Menguasai algoritma sendiri atau menjadi data orang lain

Menguasai Algoritma sendiri atau menjadi Data orang lain adalah pilihan sendiri. Homo Deus: A brief history of tomorrow, buku yang sangat terkenal beberapa tahun yang lalu. Penulis, Yuval Noah Harari. Menurutnya, hanya 1% orang yang akan menguasai algoritma di masa depan. Sementara 99% lainnya adalah orang yang memberikan data. Istilahnya, sebagai kelinci atau produk orang lain.

Kata programmer pertama muncul didunia, pada awal abad ke 19. Bukannya, tahun 1940an setelah munculnya komputer. Tetapi jauh seratus tahun sebelumnya. Ketika orang Prancis, Jacal menciptakan mesin tenun tekstil Jacquard yang dikendalikan dengan pita kertas berlubang. Prototipe dari mesin pelubang kertas yang digunakan di komputer kemudian hari, dan dinamakan Algoritma.

Menguasai Algoritma sendiri atau menjadi Data orang lain

Jadi, Algoritma adalah serangkaian prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya, dan kemudian ikuti implementasinya saja. Tidak peduli Apakah komputer, atau binatang atau orang yang mengimplementasinya. Singkatnya, algoritma harus memenuhi syarat seperti, lapisan bawah harus netral, potensi tanpa pikiran, dan hasilnya terjamin atau bisa dipastikan.

Lapisan bawah harus netral, Artinya tidak memiliki kecenderungan. Dan ia selalu bersikap sama terhadap semua orang. Ketika Anda memulai suatu algoritma, Anda sebenarnya menyerahkan kontrol subjektif dari tindakanmu, tetapi sebaliknya, mengambil inisiatif untuk dikendalikan oleh algoritma.

Potensi tanpa pikiran, artinya Mr. Serba ok. Segalanya ok. Contohnya, tv serial martial arts the condor heroes di tahun 1995, Guo Jing. Atau, Forrest Gump. Adalah typical contoh ini. Tampaknya polos atau terkadang bodoh, tetapi kenyataannya, mereka adalah algoritme yang baik.

Hasilnya terjamin dan bisa dipastikan, artinya Siapa pun yang mengetahui dan menggunakan algoritma Anda, pasti dapat mengantisipasi setiap tindakan Anda di masa depan.

Meskipun saya sendiri tidak mengerti programming, tetapi saya mengembangkan program saya sendiri. Misalnya, saya menulis artikel tentang teknologi AI terbaru sebanyak 2 halaman A4. Dan di kirim ke akun facebook setiap hari. Dan hari ini pas berjalan 6 bulan. Saya berjanji untuk membagi pengetahuan ini kepada anak-anak di tanah air selama 10 tahun. Dimana nantinya, saya akan berhenti menulis sampai awal November 2027. Apakah ini sebuah algoritma?

Saya menulis artikel setiap hari, dan secara bertahap mulai dikenali oleh beberapa pembaca yang setia di tanah air, Amerika, China, Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Korea atau bahkan Brasil . Walaupun baru menulis setengah tahun, mungkin ada pembaca yang sudah merasa tidak segar lagi. Ditambah tingkat dan kemampuan saya sendiri sangat terbatas. Lalu mengapa saya tidak menyerah?

Karena saya sadar walau artikel saya adalah produk konten, tetapi juga produk kredit atau kepercayaan. Walaupun bukan artikel yang sangat terkenal, tetapi telah ada sebagian kecil anak-anak muda di tanah air yang berminat mengetahui perkembangan teknologi di dunia luar. Terutama, di antara dua negara raksasa dan superpower US-China. Yang akan membawa arah perubahan dan kemakmuran dunia melalui teknologi AI.

Paling tidak, saya telah membangun kredit dalam waktu sependek ini. Karena Mungkin ada teman-teman yang berpikir, Ricky adalah orang yang dapat diandalkan. Terlepas dari apakah artikel saya menarik atau tidak, tetapi artikel saya akan muncul tiap hari di facebook. Dan di Linkedin, Twitter maupun Medium. Atau Bahkan mungkin ada beberapa teman yang tidak lagi membaca artikel saya, dan hanya kadang kala muncul dan melihat, wow, Ricky ini masih terus menulis.

Pada awal november 2027, sampai saat saya berhenti menulis, bayangkan apa yang telah saya lakukan? Kegigihan selama 3.650 hari akan menjadi ambang batas yang tidak mudah dilintasi. Karena ini adalah ambang pintu persyaratan yang terakumulasi melalui waktu. Yang tidak mudah dilintasi oleh siapapun, walaupun seberapa kaya atau sukses dari saya.

Wirausahawan atau Startup seperti saya yang tidak mempunyai dana atau latarbelakang, apalagi saya juga bukan orang yang genius, jadi modal apa yang dapat saya ciptakan dengan tangan kosong? Kegigihan. Untuk menulis artikel setiap hari. Ini adalah modal kredit saya di masa depan. 10 tahun kemudian. 20 tahun kemudian. Ketika orang-orang membicarakan Ricky, mereka akan mengatakan bahwa Ricky adalah orang yang bersikeras menulis artikel teknologi AI setiap hari selama 10 tahun. itulah sebabnya, saya harus Menguasai Algoritma sendiri atau menjadi Data orang lain.

Ini hanyalah contoh kecil dari apa yang terjadi pada saya. Sebenarnya, ada banyak orang ditanah air yang juga melakukan hal yang sama. Seperti Bapak Dahlan Iskan, atau Bapak se cangkir kopi Bapak Denny Siregar yang sangat saya hormati. Mereka adalah guru yang secara tidak langsung memprogram dan menyusun algoritma sendiri.

Ini adalah anugerah terbesar bagi setiap orang awam seperti saya di era digital. Di era ini, setiap orang dapat mengkompilasi algoritma mereka sendiri. Dimana semua orang dapat melihat kepastian diri kita sendiri. Sehingga, calon mitra percaya dan akan mendatangi kita. Dimana akhirnya, kita mungkin dapat mengakumulasi aset kredit yang sangat besar.

Kenyataan yang saya pelajari di Era digital dan kecerdasan buatan ini, adalah perusahaan besar atau organisasi besar tampaknya serba bisa dan mahakuasa. Mereka menggunakan algoritma untuk menghitung setiap pengguna. Seolah-olah mereka adalah satu-satunya yang memiliki masa depan paling cemerlang.

Tetapi, sebaliknya ini adalah era persaingan algoritma. Setiap orang dapat menggunakan set algoritma mereka sendiri untuk bersaing dengan algoritma luar. Setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menang.

Menguasai Algoritma sendiri atau menjadi Data orang lain
Menguasai Algoritma sendiri atau menjadi Data orang lain adalah pilihan yang harus dihadapi generasi kita. It is all up to you (Image: Verge)

Menurut saya, Orang-orang di era digital akan dibagi menjadi dua jenis. Pertama, orang yang mementingkan kebebasan dan keenakan saat ini. Selalu mengejar dan mencari hal yang paling nyaman. Dan tentu saja, Keinginan mereka akan terpuaskan. Dan mereka akan bahagia. Tapi “Sorry”, hidup mereka juga akan dicincang oleh algoritma orang lain. Tiap hari belanja di Taobao atau amazon, posting dan chatting di facebook atau Tik tok. Sehingga, Kontribusi terbesar mereka bagi dunia ini adalah menghasilkan sejumlah besar big data. Dan mengoptimalkan algoritma orang lain. Mereka sendiri adalah data bagi orang lain.

Tipe kedua, orang yang memiliki algoritma sendiri. Mendisiplinkan diri sendiri untuk menciptakan algoritma. Dan terus menerus menghasilkan aset kredit. Dan terus membentuk kerja sama yang efektif. Mereka yang senantiasa menulis artikel secara teratur, atau mereka yang secara ketat mengontrol jadwal mereka, atau mereka yang gigih melakukan satu hal untuk waktu yang lama, jadi tidak peduli apakah dia bisa memprogram atau tidak, pada dasarnya dia adalah seorang insinyur algoritma.

Tentu saja, kita juga dapat menggunakan algoritma orang lain. Seperti teman baik saya yang menggunakan algoritmanya oranglain, dan menjadi guru berenang di Tik Tok.

So, just like grandma says, Sebenarnya persyaratan untuk menjadi insinyur algoritmik Anda sendiri sangatlah mudah. Semua orang bisa melakukannya. Tetapi sebaliknya Sangat sulit untuk mempertahankannya. Dimana Pada akhirnya, tidak banyak orang yang bisa berhasil. Ini adalah titik cerah di era masa depan, dan juga titik kelemahannya.

Menguasai Algoritma sendiri atau menjadi Data orang lain adalah pilihan yang harus dihadapi generasi kita. It is all up to you.

2 thoughts on “Menguasai algoritma sendiri atau menjadi data orang lain

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.