Melarikan diri dari Silicon Valley

Para startup mulai Melarikan diri dari Silicon Valley sejak beberapa tahun yang lalu. Silicon Valley atau Lembah Silikon selalu menjadi surga bagi para pengusaha atau startups. Semua raksasa teknologi AS seperti Apple, Facebook, Google, Amazon dan sebagainya memulai dan berkembang besar di sini. Sejauh ini, Silicon Valley telah menghasilkan lebih dari 57 unicorn startup seperti Airbnb dan Uber. Yang sangat terkenal itu.  

Namun, situasinya telah berubah dalam dua tiga tahun terakhir. Sebuah majalah populer AS, The Economist secara langsung melaporkan bahwa para startups mulai melarikan diri dari Silicon Valley karena berbagai unsur.  

Melarikan diri dari Silicon Valley

Mengapa para startups bersedia meninggalkan Lembah Silikon yang merupakan pusat pengembangan teknologi dunia ini?

Alasan utamanya, adalah lingkungan pengembangan usaha di Silicon Valley telah memburuk. Biaya hidup seperti sewa kantor atau biaya makan tiga kali sehari telah meningkat secara substansial. Karena Silicon Valley telah melahirkan sedemikian besar orang kaya dan berkuasa dalam beberapa dekade.

Kesenjangan sosial yang besar antara si kaya dan si miskin semakin diperbesar. Harga rumah di Lembah Silikon melonjak drastis. Harga rumah atau biaya sewa kantor yang tinggi telah menyebabkan peningkatan biaya hidup yang utama. Hari ini, di San Francisco pendapatan 120.000 dolar per tahun sudah merupakan kelompok berpenghasilan rendah.  

Di sisi lain, lingkungan perkotaan sekitar San Fransisco semakin memburuk. Keamanan lalu lintas di Lembah Silikon telah membuat penduduk setempat sangat tidak puas dan mencapai titik puncaknya. Mungkin karena pemerintah AS yang turun temurun kurang mementingkan pembangunan infrastruktur dalam negerinya sendiri. Melainkan lebih berfokus pada bagaimana melancarkan perang di negara lain. Yah, siapa tahu lah kata penduduk setempat.

The Economist mengatakan data perusahaan real estate CBA menunjukkan bahwa pada tahun 2017, ada lebih dari 500 startup di Silicon Valley. Rata-rata memiliki 7.000 meter persegi luas ruang kantor. Yang harganya 47% hingga 49% jauh lebih tinggi daripada negara bagian Portland atau Atlanta. Atau dua kali lipat lebih tinggi dari Toronto atau Vancouver di Kanada.

Faktor Kedua, sulit bagi perusahaan atau startup kecil untuk bersaing dengan raksasa teknologi dalam hal merekrut talenta atau SDM. Misalnya, gaji Manajer menengah perusahaan besar sangatlah mahal. Gaji rata-rata perusahaan raksasa seperti Google adalah 200.000 Dolar per tahun. Atau, Facebook adalah 240.000 dolar. Jadi, sangat Sulit bagi para startup untuk mengasih gaji setinggi itu. Sama sekali bukan lawan dari perusahaan besar dalam hal kompetisi merebut orang berbakat.

Dan yang terakhir, pengaruh dan dampak lingkungan eksternal. Misalnya, setelah Trump berkuasa menjadi presiden AS, Trump memperketat kebijakan pemasukan dalam merekrut para imigran dan mahasiswa internasional. Yang jelas sangat tidak menguntungkan bagi Lembah Silikon. Lebih dari setengah perusahaan teknologi terkemuka di Amerika Serikat didirikan oleh para imigran atau keturunan imigran dari India, Tiongkok, Iran atau Eropa lainnya.

Kebijakan ini setara dengan memotong atau mencabut akar sumber bakat Lembah Silikon. Meskipun, Masih ada beberapa perusahaan yang bisa merekrut talenta, tetapi mereka kebanyakan telah terjebak selama satu dua tahun karena masalah visa. Randy Comissa, seorang mitra di Kleiner Perkins mengatakan bahwa kebijakan imigrasi merupakan salah satu faktor utama menyebabkan banyak perusahaan Melarikan diri dari Silicon Valley.

Kalau begitu, Bagaimana perusahaan teknologi ini akan didistribusikan di masa depan?  

Majalah The Economist memberikan skenario sebagai berikut, “kemakmuran yang tersebar atau terpisah. Mengandalkan teknologi untuk mencapai tingkat konektivitas yang tinggi. Misalnya Los Angeles dan Seattle yang biaya hidupnya lebih rendah dan tidak jauh dari Lembah Silikon, menjadi favorit dan rebutan para startup.

Melarikan diri dari Silicon Valley
Melarikan diri dari Silicon Valley

Banyak perusahaan mobil otonom mulai pindah ke negara bagian Phoenix dan Pittsburgh. Startup di bidang media pindah ke New York. Perusahaan teknologi keuangan atau fintech mulai terkonsentrasi di London. Dan startup untuk perangkat keras berbondong dan terkonsentrasi di Shenzhen-Tiongkok.  

Adapun kota-kota lain seperti Portland, Austin, Vancouver, Beijing, dan Berlin juga merupakan pilihan favorit dari para startup Silicon Valley ini. Aliran dana yang bebas membuat kewirausahaan lebih mudah terealisasi di kota-kota lain. Produk serta teknologi yang lahir di Silicon Valley, seperti smartphone dan komunikasi video memungkinkan orang-orang untuk berkolaborasi di lokasi yang tersebar secara geografis.

Just like grandma says, teknologi yang diciptakan oleh Silicon Valley, setelah mereka menumbangkan banyak industri lain, kini giliran mereka menumbangkan metode sendiri dan mengubah cara bermain versi baru.

Advertisements
Categories: Melarikan diri dari Silicon Valley

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: