Mengapa Belanda tidak membangun Indonesia

Mengapa Belanda tidak membangun Indonesia selama penjajahan 350 tahun. Di masa lalu, kita selalu menganggap bahwa inovasi teknologi adalah untuk menyelesaikan masalah sosial tertentu. Setelah Teknologi dikembangkan, proses ini lebih rumit daripada yang kita bayangkan. Dan hasilnya terkadang tidak terduga.

Belanda menjajah kita selama 350 tahun. Waktu yang sangat lama. Kalau kita membandingkan dengan negara jajahan lain di dunia, kebanyakan negara bekas jajahan Inggris cendrung lebih maju di banding Belanda. Misalnya, Hongkong, Singapura, Afrika Selatan atau negara Arab Teluk. Warisan dan kesan terhadap penjajah Belanda, hanyalah kerja tanam paksa. Dan rel kereta api untuk mengangkut hasil alam Indonesia ke Belanda. Itu saja.

Mengapa Belanda tidak membangun Indonesia

Pertanyaannya, mengapa Belanda tidak membangun Indonesia seperti halnya Inggris membangun daerah koloninya Hongkong atau Singapura?

Pada tahun 1869, yaitu pas 150 tahun yang lalu. Dibangunlah Terusan Suez. Yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah. Yang sangat penting untuk perdagangan dunia. Pembukaan kanal ini adalah hasil dari ratusan ribu perjuangan buruh dari Mesir. Dengan teknologi Eropa. terutama Inggris.

Terusan Suez memperpendek Jarak antara Eropa dan Asia. Dan tidak perlu melewati Tanjung Harapan di selatan Afrika lagi. Biaya pengiriman dari London ke Mumbai, langsung turun 30%. Dan pelayaran dari Marseille Prancis ke Shanghai berkurang dari 110 hari menjadi 37 hari. Jarak dan mobilitas orang atau produk antara Timur dan Barat telah dipersingkat.

Tujuan dari pembuatan terusan Suez, untuk menghemat waktu dan biaya pengiriman. Tetapi tujuan yang lebih dalam adalah untuk mengontrol daerah koloni mereka di Asia. Menyalin dan mengasimilasikan budaya Eropa ke Timur. Supaya hubungan antara koloni Asia dan negara penguasa Eropa menjadi lebih dekat. Sehingga, mudah bagi mereka untuk membentuk masyarakat Eropa di dunia.

Sebagai contoh, penjajah Belanda terhadap tanah air Indonesia. Yang dipanggilnya sebagai Dutch East India (India Timur Belanda). Yang terdiri dari puluhan ribu kepulauan. Dan kelompok etnis yang sangat kompleks seperti Melayu, India dan Tionghoa. Penjajah Belanda sangat optimis dapat mengasimilasi semua kelompok etnis ini. Untuk mengubah Indonesia menjadi masyarakat Eropa.

Akibatnya, setelah pembukaan Terusan Suez, Indonesia tidak hanya tidak menjadi masyarakat Eropa, tetapi kontradiksi etnis internal menjadi semakin sengit. Dan semakin terpecah.

Sebelum Terusan Suez dibangun, tidaklah mudah bagi orang Eropa atau Belanda untuk datang ke Indonesia. Oleh karena itu, sebagian besar orang Belanda yang datang ke Indonesia tidak bersedia pergi lagi. Mereka memutuskan untuk menetap di Indonesia. Menikah dengan penduduk setempat. Belajar bahasa Melayu. Dan, sebaliknya secara aktif mengintegrasikan ke dalam masyarakat setempat.

Ini agak mirip dengan orang Boer di Afrika Selatan. Orang Boer tidak berkulit hitam. Mereka berkulit putih, dan leluhur mereka adalah orang Jerman, Prancis, dan Belanda yang datang ke Afrika Selatan.

Mengapa Belanda tidak membangun Indonesia
Mengapa Belanda tidak membangun Indonesia

Tetapi, Setelah pembukaan Terusan Suez, semuanya berubah. Orang Eropa merasa tidak begitu sulit untuk datang ke Indonesia lagi. Sangat mudah untuk pulang balik. Jadi mereka menganggap Indonesia sebagai tempat untuk pekerjaan jangka pendek. Tidak perlu belajar bahasa Melayu lagi. Dan tidak perlu berintegrasi dengan Budaya lokal. Atau menikah dengan orang setempat. Karena itu, ide membangun masyarakat Eropa di Asia secara alami hancur.

Pada awalnya, maksud pengembangan teknologi baru untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi pada akhirnya, masyarakat manusia adalah sistem yang kompleks. Teknologi hanya memberikan dorongan pertama. Setelah kekuatan pendorong ini, bagaimana ia akan mempengaruhi dan mengubah struktur sosial yang semula, sulit untuk dinilai dari awal. Bahkan hasil pada akhirnya berlawanan dengan harapan.

Just like grandma says, teknologi hanya merupakan faktor dalam masyarakat manusia. Hanya ketika kita mengembalikan teknologi ke panggung sosial yang nyata, kita baru dapat melihat rupa sebenarnya.

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa Belanda tidak membangun Indonesia

  1. hello Rio, SDm atau talenta adalah kunci segalanya. semua kompetisi di dunia adalah persaingan talentanya. untuk menjadi negara adidaya atau nomor satu selalu belajar dari negara no satu, yaitu US-China. kamu liat kenapa US-China bisa menjadi negara termaju di dunia, karena SDMnya, suku yahudi dan China yang cerdas dan pekerja keras. itulah sebabnya, PM mahathir begitu jadi presiden lagi, memasukkan banyak orang tionghoa yang muda-muda dan talented menjadi kabinet menterinya….kalau kita ingin maju bersaing, kita rakyat indonesia harus mengubah sikap dan mental kita. semoga sukses selalu

  2. Belum menjawab pertanyaan pak. India, Malaysia dan Hong Kong lokasinya dekat dengan Indonesia tapi tetap bisa berkembang melebihi Indonesia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: