Medan Perang Baru Huawei

Medan Perang Baru Huawei Solusi Otomotif Cerdas HMS for Car dan Hi Car. Huawei ingin menjadi Era Baru “Bosch”. Bukannya sekedar perusahaan spareparts ICT atau ponsel. Huawei yang tidak ingin memproduksi mobil, tetapi ingin menciptakan 70% nilai baru industri otomotif. Lain halnya dengan membuat mobil, bisnis baru dengan imajinasi yang lebih besar ini sangat berkemungkinan mencapai “Winner takes all” industri otomotif.

Pada konferensi Mate40 smartphone andalan tahunan Huawei pada tanggal 22 Oktober yang lalu, Huawei dengan tidak sengaja memfokuskan “paruh kedua” ke industri mobil. Wang Jun, President Solusi Mobil Cerdas Huawei, sekali lagi menyatakan bahwa “Huawei tidak akan memproduksi mobil”.

Medan Perang Baru Huawei

Namun masalah ini seakan tidak menjadi fokus media. Karena tampaknya semua orang telah melihat jelas ambisi Huawei yang sebenarnya. Yaitu merilis teknologi Huawei ke setiap mobil. Menghadirkan dunia digital ke dalam setiap mobil. Ini adalah slogan HI, solusi mobil cerdas Huawei.

Singkatnya , “Smart Car Solution HI Brand” yang dirilis Huawei kali ini merupakan pertama kali Huawei mendemonstrasikan kapabilitas lengkapnya di bidang otomotif. Dengan cara ini, Huawei akan menggunakan model inovatif untuk bekerja sama dengan perusahaan mobil. Bersama untuk menciptakan butik kendaraan listrik cerdas yang saling terhubung. 

Logo baru ” HI ” seperti logo baru “teknologi mesin mobil” di masa depan. Lambang penggunaan solusi lengkap mobil pintar Huawei. Dalam sektor B To B otomotif, Solusi mobil pintar Huawei meliputi 1 arsitektur komputasi dan komunikasi baru. Termasuk 5 sistem cerdas besar seperti mengemudi cerdas, kokpit cerdas, jaringan cerdas,  listrik cerdas dan kendaraan cerdas dengan awan, radar laser, AR-the HUD. Semua paket cerdas. 

Boleh dibilang hampir mencakup semua “kemungkinan” Fungsi cerdas mobil masa depan. 

Pada saat bersamaan, Huawei juga sedang memfokuskan tiga senjata ampuh untuk pengguna akhir (To C). Diantaranya, produk pra-instal HMS untuk Mobil.  Produk yang menggabungkan ekologi perangkat lunak Huawei dan AI mesin skenario, untuk menyediakan konten dan layanan di dunia mobil dan mesin. 

Kedua, HiCar. HiCar berfokus pada proyeksi internet dalam mobil. Huawei juga merilis layar pintar pertama yang dipasang di mobil untuk “produk pasca-instalasi”. Layar ini akan dilengkapi dengan Hongmeng OS 2.0. 

Dari hulu ke hilir. Dari ujung B ke ujung C. Semuanya ini lebih seperti jalan yang ditempuh Huawei dalam industri komunikasi ICT. Ambisi Huawei bukan hanya sebuah TIK Perusahaan suku cadang saja. Huawei yang tidak memanufaktur mobil, jauh lebih mengerikan daripada Huawei yang memproduksi mobil.

Yang ingin dimakan Huawei bukan hanya satu titik bisnis tertentu. Tetapi seluruh pasar. Huawei telah menginvestasikan 500 juta dolar AS dalam solusi mobil pintar. Sebanyak 2.000 karyawan. Profitabilitas bisnis otomotif belum dipertimbangkan untuk jangka pendek. 

Huawei juge merekrut 500 orang karyawan di dua segmen bisnis HMS for Car dan Hi Car. Mereka merupakan bagian dari bisnis konsumer. Namun, sistem penjualan eksternal dari semua produk berhubungan dengan mobil berada dibawah naungan departemen bisnis mobil.

Di sukai atau tidak, Huawei telah membawa tim R&D perangkat lunak dan perangkat keras yang terdiri dari 2.500 orang ke Tim perusahaan mobil.

HI Car menghadirkan solusi mobil pintar. Mewarisi akumulasi teknologi Huawei selama 30 tahun. Integrasi yang mendalam dengan industri otomotif. Berusaha mengejar perkembangan teknologi lompatan untuk menjadi pemimpin dan menyalip di Era baru nanti.

Dari distribusi bisnis saat ini, Huawei yang “membuat kue baru”, hampir tidak memiliki persimpangan dengan pemasok suku cadang tradisional. Konsensus yang lebih umum adalah Huawei akan memposisikan kedudukan kelas atas atau Tier1. Sebagai benchmark untuk bersaing dengan Bosch. Berharap menjadi “Bosch of the New Era”. 

Huawei memprediksikan bisnis otomotif masa depannya akan menyumbang pendapatan 50 miliar dolar AS. Sedangkan, pendapatan bisnis otomotif Bosch pada tahun 2019 telah mencapai 47 miliar Euro. 

Saat ini, proporsi produk elektronik otomotif dalam biaya kendaraan terus meningkat. Ini telah menjadi titik pertumbuhan struktural industri otomotif. Komponen terkait mengemudi otonom dan jaringan mobil juga merupakan pasar samudra biru dengan potensi yang sangat besar. 

Menurut laporan McKinsey Global Institute, mengemudi otonom akan mencapai 13% dari total jarak tempuh mobil penumpang ( PKMT ) untuk pasar China di tahun 2030.

Dalam hal Internet Kendaraan, menurut data IHS , tingkat penetrasi Internet Kendaraan di China diperkirakan akan meningkat 77% pada tahun 2025. Dengan ruang pasar sebesar 955 miliar yuan atau lebih dari USD140 Miliar Dolar. Ini belum termasuk Smart cockpit, Smart electric, dan pangsa pasar lainnya. 

Skala pasar dan profit yang diperoleh akan melebihi total pendapatan tahunan semua produsen mobil besar. Bahkan, melampaui ruang pasar yang lebih besar daripada satu produsen kendaraan. Dari “Lab 2012” Huawei hingga setelah debutnya di Shanghai Auto Show bulan Mei tahun lalu, Huawei secara resmi membentuk solusi mobil pintar. 

Meski ambisi Huawei untuk masuk ke industri otomotif telah menjadi rahasia umum beberapa tahun lalu, Huawei justru semakin mempercepat investasinya. 

Sekali lagi, Huawei menekankan ” nilai baru 70% ” industri Otomotif. Artinya, “HI” akan memberikan daya komputasi dan sistem operasi yang dapat diandalkan. Seperti, tiga platform komputasi. Misalnya, platform komputasi penggerak cerdas, platform komputasi kokpit cerdas, dan platform komputasi kontrol kendaraan cerdas.

Beserta tiga sistem operasi AOS, Sistem Operasi mengemudi Cerdas. HOS, Sistem Operasi Kokpit Cerdas. Dan VOS, Sistem Operasi Kontrol Kendaraan Cerdas. 

Daya komputasi dan dukungan sistem operasi adalah kemampuan dasar bagi industri mobil untuk mewujudkan definisi perangkat lunak. Termasuk juga mengembangkan fungsi baru, dan mengoptimalkan pengalaman pengguna. 

Dalam sistem penggerak otonom kelas atas, Huawei telah menghadirkan berbagai produk dalam kelistrikan cerdas dan pengalaman kokpit cerdas. Seperti, sistem penggerak otonom terbaik di jalan raya Tiongkok. Produk eksklusif industri mobil listrik, yaitu ” Solusi pengisian cepat bertegangan tinggi 800V “. Atau platform komputasi yang dikembangkan sendiri yaitu sistem operasi kokpit “Harmony OS“. Dan, “sistem penggerak listrik ganda” dan sebagainya.

Produk baru ini “menunjukkan” kapabilitas sistem canggih Huawei. Serta kapabilitas integrasi perangkat lunak dan perangkat kerasnya. Huawei, yang tampaknya “membuat kue baru” daripada “mengambil kue” justru membuat “saingan” di industri mobil semakin cemas. 

Solusi Mobil Cerdas Huawei

Meski nilai komersial bisnis ini masih jauh dari skala besar, Xu Zhijun, wakil ketua dan ketua bergilir Huawei berharap mendominasi 70% dari nilai mobil di masa depan. Jauh melebihi nilai teknologi tradisional seperti bodi dan sasis di seluruh industri kendaraan. Sehingga, membentuk peningkatan baru Pasar volume kendaraan.

“Sementara para pemasok berharap memiliki kemampuan sistem perangkat lunak, perusahaan mobil juga mencoba bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk menguasai perangkat lunak dalam mendefinisikan Ulang mobil.

Seorang pengembang perangkat lunak mobil tradisional berkata,”kontradiksi ini sedang mempengaruhi mode kerjasama di belakang Divisi industri otomotif.” 

Saat ini, sebagian besar pemasok suku cadang mobil tidak dapat menyelesaikan transformasi model bisnis yang begitu besar dan peralihan sistem kapabilitas. Kehadiran Huawei tampaknya menjadi harapan untuk menembus “dilema” ini. 

Medan Perang Baru Huawei
Medan Perang Baru Huawei (Image: Iot Automotive)

Inti dari “membantu perusahaan mobil membuat mobil yang bagus” atau medan perang baru Huawei tampaknya tidak berubah. Tetapi Huawei juga telah membawa “reaksi kimia” yang berbeda ke dalam industri otomotif.

Just like grandma says, sekitar 40% biaya setiap kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan kendaraan harus dibayarkan kepada pemasok suku cadang penting seperti Bosch. Mungkin di masa depan juga akan membuktikan kata pebisnis kalangan otomotif bahwa, semua pabrikan mobil di masa depan akan harus mencari Bosch, tetapi mereka juga harus mencari Huawei. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa “kue baru” akan semakin diperbesar. Namun suatu saat, ketika “kue baru” terakumulasi menjadi cukup besar, “kue” yang sebelumnya mungkin tidak ada yang peduli lagi.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.