Advertisements

Mata Uang Digital yang kuat

Mata Uang Digital yang kuat adalah pertanyaan yang banyak bermunculan tentang Facebook Libra. Apakah aset enkripsi seperti Libra adalah suatu mata uang? Secara tradisional, suatu mata uang memiliki tiga fungsi dasar: media perdagangan, nilai penyimpanan, dan unit akuntansi.

Itulah sebabnya aset crypto seperti Bitcoin tidak memiliki fungsi dan atribut uang sama sekali. Kecuali untuk transaksi ekonomi bawah tanah atau money laundry. Hampir jarang ada yang benar-benar menggunakannya untuk membayar dan membeli barang. Karena fluktuasi nilainya terlalu besar.

Mata Uang Digital yang kuat

“Libra, yang mengklaim nilainya stabil, mungkinkah menjadi Mata Uang Digital yang kuat di dunia?”

Sebagai media perdagangan, keuntungan terbesar Libra adalah basis 2,7 Miliar penggunanya. Bahkan jika tingkat konversi cuma 10%, ada hampir 270 juta pengguna yang setara dengan jumlah total penduduk Indonesia. Dari segi efek jaringan Winner takes All, Libra akan mengarah pada monopoli alami. Jadi Libra memiliki keunggulan alami sebagai media perdagangan.

Namun, sebagai media perdagangan, ada juga kelemahan besar. Salah satunya adalah fluktuasi nilai tukar. Karena aset cadangannya adalah sekeranjang mata uang internasional. Bukannya mata uang tunggal seperti USD yang legal. Dalam hal ini, ketika Libra menukar uang dengan mata uang legal suatu negara seperti Poundsterling atau Chinese Yuan, akan ada fluktuasi nilai tukarnya.

Tentu saja, arah volatilitas mungkin tidak jelas. Kadang mungkin menguntungkan, atau sebaliknya.Tetapi bagaimanapun juga, volatilitas itu sendiri berarti risiko.  Ini adalah kelemahan Libra sebagai media perdagangan. Selain fluktuasi nilai tukar, ada juga konsep ekonomi yang disebut “biaya harga.”

Misalnya, di satu negara dengan mata uang tunggal. Jika Anda menggunakan Libra sebagai media perdagangan, itu berarti ada dua sistem mata uang paralel dengan harga yang sama. Komoditas yang sama akan memiliki dua macam harga dan dua label harga. Bayangkan, semua barang di supermarket memiliki dua set label harga. Satu adalah label harga mata uang legal, dan satunya adalah label harga Libra.  

Karena perubahan nilai tukar, berarti supermarket harus mengubah label harga Libra setiap hari. Ini biaya terlalu mahal untuk pengusaha terutama biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya. Biaya fluktuasi nilai tukar serta biaya pencatatan, akan lebih menonjol di negara-negara dengan mata uang yang kuat. Karena mata uang negara yang kuat berarti mata uang negara tersebut sangat stabil dan populer. Penduduknya tidak perlu menyimpan atau menggunakan Libra untuk bertransaksi. Oleh karena itu, ruang untuk menggunakan Libra sebagai media pertukaran dinegara seperti AS, China atau UE akan relatif sempit.

“Sebaliknya, Pembayaran lintas batas adalah titik penjualan terbesar Libra.” Artinya, memberikan kenyamanan bagi negara-negara berkembang sebagai alat pembayaran. Sebagai contoh, TKI kita yang bekerja di Hongkong atau Taiwan ingin mengirim uang kembali kepada istrinya di Indonesia. Mereka Pada dasarnya akan menggunakan moneygram atau Western Union yang biaya penanganannya sangat tinggi. Dan jangka waktu lebih panjang 2-3 hari.

Akibatnya, Libra akan sangat menarik bagi para TKI dalam pengiriman lintas batas.  Dan Facebook sendiri adalah platform sosmed global terbesar. Sehingga, pada saat peluncuran produk akan memiliki titik awal yang sangat tinggi. Memudahkan pembayaran lintas batas ataupun pengiriman lintas batas bisa tercapai dalam waktu beberapa menit. Setiap detik bisa memproses 1000 transaksi.

Libra menggunakan sekeranjang mata uang internasional sebagai aset cadangan, bukannya dolar AS secara langsung. Artinya siapa pun dapat bertukar dalam mata uang mereka sendiri untuk pembayaran dan pengiriman lintas batas.

Satu hal perlu diingat, biaya pembayaran lintas batas tradisional sangatlah tinggi. Di antaranya adalah biaya regulasi dari badan pengawasan. Tidak peduli teknologi baru Apapun yang digunakan, bagian ini tidak dapat dihindari.

Itulah mengapa dalam sidang Libra, baik Federal Reserve, Departemen Keuangan AS maupun beberapa regulator serta Kongres menekankan ketakutan Libra akan digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan teroris. Sehingga, Biaya pengawasan tidak akan hilang tidak peduli Facebook mengadopsi teknologi secanggih apapun.

Substitusi mata uang di negara dengan mata uang kurang stabil

Libra hampir tidak memiliki peluang di negara dengan mata uang kuat dan populer. Sebaliknya, mungkin menarik bagi negara berkembang. Terutama negara mata uang yang lemah dan tidak stabil. Karena di negara dengan mata uang yang lemah, mereka percaya Mata Uang Digital Libra cenderung jauh lebih kuat daripada Mata Uang negara mereka.

Sama seperti jika kita secara tidak hati-hati menerima pengembalian uang palsu sesudah makan ditepi jalan. Secara alami, kita akan berusaha mengkonsumsi atau menggunakan uang palsu ini terlebih dahulu. Oleh karena itu, mata uang nasional yang tidak stabil misalnya, di Zimbabwe. Dimana sekarung mata uang lokal hanya dapat membeli sekilo beras ketan. Mereka akan mengkonsumsikan mata uang Zimbabwe, lalu menyimpan Libra.

Dalam fungsi media perdagangan, uang buruk akan mengusir uang baik. Tetapi dalam fungsi nilai penyimpanan, sebaliknya uang baik untuk mengusir uang buruk. Yaitu, di negara dengan mata uang lemah dan tidak stabil, semua orang akan bersedia menyimpan Libra.

Secara umum, negara-negara dengan mata uang lemah adalah negara-negara berkembang dengan pasar keuangan yang kurang maju. Mereka tidak memiliki aset likuiditas dan keamanan yang tinggi. Negara-negara dengan depresiasi tinggi, inflasi tinggi, ataupun valuta asing tidak stabil menjadikan Libra sebagai pilihan aset yang paling aman bagi penduduk lokal. Sehingga, terbentuklah substitusi mata uang.

Artinya, warga Zimbabwe tidak bersedia memegang mata uang mereka sendiri. Tetapi lebih memilih Libra. Seperti halnya, ada sebagian negara lebih bersedia memegang dolar di banding mata uang sendiri.

Sebenarnya ada paradoks di dalamnya. Mark Zuckerberg pernah berkata bahwa Libra adalah keuangan inklusif yang khusus melayani negara-negara dengan mata uang yang lemah. Namun jika demikian, jika mereka menggunakan banyak mata uang lokal untuk menukar Libra, hanya akan menyebabkan mata uang lokal semakin depresiasi.

Depresiasi mata uang nasional akan menyebabkan mereka yang berpenghasilan rendah menjadi semakin miskin. Karena aset mereka semuanya dalam mata uang lokal. Misalnya, Anda tidak dapat memindahkan rumah Anda untuk di jual di luar negeri. Aset seperti itu akan semakin menyusut seiring depresiasi mata uang lokal. Sehingga hanya akan memperburuk kemiskinan bagi mereka yang hanya memiliki aset mata uang lokal. Dan  tidak akan mencapai tujuan sebagai keuangan inklusif seperti kata Mark Zuckerberg.

Libra akan menghadapi banyak masalah tidak disambut oleh pemerintah-pemerintah banyak negara di dunia. Selain contoh yang lebih ekstrem, Zimbabwe telah mengumumkan penyambutan mata uang apa pun didalam negaranya. Zimbabwe setara telah melepaskan kedaulatan moneternya sendiri.

Di samping situasi ekstrem ini, negara-negara lain dengan mata uang yang lemah seperti Thailand, Vietnam atau negara kita Indonesia, jika mereka benar-benar mengizinkan Libra masuk, itu sama dengan membiarkan kebijakan moneter dan nilai tukar kedaulatan kita diserahkan kepada Facebook. Karena kita tidak dapat mengontrol mata uang digital ini. Kita hanya dapat mengontrol mata uang Rupiah kita sendiri. Sehingga, saya secara pribadi sangat mengharapkan BI bisa melarang atau paling tidak mengawasi secara ketat dan serius.

Tentu saja, ada beberapa negara yang takut dituduh menghambat inovasi. Pada saat yang sama, mereka akan mengijinkan Libra masuk kenegaranya dengan sambil mengamati dan mengawasi. Tetapi tidak ada yang akan mengatakan bahwa mereka menyambut baik Libra.

Bagi pemerintah yang lebih lemah ataupun tidak menyambut Libra, paling tidak hanya bisa membatasi semua agen pembayaran dan bank komersial mereka untuk tidak menyediakan layanan penukaran dan pembayaran Libra. Karena pasti masih ada warganya  menggunakan metode lain untuk membeli Libra di luar negeri.

Bahkan di China yang memblokir Facebook, juga sulit membatasi warganya untuk memiliki Libra nantinya. Misalnya, Bitcoin yang dilarang beroperasi di China. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan semua lembaga pembayaran dan bank komersial tidak boleh melayani penukaran dan pembayaran Bitcoin. Tetapi Masih ada kebocoran di ekonomi bawah tanah.

Tentu saja, jika secara hukum Donald Trump melarang pengedaran Libra, maka Libra pasti tidak bisa dioperasikan lebih lanjut. Selama tidak ada larangan hukum, tidak peduli apakah itu hanya suatu persetujuan, ataupun memasuki jalur peraturan yang normal, maka bank sentral negara tersebut cuma akan pura-pura tidak melihatnya. Sehingga, menjadikan Libra sebagai Mata Uang Digital yang kuat dimana pada akhirnya Libra akan berbuat semaunya.

Jika Libra bisa diterima oleh kebanyakan orang, dan menjadi alat pembayaran yang populer, maka sangat berkemungkinan Libra berkembang menjadi Mata Uang Digital yang kuat dan berkedaulatan super kelas dunia dikemudian hari.

Mata Uang Digital yang kuat
Libra memiliki mobilisasi sosial yang sangat kuat untuk mempromosikannya ke seluruh dunia

Just like grandma says, Dari perspektif media perdagangan, skenario aplikasi terbesar Libra adalah pembayaran lintas batas dan pengiriman lintas batas. Libra tidak hanya menargetkan pasar domestik AS, tetapi juga negara dengan mata uang yang kuat seperti Eurozone. Dari perspektif nilai penyimpanan, di negara-negara berkembang dengan nilai mata uang yang tidak stabil atau lemah, hal ini dapat diterima oleh rakyat biasa dan menjadi aset yang aman.

Hambatan terbesar Libra adalah untuk berfungsi sebagai unit akuntansi. Alasan paling Utama adalah unit akuntansi pada umumnya dikendalikan oleh pemerintah. Sangat sulit bagi Libra untuk diakui oleh negara berdaulat.

Tapi jangan lupa, Libra adalah perusahaan yang sepenuhnya bergantung pada Facebook. Facebook memiliki kemampuan mobilisasi sosial yang sangat kuat. Bahkan sikap negatif dari para regulator AS tidak dapat sepenuhnya membatasi perkembangannya. Akibatnya, Libra berpotensi menjadi Mata Uang Digital yang kuat berkelas dunia melalui pembayaran lintas batasnya. Secara singkatnya, pembayaran lintas batas adalah titik penjualan terbesar Libra.

Selanjutnya, pertanyaan yang sangat serius bagi Bank Indonesia, Apakah sudah siap menghadapi tantangan yang bakal timbul dari Libra ini?

Advertisements
Categories: Mata Uang Digital yang kuat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: