Manusia Cyborg di dunia nyata

Manusia Cyborg di dunia nyata bukan hanya khayalan di film Hollywood lagi. Sekarang mereka telah memasuki kehidupan kita. Cyborg adalah kombinasi dari “Cybernetic Organism” artinya manusia elektronik biokimia. Makhluk hidup campuran organisme dan mesin elektronik.

Ketika kita berbicara tentang manusia Cyborg, banyak orang mungkin langsung berpikir tentang Film Marvel, the Iron Man. Manusia biasa dengan segala peralatan cerdas dalam tubuhnya. Sehingga, memperoleh kekuatan tempur yang eksplosif dan kemungkinan mengubah takdirnya.

Manusia Cyborg di dunia nyata

Saat ini, kombinasi sempurna antara mesin dan manusia tidak terbatas pada film fiksi ilmiah. Para ilmuwan sedang melanggar batas-batas antara manusia dan mesin. Mereka telah mengarahkan kita ke Era Cyborg.

Pada Oktober 2019, ada seorang pasien lumpuh total bernama Thibault dari Perancis. Dia telah berbaring di ranjang selama 4 tahun. Thibault menggunakan teknologi antarmuka otak-komputer untuk mengendalikan sistem exoskeletonnya. Akhirnya, bisa berjalan lagi. Seperti layaknya orang normal.

Tim peneliti menanamkan dua sensor elektroda yang dapat membaca aktivitas otak ke dalam otak Thibault. Algoritme secara otomatis mengurai sinyal dan mengubahnya menjadi exoskeleton untuk menggerakkan tubuhnya.

Di samping itu, Ada juga Teknologi antarmuka otak-komputer semi-invasif. Ahli bedah saraf Alim-Louis Benabid, salah satu pendiri Clinatec berharap dapat membantu pasien lumpuh, atau pasien penyakit neurodegeneratif maupun pasien kanker dengan prognosis buruk.

Manusia Cyborg di dunia nyata
Dengan Bantuan Teknologi Luke Arm menjadikan orang cacat bisa hidup seperti orang normal lagi (Image: youtube)

Perangkat Exoskeleton adalah robot neuroprosthesis dengan empat anggota badan yang dapat dipakai. Serba otomatis dengan 14 sendi. Pasien harus membawa komputer ransel untuk menerima sinyal EEG kortikal, yang diterjemahkan menjadi sinyal satu dimensi, dua dimensi atau tiga dimensi QR Code. Kemudian sinyal ini ditransmisikan ke controller exoskeleton setiap 100 milidetik. Lalu diubah menjadi instruksi berjalan untuk menghasilkan gerakan.

Boss Tesla dan Neuralink, Elon Musk pernah berkata: “Di masa depan, manusia perlu bergabung dengan mesin untuk menjadi Cyborg, supaya bisa bersaing dengan Robot  kecerdasan buatan. Dalam waktu beberapa tahun mendatang, saya yakin Kita dapat menyaksikan integrasi yang lebih dekat antara kecerdasan biologis dan kecerdasan digital.”

Sebenarnya, anggota tubuh tiruan, mata palsu yang dipasang oleh orang cacat dan bahkan gigi palsu maupun alat pacu jantung, semuanya termasuk dalam kategori “Cyborg”. Mereka adalah Manusia Cyborg di dunia nyata.

Apa yang kita lihat sekarang Ini hanya tahap awal Cyborg. Cyborg semi-robotika dalam karya-karya Film fiksi ilmiah yang keren dan menakjubkan adalah tingkat imajinasi yang lebih tinggi dari teknologi “Cyborg”. Mereka, Manusia Cyborg di dunia nyata akan hadir dalam generasi kita.

Dalam film “Alita: Battle Angel”, semua orang mengenakan baju besi. Berjalan tegap. Anti peluru atau senjata apapun. Di dalam dunia itu, tidak ada tubuh yang rapuh. Hanya jiwa yang terus-menerus melampaui keterbatasan kita sebagai manusia.

Sebagian besar Aplikasi Cyborg dalam dunia nyata masih digunakan dalam bidang medis. Seperti lengan bionik, mata bionik, kaki bionik dll. Yang dapat membantu orang-orang cacat mengatasi kesulitan fisik mereka dan hidup seperti orang normal lagi.

Misalnya, Pembuat film dokumenter Robert Spence kehilangan mata kirinya dalam kecelakaan di masa kanak-kanak. Robert kemudian memasang mata elektronik yang bisa merekam dan mentransmisikan segala sisi kehidupan.

Meskipun mata elektroniknya tidak terhubung ke sistem saraf manusia, namun selama mata dapat melihat segalanya, mata elektronik ini akan merekam semuanya.

Umpamanya lagi, Robert Eckhardt, seorang profesor genetika perkembangan dan morfologi evolusi di Pennsylvania State University. Dia menunjukkan bahwa antarmuka otak-komputer sudah muncul beberapa waktu yang lalu. Dewasa ini setidaknya ada 59.000 orang di seluruh dunia memasang “prostesis neurotik.” Dia yakin semakin banyak orang akan mendapat manfaat dari teknologi peningkatan kognitif ini di masa depan.

LUKE Arm, perusahaan yang dikembangkan oleh Litbang DEKA. Sebelumnya lebih dikenal sebagai DEKA Arm System. Didirikan oleh Dean Kamen. Dia Terinspirasi oleh lengan robot Luke Skywalker dalam film Star Wars: Empire Strikes Back.

Sistem ini memungkinkan orang yang diamputasi supaya bisa merasakan sentuhan yang lembut atau keras. Sambil belajar bagaimana mengambilnya dan melakukan tugas-tugas rumit. Penguji dapat memetik buah anggur tanpa menumbuk. Mengambil telur dengan mudah. Atau memegang tangan istrinya dengan jari-jarinya. Mirip sekali dengan tangan orang normal.

Disampiing itu, ada teknologi lain yang Tidak memerlukan pembedahan atau pengobatan. Selama pasien mengenakan kacamata dan meletakkan sensor plastik di lidah, orang buta dapat melihat pemandangan di sekitarnya. Ini adalah “hadiah pesta visual” yang dibawa kepada orang buta oleh Brain Port.

Berdasarkan teknologi penggantian sensorik yang dipatenkan oleh Brain Port, Wicab sebuah perusahaan dari Wisconsin AS berhasil mengembangkan sebuah kacamata untuk orang buta. Kaca mata Ini terdiri dari sepasang kacamata hitam yang dilengkapi kamera, pengontrol, dan sensor.

Di alam semesta kita, Banyak hewan memiliki indera pengarahan alami. Tetapi manusia memperoleh indera pengarahan dari pembelajaran di kemudian hari. Dengan konfigurasi Teknologi North Sense, pengguna selalu dapat mengetahui posisi di mana mereka menghadap. Meskipun teknologi ini tidak bisa menggantikan peta, namun ini juga cara untuk memperkuat perasaan kita.

Manusia Cyborg di dunia nyata
Manusia Cyborg di dunia nyata (image: independent)

Manusia selalu berusaha menggunakan teknologi untuk menghilangkan kecacatan, penyakit, rasa sakit, penuaan dan kematian. Termasuk masalah yang tidak kondusif untuk kelangsungan hidup dan perkembangan manusia. Dengan cara meningkatkan kecerdasan manusia, kemampuan fisik dan psikologis.

Hal-hal Inilah yang menyebabkan kita khawatir. Ketika tidak ada perbatasan antara manusia dan mesin, pada akhirnya “apakah kita masih manusia atau mesin?”

Just like grandma says, Manusia Cyborg di dunia nyata atau Kita yang hidup di Era informasi ini mungkin sudah menjadi “spesies baru”.  

Menurut Anda, apakah semua manusia di masa depan akan menjadi Cyborg?  

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: