Menjadikan Mega city sebagai Smart city

Menjadikan Mega city sebagai Smart city solusi digital kota Masa Depan. Apa itu mega city. Mengapa ada mega city. Bagaimana kehidupan orang di Mega city akan berubah. Apa manfaat dari mega city. Dan kerugiannya.

Total populasi lebih dari 10 juta jiwa keatas termasuk kategori Mega city. Atau kepadatan penduduk sedikitnya 2000 jiwa/km.

Harga rumah di kota besar semakin tinggi. Tetapi ruangan tinggal semakin kecil. Terutama harga perumahan di kota besar seperti Beijing, Shanghai maupun Jakarta. Harga langit. Sehingga banyak orang bilang, tempat tinggal di kota besar sangat kecil, mending pulang desa. Hidup nyaman. Inilah yang disebut pelarian dari Beijing Shanghai. Karena biaya hidup yang sangat tinggi.

Tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Tren di masa depan sebanyak banyak orang bergerak ke kota besar. Dan membentuk mega city. Atau kota super.

Menjadikan Mega city sebagai Smart city

Hari ini, ada 40 mega city di dunia. Diantaranya yang terbesar adalah Tokyo, Jepang. Dan Jakarta Indonesia. Lebih dari 30 Juta orang. Termasuk 10 kota di China, Beijing, Shanghai, Chongqing, Tianjin, Chengdu, Guangzhou, Shenzhen, Harbin, Suzhou dan Wuhan.

PBB memperkirakan di tahun 2050, proporsi populasi akan sangat mengejutkan. 75%. Mega city akan muncul berlipat ganda. Bagi dunia, ini adalah tren perkembangan historis. Mega city bukan sepenuhnya hal yang buruk. 40 super mega city di dunia hanya menempati area yang sangat kecil di bumi ini. Tetapi 18% populasi dunia tinggal di sini.

Dalam laporan Kota Dunia yang diliris oleh UN-Habitat di tahun 2010, kota super besar di dunia secara bertahap menetap dan menjadi daerah super kota yang lebih besar. Namanya Mega City.

“Mengapa ada Mega City?”

Alasannya, banyak manfaat hidup bersama daripada hidup sendiri. Pemukiman bersama memberikan lebih banyak layanan dan kenyamanan. Orang-orang lebih mudah dihubungkan. Keragaman dan kompleksitas layanan jauh lebih mudah di banding kota kecil. Misalnya, tidak banyak institusi seni dan budaya di kota kecil. Sedangkan, di kota besar senantiasa bisa ditemui museum. galeri seni. Teater. pusat perbelanjaan. Dan sebagainya dengan bisnis kualitas yang tinggi.

Teknologi membuat hidup di kota besar jauh lebih nyaman.

Selain hidup yang nyaman, mega city juga membawa dampak yang kurang nyaman. Penyakit Kota besar. Seperti lalu lintas macet. Pencemaran lingkungan. Pemborosan sumber daya alam ataupun kekurangan. Keamanan public dll. Jika masalah ini hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, efeknya mungkin sangat terbatas.

Makanya diperlukan teknologi baru. Dengan kata lain, teknologi akan meningkatkan kualitas kota yang lebih dalam. Dan arah yang lebih manusiawi. Selain itu, untuk mencapai urbanisasi skala besar, kita perlu mengandalkan kekuatan teknologi.

Karena teknologis medis yang terbatas di abad pertengahan, wabah besar yang dikenal sebagai kematian hitam telah merenggut nyawa 25 juta orang Eropa. Sepertiga dari total populasi Eropa saat itu.

Dalam hal transportasi, analisis data besar bisa memandu arus lalu lintas. membangun jaringan transportasi. Teknologi tanpa awak pengemudi. Yang akan meningkatkan efisiensi perjalanan. Saat ini, 75% energy manusia di konsumsi dalam transportasi dan konstruksi. Terobosan paling penting untuk masalah ini adalah energy matahari. Energy angin. Dan teknologi energy pasang surut. Green city adalah kota tren dan ciri khas di masa depan.

Dunia Memasuki bidang Internet of Things (IoT). Dan informasi adalah otak dari mega city.

Mengandalkan fungsi pengumpulan informasi, proses, transmisi dan pemanfaatan adalah cara untuk membentuk kota digital dan kota pintar. Smart city. Pada saat itu, orang akan hidup dalam lingkungan yang dipenuhi sensor dan interaksi. Tukar data dengan lingkungan.

Setiap orang akan menjadi perusahaan data yang sangat unik. Dan di balik data ini, ada nilai komersial besar yang menunggu untuk di garap. Teknologi juga membantu kita menggali peluang bisnis potensial dari kontradiksi yang ada.

Jakarta adalah mega city dengan populasi lebih dari 30 juta. Tetapi system transportasi kita tidak sepenuhnya mendukung operasi seperti layaknya suatu mega city. Jadi bagaimana menggunakan teknologi untuk masalah ini adalah suatu peluang yang sangat besar.

Gojek, telah mencapai nilai evaluasi usd 1.3Milyar setelah berdiri dua tahun. Dengan investor seperti Tencent dan JD. Bisnis Gojek sangat sesuai dengan kondisi nasional Indonesia. Yang jalannya Macet dan sempit. Tetapi akan jauh lebih nyaman bila menggunakan sepeda motor. Sebagai alat transportasi.

Sebelum adanya go-jek, perusahaan taksi Jakarta tidak memiliki manajemen maupun operasi yang efektif. Tetapi munculnya Go-jek telah meringankan masalah.

Kesuksesan Go-Jek karena hal-hal seperti: pertama, pasar yang luas karena mega city. Menurut statistic, skala transportasi sharing di Indonesia akan mencapai usd 13Milyar pada tahun 2025. Atau usd 15.4Milyar menurut Google. Pasar besar ini memberi Go-Jek peluang yang sangat besar. Dan keunggulan sebagai pelopor. Dan menjadi unicorn terpanas di asia tenggara.

Kedua, popularitas teknologi internet seluler memberikan landasan teknis untuk Go-Jek. Sebagai Negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, dengan populasi 250 juta jiwa, mempercepat Indonesia memasuki Era Informasi.

Dengan pengguna internet aktif lebih dari 100juta. 36% populasi mengandalkan smartphone. Factor penting pendukung keberhasilan go-jek. Layanan Go-Ride sebagai salah satu platform transportasi terbesar dengan 200 Ribu pengemudi. Pesaing terberat bagi Uber ataupun Grab.

Keuntungan dari Mega City:

Pertama, pembagian kerja dalam mega city memungkinkan setiap orang untuk lebih focus pada kelebihan kita sendiri. Dan kemudian lewat kolaborasi dengan orang lain untuk meningkatkan efesiensi seluruh masyarakat.

Menjadikan Mega city sebagai Smart city
Menjadikan Mega city sebagai Smart city (Image:IIot world)

Kedua, menikmati kehidupan yang beraneka ragam. Setiap orang suka memiliki ruangan pribadi. Dan kebutuhan interaksi online dan offline. Dan ini hanya bisa ditemui di kota besar. Dengan berbagai layanan niche seperti olahraga, seni, pendidikan, hiburan, ataupun medis. Selain itu, mobilisasi. Data. Dan lingkungan kecerdasan juga mempengaruhi kehidupan kita.

Ketiga, saling merangsang inovasi satu sama lain. Kota yang semakin besar, semakin mudah mengembangkan system transportasi umum yang kuat. Dan inovasi justru sering datang dari mega city dengan kepadatan populasi besar.

Dalam menghadapi tren kota besar, semua industry akan menghadapi pola perubahan industry dipercepat. Seperti mobil tanpa pengemudi. Kendaraan listrik. Sehingga pemain dominan di industry otomotif akan beralih dari produsen ke perusahaan layanan otomotif seperti uber.

Just like my grandma says, Menjadikan Mega city sebagai Smart city sangat bermanfaat bagi manusia. Peluang yang lebih banyak. Pengembangan bisnis yang lebih baik. Informasi yang lebih berharga. Dan platform sosial yang lebih luas.

Sekarang pertanyaannya:

Menurut Anda, industry apa yang akan memiliki dampak subversif akibat munculnya Mega City? And Why?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.