Menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra OBOR Tiongkok

Menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra OBOR Tiongkok merupakan Program Presiden China Xi Jinping pada tahun 2013. China menjadi tuan rumah bagi 37 kepala negara dan pemerintah di forum Belt and Road kedua, yang sedang diadakan di Beijing sekarang. Dimulai dari 25-27 April. Forum ini diharapkan akan menghasilkan lebih banyak kesepakatan bagi perusahaan, bank dan Negara yang menginginkan proyek mega-proyek Silk Road di dunia.

Parag Khanna, peneliti di Bruce Gold Institute dan konsultan untuk Dewan Intelijen Nasional AS. Yang sekaligus konsultan geopolitik senior untuk Komando Operasi Khusus AS pada tahun 2007. Dalam Bukunya, Connectography: Mapping the future of global civilization. Tentang Bangkitnya Peradaban Komersial Baru, menyajikan perspektif baru untuk memahami persaingan nasional dan geopolitik di dunia saat ini.

Intinya, kompetisi dalam rantai pasokan global telah menggantikan kompetisi militer, dan teritorial antara negara-negara sebelumnya. Dan telah menjadi fokus kompetisi baru. Selama Perang Dingin dan setelah berakhirnya Perang Dingin, keamanan global secara luas diakui sebagai “barang publik” yang paling penting.

Menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra OBOR Tiongkok

Penyedia utama keamanan global adalah Amerika Serikat. Satu-satunya negara adidaya setelah Perang Dunia II. Tetapi pada awal abad ke-21, situasi berubah. Dan barang publik paling penting di dunia menjadi infrastruktur. Saat ini China sedang aktif menyediakan “infrastruktur” bagi dunia. Lewat Belt and Road Initiatives alias BRI.

Letak Geografi menentukan nasib, adalah salah satu pepatah terkenal yang menggambarkan perkembangan dunia. Geografi menentukan iklim, budaya, dan kekayaan sumber daya. Jika sebuah negara kecil terperangkap di antara negara-negara besar, biasanya memiliki nasib yang rumit. Jared Mason Diamond dalam bukunya, Guns, Germs and steel: The fates of human societies mendeskripsikan secara jelas tentang nasib geografi suatu bangsa.

Pembangunan infrastruktur mengubah pentingnya geografi. Dengan pengembangan transportasi global, infrastruktur komunikasi dan energi, jalan raya, kereta api, bandara, jaringan pipa minyak dan gas. Bahkan jaringan listrik dan kabel serat optic dll sedang membentuk kembali masa depan. Keterkaitan satu sama lain, dan saling mempengaruhi nasib bersama.

“Pengembangan infrastruktur global memindahkan dunia dari fragmentasi ke interkoneksi. Dari isolasi nasional ke integrasi. Infrastruktur seperti sistem saraf yang menghubungkan semua negara di planet ini. Permodalan dan Kode, ibarat sel darah yang mengalir melalui sistem saraf. “

Oleh karena itu, dunia tidak lagi menjadi teka-teki antar Negara. Tetapi diagram rangkaian infrastruktur. Dunia semakin mirip Internet. Namun, masih banyak peluang untuk pembangunan infrastruktur.

Menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra OBOR Tiongkok
Menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra OBOR Tiongkok (Image:World Bank)

Populasi global hampir melampaui 8 miliar. Tetapi infrastruktur yang tersedia hanya dapat memenuhi kebutuhan 3 miliar orang. Bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, sangat membutuhkan investasi dalam pembangunan infrastruktur. Ini adalah salah satu hal penting yang disebutkan Trump ketika ia berkampanye untuk presiden. Apalagi negara berkembang seperti Indonesia.

Rantai pasokan atau supply chain, didefinisikan sebagai hubungan antara Negara-negara terkait. Atau bisnis sebelum transfer produk dan layanan dari produsen ke konsumen. Rantai pasokan melibatkan bahan baku, aliran informasi, aliran modal, logistik, produsen, jaringan penjualan dll.

Tautan Ini adalah ekosistem produsen. Perantara dan penjual. Bahan baku di satu sisi, dan pengguna atau konsumen di sisi lainnya. Kehidupan sehari-hari setiap orang tidak dapat dipisahkan dari rantai pasokan global atau global supply chain.

Sebenarnya, rantai pasokan adalah kekuatan organisasi yang lebih dalam daripada negara. Geografi politik Inggris McKinde pernah mengatakan, “Barang Siapa yang menguasai Eropa Timur, Dia bakalan menguasai pedalaman daratan; Barangsiapa yang menguasai pedalaman daratan, Dialah yang bakal menguasai pulau dunia; Dan barangsiapa yang menguasai pulau dunia, Dialah yang akan menguasai dunia,”

Pulau Dunia saat ini adalah nama kolektif McKinde untuk Eurasia dan Afrika. Pernyataan McKinde adalah ungkapan geopolitik paling terkenal di abad ke-20. Dan banyak dikutip oleh para pemimpin militer dan politik dunia saat itu.

Tetapi Parag Khanna menambahkan, di abad ke-21, pernyataan yang lebih tepat adalah “Barang Siapa yang mengendalikan rantai pasokan, Dialah yang akan menjadi pemimpin dunia”

Infrastruktur dan rantai pasokan telah membawa setidaknya dua perubahan ke dunia. Pertama, arti wilayah sedang berubah. Perang terpenting abad ke-20 oleh orang Barat adalah sengketa wilayah. Alias memperebutkan wilayah dan sumber daya alam Negara lain. Wilayah mewakili sumber daya dan populasi. Dan karenanya menentukan kekuatan negara.

Tetapi dunia di abad 21 yang didominasi oleh rantai pasokan, siapa yang menguasai wilayah itu tidak lagi penting. Yang penting adalah siapa yang bisa menggunakan sumber daya di wilayah itu. Atau siapa yang mengintegrasikan sumber daya wilayah itu ke dalam rantai pasokan global.

“China saat ini berinvestasi tambang mineral di banyak tempat yang jauh dari negaranya. Tetapi China tidak memiliki ambisi untuk menguasai wilayah tersebut. Presiden Xi Jin Ping bertekad Menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutra OBOR Tiongkok Modern. China sebenarnya mengikuti peta fakta, bukan peta nominal. Yaitu membantu rekonstruksi kepentingan bersama antar Negara didunia. Lewat BRI. Yang Tanpa terikat oleh landscape politik global.

Di dunia rantai pasokan, Makna dan Era penaklukan teritorial yang dilakukan negara-negara Barat menjadi kurang penting lagi. Yang paling penting adalah bagaimana menghubungkan satu sama lain. Negara-negara dengan interkoneksi terbaik akan menjadi Big Winner. Karena infrastruktur adalah premis dan fondasi konektivitas. Infrastruktur menjadi barang publik yang terpenting di dunia saat ini, seperti halnya keamanan.

China telah terbukti berada di posisi terdepan di dunia dalam membangun dan menyediakan infrastruktur. Bantuan China untuk Afrika seperti Belt and Road Initiative atau di singkat BRI berupaya membangun infrastruktur yang saling terhubungkan.

Kota di abad ke-21 adalah infrastruktur terdalam bagi umat manusia. Pada tahun 2025, setidaknya ada 40 kota di dunia akan memiliki populasi lebih dari 10 juta. Dan menjadi Mega city.

Populasi, kekayaan, dan talenta akan terkonsentrasi di kota-kota. Kota-kota seperti New York, Shanghai, Dubai, Hong Kong yang bukan ibu kota negara, tetapi kota-kota ini berada di peringkat lima besar dalam hal kekayaan dan kapital.

Just like grandma says, suatu hari pentingnya pembangunan kota dan rantai pasokan bagi manusia, mungkin akan jauh lebih penting dari suatu negara. Singkatnya, dalam dunia yang saling terkait membuat konsep persaingan tradisional telah berubah. Posisi dalam rantai pasokan global dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam menyediakan infrastruktur yang saling terhubungkan, akan jauh lebih penting daripada kekuatan militer dan daerah teritorial.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.