Advertisements

Meramal Harga Saham dari luar angkasa

Oleh: Ricky Suwarno

15 juni 2019

Setiap inovasi akan membawa peluang baru. Pada saat yang sama, inovasi juga akan membawa persaingan yang lebih ketat. Dan meningkatkan level kompetisi.

Baru-baru ini, Majalah bulanan “The Atlantic” melaporkan ada banyak lembaga keuangan sekarang menggunakan data baru. Seperti data satelit untuk analisis dan peramalan harga saham. Atau disebut “data alternatif”. Yang sangat berbeda dengan data keuangan tradisional dan data ekonomi. Data alternatif telah menjadi senjata baru untuk persaingan antar lembaga Finansial.

Sebuah kereta tergelincir dari rel kereta di Australia November lalu. Kereta tersebut membawa 268 mobil bijih besi. Setelah inisiden ini, banyak investor percaya bahwa kecelakaan ini akan mengurangi pasokan bijih besi. Dan menyebabkan harga bijih melonjak.

Namun, beberapa pedagang saham tidak berpikir demikian. Mereka mencari gambar satelit dari lokasi kecelakaan pada saat itu. Setelah analisis, tidaklah sulit untuk memuat ulang bijih besi di lokasi kecelakaan. Pasokan bijih besi tidak akan terpengaruh. Harga bijih besi akan turun kembali. Berdasarkan informasi ini, para pedagang ini akhirnya mendapatkan keuntungan besar.

Sekarang di AS, ada banyak perusahaan yang mengumpulkan dan menganalisis data alternatif. Perusahaan-perusahaan ini mengumpulkan gambar satelit, sinyal ponsel, GPS mobil dll. Dan kemudian menggunakan data ini untuk membuat prediksi.

RS Metrics, sebuah perusahaan pengumpulan dan intelijen data satelit.

Pendiri perusahaan adalah dua bersaudara. Alex Diamond dan Tom Diamond. Tom awalnya bekerja untuk sebuah perusahaan konsultan. Dan Alex bekerja untuk sebuah perusahaan berspesialisasi dalam gambar satelit. Suatu ketika, seorang pelanggan Tom ingin membeli sebuah pabrik di Malaysia. Tom ingin menunjukkan status quo pabrik. Dan membujuk pelanggan untuk membelinya. Tom mencari beberapa gambar pabrik lewat satelit.

Dari gambar tersebut, pelanggan dapat melihat jelas berapa banyak truk yang diparkir di pabrik. Berapa banyak karyawan yang memiliki kendaraan. Atau penyimpanan bahan baku. Sebuah gambar satelit bisa menunjukkan

banyak informasi tentang kondisi bisnis perusahaan.

Pendiri Wal-Mart, Sam Walton, juga pernah melakukan hal yang sama. Pada masa awal perusahaan, lewat gambar satelit beliau dapat melihat operasi setiap toko. Dengan menghitung mobil-mobil di tempat parkir.

Tom kemudian memperluas volume data mereka. Mereka juga memantau pemasangan panel surya, penambangan bijih, stok kayu dari penggergajian kayu, dan sebagainya.

Perusahaan RS Metrics memantau situasi smelter tembaga di seluruh dunia. Baik peleburan tembaga di dalam AS. Atau luar negeri. Mereka mengumpulkan data melalui gambar satelit. Seperti area inventaris, jumlah truk, jumlah karyawan, dan truk sampah. Berdasarkan data ini, mereka memodelkan untuk membentuk indikator stok tembaga.

Ketika mereka membandingkan indikator ini dengan harga tembaga, mereka menemukan ketika indikator inventaris mereka naik, harga tembaga global akan turun. Estimasi pasokan mereka sangat akurat. Dipantau secara real time. Bahkan lebih akurat dan lebih cepat daripada perhitungan inventaris pabrik peleburan tembaga itu sendiri.

Di samping itu, ada Dua profesor sekolah bisnis di University of California, Berkeley juga melakukan studi sistematis perusahaan. Mereka membeli semua data dari RS Metrics. Termasuk 44 merek ritel besar di AS. Dan gambar satelit dari 66.000 toko. Seperti Starbucks, Wal-Mart, Costco dan sebagainya.

Transaksi didasarkan pada fluktuasi jumlah kendaraan di tempat parkir. Akhirnya, Hasil pengembalian hampir 5% lebih tinggi daripada tingkat pengembalian dasar.

Analisis stok tradisional biasanya menggunakan data publik seperti neraca, laporan arus kas, atau kantor statistik dan laporan ekonomi. Meskipun data tradisional memiliki banyak informasi, tetapi tidak cukup cepat. Dan hanya dapat digunakan untuk melihat tren jangka panjang.

Tetapi data alternatif berbeda. Pembaruan data alternatif sangat cepat. Dan dapat digunakan untuk menilai tren jangka pendek. Informasi kapasitas pabrik, sebenarnya informasi orang dalam. Kebanyakan orang tidak dapat memperolehnya. Oleh karena itu, siapa yang dapat menguasai informasi, dialah yang dapat mengambil peluang dalam perdagangan saham.

Biaya pengumpulan informasi seperti ini sangatlah tinggi. Dan tidak dapat diperoleh oleh orang biasa. Biaya pembelian data satelit mencapai puluhan ribu dolar setahun.

Saat ini, organisasi-organisasi ini menghabiskan lebih dari 400 juta Dolar per tahun untuk data alternatif. Jumlah ini semakin meningkat. Diperkirakan akan empat kali lipat pada tahun 2020.

Just grandma says, Data alternatif lebih efektif dan internal daripada data tradisional. Semakin banyak lembaga Finansial menggunakan data tersebut untuk memanfaatkan peluang dalam transaksi pasar keuangan.

“If you can’t be competitive, don’t play the game”.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Meramal harga sahamTags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: