Advertisements

Microsoft bangkit kembali

Microsoft bangkit kembali menjadi perusahaan paling mahal dan bergengsi di dunia dengan menggeserkan Apple. Baru-baru ini, banyak perusahaan besar baik Eropa ataupun Amerika Serikat mengalami perlambatan dalam pertumbuhan bisnisnya. Mereka telah jatuh dalam situasi tiga sisi. Di satu sisi, perlindungan ketat tentang hak privasi data oleh pemerintah. Atau, investigasi anti-monopoli. Di sisi lainnya, perang dagang berdampak pada rantai pasokan dan permintaan pasar.  

Namun, Microsoft bangkit kembali memberikan kita pemandangan yang lain. Microsoft telah mencapai pertumbuhan dua digit dalam pendapatan selama 9 kuartal berturut-turut. Sejak April lalu, kapitalisasi pasar Microsoft telah melampaui 1 triliun Dolar, menjadikannya sebagai perusahaan paling bernilai di alam semesta ini.

Apa yang membuat Microsoft Bangkit kembali?

Ketika banyak perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook atau Google di kritik dan di denda, bagaimana Microsoft bisa terlepas dari semua bencana ini? Tindakan apa yang diambil Microsoft? Apa yang bisa kita pelajari dari kesuksesannya?

Setiap perusahaan harus memiliki bisnis inti sendiri yang paling menguntungkan. Atau istilahnya Angsa yang bisa menelurkan emas. Telur emasnya Microsoft adalah sistem operasi Windows yang telah kita pakai puluhan tahun. Sebaliknya, telur emas kadang bisa menjadi pedang bermata dua. Microsoft justru mengandalkan Sistem operasi Windows menjadikannya nomor satu didunia. Tetapi karena terlalu terobsesi dengan keberhasilan Windows, Microsoft kehilangan peluang dalam jaringan sosial dan era smartphone.

Pada tahun 2014, Microsoft memilih CEO baru bernama Satya Nadella. CEO baru ini mempelajari dan mengambil pelajaran atas kegagalan di masa lalu. Keputusan terpentingnya, jangan membiarkan Microsoft terlalu bergantung pada profitabilitas system operasi Windows. Melainkan, mencari telur emas atau bisnis baru lainnya. Komputasi awan.

Penilaian Satya Nadella sangat tajam. Bisnis komputasi awan Microsoft “Azure” memiliki potensi besar dan tumbuh 68% per tahun. Saat ini, bisnis Azure telah merampas pangsa pasar AWS Amazon. Sama-sama dominan dalam pangsa komputasi awan.

Selain itu, menahan keserakahan dan tetap terbuka. Satya Nadella tidak hanya menyesuaikan bisnis inti Microsoft, Dia juga mengubah budaya perusahaan Microsoft. Microsoft pada awalnya memanfaatkan pelanggan sebagai objek yang bisa mengekstraksi keuntungan besar. Dan selalu was-was menganggap mitra sebagai pesaing berat.

Misalnya, pendahulu Satya Nadella pernah menyebut sistem operasi Linux dan perangkat lunak open source berbasis Linux adalah “kanker” dalam Microsoft. Artinya, cara pandang budaya perusahaan semacam ini dikelilingi oleh musuh dan selalu merasa harga diri mereka paling hebat. Sehingga, membuat Microsoft terkepung musuh dari semua sisi.

Perubahan budaya Microsoft

Namun, di bawah kepemimpinan Satya Nadella, Microsoft berubah total. Bukan saja lebih toleran, tetapi bahkan menjadi sangat terbuka. Sebagai contohnya, sistem operasi Linux meskipun kompetitif dengan Windows, tetapi sistem operasi Microsoft yang digunakan dalam komputasi awan Azure lebih berbasis pada Linux. Bukannya Windows sendiri.

Citra Microsoft langsung berubah di mata persaing. Bukan lagi mitra yang sombong, tetapi bisa diandalkan. Sedangkan pesaing Microsoft, Amazon dianggap sebagai barbarian di  depan pintu. Karena Amazon terus membobol industri baru. Mengubah aturan main, dan bahkan mengarah pada perombakan seluruh industri. Bahkan Beberapa pesaing   menyebut Amazon sebagai “Microsoft lama yang sombong.”

Dari sebutan ini, bisa dibayangkan ketakutan dan ketidakpercayaan para pesaing terhadap Amazon. Sebaliknya, bagaimana Microsoft baru mengubah citranya di mata pelanggan dan konsumen patut dipuji. Satya Nadella tidak hanya menatap Angsa yang bisa menelurkan emas, adalah perubahan internal Microsoft. Maka “tetap terbuka” adalah pembentukan ulang citra eksternal dari Microsoft.

Selain perbaikan internal dan eksternal, Microsoft juga menempuh langkah ketiga yang benar-benar mendukung Microsoft bangkit kembali. Yakni Bekerja sama dengan regulator daripada berkonfrontasi. Itulah sebabnya, mengapa Microsoft dapat terhindar dari segala gugatan dan tuntutan baik dari pemerintah maupun pengguna. Tidak seperti pesaing teknologi raksasa lainnya, Facebook atau Google.

Dalam dua tahun terakhir, semua jenis serangan terhadap raksasa teknologi mulai dari pengguna sampai ke badan pengawas atau regulator. Serangan dari segala dimensi. Terutama teknologi raksasa yang terlalu arogan dalam dua tahun terakhir.

Facebook, menghadapi penyelidikan anti-monopoli dari Dewan Federal AS. Termasuk Google yang juga diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS, karena diduga melakukan penyalahgunaan sumber daya komersial. Dan akhirnya didenda lebih dari 9 miliar Dolar oleh Uni Eropa. Demikian juga, Amazon yang dituntut Uni Eropa atas penyalahgunaan data pengguna mereka.

Microsoft bangkit kembali
Satya Nadella adalah pahlawan bagi Microsoft, Dia berhasil membuat Microsoft bangkit kembali

Tidak ada nama Microsoft dalam gelombang tuntutan perusahaan anti-teknologi dalam dua tahun terakhir. Ini bukan karena cara kerja humas Microsoft sangat hebat, sebaliknya,  Microsoft memilih untuk bekerja sama dengan pihak berwenang. Bukannya konfrontasi. Atau memetik keuntungan dulu dengan melanggar peraturan, dan kemudian konfrontasi atau membela diri.

Just like grandma says, kesuksesan seseorang atau suatu perusahaan tentu saja layak dipuji dan dipelajari. Tetapi yang lebih lebih mengagumkan adalah Dia dapat bangkit kembali melalui inovasi sendiri.

Advertisements
Summary
Microsoft bangkit kembali
Article Name
Microsoft bangkit kembali
Description
Bagaimana di bawah kepemimpinan Satya Nadella berhasil membawa Microsoft bangkit kembali
Author
Publisher Name
Karoomba Digital
Categories: Microsoft bangkit kembali

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: