Melihat dunia melalui mata kartunis

Melihat dunia melalui mata kartunis seperti Komik Astro Boy sudut yang berbeda. Di mata para kartunis, kehidupan manusia terasa begitu kuat. Semua pola hidup kita bisa ditampilkan begitu kaya dan penuh imajinatif, lucu, menyedihkan, menggembirakan, tetapi juga sarat dengan konflik dan intrik.

Berbicara tentang komik, banyak orang mungkin merasa lebih baik membaca buku untuk memperoleh informasi secara efisien. Atau, Untuk merasakan dunia secara intuitif, lebih baik menonton film atau video. Komik tampaknya agak aneh antara teks dan gambar. Namun, Apa yang begitu menarik tentang komik sehingga menjadi begitu populer?

Melihat dunia melalui mata kartunis

“Unflattening” (memiliki arti “Tidak Merata”) adalah Thesis PhD yang ditulis oleh Nick Sousanis saat kuliah di Universitas Columbia, Amerika. Tetapi yang menarik adalah, seluruh artikel disajikan dalam bentuk komik. Artinya, thesis komik tentang komik. Ini adalah Thesis pertama kali dalam sejarah Universitas Columbia yang ditulis dalam komik.

Komiknya Nick Sousanis, sebenarnya membalikkan dua prasangka saya tentang komik. Prasangka pertama, saya selalu berpikir komik hanyalah semacam budaya hiburan. Saya tidak menyangka komik juga dapat digunakan untuk menyampaikan ide-ide akademis. Membuat teori akademik abstrak menjadi lebih intuitif dan lebih mudah dipahami.

Prasangka kedua, saya dulu berpikir bahwa cara berekspresi komik tidaklah efisien. Komik tidak mengandung teks yang lancar atau gambar yang lebih intuitif. Tetapi bentuk dan sudut pandang komik ini membuat saya menyadari satu hal. Bahwa komik mungkin lebih dekat dengan cara berpikir manusia yang sebenarnya, dibanding kata-kata dan gambar sederhana.

Misalnya Suatu saat, Anda mungkin memiliki banyak ide yang datang secara bersamaan. Tetapi ketika Anda mengekspresikannya dalam bahasa, Anda harus mengurutkannya satu per satu seperti Ricky menulis artikel ini. Karena teks adalah ekspresi linear. Namun, bedanya dengan komik, Anda mungkin merasa bahwa penulis telah meletakkan semua pikiran dan adegan di kepalanya di depan Anda.

Jika suatu ketika manusia menciptakan antarmuka otak-komputer yang kuat seperti yang sedang dikerjakan oleh Elon Musk sekarang ini, kita akan dapat memasuki pikiran orang lain untuk melihat apa yang dipikirkannya. Saya yakin pengalaman seperti itu mungkin tidak seperti menonton film atau membaca buku. Tetapi lebih seperti membaca Komik.

Sebenarnya, daya tarik atau pesona komik sering kali berasal dari bentuk dan kartunis itu sendiri. Misalnya, Stan Lee penulis komik Marvel yang sangat terkenal itu. Bagaimana Stan Lee melihat dunia melalui mata kartunis yang seringkali tampil di banyak film Marvel selama 3 menit. Stan Lee telah menjadi favorit penggemar Film Marvel yang sering dinanti-nantikan.

Hal kedua yang ingin saya rekomendasikan adalah film dokumenter klasik tentang kartunis namanya, “The Secret of Creation” oleh Tezuka Osamu.

Nama Tezuka Osamu mungkin tidak lagi asing bagi para penggemar komik Jepang. Dia adalah penulis komik “Astro Boy”. Tetapi statusnya di dunia komik tidak begitu sederhana. Dia sangat terkenal sebagai “Dewa Manga”. Bahkan ketika penulis Manga di China memiliki perselisihan pandangan, mereka seringkali mengutip teori Tezuka Osamu untuk meyakinkan orang.

Kehidupan Tezuka Osamu sangatlah misterius. Beliau tinggal di sebuah rumah kecil di pusat kota selama lebih dari 40 tahun. Bayangkan, bahkan asistennya tidak diizinkan masuk ke rumahnya satu langkahpun. Beliau juga, Beliau jarang pulang ke rumah orangtuanya. Walaupun pulang, juga tidak lebih dari 60 hari setahun. Beliau adalah orang yang gila bekerja. Istilahnya, workaholik.

Yang paling mengejutkan adalah efisiensinya. Suatu saat ketika beliau lagi membuat serial tiga komik sekaligus. Beliau dapat menghasilkan ide untuk satu komik dalam 10 menit. Tetapi, satu-satunya cara untuk mendapatkan informasi luar adalah melalui koran dan televisi. Bagi Orang yang penggemar komik pasti ingin tahu tentang kartunis misterius dan berbakat ini.

Melihat dunia melalui mata kartunis
Melihat dunia melalui mata kartunis (Image: TVN)

Film dokumenter ini sangatlah beruntung. Ini adalah pertama kalinya Tezuka Osamu mengizinkan staf NHK Jepang untuk memasuki rumahnya, mewawancari dan secara pribadi merekam kehidupannya.  

Ketika saya menonton film dokumenter ini, saya tidak melihat kesan berkaitan kelelahan atau tekanan yang disebabkan oleh pekerjaan intensitas tinggi Tezuka Osamu. Beliau selalu tersenyum di depan kamera. Kadangkala akan memperkenalkan hobinya tentang serangga secara detail. Sangat persis seperti anak kecil yang bermain dengan mainannya.

Meskipun nama film dokumenter ini adalah “Rahasia Penciptaan”, pada kenyataannya Anda akan melihat bahwa Tidak ada metodologi siap pakai untuk penciptaan dan inspirasi. Di balik kesuksesan semua Guru Besar, adalah cinta dan hobi jangka panjang atas pekerjaannya.

Just like grandma says, Daya Pesona sebuah komik jelas bukan hanya penampilan cover atau lukisan yang menarik. Tujuan Utama masing-masing penulis komik adalah mengarahkan dan melihat dunia melalui mata kartunis ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.