Advertisements

Letak Geografis dan kekuatan suatu negara

Oleh: Ricky Suwarno

22 Juni 2019

Jared Diamond, ilmuwan dan pengarang AS. Dikenal dengan bukunya, “the third Chimpanzee”, “Guns,Germs and steel”, “Collapse”, “the World until yesterday”. Beliau juga seorang professor ilmu geografi di Universitas California.

Jared Diamond bukan seorang sejarawan. Beliau adalah pakar fisiologi dan biologi evolusi. Yang telah menghabiskan banyak waktu mempelajari ekologi burung di Papua. Dalam bukunya, “Mengapa ada negara kaya dan negara miskin,” memberikan inspirasi saya melihat bagaimana mengembangkan masa depan Indonesia.

Jared membuat suatu analogi. Suatu saat, makhluk luar angkasa atau alien datang ke Bumi. Mengunjungi dua negara. Belanda dan Zambia. Alien berpikir bahwa Belanda adalah negara miskin. Dan Zambia negara kaya.

Musim dingin di Belanda sangat panjang. Musim panasnya sangat pendek. Ini menyebabkan pertanian Belanda pada posisi yang sangat tidak menguntungkan. Paling banyak hanya dapat menanam tanaman selama satu musim. Dalam setahun. Belanda juga tidak memiliki sumber daya mineral yang berharga. Minyak dan batubara harus mengandalkan impor. Sepertiga wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut. Berpotensi tergenang air laut.

Zambia justru sebaliknya. Zambia dapat memenuhi semua kebutuhan energinya melalui tenaga air. Dan juga dapat mengekspor listrik ke negara tetangga. Zambia kaya tambang tembaga. Zambia memiliki iklim panas dan lembab. Petani dapat menanam tanaman selama beberapa musim dalam setahun. Zambia adalah negara Afrika. Zambia mencintai perdamaian. Politiknya stabil. Dengan sistem demokrasi.

Kenyataannya, pendapatan per kapita Belanda adalah 100 kali lipat lebih tinggi dari Zambia.

Salah satu faktor geografis terpenting adalah garis lintang. Secara umum, negara-negara berzona iklim sedang, jauh lebih kaya daripada negara daerah tropis.

Alasannya, meskipun daerah tropis dapat mengembangkan pertanian dengan baik, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Daerah tropis memiliki kesuburan tanah yang rendah. Daerah tropis tidak pernah mengalami pergerakan glasial. Sehingga, tidak menghasilkan tanah subur yang lebih dalam.

Perbedaan kesuburan tanah, adalah sampah di zona beriklim sedang perlahan-lahan membusuk. Melepaskan berbagai zat ke dalam tanah. Sebaliknya, Daun di daerah tropis segera terurai. Dan tersapu oleh curah hujan yang lebat. Spesies daerah tropis jauh lebih banyak dibanding daerah beriklim sedang. Ini bukan selalu hal yang baik. Sebagian besar tanaman di daerah tropis termusnahkan oleh spesies yang beraneka ragam.

Oleh karena itu, pengekspor terbesar produk pertanian didunia, hampir semuanya berasal dari daerah beriklim sedang. Seperti AS, Taiwan, Kanada, Rusia, Belanda dll.

Selain itu, masalah kesehatan masyarakat. Daerah tropis kaya akan spesies patogen. Pejabat WHO seringkali bercanda. Fasilitas kesehatan publik terbaik di dunia adalah musim dingin. Musim dingin dapat membunuh parasit dan bakteri.

Masalah lainnya, umur hidup rata-rata populasi di negara tropis lebih pendek. Menurut Jared, seseorang yang tinggal di daerah tropis kemungkinan cuma hidup sampai usia 50. Sedangkan harapan hidup orang Italia adalah 71 tahun. Jika seorang insinyur menyelesaikan pendidikan dan pelatihan pada usia 30, maka ia dapat bekerja lebih lama di Italia. Di sisi lain, karena masalah penyakit, orang tropis bekerja lebih sedikit hari pertahun dibandingkan orang beriklim sedang. Selain itu, orang di daerah tropis perlu memiliki lebih banyak anak. Untuk mengatasi harapan hidup yang pendek. Dan angka kematian bayi yang tinggi. Sehingga, sulit bagi perempuan tropis meluangkan waktu untuk bekerja.

Faktor geografis kedua, letak negara ditepi laut dan daratan. Keuntungan besar memiliki garis pantai atau sungai, adalah transportasi jalur air jauh lebih murah daripada darat dan udara. Biaya transportasi air tujuh kali lebih murah daripada angkutan darat. Ada 48 negara di Afrika. Diantaranya, ada 15 negara yang terkurung didaratan. Yang hanya bisa mengandalkan satu sungai Nil di seluruh Afrika.

Alasan geografis ketiga, adalah “kutukan sumber daya”. Kutukan sumber daya adalah paradoks ekonomi yang terkenal. Artinya negara dengan sumber daya alam yang kaya, seperti minyak dan berlian. Bukannya membuat mereka kaya, melainkan karena “kutukan” justru membuat lebih miskin.

Alasannya, sumber daya alam sering tidak terdistribusi secara merata. Yang membuat negara ini lebih rentan terjadi perang saudara. Atau aktivitas separatis. Disamping itu, sumber daya alam yang kaya lebih rentan terjadi Korupsi. Pendapatan sumber daya alam yang kaya akan menghasilkan upah tinggi. Dan harga tinggi. Harga tinggi tidak kondusif untuk pengembangan industri lain. Karena akan menaikkan biaya.

Pada saat yang sama, ada negara yang tidak mempertimbangkan masalah jangka panjang. Apa yang harus dilakukan setelah sumber daya habis. Mereka tidak mencoba mengembangkan bidang ekonomi lainnya. Atau pendidikan atau investasi. Akibatnya, sumber daya habis. Harga energi jatuh. Negara tersebut kemudian menghadapi masalah ekonomi. Menjadi miskin.

Lingkungan yang semakin memburuk. Adalah alasan geografis lainnya. Sebagai contoh, peradaban Maya. Menebang hutan secara besar-besaran.

Just like grandma says, dalam sejarah kemunduran suatu negara hanya mempengaruhi dirinya sendiri. Tetapi jaman telah berubah. Kemunduran suatu negara dapat memengaruhi negara lain didunia. Seperti imigran ilegal, teroris, epidemi, dan sebagainya.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Letak geografis, kekuatan negaraTags: , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: