Advertisements

Mengenal diri sendiri di abad ke-21

Oleh: Ricky Suwarno

29 Juni 2019

Salah satu Penulis buku terlaris Amerika, Tim Ferris. Yang juga merupakan investor awal di perusahaan Twitter dan Facebook. Dalam bukunya “Tribe of Mentors”, mengajukan 11 pertanyaan kepada lebih dari 100 orang yang sangat jenius. Dan semua jawaban mereka dikumpulkan.

Yuval Noah Harari, penulis buku terkenal, A Brief History of Humanity dan, A Brief History of the Future, menyarankan bahwa kaum muda harus fokus pada peningkatan kecerdasan pribadi (Personal Intelligence) dan kecerdasan emosional mereka (Emotional Intelligence).

Artinya, kita semua perlu “mengenal diri sendiri” di abad 21. Kita tidak lagi hidup di Era “Retas komputer” (Hack Computers), tetapi di Era “Retas manusia” (Hack Humans).

Google, Facebook, Amazon, maupun Instagram, mereka semua mengklaim mengenal diri kita jauh lebih baik dari diri kita sendiri. Dan hanya dengan memahami diri kita sendiri, kita tidak akan dikendalikan mereka.

Jika kita ingin melanjutkan permainan ini, kita harus berlari lebih cepat daripada Google, atau Facebook.

Vitalik Buterin, seorang programmer dan penulis Rusia-Kanada yang dikenal sebagai co-founder Ethereum, dan Bitcoin Magazine. Platform sumber terbuka. Dan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk memprogram, menjamin, dan memperdagangkan apa pun. Vitalik Buterin ketika berusia 24 tahun, telah memiliki aset 200 juta dolar.

Apa yang paling banyak ia pelajari dalam lima tahun terakhir, adalah bagaimana menyampaikan pandangannya dan mempengaruhi orang lain. Dia berkata: “Kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang pemimpin muda, adalah bahwa mereka mudah terbujuk dengan pembicara terakhir. Yang berarti pandangannya mudah dipengaruhi oleh orang lain.”

Namun, menurutnya Ada cara mudah untuk menjawab masalah ini. “Jika seseorang mengatakan kepadamu bahwa ada suatu hal yang benar, maka tanyakan pada dirimu, jika hal ini pada kenyataannya adalah tidak benar, apa yang akan dikatakan orang ini?

Dan sebaliknya, Jika hal ini memang benar, apa yang akan dia katakan? Dan Jika Anda memberikan jawaban kepada diri sendiri, ‘Jawabannya sama saja’, maka, Just like grandma says, kata-katanya tidak berharga bagi Anda. “

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Mengenal diri sendiriTags: , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: