Mobil Listrik Apple Titan

Mobil Listrik Apple Titan dengan 92 Hak Paten dalam Mobil otonom, bentuk kendaraan dan kokpit, serta pengalaman baru pengguna. Sumber terungkapnya proyek Titan adalah Elon Musk di tahun 2016. Dia mengatakan bahwa Apple memang dapat membuat mobil listrik yang menarik. “Jika Apple mempekerjakan lebih dari seribu insinyur untuk menyelesaikan pekerjaan ini, maka akan sulit untuk menyembunyikannya lagi.”

Namun, proyek Titan ternyata tidak semulus yang diharapkan. Mungkin realisasinya  membangun mobil adalah hal yang sangat sulit dan rumit. Mulai tahun 2017, fokus proyek Titan mulai bergeser ke “Mobil Otonom”. Mengedepankan pengembangan perangkat lunak Mobil tak berawak ini. Sampai tahun 2020, Tim Cook secara terbuka mengakui bahwa Apple sedang mengembangkan teknologi Mobil otonom.

Sebenarnya, sejak akhir 2017, Apple telah secara bertahap mulai mengungkapkan Hak patennya. Tahun 2018 dan 2019 masing-masing memiliki jumlah terbesar 31 Dan 32. Sedangkan, tahun 2020 yang belum berakhir ini, Apple telah mengajukan 28 hak paten berhubungan dengan otomotif.

Mobil Listrik Apple Titan

Saat ini, Proyek Titan telah menjadi rahasia umum. Ambisi Apple terhadap industri otomotif sudah bukan hal baru. Tetapi pihak resmi Apple selalu menyembunyikannya. Mereka jarang merilis berita penting yang berkaitan. Bahkan untuk jangka waktu tertentu, kabar tentang proyek pembangunan mobil Apple selalu berusaha ditutupi.

Ponsel, komputer tablet, notebook, dan ekosistem perangkat lunak yang sangat besar mendukung nilai pasar Apple sebesar US $2 triliun. Menjadikannya sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia. Namun, Apple tetap tidak puas. Apple masih terus mencari titik pertumbuhan berikutnya selain ponsel.

AI atau Kecerdasan Artifisial, VR dan AR sama-sama merupakan bidang dengan potensi besar. Tetapi karena keterbatasan teknologi dan ekologi, aplikasi skala besar masih belum tersedia. Namun mobil listrik yang berkembang pesat dewasa ini, mungkin menjadi area terbaik bagi Apple untuk memasuki pasar.

Sekarang, konferensi tahunan Apple selalu menjadi sorotan Dunia. Para media atau influencer berusaha mengungkapkan produk terbaru Apple beserta teknologinya. Sehingga, hampir tidak ada misteri sama sekali. Mungkin Produk mobil Apple adalah satu-satunya produk yang kerahasiaannya terjaga dengan sangat baik. Sejauh ini saya belum melihat prediksi yang dapat diandalkan.

Kemajuan apa yang telah dibuat Apple untuk membuat mobil? 

Sejak Februari tahun 2015, telah tersebar banyak rumor tentang Apple terlibat dalam proyek kendaraan listrik. Dalam rangka membentuk tim, Apple telah memburu banyak talenta dari Tesla.

Dalam proses transformasi ke Mobil otonom, Apple memberhentikan banyak karyawan. Pada tahun 2019 dan 2020, mereka telah mem-PHK sebanyak 400 karyawan. Pemimpin proyek telah digantikan berkali-kali. Hal ini menunjukkan rencana Apple untuk membuat mobil listrik masih terombang-ambing.

Namun, jika dilihat dari paten yang diajukan, ambisi Apple tidak pernah berhenti. Pembuatan mobil Apple justru menjadi lebih jelas. Dari 92 paten yang telah dipublikasikan sejauh ini, beberapa fitur mobil Apple juga secara kasar dapat diuraikan sebagai prototipe.

Proyek iCar Apple diberi kode nama ‘Titan’. Saat ini telah ada lebih dari 5000 orang karyawan mengerjakan proyek tersebut. Mobil Listrik Apple Titan ini memiliki ciri-ciri seperti, Pertama, mobil Apple akan memiliki kaca depan AR (augmented reality). AR sudah lama dikenal oleh para Tech Savvy. Kaca depan AR sebenarnya telah pernah muncul, seperti AR-HUD.

Nama lengkap HUD adalah “Head Up Display.” Yang dapat memproyeksikan berbagai informasi penting selama berkendara. Misalnya rambu kecepatan dan navigasi diarahkan ke kaca depan pengemudi. Fungsinya, untuk keselamatan berkendara. Mencegah pengemudi melihat ke layar lain di dalam mobil.

HUD adalah komponen kompleks yang mengintegrasikan desain optik, desain struktural, desain ECU, dan algoritme perangkat lunak, sehingga ambang batas teknisnya relatif tinggi. Dibandingkan dengan HUD tradisional, AR HUD memiliki sense of technology yang lebih kuat dan tingkat keterpaduan yang lebih tinggi dengan kondisi jalan raya.

Apple mengubah pola pikirnya dan menganggap kaca depan sebagai “layar”. Paten yang terungkap pada 2018 menunjukkan bahwa Apple dapat “meletakkan” gambar komputer di atas permukaan transparan seperti kaca. Memberikan informasi kepada pengemudi atau penumpang di balik permukaan transparan tersebut melalui gambar komputer.

Sederhananya, Apple memproyeksikan gambar yang dihitung yaitu, AR ke kaca depan sehingga pengemudi dapat melihat kondisi jalan secara real-time. Kaca depan ini juga bisa menampilkan lebih banyak. Misalnya, ketika ada banyak gedung tinggi di depan, dan kita tidak mengetahui lokasi secara spesifik.

Pengemudi dapat menyebutkan “gedung di depan” atau menggunakan jari menunjuk ke gedung tertentu di depan. Berdasarkan teknologi pengenal objek, AR dapat menampilkan informasi spesifik dari gedung itu dan membuka navigasi menuju gedung tersebut.

Pada Saat bepergian ke luar negeri, jika pengunjung asing menemui kendala bahasa, kaca depan dapat menerjemahkan rambu jalan secara real time. Fungsi yang penuh keramahan dan sangat bersahabat buat turis asing.

Untuk membuktikan bahwa Apple benar-benar membuat kaca depan menjadi layar, ada dua fungsi yang tampak menonjol. Penumpang dapat menonton video streaming di kaca depan. Pengemudi juga dapat menggunakan video call Facetime. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk tidak menggunakan ponsel di dalam mobil.

Apple ingin menjadikan kaca depan sebagai perangkat yang sangat terpusat dan cerdas. Dengan harus menghubungkan berbagai sensor di dalam mobil. Misalnya, sensor eksternal dan internal.

Sensor Eksternal bertugas menghasilkan data sekitar lingkungan. Sensor internal bertugas mengumpulkan data pengguna, termasuk kamera cahaya, kamera inframerah, sensor ultrasonik, kamera kedalaman, dan radar. 

Melalui Integrasi terpadu ini, tentu saja akan menghadapi kesulitan berkali lipat dibandingkan dengan ponsel. Tetapi, pada saat yang sama pengalaman baru yang nyaman buat pengguna dapat mencapai ketinggian baru.

Dalam paten Apple yang diterbitkan pada 2019, setelah mengadopsi mode mengemudi otomatis, pengguna memiliki waktu yang terluangkan di dalam mobil. Pengguna dapat berkomunikasi dengan orang lain atau menonton Film. Sabuk pengaman akan berperan sebagai “inti operasi” di dalamnya.

Misalnya, dengan sentuhan pada pengaturan sensor sabuk pengaman, Anda dapat mengontrol kendaraan, termasuk ketinggian jendela, posisi tempat duduk, pemutar multimedia dll. Sabuk pengaman juga dilengkapi dengan mikrofon dan speaker untuk berbicara dengan penumpang lainnya. Mikrofon memiliki fungsi lewat pengenalan suara dapat memantau stres atau kesehatan emosional penumpang.

Sensor pada sabuk pengaman dapat mengukur tanda-tanda vital penumpang. Di antaranya detak jantung, suhu tubuh, kadar alkohol dalam darah, dan lain sebagainya. Sabuk pengaman ini bertenaga surya. Saat kendaraan diparkir di luar ruangan pada siang hari, inilah saat yang tepat untuk “mengisi” daya bagi sabuk pengaman.

Proyek iCar Apple ‘Titan’

Desain kendaraan self-driving atau mobil Otonom berbeda dengan kendaraan biasa. Tidak ada setir, akselerator rem, dan dua baris penumpang yang saling berhadapan. Saat ini airbag tradisional sudah tidak berlaku lagi. Untuk alasan ini, Apple telah mendesain ulang satu set sistem airbag. Ketika kendaraan mengalami kecelakaan, penghalang tiup akan muncul di jendela samping untuk memblokir penumpang.

Di samping itu, Ada juga cara yang lebih sederhana untuk memasang kantung udara di bagian atas kokpit atau di sabuk pengaman untuk meredam dampak benturan kendaraan. Apple khusus menyebutkan airbag tradisional dapat melenceng tanpa waktu respon yang cukup memadai. Sehingga, tidak dapat melindungi penumpang sepenuhnya. Desain terbaru Apple dapat melindungi penumpang sepenuhnya dari cedera.

Penempatan sejumlah besar alat sensor di dalam dan di luar mobil tidak sepenuhnya untuk tampilan augmented reality dan mengemudi otonom. Sensor ini dapat mendeteksi apakah pengemudi dan penumpang dalam keadaan sehat. Apakah lingkungan di sekitar kendaraan aman, semuanya masuk dalam pertimbangan Apple.

Misalnya, paten yang disebut “Dynamic Element Protection”, jika pintu dibuka setelah parkir, pada saat sepeda atau pejalan kaki melewati bagian depan dan belakang kendaraan, maka pintu akan terkunci secara otomatis. Pintu mobil tidak dapat dibuka hingga bahaya dihilangkan.

Semuanya untuk keamanan.

Sebenarnya, Tak lama setelah meluncurkan iPhone pada tahun 2007, Steve Jobs pernah menjelaskan bahwa dia sangat tertarik dengan mobil Apple. Dia telah merancang dan membuat perencanaan mobil. Pada saat itu,  pas kebetulan mobil pertama Tesla, Roadster di rilis.

Namun sayangnya, rencana tersebut tidak berkelanjutan. Mungkin Apple belum mengambil keputusan saat itu. Mungkin juga karena Apple melihat potensi besar dari ponsel dan mulai berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan seluler.

Yang pasti, sebagai salah satu perusahaan paling berharga di dunia, seperti raksasa lainnya, daya tarik mobil mungkin satu-satunya pasar produk konsumen yang jauh lebih besar dan lebih potensial daripada telepon seluler.

Mobil Listrik Apple Titan
Mobil Listrik Apple Titan (Image: Cult of Mac)

Dalam beberapa tahun terakhir, baik perusahaan kendaraan tradisional maupun perusahaan pengemudi otonom berkembang sangat pesat. Akibatnya, semakin sedikit peluang bagi pemain baru seperti Apple. Namun, Dari perspektif paten, mereka telah mempercepat langkah mobil listrik Apple Titan.  Hal ini cukup menunjukkan rasa urgensi untuk menemukan arah baru sebelum dividen ponsel iPhone hilang.

Just like grandma says, Apakah Apple bisa mengejar dengan waktu yang sudah tidak banyak lagi bagi mereka. Namun, Tim Cook mungkin memiliki alasan sendiri untuk memilih titik waktu saat ini. Tetapi jika ingin mereproduksi kecemerlangan dan memimpin perubahan terdepan, Apple harus lebih tegas dan memberikan orang lebih banyak kejutan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.