Advertisements

Mengapa China mau Tesla berhasil

Mengapa China mau Tesla berhasil adalah kabar baik buat Tesla. Yang telah membakar uang tanpa batas. Yang rugi terus. Seiring dengan peluncuran pabrik Giga Factory ke3 Tesla di Shanghai, bertepatan dengan kunjungan CEO Tesla Elon Musk ke China. Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi China merilis “Peraturan Kendaraan Energi Baru” yang Membebaskan Pajak Pembelian Kendaraan listrik, termasuk semua mobil Tesla dari Model 3, Model S dan Model X. Pengurangan Pajak pembelian sebesar 10% dari harga sebelum pajak.

Sebelumnya, hanya kendaraan energi baru buatan domestik baru dapat menikmati pengurangan pajak pembelian kendaraan. Namun, Pengurangan pajak ini juga mencakup Tesla. Pembuat mobil listrik asing pertama di China. Menikmati perawatan insentif secara nasional.

Mengapa China mau Tesla berhasil

Mengapa China membuka lampu hijau buat Tesla? Pemerintah Beijing sedang giat mengembangkan industri kendaraan listrik. Menurut Wall Street Journal, penjualan kendaraan listrik di China telah mencapai 1,26 juta pada tahun 2018. Pertumbuhan yang laju hampir 100% per tahun.

Tingkat pertumbuhan ini tentu saja terkait erat dengan dorongan kuat dari Beijing. Tetapi sejak tahun 2018, Beijing telah mengurangi dukungan kendaraan listrik untuk jarak tempuh rendah, dan berkinerja rendah. Ini memberikan sinyal yang sangat jelas bahwa Beijing mulai memandu kendaraan listrik dengan baterai berkinerja tinggi, dan kendaraan listrik berjarak tempuh yang lebih jauh.

Kompetisi Tesla akan meningkatkan kualitas produksi seluruh kendaraan listrik di China. Sehingga dukungan terhadap Tesla sebenarnya demi untuk kepentingan China sendiri. Bersaing untuk memperluas dan memperkuat industri kendaraan listrik China di arena internasional.

Ini seperti dukungan kuat Beijing untuk manufaktur produk Apple di China. Yang kemudian telah menjadikan seluruh industri ponsel cerdas China bertumbuh dan berkembang pesat. Sehingga, melahirkan serangkaian ponsel merek domestik bereputasi tinggi seperti Huawei, Xiaomi dan OPPO.  

Pemerintah Beijing telah bersiap-siap membuat Tesla menghasilkan banyak profit di China. China juga siap menjadi Pusat kendaraan listrik Dunia. Pasaran yang mencakup semua kelas kendaraan listrik. Dari bertaraf rendah, menengah sampai ke kelas tinggi. Semuanya, didukung untuk berkembang baik dan cepat di China.

Kurangi ketergantungan pada minyak mentah dan USD

Pengembangan dan dukungan terhadap kendaraan listrik akan mengurangi ketergantungan China pada minyak mentah. Termasuk pengurangan emisi dan polusi udara. Mempunyai makna yang sangat berarti secara strategis. Karena Pada tahun 2017, China telah melampaui AS menjadi importir minyak mentah terbesar di dunia.

Pada tahun 2018, impor minyak mentah China telah menempati 20,2% dari total dunia. Dengan jumlah 239,2 Miliar Dolar. Pembelian minyak mentah China yang menggunakan Dolar, telah menghabiskan sejumlah besar cadangan devisa Tiongkok. Sehingga, mengurangi ketergantungan pada minyak mentah dan dolar AS sangat cocok untuk kepentingan China.

Tesla memiliki teknologi paling canggih dalam kendaraan listrik. Terutama teknologi baterainya. Jarak tempuh Tesla Model S yang diluncurkan pada tahun 2012 masih belum dipecahkan oleh siapapun. Dan diperkirakan jarak tempuh Tesla Model S terbaru akan mencapai 600 kilometer. Apalagi, akuisisi Tesla baru-baru ini terhadap perusahaan baterai dan supercapacitor Maxwell. Diharapkan bisa menerobos pemakaian teknologi baterai dalam aplikasi kendaraan listrik.

China adalah pasar konsumsi mobil terbesar di dunia. Permintaan terhadap mobil menengah ke atas sangatlah besar. Pada tahun 2018, penjualan Tesla telah melampaui 500.000 unit. Harga sekitar RMB 328.000 atau 48.000 Dolar. Apalagi ditambah penghematan biaya bahan bakar kendaraan bensin. Telah memberikan Tesla keunggulan kompetitif yang sangat kuat.

Disamping itu, First-Tier city seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Shenzhen yang  memberikan Tesla lisensi plat nomor kendaraan energi baru secara gratis. Dimana pada umumnya, harga lisensi plat nomor untuk kendaraan bahan bakar minyak sebesar RMB100.000 atau sekitar 15.000 Dolar. Sehingga, menarik lebih banyak konsumen kelas menengah beralih ke kendaraan listrik.

Mengapa China mau Tesla berhasil
Beijing berniat mempercepat persaingan kendaraan listrik domestik, sehingga mendukung Tesla. Itulah sebabnya Mengapa China mau Tesla berhasil

Manufaktur Tesla di Gigafactory Shanghai dapat menghemat 25% tarif impor dan biaya transportasi jarak jauh. Termasuk pengurangan pajak pembelian 10% yang disebutkan di atas. Sebagai hasilnya, margin laba Tesla secara signifikan akan lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Oleh karena itu, dengan bantuan Beijing, Tesla diharapkan dapat meningkatkan margin labanya. Mengakhiri pembakaran uang dan tahap kerugian jangka panjang. Dan sebaliknya, memasuki periode laba jangka panjang.

Just like grandma says, China membutuhkan Tesla. Dan Tesla juga sangat membutuhkan China. Dari segala insentif diatas untuk Tesla, Beijing berharap mempercepat peningkatan industri kendaraan listrik di China. Itulah sebabnya, Mengapa China mau Tesla berhasil di pasar China. Pada saat yang sama, Tesla juga akan menggunakan China sebagai “pasar lokal kedua sesudah AS” untuk meningkatkan kapasitas produksi, volume penjualan, dan margin keuntungan. Ini adalah suatu kerjasama dengan hasil win-win. Sama-sama menang. Sama-sama puas.

Advertisements
Categories: Mengapa China mau Tesla berhasil

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: