Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia

Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia atau di sebut FAST, Five-hundred meter Aperture Spherical Telescope telah resmi dioperasikan sejak awal Januari 2020. Teleskop radio ini dalam bahasa Mandarinnya 天眼 memiliki arti “Mata Langit” terletak di Guizou, Barat Daya China dengan Diameter 500 meter, selesai pada September 2016.

Semua indikator teknis teleskop telah melampaui tingkat yang direncanakan, dan kinerjanya terkemuka di dunia, kata Shen Zhulin, seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok.

Mata Langit FAST diperkirakan secara bertahap akan terbuka untuk para Astronom di seluruh dunia. Dengan menyediakan alat dan teknologi yang paling kuat untuk mengungkap misteri seputar asal-usul dan evolusi alam semesta.

Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia

Dijuluki “China Sky Eye atau Mata Langit China,” merupakan teleskop radio paling sensitif di dunia. Mata Langit ini sekitar 2,5 kali lebih sensitif daripada Observatorium Arecibo di Puerto Rico, sebuah wilayah AS yang terletak antara Laut Karibia dan Samudra Atlantik, di sebelah timur Republik Dominika, merupakan teleskop radio piringan tunggal kedua terbesar di dunia.

Dalam periode lebih dari dua tahun, teleskop Mata langit telah menemukan 102 pulsar, sejenis bintang neutron, lebih dari jumlah total pulsar yang ditemukan oleh tim peneliti di Eropa dan Amerika Serikat selama periode yang sama, menurut data yang dirilis pada pertemuan commissioning.

Melalui FAST, para Astronom China telah mendeteksi ledakan radio cepat (FRB) berulang, sinyal misterius yang berasal dari 3 miliar tahun cahaya dari Bumi pada tahun 2019, menurut para peneliti di Observatorium Astronomi Nasional dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Pada awal bulan lalu, Mata Langit FAST secara resmi meluncurkan proyek ilmiah untuk mencari peradaban luar angkasa. Kedengarannya seperti cerita dalam novel fiksi ilmiah? 

Sejak berita dirilis, Banyak netizen telah mulai panas berdiskusi. Mereka mulai menebak apakah Mata Langit ini dapat menemukan Alien.

Beberapa diantaranya bergurau sambil menggunakan komentar dialog dalam Novel“三体“pinyin “San Ti” atau The Three Body Problem, “Jangan menjawab, Jangan Menjawab, Jangan Menjawab.”

The three Body Problem, adalah novel fiksi ilmiah sains Pertama dari China oleh penulis Liu Cixin yang diterbitkan pada tahun 2008 dan berhasil mendapatkan Penghargaan tertinggi Novel Dunia, Hugo Awards.

Jika Anda pernah membaca novel ini, Manusia Bumi karena menanggapi sinyal Alien, sehingga memaparkan letak koordinat Bumi, dan akhirnya memicu perang yang berkepanjangan.     

Namun, dunia nyata bukanlah novel fiksi ilmiah. Pencarian peradaban ekstraterestrial sebenarnya adalah studi ilmiah yang serius. Misalnya, proyek Mata Langit ini. Misi Sky Eye Kali ini akan mencari Galaksi Peri yang jaraknya 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi, untuk memastikan kemungkinan peradaban galaksi tersebut.      

“Terdengar keren?’

Penelitian ilmiah untuk mencari peradaban makhluk luar angkasa selalu menghadapi satu masalah abadi, yaitu kekurangan Dana. 

Anda mungkin berpikir bahwa Alien dapat dikatakan sebagai topik yang menarik semua orang. Ada ribuan film fiksi ilmiah tentang Alien. Alien telah menjadi perhatian masyarakat dunia, Mengapa bisa sampai kekurangan Dana penelitian?

Justru, masalah utama kekurangan dana ini terletak pada banyaknya karya sastra dan artistik ilusi manusia. Setelah membaca begitu banyak karya fiksi ilmiah, kita mungkin berpikir bahwa tidak ada Alien di alam semesta ini. Mereka semua fiktif. Apalagi, dalam beberapa dekade terakhir, banyak yang menciptakan Hipotesis sejenisnya untuk mencari keuntungan sendiri.

Sehingga, Fenomena ini membawa konsekuensi sulit untuk menanggapi serius masalah menemukan alien, apalagi penelitian ilmiah yang serius.

Sebagai contoh, pada tahun 1978, NASA hanya mengalokasikan $130.000 untuk sebuah proyek mencari peradaban luar angkasa. Yang paling menyindir adalah, seorang senator dari Partai Demokrat AS pada waktu itu bahkan memberikan “Golden Wool Award atau Penghargaan Bulu Domba Emas” untuk proyek ini. Artinya, Sangat ironis bahwa penelitian ilmiah “menemukan Alien” tidak membawa manfaat apapun, melainkan hanya mensia-siakan uang pembayar pajak. Sampai Pada tahun 1993, Kongres AS memotong semua anggarannya.                     

Tanpa dana keuangan publik, bagaimana para ilmuwan dapat melanjutkan penelitian ilmiah? 

Jawabannya adalah mencari “Taipan Lokal”.

Seperti pada 1993, co-founder Microsoft Paul Allen dan co-founder Intel Gordon Moore masing-masing memiliki komitmen, mereka berharap dalam lima tahun berturut-turut, memberikan donasi tahunan 100 juta dolar untuk peradaban luar angkasa Terkait penelitian ilmiah.             

Pada tahun 2015, Taipan berlatar belakang Fisika dari Russia bernama Yuri Milner meluncurkan suatu inisiatif terobosan berkomitmen dana hingga 1 miliar dolar, penelitian yang relevan untuk mendorong eksplorasi kehidupan di luar bumi. Ini mungkin kedengarannya seperti sejumlah besar uang, tetapi pada kenyataannya, dalam bidang astronomi seperti penjelajahan planet luar angkasa, anggaran untuk satu misi paling tidak memerlukan Dana Miliaran Dolar. Sehingga, Dana untuk mencari peradaban luar angkasa masih jauh dari kekurangan.                

Beberapa tahun yang lalu, Direktur Institut Amerika demi mencari Peradaban Extraterrestrial mengusulkan untuk mengubah tujuan utama mereka menjadi ” Jejak Teknis . Yang memiliki dua Tujuan Utama. Salah satunya adalah untuk menghapuskan stigmatisasi mereka di departemen Manajemen Pendanaan. Karena, ” mencari peradaban luar angkasa ” tidak terdengar serius, dan selalu gagal mendapatkan dana. 

Yang lainnya adalah pemahaman mereka tentang peradaban ekstraterestrial lebih dalam. Target pencarian mereka hanya “bukti teknologi yang digunakan oleh orang lain.”              

Bayangkan, dalam kehidupan nyata kisah mencari Alien, meskipun tidak ada imajinasi seperti dalam novel fiksi ilmiah, tetapi dalam kenyataan terlalu banyak masalah yang harus dihadapi.

Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia
Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia atau di sebut FAST (Image: Xinhuanet)

Kalau kita kembali melihat proyek “Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia” China ini, kita akan menghargai kesulitan dari proyek ini.    

Just like grandma says, kita tidak akan tahu apakah kita dapat menemukan peradaban luar angkasa. Tetapi melalui cerita hari ini, kita dapat merasakan satu hal. Yaitu, ada sekelompok orang di planet ini, yang telah bekerja keras untuk membuktikan satu hal, bahwa di alam semesta ini, kita tidak sendirian. We are not Alone. Setiap kali saya memikirkan hal ini, saya selalu merasa terharu di hati saya.