Mengapa Aplikasi AI lebih penting dari Teknologi inti

Oleh: Ricky Suwarno

Bagi mereka yang lahir di tahun 70an atau 80an, mungkin masih ingat film serial TV Knight Rider. Yang popular Di tahun 90an. Tentang sebuah mobil sport super canggih dengan nama Knight Industries two thousands. Yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pemiliknya. Berkat dukungan supercomputer. Dengan proses data besar dan cepat. Sehingga membantu pemiliknya mengatasi segala macam masalah. Semua ini berkat perkembangan teknologi Artificial Intelligence. AI. Kecerdasan buatan.

Teknologi inti, adalah fondasi teknologi. Teknologi yang mendukung seluruh proses produksi. Misalnya, mesin adalah teknologi inti mobil.

Sedangkan, teknologi aplikasi mengacu pada aplikasi teknologi dalam scenario actual. Seperti, internet yang diterapkan dalam system pembayaran elektronik seperti Alipay, dan Wechat Pay.

Teknologi inti AI vs Teknologi Aplikasi AI

Departemen pertahanan AS mengumumkan sanksi terhadap ZTE pada bulan April 2018. ZTE adalah salah satu produsen ponsel terbesar di China, peringkat Top10 dunia. Perusahaan besar seperti ZTE tidak memiliki kekuatan melawan balik ancaman AS. Dan ini mengingatkan China bahwa mereka masih sangat terbelakang dalam teknologi inti chip. Sehingga dalam waktu singkat, secara keseluruhan membangkitkan antusiasme nasional dalam investasi chip.

Walaupun teknologi inti sangatlah penting, tetapi sebenarnya teknologi aplikasi jauh lebih penting dan berarti.

Dalam pengertian inovasi teknologi, kita tidak bisa hanya menggunakan teknologi canggih sebagai ukuran. Melainkan teknologi mana yang lebih mungkin menjadi standar bagi kebanyakan orang dan perusahaan.

Pada awal abad ke 20, muncullah industry otomotif. Mobil pertama kali ditemukan oleh orang eropa. Tetapi perkembangan pesatnya terjadi di AS. Dengan pelopornya, perusahaan Ford. Karena Ford, pasaran mobil di AS mulai berkembang. Jadi, bayangkan bila Anda adalah Ford, teknologi apa yang Anda pilih untuk dikembangkan?

Mesin, sebagai teknologi inti mungkin jawabannya. Mesin mobil yang paling awal dan canggih di produksi di Eropa. Tetapi tidak berarti memiliki mesin mobil, anda pasti bisa membuat mobil terbaik, kan?

Produksi mobil adalah proyek yang sistematis. Setiap komponen dan proses perlu ketelitian dan peningkatan.

Faktanya, inovasi revolusioner yang menjadikan AS sebagai Negara di atas roda, bukanlah teknologi inti seperti mesin. Melainkan teknologi aplikasi seperti jalur perakitan.

Pertanyaannya, apakah jalur perakitan adalah suatu teknologi canggih? Of course, NOT.

Prototype jalur perakitan pertama kali muncul di rumah jagal di AS. Sapi maupun domba yang digantung di tali, datang bolak-balik. Kemudian di sembelih oleh pekerja dalam proses yang berbeda.

Meskipun jalur perakitan bukanlah teknologi canggih, tetapi segala proses produksi di rancang sesuai dengan gagasan jalur perakitan. Meningkatkan efisiensi kerja.

Jalur perakitan ini hanya muncul di AS. Tidak bakalan muncul di eropa. Karena Setiap teknologi memiliki karakternya sendiri. Termasuk setiap pasaran. Demikian halnya, karakter jalur perakitan hanya berkaitan dengan pasar AS.

Konsumen Amerika sangat sensitif terhadap harga. Dan efisiensi. AS memiliki area tanah yang sangat luas. Dengan jalan raya yang membentang di segala arah. Mobil telah menjadi kebutuhan pasti orang daerah pedesaan yang terpencil.

Sebaliknya, lain sekali di eropa. Jalanan di eropa lebih kecil. Jarak antara kota lebih berdekatan. Sehingga tidak semua keluarga harus membeli mobil.

Terlebih lagi, kelas social Amerika relatif mendatar. Tidak ada perbedaan antara kelas tinggi dan rendah.

Diferensiasi kelas social eropa sangat menonjol. Jika mobil Anda di produksi untuk masyarakat umum, kaum bangsawan pasti tidak akan membelinya. Sehingga mobil eropa cuma diproduksi dalam jumlah kecil.

Justru perbedaan situasi yang begini, membuat AS bisa produksi massal. Dengan kualitas standar. Metode produksi yang lebih efisien. Sehingga muncullah jalur perakitan.

Sekali lagi, pengaruh terbesar dalam perkembangan ekonomi dan kemajuan social bukanlah teknologi inti. Melainkan teknologi aplikasi. Roda mobil memiliki pengaruh besar pada kemajuan masyarakat. Tetapi roda mobil tidak perlu memiliki teknologi tercanggih.

Misalnya, lagi container yang telah menurunkan biaya pengiriman lebih dari 90%. Container adalah wadah dalam bentuk standar kotak. Yang kemudian dimasukkan barang produk ke dalamnya.

Sebenarnya, banyak perusahaan di dunia ini gagal bukan karena mereka tidak professional. Justru sebaliknya, mereka terlalu professional. Mengapa??

Kebanyakan perusahaan ini berpikiran secara konvensional. Beranggapan harus melayani pelanggan kelas atas, dengan produk terbaik. Tetapi sebenarnya, pemikiran ini ada yang kurang tepat. Seperti diketahui, sebenarnya banyak konsumen yang tidak tahu apa yang mereka inginkan.

Selain itu, pelanggan yang anda layani, mungkin hanya sebagian kecil di pasaran atau global. Masih banyak langganan diluar tembok yang lepas dari pandangan dan jangkauan Anda. Yang nantinya akan muncul dan melahirkan pesaing lain. Yang berkemungkinan besar bisa melampaui perusahaan anda.

Beda halnya, dengan bangunan. Dalam evolusi teknologi, teknologi aplikasi akan mempengaruhi perubahan teknologi inti.

Ketika permintaan pasar berubah, teknologi aplikasi juga ikut berubah. Dimana nantinya, teknologi inti juga harus ikut diperbaharui.

Inilah artinya, mengapa mereka yang memimpin didepan harus diserahkan kepada prajurit yang bisa melihat garis depan peperangan.

Hari ini, fondasi revolusi teknologi AI telah diciptakan. Dan lantai bangunan di atas tanah ini sudah mulai tumbuh.

Again, just like grandma says, inovasi teknologi revolusioner yang menyebabkan AS menjadi kekuatan di bidang industry, bukanlah teknologi inti. Seperti inti mobil mesin yang diciptakan orang eropa. Melainkan teknologi aplikasi seperti jalur perakitan. Demikian pula halnya, yang membantu China menjadi pusat inovasi teknologi AI dunia di masa yang akan datang, bukanlah teknologi inti AI dari Amerika. Melainkan teknologi aplikasi AI. Yang telah banyak diakumulasi China lewat big data O2O dan metode pembayaran elektronik seperti Alipay. Dan Wechat pay.

Dari semua contoh di atas, inspirasi apa yang bisa Indonesia pelajari?

Yang memaksimalkan kebangkitan ekonomi China, bukanlah teknologi inti AI. Tetapi sekali lagi, teknologi aplikasi dalam penggunaan sehari-hari.

Jadi, bagi Indonesia, mencari teknologi aplikasi yang paling sesuai dengan kepribadian pasaran Indonesia adalah kunci kesuksesan. Untuk menjadi salah satu raksasa dan pemimpin AI di Asia tenggara.

Oleh karena itu, di satu sisi, kita harus memperbaiki kekurangan kita. Dengan mengembangkan teknologi inti kita supaya lebih baik. Tetapi di sisi lain, keunggulan kita sebagai Negara berkembang adalah mengembangkan teknologi Aplikasi AI itu sendiri.

Terakhir, saya ambil kutipan dari “The Art of War” oleh Sun Tze, 知己知彼,百战不殆 mengenali kelebihan sendiri dan memperbaiki kekurangan adalah kunci kemenangan.

Advertisements
Categories: Aplikasi AI, artificial intelligence indonesia, Big data, Teknologi inti AITags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: