Manfaat dan dampak negatif pengembangan AI

Manfaat dan dampak negatif pengembangan AI memperbesar Monopoli pasar tanpa batas di dalam dunia bisnis Masa Depan. Kecerdasan buatan atau lebih dikenal sebagai AI, yang berbasis cloud dan pasar untuk algoritma akan terus berkembang. Dan jauh lebih pesat.

Diperkirakan robot pribadi pertama telah hadir di pasaran tahun lalu. Salah satu Negara yang berhasil mengembangkan Aplikasi AI dan menjadi pemimpin di bidang kecerdasan buatan adalah Tiongkok.

“Mengapa?”

Perkembangan kecedasan buatan merupakan versi modern dari perlombaan senjata, dan Tiongkok akan menjadi Negara yang sulit ditandingi dalam bidang ini. Jika data diibaratkan sebagai minyak baru, maka Tiongkok dengan populasi terbesar di dunia dapat dikatakan memiliki sumber daya terbesar di alam semesta ini. “Khususnya data manusia Dan teknologinya.”

Manfaat dan dampak negatif pengembangan AI

Timur tengah, bagian dunia yang selama ini hidup serba kaya dan tanpa kekurangan sekarang ini, kalau tidak menyadari peralihan jaman ini, akan menjadi Negara termiskin di kemudian hari. Ketika semua sumber alam minyak habis terpakai di Masa Depan. Di awal tahun ini, investasi pemerintah negeri Tirai Bambu untuk AI science and technology Park ssebesar 13.8Milyar yuan atau sekitar Rp28 Triliun.

Di Lokasi sebelah Barat Beijing. Rampung dalam 5 tahun. Diperkirakan ada 400 lebih perusahaan AI startup disini. AI Science and tech Park kelas internasional. Tiongkok mengTargetkan di tahun 2030, menjadi pemimpin AI dunia. Yang menghasilkan lebih dari usd1500Bn pendapatan di sektor AI. Sampai detik ini sebanyak 709 perusahaan yang bergerak dibidang kecerdasan buatan. Terutama disektor seperti pengobatan. Finansial. Data dan informasi atau jurnalis.

Di bidang jurnalis sendiri, Giiso, robot journalist, robot yang menulis artikel. Telah banyak membantu meningkatkan keefektifan menulis, membantu reporter untuk lepas dari pekerjaan yang monoton. Yang membosankan. Dan beralih ke arah yang lebih kreatif. Sepertinya, Besok-besok saya tidak bakalan bisa menulis lagi, karena akan digantikan Giiso segera.

Teknologi AI akan menyebabkan perubahan dan peralihan New World Order Negara superpower di dunia ini. AS-China menjadi China-AS.

Bahkan ada sebagian pakar yang berpikiran bahwa krisis eksistensial dari kecerdasan buatan adalah kekhawatiran suatu hari dapat mengakibatkan kepunahan manusia atau bencana global. Kekhawatiran ini didasarkan pada argument bahwa manusia saat ini mendominasi spesies lainnya.

Karena otak manusia memiliki kemampuan spesial yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Apabila AI berhasil melampaui manusia suatu hari, dan menjadi cerdas yang sangat kuat dan tidak bisa dikendalikan.

Tetapi hal yang paling mencemaskan saya bukanlah siapa yang menjadi pemimpin dunia di masa depan. Atau kapan manusia akan punah. Melainkan masalah pengangguran domestik dan dunia. Yang sangat serius. Dan berat. Dan bila tidak ditanggapi secara serius dan dini dengan segala kebijakan.

Berdasarkan perkembangan deep learning dan aplikasi fisik sekaranga ini, yang sangat cepat, dan penerapannya dalam bidang komersial. Banyak pekerja pabrik, akuntan, logistic, penganalisa saham, QA, supir-supir, asisten pengacara, professional radiasi kedokteran dsb. Akan lenyap dari muka bumi. Ini cuma sebagian kecil dari yang akan segera terjadi.

Mungkin anda akan bilang, peradaban manusia di jaman dulu juga telah berpengalaman mengatasi semua akibat perubahan teknologi dan dampak terhadap ekonomi. Seperti di abad 19 atau 20. Ratusan juta petani yang berhasil berubah menjadi pekerja pabrik. Tetapi, perubahan besar itu, tidak secepat dengan dampak yang akan di bawa AI.

Kalau dilihat dari berbagai segi hal-hal yang terjadi di AS, Tiongkok, ataupun Uni Eropa, diperkirakan dalam waktu 15-20 tahun mendatang, kecerdasaan buatan bakalan menggantikan lebih dari 50% pekerjaan yang ada di AS. Tetapi akibat kerugian dari pengangguran ini mungkin akan tertunda sekitar 10 tahun kemudian. Karena factor pertimbangan dari majikan atas kemampuan AI ataupun keterbatasan dari regulasi dsb.

Walaupun demikian, Manfaat dan dampak negatif pengembangan AI yang berakibat pengangguran akan berakibat sangat fatal. Dan waktunya akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Disamping itu, masalah lain yang tidak kalah mencemaskan selain pengangguran, yaitu Kekayaan yang sangat besar akan jatuh dalam tangan pengusaha-pengusaha AI.

Sehingga menyebabkan pelebaran kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Tik Tok, salah satu anak perusahaan dari Byte Dance Tiongkok, adalah perusahaan startup yang paling berharga di dunia ini dengan skala lebih dari usd75Bn. Sedangkan, kedua Uber dari AS dengan nilai usd72Bn.

Walaupun 75% pendapatan dari setiap pengangkutan penumpang masuk kantong pengemudi. Tetapi jika beberapa tahun kemudian, dengan munculnya Uber self-driving Car yang akan melenyapkan semua pengemudi, apakah nilai harga dari perusahaan tersebut masih akan sangat tinggi?

Atau lagi, bila bank-bank dengan daya perhitungan computing nya yang sangat tinggi, menggantikan semua karyawan bidang pinjaman/loan. Karena cara perhitungan computing AI jauh lebih cerdas dan cepat. Tingkat defaultnya jauh lebih rendah. Dan tidak perlu keterlibatan manusia sama sekali.

“Apa yang akan terjadi?”

Manfaat dan dampak negatif pengembangan AI
Manfaat dan dampak negatif pengembangan AI (Image:Forbes)

Ini bukan cuma imajinasi plot. Karena perubahan besar-besaran ini akan terjadi pada jasa pengangkutan. Asuransi. Manufaktur. Retail dll. Perubahan kecil sudah di mulai tanpa kita sadari.

Satu hal yang pantas kita perhatikan. Kecerdasan buatan cenderung menyebabkan “WINNER takes all” dalam industry apapun. Tentu saja kecendrungan ini akan menyebabkan peningkatkan profitabilitas dan masalah konsentrasi kekayaan pada sekelompok minoritas.

Hubungan erat antara deep learning dan volume data yang sangat besar, akan secara otomatis membawa siklus yang sehat. Yakni Menciptakan produk dan perusahaan terbaik. Volume data yang banyak, akan menghasilkan produk yang semakin baik. Kualitas produk semakin bagus, akan menarik semakin banyak pengguna.

Pengguna semakin banyak, akan menghasilkan data semakin banyak. Data yang lebih banyak, akan sangat membantu dan meningkatkan kualitas produk itu sendiri. Secara singkat, informasi data yang sangat berkecukupan, bila dikombinasikan dengan gaji yang tinggi, pasti akan menarik talenta terbaik untuk bergabung dengan perusahaan AI terbaik.

Tentu saja, semakin memperluas kesenjangan antara pemimpin industri dengan industri yang lamban.

Kecendrungan Produk fisik adalah mainstream di jaman dulu, mungkin masih terikat dengan pembatasan geografis. Wilayah dengan wilayah. Negara dengan Negara. Sehingga bisa mencegah monopoli di suatu pasar atau dunia.

Just like grandma says, di masa mendatang, produk digital and pelayanan jasa lewat AI akan memperbesar monopoli pasar tanpa batas. Penggunaan Mobil Otonom dan drone akan menurunkan biaya pengangkutan manusia secara drastis. Kamp industry yang terdiversifikasi di berbagai perusahaan dan wilayah akan mengalami perubahan. Akibatnya penghasilan profit akan semakin terpusat pada sekelompok orang atau perusahaan tertentu. Sehingga pengangguran besar-besaran akan semakin besar. Dan akibatnya bisa Anda bayangkan sendiri.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.