berhubung tingkat keseruan yang luar biasa, Tingkat kejutan maupun risiko juga semakin tinggi.

Sehingga jenis Game ini akan menghadapi tantangan di masa depan. Yaitu, ia akan menghadapi batasan level bukan karena bersifat pornografi, melainkan mungkin karena bermasalah pada orang yang jantungan. Orang yang memiliki penyakit jantung tidak diijinkan untuk bermain. 

Di pihak lain, bila ada teman yang pernah bermain Minecraft pasti tahu bahwa Minecraft adalah Game yang sangat sukses. Alasannya, kita dapat mengembangkan bangunan atau ruangan baru tanpa batas. Artinya, Game ini tidak dirancang oleh developers. Mereka hanya merancang peraturan main. Semua orang bisa ikut mengkontribusi membangun bersama.

Anda bisa pergi ke ruangan yang dibangun oleh orang lain, dan bermain didalamnya. Ataupun sebaliknya, Anda juga dapat membangun Dunia Game sendiri sehingga orang lain juga dapat masuk dan bermain bersama. Pasti Sangat mengasyikkan.

Secara singkat, Dunia virtual masa depan mempunyai ciri-ciri tidak ada batasan fisik. Hal ini berarti bahwa jarak, ukuran maupun perspektif tidak lagi menjadi tantangan. Tetapi aturan sosialnya masih sama. Anda boleh memilih untuk tinggal di dunia Virtual untuk alasan yang persis sama dengan alasan Anda memilih untuk tinggal di dunia nyata.

Ya, memang benar, kita perlu menggunakan dunia virtual untuk membantu dunia nyata menjadi lebih baik. Jika Anda berminat mencoba terlebih dahulu, saya sarankan Anda bisa pergi ke taman bermain namanya “The Void”. The Void Adalah master Virtual Reality di Dunia Nyata.

Berhubung Lapisan bisnis aplikasi 5G masih belum begitu matang, jadi The Void hanya dapat menyediakan versi offline. Tapi di offline Taman Virtual Reality ini dengan luas kurang dari 200 meter persegi, dapat membuat Anda merasa berada dalam Dunia Virtual yang sangat besar, sambil bermain menyelesaikan berbagai misi yang sangat kompleks.

Siaran Langsung VR

Di samping Game VR di atas, Salah satu penerapan bisnis 5G yang tidak kalah kerennya adalah siaran langsung realitas virtual atau VR. Sebenarnya ada dua jenis siaran langsung VR. Satu jenis siaran langsung profesional, seperti siaran langsung pertandingan olahraga. Siaran langsung VR membuat seluruh adegan dalam pertandingan olahraga virtualisasi. Jika Anda pernah menonton pertandingan bola langsung, apalagi jika Anda duduk di baris terakhir, Anda pasti tidak bisa melihat jelas para pemain favoritmu. Sehingga menurunkan banyak kesenangan.

Tetapi jika suatu hari Anda menggunakan peralatan virtual reality untuk menonton bola, Anda bahkan bisa berdiri di tengah lapangan bola. Anda bisa berdiri di titik mana pun atau posisi apa pun. Bayangkan ketika dua pemain berebut bola, Anda terselip di antara mereka berdua, melihat kekiri dan kemudian ke kanan melihat siapa diantara keduanya yang berhasil merebut bola.

Kesenangan ini jelas bukan sesuatu yang bisa Anda nikmati di Dunia Nyata. Ini bukan lagi teknologi hitam, tetapi sudah menjadi kenyataan. Telah ada beberapa penyedia acara siaran langsung realitas olahraga virtual didunia ini. Banyak penyedia siaran langsung ini mulai bermunculan. Mereka telah menerima banyak funding, dan dalam perjalan membangun perusahaan Raksasa.

Di samping itu, ada juga banyak penyedia peralatan profesional terkait seperti Intel. Intel sekarang sedang berubah menjadi penyedia peralatan berkait realitas virtual.

Kedua, siaran langsung Amatir. Siaran langsung amatir juga dibagi menjadi banyak jenis. Salah satunya adalah drone perspektif orang pertama yang melakukan siaran langsung realitas virtual. Selain drone bisa membawa kita melihat lingkungan sekitar seperti pejalan kaki, kita juga dapat terbang ke tempat-tempat yang tidak dapat dilakukan oleh pejalan kaki.

Saya percaya pemandangan itu pasti lebih indah, dan bisa menjadi bisnis yang bagus di banyak tempat wisata. Bayangkan daerah pariwisata Gunung Krakatau atau Gunung Agung yang berlokasi di Bali dengan ketinggian lebih dari 3000 meter diatas permukaan laut. Selain memungkinkan wisatawan untuk mendaki sendiri, Anda juga dapat menyediakan layanan seperti setengah jam Perjalanan virtual.

Ada pemandu guide professional membawa Anda melihat tempat-tempat paling indah pegunungan dari semua sudut. Bahkan termasuk menyaksikan matahari terbit, atau terbenam 360 derajat. Ini pasti akan mengasyikkan.

Apakah ini suatu bisnis yang bagus? Apakah tempat wisata di Indonesia bersedia menyediakan bisnis ini? 

Perlu diketahui bahwa teknologinya sudah ada saat ini.

Ketika Lapisan bisnis aplikasi 5G datang, bandwidth tidak lagi menjadi masalah. Di masa depan, perjalanan jauh akan menjadi Bisnis industri yang sangat populer. Semua orang dapat berbagi pengalamannya dengan orang lain dari jarak jauh saat bepergian. Walaupun tidak begitu banyak pemirsa. Hanya satu atau dua teman, cukup buka saluran siaran langsung kecil di Tik Tok.

Bila perspektif perjalanan Anda unik, atau karena tempat yang Anda kunjungi sangat langka, jadi masih layak untuk dibagikan. 

Pada tahun 2017, Qualcomm pernah mendemonstrasikan serangkaian teknologi Hitam mereka khusus untuk para pelancong. Misalnya, pengendara sepeda mengenakan helm off-road. Kamera video yang sangat kecil dengan surround 360 derajat dipasang di atas helm.

Data kamera akan real-time dan dikirim ke peserta jarak jauh yang juga mengenakan helm video pengawasan jarak jauh. Setelah dua orang ini terhubungkan, semua pemandangan indah yang dilihat pengendara sepeda saat ia sedang mengendarai dapat dikirim ke rumahnya secara langsung.

Orang yang mengenakan peralatan di rumah juga dapat melihat semua keindahan pengendara. 360 derajat sudut kamera di atas kepala pengendara. Namun, dia lebih bebas daripada pengendara. Karena pengendara masih harus waspada melihat jalan di depan supaya Jangan jatuh. Saya yakin ini akan menjadi suatu bisnis. Karena Bukan hanya pengiriman konten video dua dimensi lagi. 

Seiring perkembangan teknologi, peralatan tingkat profesional akan semakin dipenetrasikan sehingga dapat dinikmati oleh Publik. Ini adalah karakteristik teknologi, dimana dulunya hanya dapat digunakan Orang golongan atas, namun sekarang akan memasuki rumah-rumah orang biasa di masa depan. 

Film dan Televisi VR

Film VR masa depan layak untuk ditunggu. Hari ini kita masih belum dapat memprediksi seperti apa bentuk film VR di masa depan. Karena karakteristik terbesar film VR akan berubah dari mode single-threaded perspektif tunggal menjadi ke pengalaman mendalam 360 derajat. Namun, pengalaman mendalam mungkin akan membawa masalah besar kepada sutradara. Karena, lensa ini sebelumnya hanya bisa dikendalikan oleh sutradara. Hanya sutradara yang dapat menentukan sisi dan posisi penglihatan penonton.

Tetapi Film di masa depan akan dikelilingi oleh 360 derajat. Jika Sutradara ingin penonton melihat pisau berdarah misalnya dalam suatu kasus pembunuhan. Tetapi penonton tidak tertarik, melainkan masih kecanduan di sisi detail lainnya. Kalau begitu, bagaimana plot film ini berlanjut ? 

Jadi saya pikir sangat berkemungkinan akan membawa revolusi dalam narasi film nantinya.

Mode single-threaded perspektif tunggal akan dihapuskan Secara permanen. Setelah munculnya realitas virtual, narasi cerita akan berubah menjadi struktur kompleks multi-utas. Atau bahkan mungkin bukan film lagi, tetapi berubah menjadi suatu Game. Artinya, Anda bukan menonton, tetapi juga berpartisipasi didalamnya. Rute yang Anda pilih akan menentukan akhir film yang berbeda. Bukankah ini suatu hal yang sangat menarik ?

Kecerdasan lingkungan

Selain aplikasi seperti VR dan AR, masih ada satu jenis kategori dengan aplikasi yang cukup besar juga, yaitu kecerdasan lingkungan. Karakteristik Utama Lapisan bisnis aplikasi 5G adalah semakin banyak perangkat yang dapat diakses. Perangkat ini semakin cerdas, sehingga akan ada banyak interaksi antara perangkat. Kecerdasan lingkungan akan tampil menonjol. Manifestasi pertama dari kecerdasan lingkungan adalah interaksi layar manusia. Akan semakin banyak layar bermunculan di sekitar kita di masa depan.

Seperti layar pintar Huawei, yang memungkinkan kita untuk saling berinteraksi. Layar interaktif ini akan mengumpulkan data kita, dan memberikan umpan balik sehingga membuat pengalaman kita lebih baik. Interaksi layar manusia dibagi menjadi beberapa tingkatan, tingkat pertama adalah keluarga. 

Saya sendiri merasa model Huawei lebih memenuhi logika. Membangun rumah pintar dengan TV sebagai intinya adalah model yang bagus daripada speaker pintar Amazon. Mode speaker hanya lebih baik untuk output. Tetapi tidak kondusif untuk input.

Ketika menanggapi instruksi Anda, Mode speaker hanya dapat menjawab dengan suara, sehingga efisiensinya relatif rendah. Tetapi Jika Anda menggunakan suara untuk memberikan instruksi, dan sekalian menggunakan layar untuk berbagai opsi respons adalah solusi yang lebih manusiawi.

Tingkat kedua adalah lingkungan hidup yang cerdas. Di masa depan, semua iklan di jalanan akan menjadi layar pintar. Iklan kertas akan hilang. Layar pintar dapat memantau segala tindakan kita. Layar pintar tidak hanya dapat mengenali wajah Anda, atau bahkan tidak perlu mengenali wajah Anda, Dia dapat mengenali segala gerak-gerik tindakan Anda.

Gerak-gerik setiap orang sebenarnya seperti sidik jari, karena karakteristik tindakan setiap orang tidaklah sama. Jadi, jika kamera cerdas terus menerus mengenali sidik jari aksi seseorang, orang tersebut akan melihat iklan yang berkelanjutan. Tentu saja, ini akan membawa pengaruh yang lebih baik kepadanya dan membangun interaksi yang lebih bermanfaat.

Oleh karena itu, saya percaya lingkungan cerdas di masa depan sangat mungkin dapat direalisasikan.

Tingkat ketiga, adalah banyak kecerdasan industri akan muncul. Terutama di bidang mengemudi otonom. Mengemudi otonom itu sendiri tidak membawa subversi terhadap industri mobil. Misalnya MobileEye, perusahaan Mobil Otonom yang paling awal Go Publik. Tetapi pada akhirnya diakuisisi Intel. Tapi bila tiga elemen seperti mengemudi otonom, diintegrasikan dengan Internet kendaraan, ditambah dengan kendaraan listrik baru akan membawa subversi terhadap industri mobil tradisional.

Karena saat itu, penjualan mobil bukan lagi sebagai bisnis utama, tetapi penyediaan perjalanan cerdas dan solusi transportasi cerdas yang nyaman. Dalam model ini, kita hanya ingin merasakan solusi perjalanan, bukannya mobil. Karena mobil itu tidak penting lagi, yang penting adalah seberapa nyamannya transportasi.  Jadi solusi cerdas industri ini, disebut “transportasi cerdas.”

Internet Industri

Dalam proses produksi industri, akan menghasilkan banyak data dan pemetaan alat-alat sensor. Sehingga, seluruh sistem dapat didigitalisasikan, disusul dengan pengoptimalan berikutnya.

lapisan bisnis aplikasi 5G
Lapisan bisnis aplikasi 5G (IMage: VRroom)

Misalnya, pabrik baja berkapasitas sepuluh juta ton. Anda dapat memasang ratusan ribu alat sensor, yang dapat dengan cepat menghasilkan ratusan juta gambar produk yang kurang baik sehingga, bisa membantu Anda meningkatkan seluruh proses produksi secara efisien.

Dapat disimpulkan, sekali lagi Lapisan bisnis aplikasi 5G akan membawa peluang besar dikemudian hari. Platform dukungan aplikasi raksasa pasti akan muncul. Ini bukan operator yang ada sekarang ini. Melainkan, operator sub-industri dan sub-profesional di masa depan. Sedangkan, dalam lapisan bisnis aplikasi 5G, juga akan melahirkan perusahaan raksasa baru seperti perusahaan Game dan perusahaan hiburan, atau perusahaan layanan khusus To B.

Just like grandma says, Selama Anda dapat memahami karakteristik teknis yang dibawakan oleh Lapisan bisnis aplikasi 5G, menemukan terobosan baru yang dapat membawa manfaat yang lebih besar kepada pengguna, tidak peduli apakah itu Bisnis To C atau To B pasti akan melahirkan Perusahaan Raksasa baru.