Advertisements

Mengapa Libra perlu diawasi

Mengapa Libra perlu diawasi telah menjadi konsensus dan perhatian Bank Sentral banyak negara di dunia. Terutama negara besar seperti China, Rusia maupun Uni Eropa. Facebook Libra akan menjadi tantangan dan resiko valuta asing di negara-negara dengan mata uang lokal yang kurang stabil. Atau, negara berkembang dengan perekonomian yang kurang kuat. Dampak Libra terhadap layanan keuangan, kebijakan moneter dan stabilitas keuangan dunia akan sangat serius. Itulah sebabnya, Mengapa Libra perlu diawasi.

Mengapa Libra perlu diawasi

Kita mungkin harus mempelajari dan memahami inti dari Libra:

Pertama, Libra tidak sepenuhnya menggunakan teknologi blockchain. Libra tidak  terdesentralisasi. Libra mempunyai organisasi dan arah yang sangat jelas. Libra sangat berbeda dengan aset kriptografi seperti Bitcoin.

Kedua, Facebook Libra memiliki 2,7 miliar pengguna di dunia. Libra memiliki kemampuan mobilisasi sosial yang sangat besar.

Ketiga, Libra telah menetapkan spanduk untuk Sektor keuangan inklusif. Mentargetkan pembayaran lintas batas di negara-negara berkembang seperti Afrika, Asia Tenggara maupun Amerika Selatan.

Keempat, Libra kemungkinan akan memperoleh pengaruh super-kedaulatan melebihi suatu negara. Berpengaruh atas sistem moneter internasional. Atau mengikis status mata uang suatu negara berdaulat. Jika Libra tidak diawasi, sangat berkemungkinan akan menjadi saluran ekonomi bawah tanah. Kotak Pandora akan terbuka. Menjadi alat transaksi ilegal.

Bank Sentral China mengusulkan agar bank sentral didunia dan organisasi internasional harus bekerja sama untuk memasukkan Libra ke dalam peraturan pengawasan. Bukannya membuka sebelah mata, sambil menutup sebelah mata.

Banyak teman-teman saya bertanya, perusahaan sebesar Facebook pasti memiliki kemampuan memikul tanggung jawab sosial dan memperhatikan keamanan dan stabilitas keuangan Dunia?!?

Sejauh pengamatan saya tentang bidang keuangan, perusahaan raksasa internet termasuk Facebook masih belum memiliki kesadaran risiko yang seharusnya. Buktinya, dalam beberapa tahun ini Facebook mengalami banyak tuntutan mengenai privasi pengguna. Apalagi nantinya, resiko keuangan yang jauh lebih rumit.

Sebenarnya, kebanyakan perusahaan internet didunia baik tentang inovasi baru atau economy-sharing, semuanya hanya berfokus ke satu arah. Yakni, seberapa cepat bisa menjadi Unicorn. Atau Monopoli pasar. Live OR Die. Prinsip Ini akan membawa banyak dampak negatif bagi masyarakat. Jika perusahaan tersebut tidak bisa berkelanjutan, perusahaan tersebut akan merugikan semua pihak (modal sosial, modal risiko, maupun modal dari para investor).

Resiko Libra

Jika hanya memikirkan bagaimana menjadi Unicorn dalam melakukan bisnis keuangan, ini  adalah malapetaka. Karena faktor dan pengaruh eksternalitas keuangan sangat kuat.

Industri keuangan sangat berbeda dari industri lain. Kegagalan proyek di sektor non-keuangan akan hanya terbatas sampai batas tertentu. Namun di bidang keuangan, bank menggunakan uang orang lain untuk melakukan bisnis. Jika terjadi masalah, ini bukan hanya masalah satu dua orang. Melainkan, masalah secara sistematik.

Itu sebabnya orang-orang di sektor keuangan, sebelum melakukan bisnis baru selalu bertanya, seberapa besar risiko? mereka tidak pernah bertanya seberapa besar bisa cuan terlebih dahulu. Itulah mengapa, setiap projek baru bank selalu agak lambat dirilis. Mereka cendrung konservatif dan menekankan keamanan.

Cara berpikir orang perusahaan Internet dengan industri keuangan sama sekali berbeda. Para pelaku inovasi internet harus selalu melangkah kecil sambil berjalan cepat. Artinya, begitu aplikasi selesai dibuat harus langsung di lempar kepasaran untuk ujicoba. Sambil melihat umpan balik dari pengguna. Jika tidak disambut baik, paling tidak langsung diperbaiki atau projek dihentikan.

Lain halnya dengan industri keuangan. Salah satu contoh adalah P2P. Yang telah menjadi risiko keuangan terbesar di China dalam dua tahun terakhir. P2P telah membawa kerugian bagi banyak orang.

Secara singkat, bahkan pengusaha keuangan Internet (P2P) jarang mempertimbangkan risiko. Yang pertama mereka pikirkan adalah kapan dan apakah mereka dapat menghasilkan banyak uang dari bisnis tersebut. Atau apakah ide ini bagus atau tidak. Akan tetapi Jika Anda berniat membuat produk keuangan massal, pemikiran seperti diatas sangat bermasalah.

Mengapa Libra perlu diawasi
Mengapa Libra perlu diawasi

Just like grandma says, sistem operasi Libra ada dua tingkat. Asosiasi Libra akan memberi otorisasi untuk agen lain. Sejenis dengan dealer resmi. Dan dealer ini cenderung memainkan peran sebagai pengoperasi pasar. Misalnya, pada saat Libra melakukan transaksi. Pasti akan ada fluktuasi harga di tengah. Pengoperasi pasar dapat melakukan arbitrase untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi ketika likuiditasnya tidak baik, secara teori, pengoperasi pasar harus memiliki likuiditas yang lebih lancar.

Namun, jika likuiditas mengalami resesi, menurut pengalaman historis pasar, pengoperasi pasar pasti akan melarikan diri. Libra mengandalkan lembaga pihak ketiga untuk melakukan pengoperasian pasar sebenarnya merangkul resiko yang sangat tinggi.

Inilah alasannya, menggabungkan kerangka kerja dan jalur pengaturan hukum sangat perlu bagi Libra. Bank Sentral di dunia baik China maupun Bank Indonesia perlu bersiap siaga mengatasi masalah, bila suatu hari Libra menjadi pemain penting dalam sistem moneter internasional.

Advertisements
Categories: Mengapa Libra perlu diawasi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: