Mengapa Vietnam tidak bisa menjadi Pabrik Dunia berikutnya

Mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya , walaupun Vietnam berharap mengembangkan sistem industrinya sendiri. Akibat perang dagang AS-China, telah banyak pabrik China yang pindah ke Vietnam. Vietnam adalah negara yang mendapat keuntungan terbesar dalam perang Dagang dua raksasa ini.

Vietnam berusaha memiliki kemandirian ekonomi dan terlepas dari China. Bila demikian, Vietnam akan jatuh ke dalam dilema struktural. Tidak memiliki peluang untuk mengembangkan sistem industri yang lengkap.

Mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya

Ada dua jalur yang akan ditempuh negara-negara berkembang ketika mengembangkan ekonomi mereka. Jalur pertama, jalur Jepang dan Korea Selatan. Dalam lingkungan keamanan internasional tertentu, mereka baru dapat mengembangkan sistem industri sendiri. Jalur kedua seperti cara Australia dan Kanada. Mereka tidak mengembangkan sistem industri yang lengkap. Tetapi menggantungkan ekonomi mereka ke dalam tatanan ekonomi yang dipimpin AS.

Bagi Vietnam, tentu saja ingin mandiri secara ekonomi mengikuti jalur pengembangan Jepang dan Korea Selatan. Tetapi harapan boleh indah. Namun, kondisi lingkungan Dunia saat ini mungkin kurang memungkinkannya.

“Mengapa?”

Pertama-tama, jika suatu negara ingin mengembangkan sistem industri yang lengkap, “mereka harus mengembangkan industri kimia berat.” Kalau tidak, kapasitas produksi bahan baku dan mesin yang diperlukan untuk ekonomi industri modern tidak akan bisa berkembang. Industri kimia berat setara dengan industri infrastruktur dalam ekonomi industri.

Menurut logika pasar terutama bagi negara pasca pembangunan, industri kimia berat tidak dapat tumbuh secara spontan. Karena skala investasi industri kimia berat sangat besar. Periode pengembaliannya sangat panjang. Tingkat keuntungannya tidak setinggi industri emerging market. Termasuk kemampuan menyerap pekerjaan relatif rendah.  

Karakteristik negara pasca pembangunan adalah kurang modal. Tetapi, kelebihan tenaga kerja. Alias banyak pengangguran. Oleh karena itu, pengembangan industri kimia berat tidak memenuhi keunggulan komparatif negara pasca pembangunan. Kecuali, mereka di paksa dan harus bergantung pada kekuatan nasional atau pemerintah.

Ketika suatu negara menghadapi lingkungan keamanan internasional yang relatif buruk, mereka baru akan bekerja keras untuk memajukan pengembangan industri kimia berat. Supaya, jangan terlalu terkekang secara ekonomi oleh negara lain.

mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya
mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya (Image: Eurasian)

Lingkungan keamanan internasional Jepang dan Korea Selatan tidak terlalu baik pada saat itu. Terutama selama Perang Dingin AS-Rusia. Makanya, mereka harus bergantung pada dukungan konsorsium besar untuk mengembangkan industri kimia berat. Namun, itu tidak akan mengubah hukum teori ekonomi walaupun pemerintah ikut turun tangan.

Proses ini menyebabkan pemborosan banyak sumber daya. Mengurangi kesejahteraan nasional. Membawa efek negatif mendalam di semua aspek negara. Jepang dan Korea Selatan telah melalui proses menyakitkan dalam masalah pencernaan. Serta upaya keras untuk memperbaiki masalah utama yang disebabkan oleh Para Konsorsium besar tersebut.

Umpamanya, Korsel. Lingkungan Geo-Security Korea Selatan kurang baik. Di semenanjung Korea, ada China, Jepang, dan Rusia. Ada juga Korea Utara yang walaupun mempunyai asal suku yang sama, tetapi secara ideologis sangat berlawanan. Jangan lupa, Ada juga “polisi dunia” negara Paman Sam AS yang selalu mengawasi segala gerak-gerik KorSel. Lingkungan yang buruk seperti itulah yang membuat Korea Selatan harus mengejar sistem ekonomi industri mandiri.

Pada tahun 1961, perwira Korea Selatan Park Jung-hee meluncurkan kudeta militer. Berhasil menjabat sebagai presiden. Pengembangan sistem industri Korea Selatan barulah dimulai. Pemerintah Park Jung-Hee sangat mendukung konsorsium besar. Asalkan Mereka bekerja sama dengan strategi industrialisasi nasional pemerintah.

Dukungan pemerintah berbentuk serangkaian kebijakan dan subsidi keuangan. Mengharuskan bank negara untuk memberikan pinjaman berbunga rendah kepada Para Konsorsium. Akibatnya, mereka terus berekspansi ke berbagai industri yang tidak saling terkait. Ini jelas bukan logika investasi di pasar normal.

Pada Januari 1973, Park Jung Hee mengeluarkan “Deklarasi Industri Kimia Berat”. Para Konsorsium besar dengan cepat mengikuti kebijakan. Mulai berlomba mengembangkan industri ini. Walaupun, pada kenyataannya mereka berada dalam bisnis yang buruk dan hampir bangkrut, akan tetapi pemerintah masih terus meminta bank untuk memberikan lebih banyak pinjaman. Bahkan secara paksa “memperpanjang periode peminjaman.”

Ini jelas melanggar logika pasar. Sehingga, banyak sumber daya terbuang sia-sia. Dari tahun 1960-an hingga 1990-an, tingkat pengembalian aset perusahaan Korea pada dasarnya lebih rendah daripada tingkat bunga pinjaman.  

Tetapi karena dukungan penuh pemerintah, meskipun rugi, para konsorsium tidak peduli dan terus ekspansi dalam skala besar. Karena, ini bukan uangnya sendiri. Melainkan uang bank. Uang rakyat jelata. Perkembangan seperti itu telah cacat. Sudah membawa banyak bahaya ekonomi yang tersembunyi. Serangkaian masalah sosial dan politik di Korea Selatan akhirnya pecah pada saat krisis keuangan 1998. Ekonomi Korea Selatan terpukul keras. Sebagian besar konsorium akhirnya tumbang.

Tetapi krisis ini juga menjadi peluang untuk reformasi bagi Korea Selatan. Presiden Kim Dae-jung dengan tegas menentang sistem dukungan kepada Konsorsium. Presiden Kim melakukan pembongkaran dan rekonstruksi berskala besar. Membuat berbagai aturan hukum dan mekanisme tata kelola yang membatasi para konsorsium. Dilema akibat Para konsorsium akhirnya terselesaikan. KorSel berdiri lagi menjadi salah satu kekuatan ekonomi Dunia.

Dari cerita Korea, kita dapat mempelajari:

Pertama, untuk mengembangkan sistem industri yang lengkap di negara berkembang, sangat membutuhkan kekuatan spiritual internal. Termasuk Lingkungan keamanan internasional dan kesadaran identitas nasional untuk membentuk kekuatan spiritual ini.

Kedua, intervensi mendalam dari pemerintah dalam memajukan pengembangan industri kimia berat. Walaupun cara tersebut tidak sesuai dengan logika pasar dan akan merusak kesejahteraan nasional serta pembangunan sosial.

Pada akhirnya, cepat atau lambat Negara akan mengalami proses transisi yang menyakitkan.  Dengan Aturan-aturan baru untuk mencerna kerugian, termasuk mengembalikan ekonomi dan masyarakat ke jalur normal.

Vietnam juga diserang kecemasan keamanan nasional yang kuat. Sumber kecemasan ini terutama dari tetangganya, China. Karena kekuatan China yang hari demi hari semakin powerful, keunggulan absolut China terhadap Vietnam, sejarah dan budaya Vietnam sendiri.

Bagi Vietnam, strategi paling realistis dan efektif untuk mengatasi kecemasan ini adalah bersekutu dengan kekuatan besar lainnya. Misalnya, Amerika Serikat. Namun, Ideologi Vietnam telah menjadi penghalang untuk aliansi dengan Amerika Serikat.  Jika Vietnam ingin membentuk aliansi dengan AS untuk menghilangkan kecemasan keamanannya, Vietnam pasti akan jatuh ke dalam dilema struktural.  

Karena, jika Vietnam ingin mengikuti jalan lama Jepang dan Korea Selatan untuk  mengembangkan industri kimia berat melalui dukungan pemerintah terhadap Para Konsorsium, kemungkinan besar akan ditolak oleh Amerika Serikat. AS hanya akan  membentuk aliansi dengan negara atau negara tersebut harus terbuka. Harus mengejar ekonomi pasar bebas sesuai keinginan Amerika.

Amerika mengabaikan intervensi terhadap Jepang dan Korea Selatan pada saat itu, karena perkembangan Jepang dan Korea Selatan berada dalam Era Perang Dingin. Isu-isu politik jauh lebih penting dari intervensi. Tetapi pada abad ke-21 sekarang, Perang Dingin telah berakhir. Tag identitas yang dipakai AS untuk mengidentifikasi sekutunya adalah negara itu harus terbuka untuk kepentingan Amerika dan mengejar ekonomi pasar bebas.

Jadi, untuk membentuk aliansi dengan Amerika Serikat, Vietnam harus mengikuti kemauan dan peraturan Amerika yang secara ekonomi harus membuka pasar untuk persaingan perusahaan dari Amerika. Selama bertahun-tahun, Vietnam telah melakukan reformasi privatisasi skala besar terhadap perusahaan milik negara. Saat ini, tersisa 100 BUMN yang lagi menunggu untuk dijual. Vietnam berkomitmen membangun kerangka hukum transparan yang sebanding dengan tingkat internasional. Memungkinkan investor asing untuk bersaing lebih adil dengan perusahaan-perusahaan Vietnam.

mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya
Vietnam berusaha menciptakan kemandirian status ekonominya di dunia Global (Image: Vn Express)

Pham Nhat Voung, orang terkaya Vietnam dengan Vingroup memiliki kisaran investasi yang sangat luas yang tidak sejalan dengan Aturan investasi ekonomi pasar. Namun, sangat mirip dengan logika investasi yang didukung oleh pemerintah Korea pada waktu itu.  

Jika pemerintah Vietnam berniat mendukung Para Konsorsium, sangat diragukan sejauh mana kebijakan dukungannya dapat berjalan. Namun, Jika Vietnam melangkah terlalu jauh dan mencapai tingkat Korea Selatan, maka Vietnam sangat berkemungkinan akan ditendang keluar oleh perjanjian perdagangan bebas yang dipelopori Amerika. Alasan-alasan inilah mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya.

Singkatnya, jika Vietnam ingin memperkuat kemandirian ekonominya dan menjauhi China, Vietnam perlu bergerak lebih dekat ke Amerika Serikat. Tetapi untuk mendekatkan ke Amerika Serikat, ia harus mengikuti jalur ekonomi pasar bebas. Tidak dapat mengandalkan kekuatan nasional untuk memajukan pengembangan industri kimia berat. Tidak dapat membangun sistem industrinya sendiri yang lengkap. Dengan demikian, secara ekonomi Vietnam tidak dapat benar-benar mandiri dari China. Inilah Dilema Struktural Vietnam.

Just like grandma says, ada kemungkinan Vietnam akan terus memperdalam hubungan perdagangan bebasnya dengan Amerika Serikat, Jepang, Eropa. Ini adalah dasar bagi Vietnam untuk memperoleh dukungan eksternal. Dengan demikian bisa menghilangkan  kecemasan ketergantungan ekonomi terhadap China. Tetapi, ini juga berarti Vietnam pada dasarnya harus meninggalkan jalur pengembangan industri kimia berat untuk menjadi Negara Industri yang modern dan maju.

Konsekuensinya, Dalam hal perdagangan Vietnam akan tertanam dalam sistem perdagangan yang dipimpin AS. Dalam hal produksi, Vietnam akan tertanam dalam sistem manufaktur Asia Timur yang berpusat pada rantai pasokan China. Itulah sebabnya mengapa Vietnam tidak bisa menjadi pabrik dunia berikutnya. Karena Pada dasarnya, inilah keunggulan komparatif yang dapat dikembangkan oleh Vietnam untuk memperoleh Pendapatan komprehensif yang lebih tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: