Advertisements

Bagaimana perusahaan China membuka peluang bisnis di Afrika

Oleh: Ricky Suwarno

27 Juli 2019

Pada tanggal 22 Juli yang lalu, Star market Shanghai diumumkan secara resmi. Dorongan dan dukungan untuk para startup China di bidang sains dan teknologi. Langsung dari presiden China, Xi Jinping. Yang bukan lagi berupa subsidi. Bukan juga sumbangan besar-besaran seperti di tahun 2010 an. Yang biasanya kurang bisa berkelanjutan. Melainkan lewat pasar modal Shanghai secara langsung. Biar pasar saham yang menentukan keberlanjutan suatu startup.

“Shenzhen Transsion holding Ltd,” adalah salah satu perusahaan yang berhasil masuk listing IPO dalam Star Market ini. Banyak orang mungkin merasa asing terhadap perusahaan ini. Bahkan 99% orang China sendiri tidak mengenali branding ini. Kita mungkin tidak pernah menggunakan ponselnya. Tetapi merek China ini, dikenali setiap orang di Afrika. Mengapa?

Sampai Ricky sendiri sebagai “Tech Savvy” baru pertama kali mendengarnya di tahun lalu.

Pada tahun 2018, lebih dari 100 juta ponsel Transsion dengan merek “Tecno” mobile terjual di Afrika. Dengan pangsa pasar 48,7%. Sebagai perbandingan, penjualan ponsel Oppo di dunia hanya 100 juta di tahun yang sama. Sehingga, “Tecno” telah memenangkan gelar “Raja ponsel Afrika.”

Ada banyak kisah lucu dan menarik di balik kesuksesan Raja ponsel ini. Sebagai contoh, Fungsi kamera dan facial recognition atau Teknologi pengenalan wajah. “Ponsel Tecno” adalah yang terbaik. Bukan Samsung. Bukan juga Huawei atau iphone. Tecno Mobile bisa menghasilkan foto paling jelas. Untuk muka orang Afrika yang hitam di malam hari.

Orang Afrika suka bernyanyi. Dan berjoget. Ponsel Tecno memiliki volume suara yang sangat gede. Di banding ponsel merek lain. Tecno bisa dijadikan sebagai loudspeaker untuk acara pesta di luar.

Bagi orang Afrika, Fitur-fitur penggunaan atau users experiences Tecno memang luar biasa. Keunggulan lainnya, Tecno sangat mengerti kebutuhan orang Afrika. Afrika memiliki banyak operator seluler. Sehingga kualitas internet sangat jelek. Jaringan internet sering terputus. Demi menghemat uang, kita bisa melihat banyak SIM Card dalam kocek mereka. Mereka Harus mengganti kartu SIM antar jaringan yang berbeda setiap saat. Di setiap daerah.

Untuk mengatasi masalah ini, Tecno harus mengembangkan telepon seluler “multi-kartu. Dan multi-siaga”. Harus standby pemindahan jaringan setiap saat. Satu ponsel Tecno dapat dimasukkan empat sampai lima kartu. Ini adalah kunci lokalisasi produk di Afrika.

Selain itu, listrik jarang tersedia di mana-mana. Sehingga, tidak mudah menemukan tempat untuk mencas baterai. Makanya, Tecno khusus membuat ponsel dengan baterai yang sangat kuat dan sangat besar. Lain halnya, kebanyakan kita berharap ponsel semakin ringan atau kecil adalah semakin baik. Orang afrika tidak peduli betapa beratnya ponsel atau baterai. Yang penting harus baterai kuat. Bisa bertahan lama. Sehari atau dua hari untuk penggunaan di luar rumah.

Sebenarnya, Ini bukan alasan utama kesuksesan Tecno Mobile. menjadi Raja pasar Afrika. Bukan seperti yang kayak pertama kali saya dengar ditahun lalu. Bagaimana orang Afrika bisa menfoto dan tampak jelas di malam hari. Walau tanpa flash. Atau Fungsi Lampu kilat. Melainkan adopsi pengalaman nyata yang terbentuk di pasar Tiongkok 40 tahun yang lalu.

Tecno masuk ke daerah paling pedalamanan Afrika. Sampai desa paling kecil. Untuk mencari agen. Yang berpendidikan. Yang paling ideal adalah yang pernah belajar di China sebelumnya. Setiap tahunnya, pemerintah Tiongkok memberikan ratusan beasiswa untuk pelajar dari Afrika.

Tecno kemudian mengajar mereka melakukan bisnis. Membuat bon akuntansi. Membeli dan memasukkan barang produk. Cara mengelola uang tunai. Menenun jaringan penjualan lokal selangkah demi selangkah.

Setelah pelatihan, dealer diajar menggabungkan model pemasaran China dengan karakteristik pengguna Afrika. Sebagai contoh paling bermanfaat, menggunakan binatang unggas untuk mempromosikan ponsel. Saat liburan nasional, Tecno promosi “beli ponsel GRATIS satu ayam jantan.”Dan penjualan ponsel ini pas di samping pasar ayam. Untuk memudahkan pengambilan hadiah gratis ini. Bagi kita yang terbiasa hidup di kota besar seperti Jakarta atau Shanghai mungkin tidak bisa membayangkan skenario ini. Tetapi, cara ini sangat efektif di Afrika.

Tetapi kalau ingin sukses menjadi “the last man standing” di Afrika, Tecno harus menggali jauh ke dalam lagi. menjadikan bisnis ini menjadi asset berat. Demi menembus ke dalam jejaring sosial lokal. Bahkan untuk mengubah konsep masyarakat setempat.

Ricky sering ditanya apakah “Afrika akan menjadi pabrik dunia berikutnya?”

Berbisnis di Afrika adalah suatu hal yang bikin sakit kepala. Alasan utama, pekerja Afrika tidak memiliki konsep waktu sama sekali. Misalnya, jam masuk kerja 8AM. Bila mereka bisa masuk jam 9AM, itu sudah “Alhamdullilah”. Berarti sudah cukup memberi muka pada boss.

Sekelompok pekerja yang tinggal di daerah pekumuhan, bahkan tidak punya konsep melihat jam. Mereka hanya hidup di saat “now”. Menerima gaji setiap minggu. Dan tidak datang kerja sesudah gajian. Tetapi ketika gaji habis dipakai, baru kembali memohon pekerjaan lagi.

Seandainya, kamu adalah pabrik bos. “Apa yang akan kamu lakukan?”

Banyak pengusaha Tiongkok sudah berpengalaman mengatasi masalah ini. Termasuk Tecno. Mereka Memberikan penghargaan “model buruh terbaik”. Penghargaan di kasih Setiap 3 bulan sekali. Untuk buruh yang masuk kerja tepat waktu, secara berturut-turut 3 bulan. Termasuk angpao. Dan sertifikat penghargaan.

Pemberian penghargaan harus sangat resmi dan seremonial. Melalui Pemda atau gubernur setempat. Yang harus diantar sendiri sampai ke rumah buruh tersebut. Sepanjang perjalanan harus disertai iringan music drum dan petasan. Pokoknya sangat ramai dan ribut. Sampai semua orang desa akan keluar dan melihat. Ketika gubernur tiba di rumah karyawan, Gubernur akan memegang erat tangan kedua orangtuanya. Sambil mengucapkan, “terima kasih Anda telah melahirkan anak yang sangat luar biasa.” Bayangkan, situasi ini betapa mengasih muka terhadap orangtuanya.

Meskipun orang-orang desa ini tidak mengenal satu sama lain. Atau, tidah tahu apa yang tertulis dalam piagam penghargaan. Tetapi mereka semua dapat mengingat satu hal. Karyawan itu pasti sangat hebat. Karena tidak ada seorang pun di desa mereka yang dapat memperoleh penghargaan tinggi dari pemerintah.

Melalui hal ini, memungkinkan karyawan untuk melihat, ketepatan waktu dan serius bekerja keras, tidak hanya urusannya sendiri. Tetapi, juga memberikan muka untuk seluruh penduduk desanya.

Itulah beberapa alasan mengapa perusahaan Tiongkok sangat di sambut baik oleh negara-negara Afrika. Dibandingkan perusahaan AS atau Eropa yang cuma berusaha menguras atau mengambil kekayaan Afrika. Seperti kutipan salah satu presiden negara Afrika. Orang Barat telah tiba di Afrika ratusan tahun. Apa yang mereka lakukan. Tidak Ada. Mereka Hanya mengambil dan mengangkut semua kekayaan alam Afrika kembali ke negaranya.

Just like grandma says, ketika kita melihat kesuksesan seseorang atau perusahaan, kita hanya melihat permukaannya. Kita tidak tahu betapa usaha dan kerja keras yang telah mereka lakukan. Kesuksesan perusahaan Tiongkok ini atau Tecno Mobile, sebenarnya meniru pengalaman pasar Tiongkok 40 tahun lalu. Jadi, satu hal terlihat sangat segar, sering kali bukan karena kita jarang melihatnya. Melainkan, karena kita belum menemukan kerangka referensi yang cocok.

Advertisements
Categories: membuka peluang bisnis di Afrika, Shenzhen Transsion holding Limited, Tecno Mobile

1 thought on “Bagaimana perusahaan China membuka peluang bisnis di Afrika

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: