Advertisements

Mengapa Big Mac sulit terguncangkan

Oleh: Ricky Suwarno

21 maret 2019

Misalkan, suatu hari Anda berniat berbisnis. Mendirikan suatu perusahaan. Tetapi sektor yang ingin dimasuki telah ada raksasa tradisional. Atau istilah Big Mac. Sang raksasa. Yang sulit diguncangkan. Lalu, dari sudut mana Anda menantangnya?

Pada dasarnya, secara normal mungkin ada dua Gagasan. Ide utama, menemukan sisi terkuatnya untuk bersaing. Dan Melawan mati-matian. Yang kedua, menghindari sisi terkuatnya, dan mencari sisi lemahnya untuk bersaing.

Namun sayangnya, kedua jalan ini secara logika tidak mudah terealisasi.

Jika Anda memilih segi terkuatnya untuk bersaing. Kekuatan lawan, bukan sesuatu yang jatuh dari langit. itu juga hasil upaya dan kerja keras mereka. Hasil akumulasi jangka panjang di lingkungan pasar. Baik kekuatan yang terlihat secara langsung. Maupun tidak langsung.

Selain itu, begitu lawan melihat ada pendatang baru. Yang berniat merebut dan menantang kedudukannya. Lawan tersebut akan segera mengerahkan segala sumber daya untuk menaklukkan Anda.

Walaupun Anda sendiri mungkin mengira, cara anda lebih hebat. Dengan pendekatan yang lebih baru. Tapi itu mungkin sia-sia. Ibaratnya, tidak peduli berapa banyak semut menggigit seekor gajah raksasa. Ketika gajah merasa sakit, gajah bisa dengan mudah menginjak. Dan mematikan para semut.

Seperti halnya, telah banyak perusahaan yang berusaha mencoba menggeserkan, ataupun menguncangkan Tencent. Atau Alibaba. Dua perusahaan internet raksasa terbesar di China. Misalnya, perusahaan saya sendiri. Yang mencoba menantang sektor gamingnya Tencent. Dimana, akhirnya kita, semua semut KO di tengah jalan.

Bagaimana, kalau melawan dari segi kelemahan musuh?

Yang namanya kelemahan bagi raksasa, sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan pola yang telah lama melekat. Yang menurutnya, kurang penting. Boleh diabaikan. Walaupun melalui usaha anda membuktikan bahwa point kelemahannya adalah suatu bisnis. Dan tentu saja, drama diatas akan terulang lagi. Gajah akan mengerahkan semua kekuatan untuk menginjak semut.

Oleh karena itu, dalam sejarah bisnis, jika tidak ada revolusi teknologi baru. Atau perubahan besar dalam struktur pasar itu sendiri, status perusahaan besar selalu sulit untuk diguncang.

Namun, segala sesuatu selalu ada pengecualian. Dalam sejarah bisnis, dengan Struktur pasar yang tidak berubah. Raksasa lama memang selalu terkuat. Tetapi tanpa disadari, justru raksasa kedua mulai tumbuh. Pas disampingnya. Si Pepsi-Cola. Yang tumbuh di sebelah Coca-Cola. Pada abad 20 yang lalu. Sekitar tahun 1930-an.

Coca-Cola didirikan pada tahun 1886. Pepsi-Cola lahir pada tahun 1898. Di pasar minuman AS, hingga tahun 1930-an. Coca-Cola adalah satu-satunya Big Mac yang tidak perlu diragukan.

Dengan stabilitas pasar yang kuat. Hampir Tidak perlu inovasi apapun dalam produk. Dan pola pasar yang tidak akan berubah secara tiba-tiba.

Coca cola, yang hanya ” menjual air gula” . Apa peluang bagi Pepsi?

Caranya? Pepsi meluncurkan sebotol besar Pepsi. Dibandingkan dengan Coca-Cola, botol ini dua kali kapasitas Coca-Cola. Tetapi dengan harga yang sama. Itu aja.

Harga yang sama. Dengan kapasitas isi dua kali lipat. Bukankah itu setara dengan penurunan harga? perang harga? Bisakah ini menang? Bahkan jika Pepsi menang, apa yang bisa dibanggakan? Siapa pun bisa main perang harga?

Sebenarnya, jawabannya bukan pada harga. Melainkan pada botolnya Pepsi cola.

Coca-Cola, yang lagi naik daun saat itu, melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. Botol yang diramping. Atau dirakit. Desain botol ini telah digunakan sampai hari ini. Botol kaca lengkung. Seperti sosok wanita anggun.

Desain yang menarik. Pasar minuman yang sangat kacau. Dan tidak ada kesadaran merek. Sistem perlindungan kekayaan intelektual masih belum berkembang. Sehingga, Dengan desain ini, Coca-Cola meningkatkan pengidentifikasiannya. Simbol Coca-Cola, telah menjadi senjata. Senjata merek super yang memonopoli pasar minuman.

Coca-Cola menghabiskan puluhan miliar untuk rampingan botol kaca. Dan tentu saja, biaya iklan yang menakjubkan. Pada tahun 1939, iklan Coca-Cola mencapai $ 15 juta. Bayangkan, jumlah angka yang cukup besar juga di saat ini. Karena saat itu belum ada TV. Sehingga, botol desain ini telah berakar dalam hati setiap orang.

Dengan latar belakang di atas, si penantang, Pepsi cola. Membuat isi botol yang lebih gede. Dan harga yang sama. Bagaimana coca cola melawannya? Melayani persaingan Pepsi?

Dengan membuat botol sebesar Pepsi? Maaf, Coca-cola akan terluka. Karena Coca telah menginvestasikan banyak modal dalam botol rampingan. Rakitannya. Dalam rantai pasokan global. pabrik pengisian. Dan biaya iklan yang gede. Coca berani mengganti botolnya? Termasuk banyak detail yang perlu disesuaikan kembali? Dengan waktu berapa lama? Bila ya, merek dan branding yang telah dibangun akan sia-sia.

Dengan cara ini Pepsi berhasil merobek pasaran Coca-cola. Mendorong sang raksasa kedalam dilema. Bahkan akhirnya, merebut lebih dari 20% pasaran coca-cola.

Dari contoh coca-cola ini, bisa disimpulkan. Apa kelemahan sang raksasa? Si Big Mac?

Bukan kelebihannya. Juga bukan kelemahannya. Melainkan, biaya migrasinya.

Dengan kata lain, dalam proses membangun keunggulan masa kini, kita harus memegang sesuatu yang sulit diubah. Dan tidak mudah berubah.

Pertama, biaya perubahan yang sangat besar. Kedua, begitu berubah, keuntungan awalnya hilang. Jadi kerugian sangat besar. Ketiga, proses perubahan itu lamban dan panjang.

Just like grandma says, demikian halnya, mengapa keunggulan para raksasa Big Mac di era Internet sulit diguncang? Bukan hanya karena efek jaringan. Karena di jaringan, sumber daya atau traffic dapat mengalir bebas seperti air. Dan biaya migrasi semakin kecil.

Karena itu, di era Internet, hampir tidak ada kasus keberhasilan dari pendatang baru. Dari Sang penantang. Kecuali dengan adanya perubahan struktur industri. Atau teknologi baru. Perusahaan baru akan memiliki peluang. Misalnya, sekarang dunia lagi memasuki peluang yang sulit ditemukan dalam ratusan tahun hanya sekali. Jaman Artificial Intelligence atau AI. Jaman kecerdasan buatan. Are you ready?

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: