Menjadi Master analisis perusahaan

Menjadi Master analisis perusahaan Teknologi terutama hukum dasarnya. Perusahaan pada tahap yang berbeda membutuhkan metode analisis yang berbeda.  Mereka perlu menganalisis satu per satu lima dimensi teknologi. Misalnya dari perspektif teknis, pasar, tim, modal, dan industri berkaitan untuk memahami perusahaan secara mendalam.

Mungkin Banyak diantara kita ketika pertama kali melakukan kontak dengan perusahaan teknologi, reaksi pertama adalah Wooow…..ketika melihat produk-produk berteknologi tinggi. Atau laboratorium R&D yang tampak misterius, struktur ekuitas yang luar biasa, kantin karyawan dengan chef hotel bintang lima, dekorasi kantor bervisi masa depan, dan sebagainya. Sehingga, ada jejak kekaguman di hati mereka.

Sebenarnya, para perusahaan teknologi ini tidak jauh berbeda dengan kita. Seperti Halnya orang biasa. Perusahaan-perusahaan tersebut juga memiliki saat-saat kesuksesan yang gemilang. Atau sebaliknya, juga memiliki saat-saat frustrasi. Jadi, saran Ricky tentang Mentalitas yang benar melihat mereka adalah memandang perusahaan teknologi seperti orang Awam. Alhasilnya, Anda akan menemukan bahwa tidaklah sulit untuk memahami perusahaan teknologi tersebut secara sederhana.

Menjadi Master analisis perusahaan

Perusahaan teknologi itu seperti anak-anak. Mereka juga menempuh tiga tahap perkembangan. Seperti permulaan atau sering di sebut “Startup”, Masa pertumbuhan, dan Masa kedewasaan. Setiap tahapan membutuhkan metode analisis yang berbeda. 

Pertama, Perusahaan Teknologi yang mendapatkan banyak pendanaan, bukan berarti mereka tahu cara menggunakan Uang. Kriteria untuk menganalisis perusahaan teknologi adalah bagaimana Mereka mengatur uang Fund-raising ini.

Setelah putaran pertama pembiayaan, kebanyakan startup menghadapi masalah yang sama. Yaitu konsumsi berlebihan yang disebabkan oleh rasa percaya diri yang berlebihan. Seperti menyewa kantor yang bagus dan mahal di lokasi Pusat Kota. Atau Membeli mobil mewah untuk alasan kemasan fasad.

Baru setelah Startup mengalami masalah dan jungkir balik, Startup mulai menyadari bahwa memulai bisnis itu tidaklah mudah. Uang pendanaan harus disimpan dan digunakan pada titik yang tepat.

Selain itu, ada juga banyak Startup setelah mendapatkan Fund-Raising, mereka tidak tahu bagaimana membelanjakannya dalam jangka pendek. Jadi mereka beralih ke manajemen keuangan di bank. 

Contohnya belum lama ini, ada satu Perusahaan Unicorn AI atau Kecerdasan Artifisial Tiongkok yang mendapatkan pendanaan lebih dari 4 miliar Dolar kas di rekeningnya. Mereka menyimpan 3,9 miliar Dolar di bank buat manajeman keuangan. Sebaliknya, mereka berusaha mengumpulkan 2,8 miliar Dolar untuk Go Publik. Tingkah laku mereka ini menimbulkan banyak kecurigaan para investornya.

Tampaknya, orang kaya juga punya banyak masalah. Mendapatkan pendanaan yang terlalu banyak, belum tentu merupakan suatu hal yang baik.

Kedua, Di balik struktur ekuitas yang glamor, sebenarnya tersembunyi konflik dan kontradiksi antara investor dan pengusaha itu sendiri. Padahal, jika ingin memahami struktur suatu perusahaan, kita cukup telusuri “QCC”, suatu Aplikasi tentang semua data perusahaan terdaftar di Tiongkok. Segala Struktur ekuitas perusahaan akan sangat jelas tercatat didalamnya.

Tetapi apa yang tidak akan Anda lihat adalah perbedaan ideologis di antara berbagai kekuatan. Investor atau Pendiri Startup memiliki perhitungan sendiri. Sebagian besar investor VC mengutamakan stabilitas suatu perusahaan. Sementara wirausahawan atau Pendiri Startup selalu berusaha mencari terobosan.

Bagi CEO, visi pengembangan masa depan perusahaan adalah mencapai tujuan utamanya. Tetapi bagi investor, mereka justru tidak begitu banyak peduli dengan visi masa depan perusahaan. Sebaliknya, mereka paling khawatir apakah pengusaha dapat mengurangi risiko sebanyak mungkin.

Kontradiksi ini akan semakin parah pada tahap-tahap pengembangan usaha selanjutnya. Umpamanya, Meituan dan Dianping Aplikasi Food Delivery Online. Tudou dan Youku, aplikasi video online seperti Youtube. Didi dan Kuaidi, Aplikasi ride-hailing seperti Uber. Di balik setiap akuisisi adalah Festival karnaval bagi para investor. Tetapi dibelakangnya tentu saja ada banyak pendiri yang diam dengan tetesan air mata.

Ketiga, Anda mungkin sering mendengar Banyak berita negatif tentang mobil listrik yang terbakar, Kenapa?

Anda mungkin belum pernah membeli mobil listrik, tetapi Anda pasti pernah mendengar tentang kebakaran mobil listrik. Anda pasti bergumam dalam hati, Apakah kendaraan energi baru ini dapat diandalkan? Tampaknya mobil listrik tidak ada potensi di masa depan. Jadi, ada baiknya mempertimbangkan mobil tradisional dengan bahan bakar minyak. Usahakan tidak menyentuh saham perusahaan-perusahaan mobil listrik ini.

Padahal, hal semacam ini menunjukkan bahwa perusahaan kendaraan listrik sedang memasuki tahap pertumbuhan. Dengan Permintaan pasar yang kuat. Pada tahap ini mereka belum bisa membuat mobil yang relatif sempurna adalah hal yang cukup wajar.

Periode perkembangan pesat sebenarnya adalah periode ketika sebuah perusahaan memiliki sumber daya terbatas dengan situasi operasi paling sulit. Jadi, mereka tidak mungkin dapat mengatasi semuanya. Dalam kasus sumber daya yang terbatas, tujuan utama perusahaan adalah menangkap pasar terbesar, dengan kecepatan tercepat, dan mencapai ekspansi yang paling cepat juga.

Tesla adalah contoh paling tipikal. Untuk meningkatkan performa kendaraan listrik dan memenangkan pasar dengan kecepatan tercepat, Elon Musk harus mengorbankan banyak hal. Seperti menjamin keamanan baterai lithium, atau meninggalkan lidar yang mahal.

Keempat, Perusahaan teknologi yang dapat mendongeng bukanlah hal yang tidak nyata. Melainkan, suatu kebajikan. Hal Ini dikarenakan, “Hanya ketika Anda dapat berdiri di depan ventilasi Tren, mendapatkan pendanaan yang berkecukupan, Anda baru dapat bertahan sampai ventilasi Tren berikutnya.”

“Berdiri di atas Ventilasi Tren untuk mendongeng” adalah untuk memperoleh pengaruh yang lebih luas. Hanya setelah mendapatkan pengaruh yang cukup, pengaruh ini baru dapat dikonversi menjadi kekuatan pasar.”

Kemampuan mendongeng bagi perusahaan Startup

Pada kenyataannya, Banyak perusahaan Startup tidak tahu bagaimana cara bercerita. Mereka hanya berpegang pada prinsip kerja keras. Akibatnya, mereka tidak dapat mengumpulkan pendanaan yang cukup. Akhirnya tidak dapat berkelanjutan. Contoh yang paling riil, Dalam industri game VR / AR beberapa tahun terakhir. Karena uang habis, banyak Startup mati menjelang kebangkitan pasar.

Kelima, Sama halnya dengan retail sales, Mengapa Amazon bisa mendapatkan valuasi yang sangat tinggi, tapi Wal-Mart tidak bisa?

Logika bagi investor untuk menilai suatu perusahaan sangatlah sederhana. Mereka cukup melihat ukuran pasar masa depan, dan proporsi pasar yang didominasi Startup di masa depan. Ketika Amazon pertama kali didirikan, mereka hanyalah sebuah perusahaan kecil. 

Logika valuasi pada saat itu adalah melihat seberapa besar pasar E-Commerce online Amazon dapat memperoleh penjualan eceran di masa depan. Jika Amazon dapat mendominasi 30% pasar, yang merupakan angka yang sangat mengesankan. Amazon dianggap baru dapat bersaing dengan Wal-Mart.

Demikian pula halnya, Logika untuk menilai valuasi Tesla. Tesla harus bisa menggantikan 1% kendaraan bahan bakar dunia setiap tahunnya. Dimana saat ini, ada 2 miliar mobil di dunia. Artinya, tujuan Tesla adalah memproduksi 20 juta kendaraan per tahun. Sebagai perbandingannya, General Motors memiliki produksi tahunan lebih dari 7 juta kendaraan. Sedangkan, Ford memproduksi lebih dari 6 juta kendaraan.

Target masa depan Tesla adalah memanufaktur lebih dari setengah gabungan total produksi GM dan Ford.

Bila suatu Perusahaan besar ingin membangun ekologi industri, mereka harus dapat menceritakan kisah ekologi yang baik. Sehingga, baru dapat menjadikan diri mereka sebagai pembangun atau bahkan pemimpin ekologi.

Ketika kita mendengar perusahaan besar mendongeng, kita harus belajar membedakan mana yang serius dan palsu. Sebagai contohnya, LeTV yang ingin menjadi “Amazon China”. LeTV menceritakan kisah ekologis yang sangat menakjubkan. Segala sesuatu di mulai dari TV hingga mobil. Istilahnya, AIOT +. Mereka mau memproduksi segalanya.

Menjadi Master analisis perusahaan
Menjadi Master analisis perusahaan Teknologi (Image: Forbes)

Di permukaan, semuanya tampak saling terhubungkan. Tapi kenyataannya, mereka saling terisolasi dan terpisah satu sama lain. Tidak bisa menghasilkan reaksi kimia.

Just like grandma says, Bagaimana menjadi Master Analisis perusahaan Teknologi, sebenarnya pada tahap yang berbeda kita membutuhkan metode analisis yang berbeda pula. Misalnya, kita dituntut untuk menganalisis perusahaan teknologi dari segi teknis, pasar, tim, modal, dan industri berkaitan secara mendalam.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.