Mengapa Beidou begitu hebat

Mengapa Beidou begitu hebat dapat memecahkan monopoli GPS AS. Tanggal 23 Juni yang lalu adalah hari yang tak terlupakan bagi Tiongkok, karena Tiongkok telah berhasil meluncurkan sistem satelit Navigasi Beidou ke-55 sebagai jaringan global terbesar di dunia. Ini berarti, Tiongkok akan menjadi saingan utama GPS AS.

Meskipun kita semua tahu bahwa sistem navigasi Beidou sangat kuat. Tetapi mengapa Beidou begitu hebat dan seberapa kuat, mungkin Banyak orang kurang jelas. Para ilmuwan Tiongkok menggunakan waktu lebih dari 20 tahun menyelesaikan peluncuran Sistem navigasi Beidou.    

Mengapa Beidou begitu hebat

Pertama-tama, mari kita lihat betapa sulitnya membuat suatu sistem navigasi. Seperti yang kita ketahui, di dunia ini ada 4 sistem satelit navigasi seperti GPS dari AS, Beidou dari Tiongkok, Glonass dari Rusia, dan Galileo dari Uni Eropa.

Karena dana yang tidak mencukupi, sistem navigasi Glonass Rusia terpaksa dihentikan untuk sementara waktu. Sebaliknya, Glonass telah melakukan docking teknis dengan Beidou. Di masa depan, Sinyal navigasi Glonass akan menerima dukungan dari Satelit Beidou. 

Di lain pihak, sistem navigasi Galileo dari Uni Eropa menyelesaikan jaringan globalnya lebih awal dari sistem navigasi Beidou. Tetapi, Galileo pernah lumpuh selama lebih dari 100 jam pada Juli 2019. Namun, sinyal komunikasi mereka kemudian berhasil dipulihkan berkat bantuan teknologi Tiongkok. Sehingga, Keandalannya cukup diragukan.

Jadi sistem navigasi sebenarnya yang cukup matang adalah GPS Amerika Serikat, dan Beidou Tiongkok adalah bintang yang sedang naik daun.

Mengapa begitu sulit bagi suatu negara untuk membuat sistem navigasi? 

Karena terlalu banyak bidang sains dan teknologi yang terlibatkan, dan tentu saja sistem navigasi adalah investasi yang cukup membakar uang. Untuk membuat sistem navigasi, suatu negara harus terlebih dahulu memenuhi tiga prasyarat:

Pertama, kekuatan nasional yang komprehensif termasuk tingkat perkembangan ekonomi. Jika kapasitas nasional dan tingkat pengembangan ekonomi tidak mencukupi, maka tidak akan ada kapabilitas untuk pengembangan sistem navigasi global. 

Sistem Navigasi Galileo telah berinvestasi 15 miliar euro selama puluhan tahun. Navigasi Beidou telah diteliti dan dikembangkan Tiongkok selama lebih dari 20 tahun. Dengan investasi lebih dari USD10M.

Bila Tanpa dukungan ekonomi, apakah hal ini memungkinkan?

Bahkan walaupun tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi militer sehebat Rusia, akhirnya menyerah untuk membentuk jaringan global Glonass hanya karena kekurangan dana selanjutnya.

Kedua, Memiliki tingkat teknologi yang cukup kuat. Premis Utama adalah negara dirgantara besar dan kuat. Indonesia tidak dapat bergantung pada negara lain untuk melakukan R&D ini untuk kita. Indonesia hanya bisa mengandalkan kemampuan sendiri bila ingin membuat sistem navigasi. Selain itu, teknologi Dirgantara adalah teknologi top-notch, yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Ketiga, kebutuhan akan pasar sipil yang besar. Tanpa pasar sipil yang cukup besar, investasi sebesar itu tidak dapat dikembalikan pada waktunya, dan nilai sosial yang sesuai tidak dapat direalisasikan. Investasi semacam ini tidaklah hemat biaya.

Itulah sebabnya, negara seperti Jepang juga belum ada sistem navigasinya sendiri. Ruang pasarnya tidak dapat mendukungnya. Tentu saja, Jepang sendiri belum memiliki tingkat teknologi kedirgantaraan. Yang paling penting, Amerika Serikat juga pasti tidak akan mengizinkannya melakukan itu.

Berdasarkan tiga alasan di atas, dapat dikesimpulkan bahwa hanya ada beberapa negara di dunia yang dapat membuat sistem navigasi. Namun, mereka yang dapat mencapai kematangan dan industri sekarang, hanyalah Tiongkok dan Amerika Serikat. Bahkan, Uni Eropa juga tidak memungkinkan, karena mereka tidak ada industri internet yang dapat diandalkan.

Alasan mengapa Beidou begitu hebat, mengapa Tiongkok benar-benar dapat memecahkan monopoli GPS AS, karena sistem navigasi Beidou sepenuhnya didasarkan pada penelitian sains dan teknologi Tiongkok sendiri. Pemecahan monopoli ini memiliki tiga arti yang cukup dalam.

Pertama, Tiongkok tidak lagi perlu tergantung pada negara lain.

Mungkin ada sebagian orang mengatakan bahwa GPS AS tidak akan menghentikan layanan, sehingga tidak perlu merasa kuatir. Mungkin Ini adalah komentar seorang amatir yang tidak memiliki pemahaman dasar tentang teknologi.

Karena, teknologi chip di dalam sistem navigasi itu dikendalikan oleh AS. Sistemnya milik AS. Teknologi inti yang mendasari juga milik AS. Sistem standar juga dirumuskan oleh AS. Bayangkan, jika pada bagian chip dan komponen kunci lainnya di cekik leher oleh AS, betapa kita akan tercengang nantinya. Ini adalah lapisan pertama mengapa Tiongkok tidak perlu tunduk pada AS lagi.

Kedua, kita tidak tahu apakah detail teknis seperti chip dan sistem perangkat lunak lain yang dijual orang Barat kepada kita. Jika Negara Barat memasang ” sakelar ” pada chip perangkat keras atau sistem perangkat lunak, maka dengan menyesuaikan sinyal sistem GPS, AS dapat senantiasa melumpuhkanmu.  

Ketiga, Amerika Serikat dapat menggunakan teknologi SA untuk mengirimkan sinyal gangguan, yang dapat langsung menyebabkan kesalahan dalam sistem. Sehingga akan menyebabkan kelumpuhan total.

Mulai saat ini, Tiongkok tidak akan dikekang oleh AS atau Eropa lagi. Seperti di bidang militer, Amerika Serikat dapat mengubah rudal lawan menjadi tuli dan buta sama sekali pada saat-saat kritis. Tetapi seiring dengan selesainya jaringan satelit Beidou, Tiongkok dapat sepenuhnya mengendalikan nasib sendiri.

Sebelumnya, Tiongkok harus tunduk pada Amerika Serikat, seperti juga halnya dengan Indonesia dan negara-negara lainnya. Amerika Serikat adalah negara hegemonik yang menggunakan segala kekuatannya secara ekstrem. Dalam hal ini, semua negara harus tunduk padanya.

Amerika Serikat dapat menggunakan metode ini untuk menindas negara apapun kapan saja dimana saja. Untuk melindungi diri sendiri, Indonesia dan negara-negara lainnya hanya dapat menelan suara.

Namun, hal Ini telah berbeda sekarang. Dengan munculnya sistem navigasi Beidou, GPS dapat digantikan. Sehingga negara-negara lainnya memiliki alternatif.

Tiongkok tidak seperti Amerika Serikat. Tiongkok bukan negara hegemonik. Sebaliknya, Tiongkok lebih mengutamakan kesetaraan, saling menguntungkan, dan kerja sama win-win. Oleh karena itu, Tiongkok tidak akan menggunakan Beidou sebagai alat untuk menekan negara lain..

Ini bakalan merupakan pukulan berat bagi hegemonisme Amerika. Dengan adanya sistem navigasi Beidou, Amerika Serikat tidak lagi dapat menggunakan sistem navigasi untuk mengintimidasi negara lain. Gedung Putih tidak dapat lagi menggunakan GPS nya untuk mengancam negara lain.

Ketiga, kemajuan teknologi terkait navigasi dan perkembangan ekonomi Tiongkok tidak lagi tergantung pada Amerika Serikat. Melalui GPS, Amerika dapat memonopoli di berbagai bidang aplikasi. Meskipun sistem navigasi GPS gratis, namun chip terkait dan produk sistem navigasi tidak gratis. Amerika Serikat dapat menjual dengan harga tinggi.

Sekarang, chip navigasi Beidou hanya dijual USD1 sepotong. Sedangkan chip navigasi GPS sebelumnya sangat mahal, bahkan mencapai ratusan Dolar. Namun, saat ini telah jatuh ke harga setara chip Beidou. Itulah sebabnya, dunia ini perlu persaingan. Bukannya monopoli.

Mungkin banyak orang bertanya, mengapa banyak produk di dunia ini ketika dapat dibuat oleh Tiongkok, biayanya akan turun begitu banyak? 

Pemerintah Tiongkok menginvestasikan banyak Dana penelitian R&D untuk ” kesejahteraan masyarakatnya “. Ini sangat berbeda dengan negara-negara Barat dimana kapital dan kepentingan sendiri diatas segalanya.

Sebagai contoh, sistem navigasi Beidou diinvestasikan secara besar-besaran oleh pemerintah Tiongkok. Investasi dalam R&D bukan untuk keuntungan sendiri, tetapi untuk  manfaat sosial yang komprehensif dan pengembalian sosial. Oleh karena itu, investasi Beidou tidak mengejar input dan output jangka pendek dalam operasi ekonomi. Melainkan, lebih menjurus ke Investasi murni strategis. 

Dengan kata lain, investasi besar seperti Beidou yang berlangsung selama dua atau tiga dekade dan memiliki skala investasi puluhan miliar Dolar bukan untuk mengejar laba atas investasi. Ini sama sekali berbeda dengan logika input dan output perusahaan-perusahaan di negara-negara Barat. Sehingga, pemerintah Tiongkok berharap seluruh dunia dapat ikut menikmati manfaatnya.

Pemerintah Tiongkok mengejar ” komunitas takdir bersama manusia”. Setiap orang setiap negara mempunyai hak untuk hidup makmur.

Sebaliknya, Apa yang dikejar AS? 

Amerika Serikat mengejar hegemoni yang dominan dan mengutamakan kepentingan ” Amerika di atas segala kepentingan negara lain “. Amerika Serikat akan  melakukan apa pun bila ada yang bertentangan dengan prinsipnya. 

Sehingga, Perbedaan nilai antara Tiongkok dan Amerika Serikat menentukan perbedaan kepentingan di tingkat nasional. Logika Amerika Serikat adalah menghapuskan kepentingan pembangunan global, sementara Tiongkok berharap semua orang dapat bekerja sama untuk situasi win-win dan berbagi hasil pembangunan.

Perbedaan dalam logika berpikir inilah yang menentukan Tiongkok tidak akan mengadu domba negara lain. Tiongkok tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan negara lain, juga tidak hanya akan mempertimbangkan kepentingan negaranya sendiri. 

Perbedaan logis antara Tiongkok dan Amerika Serikat menentukan penetapan harga produk Tiongkok akan lebih masuk akal, tetapi tidak untuk mengejar pengembalian monopoli.

Ruang pasar Tiongkok sangatlah besar, sehingga mereka dapat mengurangi biaya penelitian dan pengembangan maupun manufaktur.

Bila Dibandingkan dengan Amerika Serikat, ruang pasar Tiongkok empat sampai lima kali lipat AS. Ruang pasar yang cukup besar, dapat secara signifikan menurunkan biaya penelitian dan pengembangan aplikasi berkaitan.

Misalnya, 1 miliar biaya Litbang, jika ada 1 miliar pengguna, biaya Litbang per pengguna hanya 1 dolar. Sedangkan, jika cuma 100 juta pengguna maka biaya litbang per orang mencapai 10 Dolar. Ukuran pasar Tiongkok menentukan distribusi biaya Litbang perusahaannya akan jauh lebih rendah di banding perusahaan AS.

Mengapa Beidou begitu hebat
Mengapa Beidou begitu hebat (Image: Belt and Road)

Biaya produk turun tajam, dan harga produk juga ikut turun tajam, yang tentu saja akan membawa tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi bagi manusia di dunia.

Just like grandma says, Sistem navigasi sekarang dapat digunakan dalam semua aspek. Penelitian teknologi terkait dan pengembangan biaya produksi menurun drastis akan membawa manfaat lebih besar bagi umat manusia dan kesejahteraan ekonomi global. Namun, industri terkait seperti Amerika Serikat akan menjadi semakin menyakitkan karena tidak ada lagi profit ratusan bahkan ribuan kali lipat seperti Monopoli mereka sebelumnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.