Keren, Lowongan karir AI

Oleh: Ricky Suwarno

26 february 2019

AI atau kecerdasan buatan adalah protagonis dalam blog saya ini. Dan juga protagonis seluruh manusia di abad 21. Dikarenakan AI akan mendominasi kehidupan kita dalam beberapa tahun mendatang. Semua inti cerita akan mengelilingi topik tersebut. Termasuk bagaimana mengambil hikmah atau peluang didalamnya. Dan sebagai bumbunya, kadang akan disertai dengan topik yang berkaitan. Ibaratnya, supaya hidup sehat tubuh kita memerlukan berbagai macam vitamin. Demikian juga, AI dan robot memerlukan berbagai macam pengetahuan untuk lebih manusiawi.

Artikel kali ini berbagi dan memberitahu generasi muda agar lebih berpengetahuan. Terutama tentang peluang dalam bidang kecerdasan buatan. Secara singkat, AI adalah tentang pembelajaran mesin atau machine learning. Dan pembelajaran mendalam atau deep learning, yang melibatkan tiga langkah. Seperti identifikasi sumber data. Membuat sistem menganalisa data. Dan membuat keputusan akhir berdasarkan data yang di analisis.

Dengan perkembangan AI, memang banyak pekerjaan manusia akan digantikan mesin. Terutama yang rutin dan monoton. Sehingga menyebabkan banyak orang yang gelisah. Akan kehilangan pekerjaan. Ini memang cukup wajar bagi yang belum memahami. Termasuk saya pada awalnya.

Namun, teknologi baru juga menciptakan lapangan kerja. Dan peluang baru. Di dunia ini Selalu ada dua sisi dalam segala hal. Dan inilah kecerdasan dan kebijakan dari Tuhan. Yes or No. Good or bad. Hitam atau putih. Besar atau kecil. Dan lain sebagainya.

Belum lama ini, Accenture, sebuah perusahaan konsultan manajemen. Melakukan survey lebih dari 1500 perusahaan di seluruh dunia yang telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Mereka menemukan banyak pekerjaan baru akibat teknologi ini.

Dalam bukunya Accenture leaders Paul R. Daugherty and H. James Wilson, Human + Machine: Reimagining work in the age of AI, memperkenalkan tiga karir baru hasil analisa mereka. Yang akan terpopuler di masa depan.

Karir baru yang pertama, pelatih kecerdasan buatan. Tugas utama pelatih ini adalah melatih AI agar lebih manusiawi. Dan lebih mengerti manusia. Sehingga AI bisa melayani segala kebutuhan hidup kita. Atau sederhananya, pelatih dapat membantu program kecerdasan buatan untuk mengurangi tingkat kesalahan.

Atau secara rumitnya, algoritma kecerdasan buatan harus dilatih untuk meniru perilaku manusia. Sebagai contohnya, robot obrolan layanan pelanggan, harus di debug oleh pelatih. Untuk mengetahui kompleksitas dan seluk beluk komunikasi dengan manusia. Di yahoo, pelatih mencoba pelatihan sistem pemrosesan bahasa kecerdasan buatan perusahaan. Untuk mengenali makna literal manusia.

Dan sejauh ini, mereka telah mengembangkan algoritma yang bisa mengidentifikasi sindiran dan sarkasme di media sosial. Maupun di situs web. Dengan akurasi setidaknya 80% keatas. Selain itu, pelatih kecerdasan buatan mungkin memiliki latar belakang yang berbeda. Umpamanya, di microsoft, tim yang bertanggungjawab untuk melatih karakteristik manusia, Cortana, berlatarbelakang penyair, novelis, maupun dramawan.

Peluang karir kedua, penerjemah. Tugas penerjemah adalah menjelaskan dan membenarkan pengambilan keputusan rasional atas AI. Misalnya, Zesta financial. Dengan sistem operasi untuk mendapatkan dana dari pelanggan terlebih dahulu. Dan kemudian, meminjamkannya kepada orang yang mengajukan pinjaman. Untuk mengendalikan resiko yang lebih baik, Zesta menggunakan kecerdasan buatan menganalisa data orang yang mengajukan pinjaman. Dan kemudian, memutuskan apakah akan memberikan pinjaman.

Terkadang, beberapa pelamar pinjaman memiliki kredit yang kurang baik. Tetapi orang-orang ini meminjam uang yang sangat sedikit. Tetapi dengan cas bunga yang tinggi. Setelah analisa AI, mereka merasa resikonya dapat dikendalikan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menjelaskan bagaimana membuat keputusan pinjaman saat menyetujui aplikasi pinjaman.

Dengan kata lain, ketika semakin banyak perusahaan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat keputusan. Mereka harus dapat menjelaskan dan membuktikan bahwa keputusan tersebut memang masuk akal.

Dan peluang karir lainnya, pengelola. Atau istilahnya maintenance. Untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan digunakan dengan cara benar. Pengelola harus memastikan sistem kecerdasan buatan bermanfaat. Dan benar-benar membantu orang menghilangkan rasa takut terhadap mesin. Misalnya, ketika sebuah mobil otonom menemukan seorang anak berlari dijalan. Haruskah dia menghindari anak itu dan menabrak pejalan kaki disebelahnya.

Sehingga, just like grandma says, perusahaan yang menggunakan teknologi AI ini harus mempekerjakan insinyur keamanan kecerdasan buatan. Mereka harus mencoba memprediksi konsekuensi yang tidak diinginkan dari sistem kecerdasan buatan. Dan menghindari peristiwa berbahaya yang mungkin disebabkan oleh keadaan darurat.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: