Lapisan ekosistem aplikasi 5G

Lapisan ekosistem aplikasi 5G mencakup pemerintah, Asosiasi Bisnis dan Aliansi para pengembang merupakan inti pembangun Ekosistem Jaringan 5G. Untuk sepenuhnya memahami lapisan bisnis 5G, kita akan menghadapi banyak masalah dan tantangan yang perlu kita selesaikan sebelumnya. Salah satunya adalah kapan 5G benar-benar akan booming ? 

Faktor Utama tergantung pada pemerintah. Ini bukan masalah yang dapat diatasi oleh sebuah perusahaan. Pembangunan 5G membutuhkan investasi yang sangat besar dan memakan waktu panjang. Misalnya, satu atau dua dekade yang lalu, Para operator telekomunikasi Tiongkok yang memimpin jalan. Mereka selalu berpikir tunggu sampai pengembalian investasi biaya konstruksi sebelumnya, baru kemudian melakukan pembangunan selanjutnya.

Akibatnya, Tiongkok ketinggalan dalam persaingan Jaringan 3G dan 4G. Menyebabkan kehilangan peluang sebagai negara pertama di dunia yang membangun jaringan komunikasi modern. Demikian pula halnya dengan Indonesia. Aplikasi yang dikembangkan selalu ketinggalan di belakang, sehingga jatuh dalam situasi yang cendrung merugikan.

Pengembangan aplikasi 5G membutuhkan lingkungan konstruksi yang memadai. Bilamana lingkungan konstruksi tersediakan, aplikasi 5G baru dapat terciptakan. Sebaliknya, semua aplikasi hanya berupa khayalan.

Lapisan ekosistem aplikasi 5G

Salah satu contoh paling khas adalah Korea Selatan. Korea Selatan adalah negara dengan broadband fixed-line terbaik di dunia. Sehingga, perusahaan game online Korea Selatan bisa menggunakan bandwidth terbaik. Dengan demikian, mereka dapat merancang game online broadband paling kompleks dan menarik. 

Untuk merancang video kecil berdurasi 1 menit di depan Game Online, perusahaan Game Korea Selatan bersedia menghabiskan puluhan juta dolar pergi ke Eropa untuk syuting film. Bayangkan, mengapa ?

Ketika bandwidth cukup memadai, kita dapat mentransfer gambar dengan kualitas terbaik. Kualitas gambar internal dari game online akan sangat jelas. Semua detail pertarungan tampak indah, menjadikan game online Korea Selatan terjual laris di seluruh dunia. 

Demikian pula halnya dengan Konstruksi 5G. 5G juga memiliki Aturan yang sama. Barang Siapa yang pertama kali memasuki 5G akan meraih keuntungan penggerak pertama, karena pengembang aplikasi di negara tersebut bisa pertama mengembangkan aplikasi berdasarkan lingkungan 5G yang sebenarnya.

Aplikasi yang dikembangkan akan menjadi yang paling awal Matang. Sehingga Anda memiliki kesempatan besar untuk menguasai pasar dan mengekspor aplikasi 5G ini ke dunia.

Tidak diragukan lagi, ini bakalan merupakan keunggulan kompetitif yang sangat kuat. Karena seluruh 5G dan industri komunikasi berbentuk struktur piramida terbalik. Semua investasi peralatan yang sangat besar di awal mula, pada kenyataannya Pengembaliannya di masa depan akan relatif kecil. 

Jadi kuncinya bukan untuk menghemat investasi konstruksi 5G, tetapi untuk dapat cepat membangun dan membentuk lingkungan yang menunjang pengembangan aplikasi. Tentu saja, aplikasi 5G tersebut akan bisa memanen besar di kelak hari. Kita dapat mengekspor aplikasi ini ke negara lain di mana konstruksi 5Gnya masih relatif ketinggalan. 

Konstruksi 5G selalu berkaitan dengan daya saing dan kekuatan komprehensif suatu negara. 

Dalam hal ini, Tiongkok tampak sangat menonjol. Di masa lalu, karena pertimbangan operasional dan komersial, beberapa operator seperti China Mobile, atau China Telecom telah menunda pembangunan jaringan. Namun, demi dukungan dan inovasi ekonomi, pemerintah Beijing telah mewajibkan Para operator untuk mempercepat pembangunan.

Perlu diketahui Hollywood, industri perfilman AS berhasil di ekspor ke seluruh Dunia dan menghasilkan banyak keuntungan, bukan karena mengekspor peralatan pembuatan film, tetapi produk yang dihasilkannya. 

Demikian pula halnya, bila suatu negara dapat menginvestasikan secara besar-besaran dalam teknologi 5G, pada akhirnya Dia sendiri yang akan memanen dan mengekspor aplikasi 5G, termasuk Soft Power budaya negara tersebut ke seluruh dunia. Harta tak ternilai ini tidak dapat Diprediksi. Jadi pastikan Indonesia dapat segera memasuki 5G. 

Dalam persaingan 5G, Tiongkok telah membuat keputusan yang tepat untuk mempercepat Komersialisasi 5G. Mereka juga mempertimbangkan masalah konstruksi lapisan ekosistem aplikasi 5G, termasuk banyak masalah yang mudah diabaikan kebanyakan orang. Seperti “masalah Privasi Data, masalah kepemilikian data atau hegemoni data, dan netralisasi jaringan internet.”

Sebenarnya, masalah privasi data relatif mudah dipecahkan. Alasannya sangat sederhana, ketika privasi data kita dilanggar, kita bisa langsung “viralkan” di Medsos. Dengan demikian, mudah menarik perhatian dikalangan masyarakat. Akibatnya, perusahaan yang melanggar privasi data ini akan kehilangan kredit. Jadi pada dasarnya, perusahaan internet tidak berani melanggar privasi data pengguna. 

Masalah Utama sebenarnya, terletak pada hegemoni data. Artinya, perusahaan-perusahaan dengan data besar akan memiliki keuntungan yang melekat. Perusahaan yang muncul kemudian, tidak peduli seberapa hebat inovatifnya, karena tidak memiliki data yang memadai menyebabkan mereka tidak dapat menerobos hegemoni.

Jika Anda memperhatikan serangkaian tuduhan pemerintah AS kepada Facebook yang memiliki semua data pengguna, Facebook dapat memainkan segala Data dan perilaku pengguna. Umpamanya, Beberapa waktu yang lalu, tuduhan atas pemilu AS yang dimanipulasi oleh Rusia. Dimana, Facebook ikut campur dalam pemilihan presiden AS. 

Rusia hanya menggunakan algoritma Facebook. Namun, algoritma itu diatur dan dikendalikan oleh Facebook. Dengan kata lain, Facebooklah yang memanipulasi apa yang di lihat oleh Netizens. Maka tidak diragukan, betapa menakutkan Hegemoni Data privasi Facebook ini.

Perusahaan yang dapat mencapai hegemoni data seringkali adalah perusahaan yang telah menjadi perusahaan layanan publik. Dengan kata lain, jaringan sosial saat ini sudah menjadi bisnis layanan publik yang setara dengan perusahaan air atau perusahaan listrik. Demikian pula halnya dengan AI di kemudian hari. Jadi hal yang paling sulit adalah bagaimana membelah dan mengadili perusahaan tersebut. 

Seperti beberapa dekade yang lalu, AT&T yang monopoli dan melanggar aturan efek jaringan dibelah menjadi beberapa perusahaan Bell. Hal Ini menimbulkan masalah bagi semua orang Amerika Serikat. Di lain pihak juga membawa dampak Amerika Serikat kurang bisa bersaing dengan negara lain lagi. Akan tetapi, Selama jaringan besar AT&T masih ada, semua layanan di atas dapat tumbuh kembali kapan saja. Karena kekuatan jaringan internet sendiri memang terlalu kuat. 

Terus terang, masalah ini tidak hanya ditemui di Amerika Serikat, tetapi sangat berkemungkinan juga akan di hadapi Tiongkok atau Indonesia di masa depan. Suatu saat nanti, akan Semakin banyak teknologi menjadi kebutuhan dasar semua orang, dimana dulunya kebutuhan ini tidak begitu dipentingkan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB telah mendefinisikan kebutuhan akan akses informasi sebagai hak asasi manusia yang paling mendasar. Bagaimana teknologi tinggi yang ada tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat diperkuat pengawasannya akan menjadi tantangan yang sangat serius.

Meskipun masih terlalu awal untuk membahas masalah ini, namun pemerintah Indonesia maupun pebisnis telekom lainnya harus serius menanggapinya. Jadi Saran yang terbaik adalah penyedia layanan Internet yang mirip dengan layanan publik harus diatur seolah-olah mereka adalah perusahaan layanan publik. Seperti perusahaan air, penetapan harganya harus dikontrol. Mereka tidak boleh menetapkan harga semaunya. Mereka perlu dipantau. Pemerintah berperan sangat penting di dalamnya. 

Netralisasi jaringan

Apa artinya netralisasi jaringan ? Untuk penyedia konten Internet yang berbeda, bandwidth jaringan dan kecepatan respons harus sama. Apa yang bakalan terjadi jika mereka diperlakukan berbeda ? 

Misalnya, Google yang kaya raya. Mereka dapat membayar lebih banyak uang kepada operator telekomunikasi, sehingga operator dapat menyediakan kecepatan respons yang jauh lebih cepat dengan bandwidth yang lebih tinggi. Sebaliknya, Jika sebuah perusahaan kecil tidak sekaya Google, maka operator tidak akan menyediakan layanan Bandwidth seperti Google. Ini jelas akan merusak daya saing perusahaan kecil.

Hanya karena perusahaan besar memiliki pengaruh yang jauh lebih besar untuk membeli layanan yang jauh lebih baik. Oleh karena itu, pemerintah harus meminta jaringan Operator harus netral. 

Tetapi masalahnya, Jika jaringannya netral dan semua perusahaan internet menuntut layanan berkualitas tinggi tanpa pandang bulu, Bagaimana jadinya biaya pemungutan oleh Operator?

Seiring munculnya 5G, Kompleksitas layanan komunikasi akan semakin meningkat. Operator bisa melakukan pengirisan jaringan, yang kebetulan merupakan kesempatan untuk pemungutan biaya paket yang berbeda. Tetapi jika pemungutan biaya berbeda, bukankah itu akan merugikan kepentingan perusahaan kecil? Bukankah itu justru memperkuat monopoli perusahaan besar? Lalu, Dimana peluang bagi perusahaan kecil ? 

Jadi diskusi tentang netralisasi jaringan kembali lagi pada titik diskusi. Beberapa waktu yang lalu, karena administrasi Trump relatif bermusuhan dengan perusahaan teknologi, sehingga mengakhiri netralisasi jaringan di Amerika Serikat. Tentu saja perusahaan komunikasi seperti AT&T sangat senang. 

Namun, seiring hadirnya 5G di tengah kehidupan kita, jika netralisasi jaringan dihilangkan dan antusiasme perusahaan kecil untuk berinovasi terganggu, maka pada akhirnya akan sangat berbahaya bagi seluruh ekosistem. Jadi saya yakin bahwa netralisasi Internet di Amerika Serikat akan diungkit lagi.

Di lain pihak, Netralisasi Internet belum begitu dibahas di Tiongkok. Saat ini, merupakan waktu terbaik untuk memulai kembali diskusi. Setiap negara perlu menyediakan lingkungan wirausaha yang relatif lebih longgar untuk perusahaan UMKM. Terutama pada posisi yang kurang menguntungkan di awal kompetisi.

Bagaimana memastikan netralisasi jaringan dan pada saat yang sama memungkinkan operator meningkatkan pendapatan. Seiring permintaan yang semakin meningkat, jelas membawa peningkatan pendapatan bagi Operator pada saat yang sama. Namun, Bagaimana mengoordinasikannya, masih perlu diskusi antar masing-masing pihak. Karena itu, kita tidak boleh mengabaikan lapisan ekosistem aplikasi 5G.

Peran Para pembangun ekosistem

Dalam industri komunikasi, ada Forum Manajemen Telekomunikasi. Dimana Para operator telekomunikasi khusus membahas bagaimana sistem operasi dapat dikelola dengan lebih baik. Forum ini juga akan menstandarisasikan sistem operasi masing-masing, namanya eTOM.

Operasi semacam ini bahkan lebih dibutuhkan sekarang ini. Karena tidak hanya operator, tetapi juga mitra eksternal, teknologi, platform dan berbagai aplikasi yang sangat kompleks. Sehingga, operasional yang kompleks ini membutuhkan peta ekosistem yang lengkap.

Bagaimana mengatur peran tanggung jawab masing-masing, bekerja sama, menyeimbangkan dan menyelesaikan perselisihan yang membuat semua pihak mematuhi aturan. 

Perusahaan UMKM tidak cocok berpartisipasi dalam pembangunan ekosistem, karena inti dari perusahaan kecil adalah berinovasi dan menemukan terobosan bisnis. Dengan kata lain, ada tiga pihak utama yang sangat cocok untuk membangun Lapisan Ekosistem aplikasi 5G. Mereka adalah pihak pemerintah, Asosiasi Perusahaan dan Aliansi Para Pengembang Aplikasi.

Pemerintah harus berfokus ke penelitian berwawasan ke depan terhadap perubahan kebijakan yang diakibatkan oleh teknologi, sehingga mereka dapat merespon lebih baik dan positif. Karena sebagian besar waktu sains dan teknologi selalu berjalan di depan perumusan kebijakan. Akibatnya, kebijakan pemerintah selalu tertinggal dan membawa banyak masalah. 

Bisakah perumusan kebijakan Pemerintah di era 5G tidak ketinggalan dibelakang implementasi 5G?

Ini adalah ujian besar untuk Badan pembuat kebijakan pemerintah.

Di samping itu, Asosiasi perusahaan bisa dibagi atas Bisnis besar dan kecil, Operator Telekomunikasi dan Para Pengembang Aplikasi.

Hari ini, baik App Store atau Market place dari Apple maupun Android menjadi makmur, dikarenakan akun pengembang individu mendominasi proporsi yang sangat besar. Oleh karena itu, pengembang individu juga harus dipentingkan di masa depan. Bahkan sangat berkemungkinan pendominasi aplikasi seluler terbesar masa depan bukan perusahaan seperti BAT atau FAMGA, tetapi pengembang individu.

Misalnya, Game “Minecraft” yang sangat modis dan populer dikembangkan oleh satu orang saja.

Di masa depan, akan ada semakin banyak contoh seperti itu. Kekuatan pengembang individu akan semakin besar. Orang-orang ini perlu bersuara, sehingga pengembang individu harus memiliki aliansi. Seperti halnya Perusahaan harus memiliki Asosiasi. Pemerintah harus aktif berpartisipasi. Tiga pihak ini perlu bekerjasama, sehingga ekosistem ini dapat berkembang dengan baik. 

Ketiga pihak ini akan mewakili seluruh industri. Sehingga, mereka dapat menetapkan standardisasi bersama, keterbukaan, menginkubasi industri, dan mendorong lebih banyak inovasi dikalangan industri.

Jika ekosistem ini dapat melakukan peran dengan baik, Maka industri 5G di masa depan pasti akan tumbuh makmur. Industri 5G yang makmur pasti akan melahirkan perusahaan Raksasa seperti BAT dan FAMGA baru di masa depan. Hal ini setara dengan mengolah hutan Amazon. Anda tidak perlu khawatir, pasti ada pohon yang tumbuh dan menjulang tinggi dari tanah. 

Munculnya 5G pasti membawa banyak peluang besar seperti yang digambarkan di atas. Saya yakin pada dasarnya setiap peluang berkisar sekitar dua tahun. Artinya, Anda dapat mengharapkan banyak Pilot 5G yang di uji coba dalam waktu tersebut. Secara teori, 5G dapat dikomersialkan dalam waktu dua tahun yang akan membawa hasil langsung.

Sedangkan, Dalam empat tahun aplikasi VR dan AR, dukungan kecerdasan buatan jarak jauh, pengenalan gambar, dan pengenalan wajah akan berkembang besar-besaran. Tetapi tidak sampai enam tahun kemudian, mungkin akan terbentuk ekosistem yang kompleks.

Kesimpulan dan pemikiran mengenai 5G

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah perubahan mentalitas kita. Kita harus memikirkan bagaimana memahami pengaruh 5G nantinya. Kita perlu merencanakan jauh hari sebelumnya. Seperti kata Boss Xiaomi, Lei Jun: “babi saja akan diterbangkan ketika topan datang.” Artinya, ketika topan benar-benar datang, dan bila Anda masih berdiri di depannya, maka bisa dibayangkan bagaimana risikonya nanti.

Karena itu, semua persiapan dan rencana harus dilakukan sebelum topan datang. Kita harus mengubah mentalitas untuk hidup di masa depan. Masa depan 5G tidak jauh lagi. Kemungkinan terbesar adalah 2 hingga 4 tahun nanti. Sudah saatnya, kita Take Action!

Pemikiran Kedua, strategi. Setiap bisnis berpeluang mengintegrasikan 5G untuk meningkatkan bisnis sendiri. Kita perlu memahami nilai yang dibawakan oleh 5G. Kita perlu memberdayakan 5G. 

Lapisan ekosistem aplikasi 5G
Lapisan ekosistem aplikasi 5G (Image: Huawei)

Mungkin kita bisa memakai Sebuah analogi bahwa 5G itu setara dengan tank. Bagaimana menggunakan Tank dengan baik dan memenangkan peperangan dengan cepat. Seperti yang kita ketahui, tank diciptakan oleh orang Inggris. Tetapi, dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik oleh orang Jerman. Demikian pula halnya dengan Jaringan 5G. Semua teknologi 5G telah diciptakan oleh sekelompok orang. Termasuk peralatan 5G juga telah disediakan oleh perusahaan-perusahaan.

Tetapi, yang benar-benar dapat memberdayakan 5G menjadi luar biasa mungkin adalah mereka yang merancang layanan aplikasi seperti Anda yang sedang membaca artikel ini.

Pemikiran Ketiga, segera Ambil Tindakan. Walaupun Anda telah memahami banyak peluang mengenai 5G, dan membuat Anda termotivasi. Namun Jika Anda tidak mengambil tindakan, pada akhirnya tidak akan terjadi apa-apa. Lapisan ekosistem Aplikasi 5G sangatlah kompleks. Bagaimana cara Anda menguasai ritme implementasi bisnis 5G, kapan melibatkan diri dalam 5G, dan membangun koneksi yang cukup sehingga Anda dapat meraih kesuksesan dikemudian hari. 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.