Masalah lalu lintas internet

Masalah lalu lintas internet merupakan masalah kita semua. Karena kita hidup di dunia digital. Yang tiap hari tidak bisa terlepas dari penggunaan jaringan dan berita palsu. Seminggu yang lalu, ada berita di dalam truk kontainer Inggris yang menemukan 39 mayat telah menarik perhatian dunia. Di mana sebelumnya, ada beberapa sumber berita Barat mengatakan mayat-mayat tersebut adalah orang China yang menyelundup ke Inggris. Akibat mati kedinginan dalam truk kontainer yang dibayar untuk menyelundupkan mereka.

Baru akhir pekan lalu, polisi Inggris akhirnya mengkonfirmasi 39 korban adalah warga negara Vietnam. Sebelumnya Kedutaan Besar China telah mengkonfirmasi berita tersebut dengan pemerintah Inggris. Berbagai diskusi telah dimulai. Sampai akhirnya memperoleh kepastian dari kepolisian Inggris.

Masalah lalu lintas internet

Berita yang sangat memalukan bagi Barat. Kejadian ini mengingatkan betapa pentingnya dasar fakta bagi seseorang sebelum menghakimi seseorang atau sesuatu. Di zaman Now, penyajian fakta menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena aliran informasi palsu yang terlalu banyak dan semakin cepat.

Hari ini kita dihadapkan dengan sebuah fenomena bahwa di dunia internet, jumlah informasi yang dihasilkan oleh manusia nyata sudah dikalahkan oleh jumlah informasi yang dihasilkan oleh mesin AI. Lebih dari 40% lalu lintas atau traffic di Internet adalah palsu kata sebuah artikel yang dirilis di Silicon Valley. Saya sangat terkejut ketika saya melihat angka tersebut.  

Di antara 40% lalu lintas palsu ini, sebagian besar informasi di baca oleh robot. Komputer atau laptop yang secara tidak sengaja terinstall dengan perangkat lunak berbahaya akan mengklik situs-situs web, menggerakkan mouse, masuk ke akun jejaring sosial dan sebagainya. Segala kebiasaan manusia ini, dapat di tiru dan disimulasikan dengan mudah oleh mesin.

Selain itu, Masalah lalu lintas internet bukan hanya kepalsuan traffic, namun orang pemilik akun juga palsu. Jumlah akun palsu di jejaring sosial tumbuh pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Pada kuartal pertama tahun 2018, Raksasa internet Facebook menghapus lebih dari 500.000 akun palsu di platformnya. Jumlah yang sangat tinggi. Tetapi tentu saja, bila dibandingkan dengan 1,5 miliar pengguna Facebook setiap hari, itu hanya setetes air di lautan Pasifik.

Tetapi pada kuartal keempat tahun 2018, akun palsu yang dihapus oleh Facebook sebanyak 1,2 miliar. Dalam sekejap mata, pada kuartal pertama tahun 2019, Facebook telah menghapus 2,2 miliar akun palsu. Bayangkan! Betapa mengerikan. 2,2 miliar akun, sebenarnya telah hampir mendekati jumlah seluruh akun pengguna yang terdaftar di Facebook oleh orang sungguhan.

Akun palsu membuat banyak konten palsu atau Hoax. Misalnya, komentar di situs web E-commerce. Di masa lalu, untuk memberikan Rating dan ulasan, perusahaan internet akan menggunakan jasa dari “Pasukan Air” untuk mengirim komentar yang baik maupun buruk. Tapi sekarang, “Pasukan Air” telah menjadi mesin AI.  

Misalnya lagi, 30% dari komentar di Amazon dipastikan sebagai komentar palsu. Yang dihasilkan oleh mesin. Sedangkan, pesaing Amazon, si Wal-Mart proporsi komentar palsu jauh lebih tinggi. Melebihi 50%.

Di masa lalu, kita selalu percaya bahwa sebagian besar informasi di internet adalah benar. Dan informasi yang palsu hanyalah minoritas. Namun, Saat ini jumlah informasi palsu mungkin akan melebihi informasi sebenarnya.

Pada tahun 2013, setengah dari lalu lintas di platform YouTube dibuat oleh robot samaran manusia. Pada saat itu, YouTube memiliki sistem yang secara otomatis bisa mengidentifikasi Masalah lalu lintas internet. Tetapi masalah tersebut membuat karyawan YouTube khawatir lalu lintas palsu yang terlalu besar akan menyebabkan sistem YouTube malah sebaliknya mengidentifikasi lalu lintas palsu dan pengguna palsu sebagai traffic dan pengguna sebenarnya. Sehingga, YouTube sendiri akan jatuh ke dalam informasi Hoax lingkaran setan.

Saat ini, di dalam kehidupan kita yang semakin mengandalkan algoritme untuk mengoperasikan Dunia ini, masalah ini menjadi semakin serius. Baik bagi kita ataupun  algoritma, dasar bagi kita untuk mengenali dunia dan membuat penilaian tentang dunia harus berdasarkan kenyataan.

Perkembangan teknologi sekarang mendorong kita ke titik kritis yang tidak didasarkan pada fakta. Jika dasar-dasar fakta itu runtuh, maka model dunia kita akan runtuh juga. Sebenarnya, model dunia seseorang secara inheren sangat tidak akurat. Banyak orang kurang menyadari betapa mudahnya mengutak-atik fakta kesan seseorang.  

Pada dasarnya, ingatan manusia belum tentu akurat. Kadang-kadang kita keliru, kadang-kadang mungkin kabur dan kurang jelas. Kebanyakan kita tidak tahu bahwa lebih mudah mengarang ingatan seseorang daripada yang kita pikirkan. Misalnya, percobaan menunjukkan bahwa foto palsu dapat membentuk kembali ingatan kita tentang masa kecil.

Elizabeth Loftus, seorang psikolog di University of Washington melakukan percobaan dan menunjukkan kepada para peserta foto palsu komposisi. Foto peserta dan kelinci si Roger sewaktu kecil. Hasilnya, 16% dari 167 peserta yakin mereka pernah berfoto dengan kelinci Roger ketika masih kecil. Dan mereka bahkan bisa menggambarkan situasi secara rinci.  

Dalam percobaan lainnya, psikolog mensintesiskan foto seorang peserta yang duduk di balon udara panas bersama ayahnya ketika dia masih kecil. Hasilnya, setengah dari peserta ingat pengalaman mereka naik balon udara panas. Sangat Jelas, baik sang kelinci Roger maupun balon udara panas adalah kenangan yang dibuat para peserta.

Dalam kehidupan sehari-hari, otak kita mungkin bisa keliru mengingat hal-hal yang tidak pernah ada. Psikolog Loftus menamakan fenomena ini sebagai memori yang salah atau False Memory. Penelitian menunjukkan bahwa 4 dari setiap 10 orang memiliki ingatan salah tentang masa kecil.

Masalah lalu lintas internet
Masalah lalu lintas internet

Julia Shaw, seorang psikolog di University College London melakukan percobaan yang sama. Peserta berulang kali ditanya tentang kejahatan kekerasan selama wawancara. Hasilnya, 70% dari mereka menghasilkan ingatan palsu tentang dosa kelakuan mereka di waktu kecil. Bahkan beberapa diantaranya percaya bahwa mereka menggunakan senjata untuk menyerang orang lain. Hampir tiga perempat dari ingatan palsu ini dapat dengan jelas menggambarkan penampilan polisi waktu diinterogasi.

Ini hanyalah sebuah eksperimen. Tetapi kita juga dapat membayangkan bahwa jika hal seperti itu terjadi di dunia nyata, Akibatnya akan menjadi bencana yang tidak bisa dibayangkan.

Ingatan manusia bukanlah adegan seperti rekaman film. Memori kita lebih seperti Video editor. Yang dapat memotong dan menempel banyak klip termasuk beberapa informasi baru.

Ingatan yang salah mungkin terkait dengan sifat manusia. Sejak lahir kita memiliki karakter untuk suka bercerita, terutama menyangkut cerita tentang diri kita sendiri. Kita selalu berharap memiliki narasi yang masuk akal. Ketika kita melihat fragmen yang tidak koheren, kita secara tidak sadar akan mengisi bagian-bagian yang hilang dan membuat logika cerita menjadi lebih serius. Karena alasan inilah ingatan kita akan dirusak, dan kita akan menjadi bias dalam penilaian fakta.

Just like grandma says, pada tingkat peraturan, pemerintah AS telah mengeluarkan peraturan membatasi konten video palsu dan audio palsu. Sementara di Tiongkok, perusahaan-perusahaan yang membuat lalu lintas dan berita palsu akan ditindak pidana secara keras. Sementara dari pihak kita sendiri, adalah suatu keharusan untuk selalu berpikir dua tiga kali sebelum berbicara atau memposting sesuatu yang kita sendiri kurang yakin. Karena apa pun yang kita katakan lewat mulut kita baik benar atau salah, bagi orang lain yang mendengarkannya adalah bagian dari kebenaran di dunia ini.

Advertisements
Categories: Masalah lalu lintas internet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: