Advertisements

Mengapa kamu kecanduan Tik Tok

Oleh: Ricky Suwarno

16 February 2019

Tik Tok, aplikasi yang sudah tidak asing bagi pengguna media sosial di tanah air. Aplikasi pengembang asal Tiongkok bernama Bytedance. Yang didirikan oleh Zhang Yiming. Orang Fujian, Bagian selatan dari TIongkok. Yang juga pendiri aplikasi berita Toutiao. Startup terbesar di dunia. Dengan market evaluasi usd75milyar. Dengan DAU 400juta pengguna. Melampaui Uber. Dan diperkirakan akan IPO tahun ini.

Dalam imlek ini, DAU tik tok di Tiongkok mencapai 60 juta orang. Bahkan, saya sendiri heran mengapa tik tok bisa begitu menarik perhatian. Sampai saya sendiri juga membuka accountnya.

Kecanduan, mungkin kata yang paling cocok untuk para penggunanya. Mengapa anda bisa kecanduan?

Sebagai professional di bidang internet dan AI, Tik tok berhasil menggunakan beberapa interaksi psikologi. Baik Interaksi besar dan kecil, yang dapat meningkatkan gelombang dopamin otak pengguna. Sehingga terjadilah kecanduan perilaku. Seperti kecanduan obat dan narkoba. Mekanisme fisiologis dan rangsangan wilayah yang sama pada otak. Dan inilah kelebihan fitur dalam desain tik tok.

Konten yang tidak dapat diprediksi. Membuat pengguna dapat menikmati video berikutnya dengan santai. Hanya dengan menggeserkan jari ke kanan. Pengguna tidak bisa menerka video yang akan tampil selanjutnya. Karena video berikutnya bisa berbentuk apapun. Umpan balik imbalan yang diperoleh secara acak. Dalam psikologi dikenal sebagai intermittent variable rewards.

Seperti mesin slot yang digunakan di tempat perjudian kasino. Dengan algoritme AI, video yang menarik dan banyak disukai pengguna akan lebih diprioritaskan. Dan ditampilkan pada halaman terdepan. Sehingga semakin merangsang pengguna dengan intensitas lebih tinggi.

Sirkulasi otomatis. Maksudnya, Video baru akan dimainkan secara otomatis. Dan akan diulang secara otomatis juga. Setiap video dibatasi hingga 15 detik. Banyak video akan memberikan kesan terlalu singkat. Sehingga pengguna tidak bisa menahan diri. Dan merasa penasaran. Tetapi terasa mengesankan. Dan ini lebih dikenal sebagai efek zeigarnik. Karena setiap orang memiliki naluri pendorong untuk menyelesaikan sesuatu. Dan hal-hal yang belum terselesaikan akan lebih berkesan dibanding hal yang sudah ditangani.

Nge-like, adalah salah satu bagian yang sangat penting. Dengan efek dinamis pada tik tok. Begitu pengguna mengklik “like”, bentuk hati merah akan melompat keluar. Memberikan feedback yang positif untuk pengguna. Dan menjadi pendorong yang kuat bagi pembuat video. Semakin banyak Jumlah “like” yang diperoleh, membuat pembuat video bersemangat. Dan semakin mendorongnya untuk mendapatkan semakin banyak like.

Facebook adalah aplikasi sosial yang pertama kali memperkenalkan fungsi like. Di mana setiap kali ada teman yang memberi foto atau video “like” atau komentar, akan membawa kepuasan dopamin pada anda. Demikian kutipan salah satu pendiri Facebook, Sean Parker.

Terakhir, adalah tugas tantangan yang tidak mudah diselesaikan. Zhang nan, presiden Tik Tok pernah berkata, ada fitur yang paling menyenangkan dalam desain tik tok. The challenge, tantangan. Dengan cara operasional yang berinovasi fungsi dan efek khusus. Fungsi ini bisa ditemui dalam banyak produk digital. Ada yang menyebutnya topik. Dan ada pula yang menyebutnya, tema. Tujuannya, memungkinkan setiap orang untuk mengekspresikan dirinya dengan sebuah tema.

Just like grandma says, Tantangan ini memobilisasi pengguna untuk berpartisipasi lebih dalam. Baik itu menonton ataupun, membuat video sendiri. Rasa partisipasi yang kompetitif, ataupun rasa prestasi dalam menyelesaikan video. Adalah komponen penting dan alasan mengapa anda kecanduan menggunakan tik tok.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, tik tok indonesiaTags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: