Masa Depan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia

Masa depan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia ditentukan oleh pelatihan talenta, pemupukan kapital maupun pertumbuhan populasi. AI atau Kecerdasan Buatan sedang mengubah aturan main dunia. Masa depan suatu bangsa tergantung pada bangsa itu sendiri. Jika bangsa tersebut tidak peduli tentang masa depannya, maka tentu saja bangsa tersebut sulit memiliki masa depan yang cemerlang.

Demikian pula halnya dengan individu. Sejarah yang dibuatnya tidak lebih dari sekadar mengikuti aliran. Tanpa arah dan tujuan yang pasti. Sebaliknya, jika bangsa tersebut bisa merancang dengan baik tentang masa depannya. Dan meniti jalan secara konsisten untuk menuju masa depan. Maka secara pasti mereka akan merealisasikannya.

Pertumbuhan ekonomi dan Kemajuan teknologi satu bangsa ditentukan kualitas pendidikan tinggi suatu Negara. Cara mencapai kemajuan teknologi bisa melalui kemampuan beradaptasi, imitasi dan inovasi yang mulanya belajar dari Negara lebih maju.

Masa Depan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia

Sejak Alpha Go mengalahkan pecatur nomor satu dunia dari Tiongkok, Ke Jie ditahun 2016. 3 – 0. Tiap ronde menghabiskan waktu 3 jam. 3 ronde menggunakan lebih dari 9jam. Tahukah anda Apa arti kekalahan Manusia ini?

Dari segi orang AS, Alpha Go (hasil rekayasa Deep Mind dari London, yang di akuisisi Google pada tahun 2014) bukan saja lambang mesin mengalahkan manusia. Tetapi juga teknologi Barat yang mendominasi dunia. Tetapi dari segi orang Tiongkok, kemenangan Alpha Go memiliki arti yang sangat dalam. Merupakan tantangan dan dorongan. Lambang dan arti yang mendorong Tiongkok secara resmi memasuki momen “Sputnik”.

Pada Oktober 1950, saat Uni Soviet meluncurkan satelit buatan manusia pertama memasuki angkasa luar. Peluncuran ini Sempat menghebohkan semua orang AS. Membawa pengaruh psikologi dan kebijakan pemerintah yang sangat dalam. Membawa kegelisahan publik terutama bagi Masyarakat AS.

Mereka berpikir teknologi Uni Soviet memiliki posisi Superior sebagai pelopor di dunia. AS kemudian melacak terus perkembangan satelit ini. Dari tahap menerima sinyal yang dikirim dari bumi melalui sinyal gelombang radio.

Hal ini mendorong pemerintah AS untuk segera mendirikan NASA. Pemerintah kemudian memberi subsidi besar-besaran. Di bidang matematika dan pendidikan Sains. Hal ini Mendorong AS – Uni Soviet memasuki Era Space Race atau “Balapan Ruang Angkasa”. Hasil balapan ini, yakni 20 tahun kemudian, Neil Armstrong menjadi orang pertama yang menanjaki kakinya ke bulan. Yang kemudian sangat terkenal dengan quotes “ That’s one small step for a man, One giant leap for Mankind”.

Kemenangan Alpha Go ini mungkin tidak begitu menarik perhatian dunia. Atau AS. Tetapi menarik lebih dari 280 juta penonton Tiongkok. Tentu saja termasuk Ricky sebagai salah satu diantaranya. Dalam sekejap, seluruh Tiongkok jatuh dalam kegemaran terhadap Artificial Intelligence. Walaupun tidak seperti momen satelit Sputnik, tetapi telah menyalakan Api bergejolak di dunia IT Tiongkok sampai sekarang.

Bisa dibayangkan, bila semua investor Tiongkok, startup dan pemerintah, semuanya terfokus ke satu sector. Kekuatan yang terkumpul cukup menggetarkan dunia. Jumlah investasi, penelitian dan startup AI di Tiongkok memecahkan rekor setiap tahun. Semua kapital di injek ke dalam AI.

Termasuk banyak anak-anak sekolah dasar atau menengah. Semua terinfeksi oleh panasnya AI. Semua berminat belajar dan memperdalami AI. Sampai banyak perhatian dan tontonan penelitian dan perkembangan internasional lewat ponsel. Disamping itu, Banyak Startup yang juga berubah arah di tengah jalan. Mereka kemudian terjun ke dunia AI.

Karena mereka tidak mau ketinggalan dalam teknologi terbaru yang mungkin menjadi perubah Masa Depan dunia. Mereka me-Reengineering dan renovasi branding perusahaan untuk ikut dalam Gelombang yang lagi booming ini.

Dua bulan sejak kekalahan pecatur Ke Jie, pemerintah Tiongkok segera mengumumkan UU “Era Baru dalam perkembangan dan perencanaan AI”. Hal ini Menunjukkan ketekadan pemerintah untuk berinvestasi sebesar USD150Bn dalam mengembangkan teknologi AI untuk puluhan tahun mendatang.

Dengan tujuan stategi yang sangat jelas, tahun 2020, 2025 dan 2030. Beijing memperkirakan pada tahun 2030, Tiongkok akan menjadi AI pusat inovasi dunia. Secara teori, teknologi dan aplikasi mencapai standard dunia. Ketekadan ini disambut hangat oleh semua pengusaha di bidang ini. Dewasa ini, investasi Tiongkok dalam sector AI sedunia mendominasi 48%, pertama kali melampaui AS 38%.

Banyak ilmuwan Indonesia juga percaya bahwa AI akan berfungsi sebagai arah teknologi di masa depan. Barang siapa menguasai AI dan mempraktekkan dengan baik dalam komersial, penelitian, pendidikan dll akan menjadi pemimpin di abad 21. Sekarang, perdebatan AI selalu menjadi topik panas di semua Negara dan media. Bahkan Sering muncul berbagai liputan dan laporan tentang penemuan dan penerapan baru.

Masa Depan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia
Masa depan AI Indonesia (Image: Mastel)

Lalu bagaimana dengan Masa Depan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia? Apakah Indonesia akan memiliki masa depan cerah berkaitan teknologi ini. Atau sebaliknya.

Just like grandma says, Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan ini tentunya kita tidak bisa menjawabnya hanya dengan “Ya” atau “Tidak.” Tetapi harus dilakukan eksplorasi yang cukup merepresentasikan tentang bagaimana bangsa berpopulasi 260 Juta jiwa ini mempersepsi tentang masa depan. Atau perencanaan dan langkah langkah besar seperti yang dilakukan oleh Negara Superpower seperti AS dan Tiongkok.

Lebih dari itu, adalah tentang visi besar pemimpin kita dan keberaniannya dalam membawa bangsa ini menghadapi tantangan dan masalah yang ada.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.