Lubang hitam yang mengubah hukum Astronomi

Lubang hitam yang mengubah hukum Astronomi merupakan peristiwa besar di bidang astronomi. Kemarin, para astronom China berhasil menemukan lubang hitam atau black hole dengan kualitas terbaik. Pada tanggal 28 November ketika dunia merayakan hari Thanksgiving, majalah Nature menerbitkan penemuan besar ini.  

Tim peneliti Liu Jifeng dan Zhang Haotong dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok menggunakan Teleskop tercanggih buatan Tiongkok sendiri, namanya Guo Shoujing (The Large Sky Area Multi-Object Fibre Spectroscopic Telescope atau disingkat LAMOST). Lamost dikembangkan secara independen oleh para peneliti Tiongkok. Di rancang khusus untuk mencari stellar lubang hitam di Bima Sakti. Penemuan black hole ini sebesar 70 kali massa matahari.

Lubang hitam yang mengubah hukum Astronomi

Massa matahari adalah satuan ukuran yang biasa digunakan dalam ilmu astronomi. Yang setara dengan massa matahari. Sering digunakan ketika mempelajari bintang dan lubang hitam. Sebenarnya, menemukan lubang hitam bukan lagi berita baru. Misalnya, pada bulan April tahun ini manusia juga telah berhasil mengambil foto black hole.

Lubang hitam yang terfoto bisa mencapai 6,5 miliar kali massa matahari. Black hole yang ditemukan kemarin berskala 70 kali massa matahari. Memiliki massa yang sangat unik. Semua pengetahuan astronomi manusia yang telah ada sampai detik ini tidak cukup untuk menjelaskan keberadaan lubang hitam ini.

Black Hole bisa diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan massa. Lubang hitam yang ditemukan oleh China kali ini juga disebut lubang hitam massa kecil. Menurut model teoretis dasar, massa lubang hitam ini adalah 100 kali massa matahari.

Ketika Sebuah bintang atau stellar mati, sebagian besar materialnya terhempas kemana-mana. Kemudian terbentuklah black hole.Umumnya hanya 20% dari bintang aslinya. Lubang hitam yang ditemukan kali ini mencapai 70 kali massa matahari. Di bawah kerangka teori yang ada, tidak dapat menjelaskan keadaan diatas sama sekali.

Kemungkinan terbentuknya lubang hitam dengan massa matahari 70 kali lipat hanya terjadi bila, Pertama, bintang-bintang itu sendiri jauh lebih besar bentuknya. Mencapai 300 kali massa matahari. Kedua, material kerak yang terhempas setelah kematian bintang sangatlah sedikit. Sebagian besar tetap berada di inti dan menjadi lubang hitam. Ketiga, lubang hitam yang ditemukan kali ini terbentuk oleh penggabungan dua lubang hitam.

Namun, sampai saat ini manusia belum pernah melihat bintang dengan 300 kali massa matahari. Bahkan bintang dengan 100 kali massa matahari juga sangat jarang. Jadi sulit menentukan apakah sebuah bintang dengan 300 kali massa matahari benar-benar ada.

Para ilmuwan China berpendapat bahwa bintang yang membentuk lubang hitam yang baru ditemukan, berkemungkinan memiliki lebih dari 100 elemen. Dengan kata lain, rumitnya komposisi kimiawi bintang tidak memungkinkan untuk menghasilkan lubang hitam besar.

Memang, lubang hitam bisa bergabung saat mereka mendekat. Namun, dalam kasus ini kurang memungkinkan. Karena jalur orbit yang tidak sama. Lubang hitam yang baru ditemukan memiliki bintang di sebelahnya. Lubang hitam dan bintang ini saling berputar satu sama lain. Orbit yang mereka bentuk sangat dekat dengan orbit lingkaran.

Jika jalur orbitnya sangat bundar, itu berarti perputaran di antara mereka seharusnya sudah ada sejak lahir. Selalu stabil berputar untuk waktu yang lama. Sama halnya dengan tata surya kita. Bumi dan matahari terbentuk hampir secara bersamaan. Setelah lahirnya bumi, bumi terus berputar mengelilingi matahari. Terbentuklah orbit bumi yang hampir bundar sampai sekarang.

Sebaliknya, jika dua lubang hitam bergabung atau jika lubang hitam eksternal menyerang lubang hitam yang satunya, orbit yang terbentuk seharusnya secara teori, berbentuk oval. Bukan berbentuk lingkaran.

Tentu saja, seiring berjalannya waktu, orbit elips akan menjadi lingkaran lama kelamaan. Akan tetapi menurut perhitungan para astronom, terjadinya lubang hitam seperti diatas akan memakan waktu lebih panjang dari alam semesta. Oleh Karena itu, black hole ini tidak mungkin terbentuk melalui merger. Di dalam sistem model yang ada, black hole besar dengan 70 kali massa Matahari di Bima Sakti tidak mungkin terbentuk.

Itulah sebabnya mengapa penemu black hole ini, Professor Liu Jifeng berkata, “Kita sekarang telah memasuki zona terlarang hukum astronomi.”

Sebenarnya, pembentukan dan evolusi bintang atau stellar menjadi lubang hitam dianggap sebagai tautan paling dasar dalam astronomi. Namun, sekarang sebuah lubang hitam yang tampaknya “mustahil” telah muncul di depan mata kita. Artinya, mata rantai paling mendasar dalam astronomi telah mendapat tantangan. Lubang hitam yang mengubah hukum astronomi yang telah ada.

Perlu diperhatikan bahwa teori tantangan ini bukanlah sekedar teori skala besar seperti alam semesta paralel. Atau penciptaan alam semesta. Tetapi masalah skala kecil paling mendasar tentang bagaimana sebuah bintang terbentuk.

Tantangan dari hubungan paling mendasar ini berarti bahwa sebagian besar pengetahuan yang saat ini diperoleh oleh astronomi dunia mungkin hanya teori parsial. Sementara. Sekedar perkiraan. Atau teori. Bukan kebenaran.

Sekarang pertanyaannya, Mengapa para astronom tidak menemukannya sebelumnya?

Lubang hitam itu sendiri memang tidak terlihat. Penemuan lubang hitam selalu menjadi masalah dan tantangan utama bagi manusia. Kali ini, China menggunakan metode pengamatan baru untuk menemukan lubang hitam. Mengamati lintasan khusus bintang-bintang di dekat lubang hitam. Para Astronom perlu mengamati setiap bintang untuk waktu yang cukup lama. Mereka mengamati ratusan sampai ribuan kali untuk memastikan hukum lintasan pergerakannya. Banyaknya bintang di langit, jika harus diamati semuanya, beban kerja ini seperti mencari jarum di lautan pasifik. Suatu pekerjaan yang terlalu tidak efisien.

Untungnya, teleskop Guo Shoujing atau Lamost yang dibangun China dapat menyelesaikan masalah ini.

Lubang hitam yang mengubah hukum Astronomi
Lubang hitam yang mengubah hukum Astronomi (Sumber: Global Times)

Lamost Teleskop China memiliki diameter 4 meter. Dengan 4.000 serat optik. Dapat menargetkan target yang berbeda secara bersamaan. Artinya sekali pengamatan dengan Lamost teleskop China setara dengan menggunakan 4.000 teleskop secara bersamaan.

Ini adalah teleskop paling efisien di dunia saat ini. Dengan kata lain, bila menggunakan  teleskop biasa dengan kaliber yang sama, manusia membutuhkan 40 tahun untuk misi penemuan lubang hitam ini.

Untuk mengungkap lebih banyak misteri tentang lubang hitam, National Observatory China telah meluncurkan program “Black Hole Hunter atau pemburu lubang hitam”. Mereka berencana untuk menemukan ratusan lubang hitam baru dalam 5 tahun ke depan.  Mengeksplorasi lebih lanjut kemungkinan memecahkan sistem model alam semesta yang telah ada.

Sebagai seorang astronom, kejutan ini adalah hal yang jarang terjadi dalam satu abad ini.

Just like grandma says, informasi yang diperoleh astronomi sangatlah terbatas. Semua pengetahuan yang kita miliki sekarang ini hanya sesaat. Karena itu, dalam menghadapi jagat raya yang besar, kita harus tetap rendah hati. Mengakumulasi pengetahuan kita sedikit demi sedikit. Dan selalu tetap waspada. Teori ilmiah hanya merupakan kemajuan bertahap menuju kebenaran ilmiah. Tidak berarti kebenaran itu sendiri. Prinsip ini sebenarnya adalah semangat pengembangan ilmiah, yang secara universal dapat diterapkan pada semua teori ilmiah. Namun, diimplementasikan secara ekstrem di bidang astronomi.

Penemuan dan tantangan Lubang hitam yang mengubah hukum astronomi saat ini, harus dipecahkan dan terus dikembangkan dengan cara berpikir yang baru.

Karena itu, walaupun lubang hitam yang ditemukan oleh para astronom China kali ini tidak memancarkan cahaya, namun ini dapat dilihat sebagai fajar dari cara berpikir baru di masa depan. Ini tentu saja, merupakan suatu hal yang sangat baik.

Advertisements
Categories: Lubang hitam yang mengubah hukum Astronomi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: